Pamekasan, 12/1 (Media Madura) – Demo aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur di kantor DPRD setempat berlangsung ricuh, Kamis (12/1/2017) siang.

Mereka menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kericuhan itu dipicu karena pendemo tidak ditemui langsung oleh Ketua DPRD, Halili, melainkan ditemui oleh dua orang pimpinan, masing-masing Suli Faris, dan Hermanto sebagai wakil ketua DPRD serta anggota dewan lainnya.

Adapun bentuk kericuhan itu puluhan mahasiswa terlibat adu jotos dengan pihak kepolisian, karena pendemo membakar ban bekas dan melakukan pengrusakan.

Salah satu orator, Chairul Umam menyampaikan, kedatangannya untuk menyampaikan kegelisahan rakyat salah satunya, kenaikan dasar listrik, Bahan Bakar Mesin (BBM) dan pajak kedaraan.

“Mohon maaf kami tidak mau ditemui oleh segelintir anggota DPRD, kami minta Ketua DPRD, Bupati, manajer PLN dan dari Pertamina juga dihadirkan,” teriaknya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris menyayangkan aksi kaum terpelajar tersebut, mengingat kedatangan dirinya dan beberapa anggota yang lain sudah mewakiki.

“Secara aturan kami dibatasi oleh peraturan DPRD, tapi kalau hanya mewakili Pak Ketua ini sudah terwakili, mohon maaf kalau kami ditolak,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan