Beranda blog Halaman 1034

Begini Aksi Bela Islam 213 di Sumenep

0

Sumenep, 21/3 (Media Madura) – Ribuan Umat Islam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi bertajuk Bela Islam 213, Selasa (21/3/2017).

Aksi yang dimotori Gerakan Umat Islam Sumenep (GIUS) itu start dari Areal Taman Bunga (TB), long march ke Kantor Pemkab di Jalan Dr Cipto dan berakhir Mapolres setempat. 

Tujuan aksi adalah mengawal pernyataan sikap keagamaan yang dikeluarkan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep tentang penyebaran atribut Kristen berkedok sosialiasai wawasan kebangsaan beberapa waktu lalu.

Salah satu tuntutan mereka, meminta Bupati Sumenep mempertimbangkan untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), A Shadik uang telah teledor dalam memberikan izin kegiatan. 

“Dan kepada pihak Kepolisian, kami meminta agar segera menetapkan tersangka, karena sudah jelas-jelas sudah menodai agama Islam,” kata salah satu korlap aksi, Farid Azziyadi dalam orasinya. 

Penyebaran atribut Kristen bekedok sosialisasi wasbang oleh Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumenep dan Yayasan Sejahtera Bangsa Mulia memang sempat bikin heboh.

Pasalnya, dari sejumlah sekolah yang menjadi sasaran kegiatan, para murid diberi bingkisan yang berisi salib, Bibel dan aksesoris Kristen. Sehingaa menimbulkan reaksi keras wali murid dan masyarakat. 

“Karena yang mereka beri bingkisan adalah anak-anak yang sudah jelas beragam, yakni agama Islam,” imbuhnya. 

Selain diikuti sejumlah Ulama, aksi tersebut juga disertai puluhan santri, aktifis LSM bahkan Mantan Komisioner Panwaslu, Zamrud Khan juga nampak hadir.

Pantauan mediamadura.com, aksi tersebut berjalan lancar dan tertib dibawah pengamanan kurang lebih 500 aparat Kepolisian, meski sempat diguyur hujan. 

Aspirasi umat Islam yang tertuang dalam rekomendasi-rekomendasi juga diterima oleh pihak terkait. Di Kantor Pemkab, rekemendasi diterima Bupati Sumenep yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan, dan di Mapolres diterima langsung oleh Kapolres, AKBP  Josep Ananta Pinora. 

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Buka Latihan Kader Bela Negara

Pamekasan, 21/3 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii membuka latihan kader bela negara, Selasa (21/3/2017) pagi di Markas Komando Distrik Militer (Makodim).

Acara tersebut diikuti oleh 100 pemuda. Syafii berharap para pemuda mellek keterbukaan informasi pasca reformasi.

“Bela negara merupakan hak seluruh warga Indonesia, oleh karena itu perlu para pemuda penerus bangsa memahami tentang bernegara,” katanya.

Syafii menambahkan, dalam Kegiatan yang bakal berlangsung selama tiga hari itu, diharapkan para peserta mengikuti secara khidmat.

“Diharapkan para peserta setelah pulang dari pelatihan mampu menerapkan ilmunya,” ujar Syafii saat menjadi Inspektur Upacara.

Dalam latihan tersebut, peserta akan dikenalkan dengan beberapa materi tentang kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini akan dilatih oleh anggota TNI, mulai semi militer dan materi kecintaan terhadap NKRI,” tutup Syafii.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Truk LPG Terguling Melintang di Blega, Lalin Madura-Surabaya Macet Total

0

Bangkalan, 21/3 (Media Madura) – Truk tangki LPG terguling menutup dua arah lajur di Jalan Raya Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Selasa (21/03) pagi pukul 07.00 WIB. Akibatnya, jalur dari arah Surabaya dan sebaliknya macet total.

“Ya terpaksa nunggu dievakuasi truknya, mau balik kanan tidak mungkin bisa karena di belakang banyak kendaraan lain yang sudah macet,” terang Darmono sopir bus akas saat terjebak macet di lokasi, Selasa pagi.

Pantuan mediamadura.com, kondisi lajur di lokasi memang cukup padat merayap. Mengingat, waktu kejadian merupakan pusat beraktivitasnya masyarakat. Bahkan, lokasi tersebut jalur aktif menuju arah Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan arah sebaliknya Surabaya.

Kapolsek Blega AKP Hartanta saat dikonfirmasi mengatakan, belum diketahui pasti penyebab terjadinya kecelakaan yang membuat truk LPG yang masih penuh berisi tersebut melintang di tengan jalan. Namun, diduga kuat karena sopir mengantuk.

“Kita belum bisa pastikan, mungkin karena sopirnya ngantuk,” terangnya di balik telepon.

Hartanta menceritakan, truk LPG nomor polisi M 9012 C melaju dari arah barat (Surabaya) menuju timur. Entah apa penyebabnya hingga truk itu sesampainya di lokasi langsung terguling melintang menutup dua arah lajur.

Saat ini petugas dan masyarakat belum berani mendekati truk yang melintang. Karena jika terjadi kebocoran sedikit dikhawatirkan tangki berukuran besar tersebut meledak. Sebab, tangki dalam kondisi penuh berisi gas LPG.

“Sampai saat ini masih tetap melintang dan belum ada evakuasi, karena akan mendatangkan alat berat truk crane dari Surabaya,” katanya.

Polisi saat ini terpaksa mengalihkan jalan ke beberapa daerah perkampungan dan disarankan bagi pengguna jalan baik dari arah Sampang ataupun dari arah Surabaya untuk mencari jalan alternatif lain agar kemacetan tidak semakin panjang.

“Terutama buat truk-truk besar dari arah Surabaya, mending diparkir dulu di sekitar area Suramadu,” tutupnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, sopir truk diketahui bernama Umar (36), warga Dusun Maronggih, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dikabarkan mengalami patah tulang hingga dilarikan ke Pusat Kesehatan (Puskesmas) Blega.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Sebelum Berangkat ke Jateng, Madura United Lakukan Pemanasan

0

Pamekasan, 21/3 (Media Madura) – Madura United akan berhadapan dengan Fajar FC dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (21/3/2017), pukul 14.30 WIB.

Pertandingan tersebut merupakan laga pemanasan sebelum skuad Laskar Sape Kerrab berangkat ke Jawa Tengah.

“Kita coba pemanasan dulu sebelum berangkat ke Jawa Tengah dengan melakukan uji coba melawan tim lokal,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera, Selasa (21/3/2017).

Menjamu klub internal Askab Surabaya, jelas Gomes, untuk menjajal kemampuan sejumlah pemain anyar yang baru bergabung. Selain bertujuan melihat organisasi permainan berjalan sesuai rencana dan juga kedisiplinan pemain dalam memainkan marking zona.

“Itu bagus, karena di Jawa Tengah nanti akan hadapi banyak pertandingan penting,” pungkas pelatih asal Brasi tersebut.

Uji coba ini sebagai rangkaian persiapan menghadapi turnamen Cilacap Cup, Magelang Cup hingga Liga 1 2017 yang akan bergulir dalam waktu dekat.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pemkab Anggarkan Honorarium Tenaga Kontrak Daerah Rp 3,1 Miliar

0

Sampang, 21/3 (Media Maduray) – Pemerintah Kabupaten Sampang telah menganggarkan honorarium untuk tenaga kontrak daerah sebesar Rp 3,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

Namun faktanya, meski sudah dianggarkan banyak tenaga kontrak atau yang biasa disebut tenaga honor daerah (Honda) yang sampai saat ini sudah tiga bulan gajinya masih belum bisa dicairkan. Seperti aduan dari 24 guru honda di bawah lingkungan Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu.

Padahal, mereka masih berstatus kontrak sampai akhir tahun 2018. Itu mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 6 tahun 2011 tentang pemberhentian, sanksi, pembayaran honor dan penilaian keperjaan tenaga honor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Pada BAB III Pasal 5 menyebutkan bahwa tenaga honda dengan masa kerja diatas 10 tahun hononariumnya Rp 1 juta perbulannya. Tapi sampai saat ini kita belum digaji,” terang Abd Munif perwakilan guru honda yang pernah mendatangi Disdik Sampang.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Slamet Terbang melalui Kabid Pengembangan Karir Suyono mengatakan, jika pemerintah sudah mengangarkan honor tenaga honda. Bahkan pada sejak tahun 2016 honor honda sudah dinaikkan. Dimana semula setiap honda Rp 750 ribu kini dinaikkan menjadi Rp 1 juta. Kenaikan gaji itu sesuai peraturan bupati tentang kesejahteraan K2 tahun 2016.

”Yang mendapat honor hanya yang masuk daftar honda, kalau tidak ada perubahan jumlahnya sekitar 200 orang,” ujarnya.

Suyono menuturkan, adanya honor honda yang belum dicairkan. Pihaknya mengaku itu sudah menjadi tanggungjawab masing-masing dinas terkait. Sebab, anggarannya sudah melekat pada dinas. Sehingga pengajuan dan pencairannya sudah menjadi tanggungjawab dinas tersebut.

Terpisah, Kabid Guru dan Tenaga Pendidikan Achmad Mawardi berdalih belum dicairkannya honor tenaga honda semata atas dasar kehati-kehatian. Menurutnya sampai saat ini pihaknya belum memiliki payung hukum dan dasar yang kuat dalam mencairkan honor tersebut.

”Dananya sudah ada namun masih menunggu surat keputusan dari pemprov, kalau dicairkan khawatir nanti keliru,” dalihnya.

Wawang sapaan karibnya, berjanji dalam waktu dekat ini akan mengkoordinasikan dengan Inspektorat dan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Sebab, penjelasan dari dua intansi tersebut sangat penting dijadikan pertimbangan dalam pencairan honor.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana berjanji akan segera menindaklanjuti adanya laporan tentang guru honda yang belum menerima honor selama tiga bulan. Bahkan, akan memfasilitasi untuk mempertemukan para guru itu dengan disdik setempat.

”Kami masih ingin mengkaji dari sisi aturannya dulu, biar akar persoalannya jelas kami akan mempertemukan disdik dan para guru honda ini, dan yang jelas kalu tidak melanggar aturan kami tekan disdik untuk segera mencairkan honor guru honda ini, apalagi anggarannya sudah jelas dianggarkan di APBD,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pemkab Pamekasan Tunggak Pajak Rp 12,9 Miliar

Pamekasan, 21/3 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menunggak pajak sekitar Rp 12,9 miliar,tunggakan pajak yang sangat besar itu terhitung sejak tahun 2002 hingga tahun 2016.

Dikatakan oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, Taufikurrahman, nominal yang sangat fantastis itu dikarenakan ada pajak yang tidak tertagih, namun di buku besarnya tetap pemkab yang punya hutang.

“Tunggakan pajak dari tahun 2002 sampai 2013 itu saat pajak dikelola oleh pemerintah pusat. Karena saat itu tidak by name by address ” katanya, Selasa (21/3/2017).

Taufik mengakui, faktor lain yang menyebabkan pajak tidak terbayar itu salah satunya karena tanah yang menjadi objek pajak sudah beralih fungsi, seperti tanah biasa berubah menjadi tanah kuburan. Serta ada pula masyarakat yang memang sengaja tidak mau membayar.

“Sekarang sudah by name by address, jadi yang tidak bayar bisa kita datangi ke rumahnya. tetap ditagih terus,” tandasnya.

Pihaknya tidak memasang target untuk pelunasan pajak tersebut, tetapi yang jelas masyarakat yang tidak membayar akan terus ditagih hingga yang bersangkutan bisa membayar. Bahkan di awal tahun 2017 ini, ada masyarakat yang membayar pajak tunggakan tahun 2014.

Nomimal yang sangat bombastis itu dengan rincian tunggakan tahun 2002 sampai tahun 2013 mencapai Rp 8,2 miliar. Tahun 2014 Rp 2,1 miliar, tahun 2015 Rp 1,3 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 1,3 miliar.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Jelang Pilkades Serentak, 82 Bakal Cakades Dites Urine

Sampang, 20/3 (Media Madura) – Pelaksana harian Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sampang Rudi Setiadhy, mengungkapkan sebanyak 82 bakal calon Kepala Desa dari 30 Desa akan dilakukan tes urine. Hal itu dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar pada 16 Mei mendatang.

“Tes urine dilakukan pada Rabu 22 Maret,” kata Rudi, Senin (20/3/2017).

Selain itu, dari 30 desa itu masih terdapat satu desa yang belum bisa mengikuti tahapan tes urine lantaran belum ada bakal calon yang mendaftar yakni Desa Kembang Jeruk Kecamatan Banyuates.

Tes urine nantinya akan menggunakan enam paramater untuk mengetahui kepastian mengonsumsi narkoba, diantaranya amfetamin, metamfetamin, morfin, ganja, barbiturat dan kokain. Jika salah satu bakal calon kades positif pengguna narkotika, maka dipastikan gugur.

“Ini supaya nantinya benar-benar memperoleh pemimpin bersih dari narkoba,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Telan Dana Rp 5,1 Miliar, Dinding Bangunan Puskesmas Banyuanyar Sampang Retak

Sampang, 20/3 (Media Madura) – Baru selesai dibangun dan diresmikan pada Rabu (15/3) kemarin, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang sebagian besar dinding bangunannya retak.

Pantuan mediamadura.com di lapangan, dinding bangunan retak salah satunya bisa terlihat di depan ruangan gudang obat. Selain itu, kondisi Puskesmas Banyuanyar yang masih baru tercium cat temboknya tersebut cukup memprihatinkan.

Fasilitas umum seperti toilet masih belum bisa digunakan. Sebab, ketersedian air belum terpenuhi. Belum lagi, banyak terjadi kebocoran selang air baik yang menggunakan desain kamar mandi shower maupun tempat wastafel. Kuat dugaan, bahan bangunan yang digunakan juga kualitasnya rendah.

“Aduh banyak yang bocor selang air di toilet Mas. Masak baru selesai dibangun kondisinya seperti bangunan lawas, mari bisa dilihat langsung sama Mas,” terang salah satu petugas Puskesmas Banyuanyar sembari menunjukkan ruang toilet, Senin (20/3/2017).

Selang air di tempat wastafel banyak terjadi kebocoran sehingga terpaksa diganti selang biasa agar bisa digunakan.

Padahal, proyek pembangunan gedung baru Puskesmas Banyuanyar yang dikerjakan oleh rekanan PT Rukun Jaya Madura Group itu menelan dana sebesar Rp 5,1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.

Buruknya kualitas bangunan Puskesmas Banyuanyar mengundang perhatian dari Sekeretaris Jaringan Kawal Jawa Timur Tamsul. Ia mengatakan, sesuai ketentuan selama dalam masa pemeliharaan, kerusakan dalam pelaksanaan proyek itu jadi tanggung jawab pihak rekanan pelaksana proyek.

“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan, secepatnya itu harus diperbaiki,” ujarnya.

Tamsul menilai, penyelenggara proyek terlalu banyak mengambil keuntungan, sehingga tidak memperhatikan kualitas, dan mengabaikan spesifikasi teknik (spek).

Untuk itu, jika pihak rekanan tidak segera memperbaiki buruknya bangunan baru Puskesmas Banyuanyar dalam waktu dekat, maka akan dilaporkan ke penegak hukum. Mengingat, pagu anggaran pembangunan adalah uang negara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Izin Sakit Sekda Sampang Diperpanjang Hingga 1 Minggu

Sampang, 20/3 (Media Madura) – Lantaran kondisi Puthut Budi Santoso Sekeretaris Daerah (Sekda) Sampang belum stabil. Surat izin sakit diperpanjang hingga 26 Maret mendatang. Sebelumnya, surat izin sakit Puthut berakhir sejak hari Minggu 19 Maret kemarin terhitung dari Rabu 15 Maret.

Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi, mengatakan perpanjangan surat izin sakit selama satu minggu kedepan karena kondisi Sekda Sampang belum stabil.

Sehingga, jabatan sementara di jabat oleh Plh Asisten 1 Pemkab Sampang Soeharjanto sebagai pemegang kebijakan di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Iya izin sakit Sekda diperpanjang sampai satu minggu lagi,” kata Yulis, Senin (20/3/2017).

Dia belum bisa memberikan keterangan sakitnya Puthut apakah terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, ia menegaskan sakitnya Sekda lantaran kecapekan dan dirawat di Rumah Sakit Santa Clara di Jalan Biliton Kota Madiun, Jawa Timur.

“Hanya kecapekan, Pak Sekda dirawat di rumahnya di Magetan,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pastikan Anggotanya Bebas Narkoba, Dandim Pamekasan Geledah Asrama TNI

Pamekasan, 20/3 (Media Madura) – Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, melakukan penggeledahan terhadap sejumlah asrama anggota TNI, guna memastikan anggotanya bebas dari narkoba.

Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) terhadap anggota Kodim 0826 Pamekasan.

Selain itu, seluruh anggota TNI yang tinggal di asrama A Kodim 0826 dilakukan tes urin, termasuk keluarga anggota TNI yang tinggal di asrama tersebut tidak luput dari pemeriksaan.

Tes urine tersebut dipimpin langsung oleh Dandim yang dihadiri oleh, sekretaris BNK Pamekasan Rida Wati, para staf dan Danramil jajaran Kodim 0826 Pamekasan, Tim Dokter Satgas P4GN Pamekasan dr Kristanto dan anggota Satnarkoba Polres Pamekasan Brigadir Hendra.

Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto menuturkan, tes urin dan penggeledahan asrama itu dilakukan guna memastikan anggotanya bebas dari narkoba, sebab narkoba adalah musuh bersama.

“Saat ini Indonesia sudah darurat narkoba, jangan sampai ada yang terlibat dalam penggunaan dan penyalahgunaan narkoba. Saya yakin kalau para penghuni di Asrama A Kodim 0826 Pamekasan ini tidak ada yang mengkomsumsi narkoba dan terbukti hasil Tes Urine kali ini semuanya Negatif,” katanya dalam penyuluhan yang digelar usai tes urin terhadap anggota TNI dan seluruh anggota keluarganya itu.

Dandim berharap agar anggota dan keluarga Kodim 0826 Pamekasan betul- betul menjauhi yang narkoba dan ikut serta berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba.

“Untuk seluruh anggota Kodim 0826 Pamekasan agar senantiasa memberikan perhatian dan rasa kasih sayang yang lebih kepada keluarga kita terutama anak-anak kita,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris BNK Kabupaten Pamekasan Rida Wati, dalam sambutannya berharap agar jajaran Kodim 0826 Pamekasan terus berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten Pamekasan.

Ia juga berharap agar seluruh anggota Kodim 0826 pamekasan, agar lebih intensif mengawasi anak-anaknya, sebab saat ini peredaran narkoba sangat beragam dan semakin banyak polanya.

“Narkoba yang beredar saat ini sudah ada dalam bentuk makanan seperti permen dan lain sebagainya, yang sasarannya diperuntukkan anak-anak,” urainya.

Selama pelaksanaan tes urine tersebut, tidak ditemukan anggota TNI maupun keluarganya yang positif mengkonsumsi narkoba dan hasil tes urine anggota beserta keluarga yang bertempat tinggal di Asrama A Kodim 0826 Pamekasan dinyatakan negatif oleh datgas BNK Kabupaten Pamekasan.

Penulis : Ist
Editor : Zainol