Sampang, 20/3 (Media Madura) – Baru selesai dibangun dan diresmikan pada Rabu (15/3) kemarin, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang sebagian besar dinding bangunannya retak.

Pantuan mediamadura.com di lapangan, dinding bangunan retak salah satunya bisa terlihat di depan ruangan gudang obat. Selain itu, kondisi Puskesmas Banyuanyar yang masih baru tercium cat temboknya tersebut cukup memprihatinkan.

Fasilitas umum seperti toilet masih belum bisa digunakan. Sebab, ketersedian air belum terpenuhi. Belum lagi, banyak terjadi kebocoran selang air baik yang menggunakan desain kamar mandi shower maupun tempat wastafel. Kuat dugaan, bahan bangunan yang digunakan juga kualitasnya rendah.

“Aduh banyak yang bocor selang air di toilet Mas. Masak baru selesai dibangun kondisinya seperti bangunan lawas, mari bisa dilihat langsung sama Mas,” terang salah satu petugas Puskesmas Banyuanyar sembari menunjukkan ruang toilet, Senin (20/3/2017).

Selang air di tempat wastafel banyak terjadi kebocoran sehingga terpaksa diganti selang biasa agar bisa digunakan.

Padahal, proyek pembangunan gedung baru Puskesmas Banyuanyar yang dikerjakan oleh rekanan PT Rukun Jaya Madura Group itu menelan dana sebesar Rp 5,1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.

Buruknya kualitas bangunan Puskesmas Banyuanyar mengundang perhatian dari Sekeretaris Jaringan Kawal Jawa Timur Tamsul. Ia mengatakan, sesuai ketentuan selama dalam masa pemeliharaan, kerusakan dalam pelaksanaan proyek itu jadi tanggung jawab pihak rekanan pelaksana proyek.

“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan, secepatnya itu harus diperbaiki,” ujarnya.

Tamsul menilai, penyelenggara proyek terlalu banyak mengambil keuntungan, sehingga tidak memperhatikan kualitas, dan mengabaikan spesifikasi teknik (spek).

Untuk itu, jika pihak rekanan tidak segera memperbaiki buruknya bangunan baru Puskesmas Banyuanyar dalam waktu dekat, maka akan dilaporkan ke penegak hukum. Mengingat, pagu anggaran pembangunan adalah uang negara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan