Beranda blog Halaman 1001

Danur Dara Hengkang dari Kursi Pelatih Perssu Sumenep

0

Sumenep, 1/5 (Media Madura) – Baru dua pekan Liga 2 Indonesia bergulir, Danur Dara sudah dikabarkan hengkang dari kursi Pelatih Kepala Perssu Sumenep.

Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Coach Danur saat media ini mencoba mengonfirmasinya via Whatsapp pribadinya. 

“Iya mas, saya sudah tidak bersama Perssu lagi,” ujanya singkat, Senin (1/4/2017).

Danur bilang, dirinya memilih mengundurkan dari tugas sebagai juru taktik semata-mata demi kebaikan Perssu kedepan.

“Jika ditanya alasannya, tentu ini demi kebaikan Perssu, yang jelas saya mundur secara profesional,” ungkapnya. 

“Untuk itu saya mohon maaf kepada jajaran manajemen, suporter dan semua masyarakat Sumenep bila saya belum bisa memberikan apa-apa,” ucap Danur. 

Dari dua laga awal Liga 2, Perssu tak sekalipun meraih hasil kemenangan, pertama kalah dari PSMP Mojokerto 1-2 di kandang sendiri, lalu ditumbangkan Pesik 4-0 di Kediri.

“Iya betul mas, Coach Danur mengundurkan diri dari kursi pelatih,” jawab Direktur Teknik Perssu juga membenarkan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Beli Motor Curian, Empat Orang Ini Ditangkap Polisi

Sumenep, 1/5 (Media Madura) – Sedikitnya empat orang di Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian. 

Keempat orang tersebut secara berantai memiliki dan menguasai satu unit sepeda motor yang tidak lengkap surat-surat alias bodong yang diduga hasil curian.

Penangkapan bermula pada hari Minggu (30/4/2017) sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, Imam Syafi’ie (38) sedang duduk di depan Toko miliknya di areal Pasar Lenteng. 

Saat yang sama, melintas dari arah timur sepeda motor Honda Supra Helm in 125 warna hitam merah Nopol M 3956 WI yang dikendarai oleh Musakim (45) warga Dusun Burneh Desa Mandala Kecamatan Rubaru bersama istri dan ponakannya.

“Distulah Imam Syafi’ie merasa curiga terhadap sepeda motor tersebut, karena mirip dengan sepeda motor miliknya yang hilang, bahkan memiliki ciri-ciri sama yaitu tebeng box rusak di sebelah kanan dan mesin sebelah kanan terdapat scotlite/stiker warna hitam,” tutur Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi. 

Untuk memastikan, Imam Syafi’ie kemudian memberhentikan sepeda motor tersebut dan mengamati dari dekat, dan ternyata dari ciri-cirinya dia merasa yakin bahwa sepeda motor tersebut adalah miliknya yang hilang, sehingga sempat terjadi keributan.

“Keributan didengar oleh 2 angota Polsek Lenteng yang saat itu sedang mengatur lalu lintas, karena Musakim tidak dapat menunjukkan surat-surat, maka oleh petugas dibawa ke kantor untuk diintrogasi,” urainya. 

Setelah dilakukan introgasi, akhirnya Musakim mengakui, bahwa sepeda motor miliknya hasil membeli dari orang yang bernama Indra Irawan (26), warga Dusun Burneh Desa Mandala Kecamtan Rubaru seharga Rp 3.500.000.

“Langsung kita tangkap Indra Irawan di Jalan PUD Asta Tinggi Kecamatan Kota, katanya dia membeli dari Saturi (35) Dusun Tepoh Desa Padendengan Kecamatan, Pasongsongan seharga Rp 3.000.000,” paparnya. 

Sejurus kemudian, petugas juga mencari dan menangkap Saturi di Jalan PUD Desa Tambak Agung Kecamatan Ambunten, dan dari hasil pemeriksaan, sepeda tersebut dibeli dari Supandi (25) warga Desa Dempo Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

“Dan Supandi juga sudah kita tangkap, katanya dia beli barang itu dari Sini, warga Desa Sana Dejeh Kecamatan Waru Pamekasan. Tersangka yang terakhir ini masih kita buru,” terangnya. 

Kata Suwardi, keempat orang tersebut kini diamankan di Polsek Lenteng untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, berikut barang bukti berupa Supra Helmin 125 warna hitam merah, tahun 2012, Nopol M 3956 WI yang kemudian diketahui telah dipalsukan, sedangkan Nomor Rangka (Noka) dan Nomor Mesin (Nosin) sebagian sudah dirusak.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Demi Menembus Liga 1, Said Kucurkan Rp 10 Miliar untuk Madura FC

0

Sumenep, 30/4 (Media Madura) – Meski berstatus tim pemdatang baru di Pulau Madura dan baru musim ini berkontestasi di Liga 2 Indonesia, kehadiran Madura FC kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. 

Pasalnya, selain dibesut oleh Pelatih bertangan dingin seperti Salahudin, tim berjuluk Laskar Joko Tole ini juga diperkuat barisan pemain berkelas, sebut saja seperti Oktovianus Maniani dan Aldaier Makatindu.

“Materi Madura FC ini hampir 45 persen dari Liga 1, jadi saya optimis Madura mampu tembus ke Liga 1 musim depan,” ujar Presiden Klub, MH Said Abdullah saat menggelar silaturrahmi dengan pemain dan manajemen Madura FC.

Disamping itu, Madura FC juga akan disokong dengan finansial yang begitu besar. Karena untuk mewujudkan ambisi tembus ke Liga 1, Said mengaku sudah menyiapkan dana Rp 10 miliar.

“Demi menuju kasta tertinggi, saya siapkan Rp 10 miliar untuk Madura FC,” tegas politisi PDIP itu dengan disambut tepuk tangan manajemen dan pemain.

Menurut Said, jika pada awalnya Madura FC sama sekali tidak dijagokan dan hanya dipandang sebelah mata. Maka, saat ini hal itu sudah tidak berlaku lagi.

“Kita sudah menyaksikan pertandingan Madura FC saat mengalahkan Celebest FC, dan kita menang walau tidak dijagokan, itu artinya kita bisa buktikan bahwa kitalah sang juara sesungguhnya,” tandas Said. 

Seperti diketahui, Madura FC merupakan tim hasil akuisisi dari Persebo Bondowoso, saat ini bermarkas di Kabupaten Sumenep dan menjadi salah satu kontestan Liga 2 grup 7.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Persepam MU Kedatangan Eks Pemain Divisi I Australia

0

Pamekasan, 24/4 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (Persepam MU) kedatangan mantan pemain salah satu klub Divisi 1 di Australia, Richmond SC. Dia adalah Dwivane Rayghiffary Ramadhan.

Pemain yang berposisi gelandang itu akan mengikuti latihan bersama Fauzan Jamal dan kawan-kawan, Senin (24/4/2017) sore.

Asisten Manajer Persepan MU Nadi Mulyadi mengatakan, dirinya belum bisa memberikan penilaian kualitas atau skill pemain kelahiran 9 Januari 1998 tersebut.

“Kami masih belum tahu kualitas pemain yang baru, tapi yang jelas ia pernah membela klub Divisi 1 Australia yaitu Richmond SC pada tahun 2016,” katanya sambil tersenyum, Senin (24/4/2017).

Sebelum bargabung ke Richmond SC, tambah Nadi, Dwi sapaan akrab Dwivane Rayghiffary Ramadhan membela Persib Bandung U-21 di tahun 2015. Ia juga membela Semen Padang di turnamen Piala Presiden 2017.

“Insya Allah Dwi akan mengikut latihan mulai sore ini,” tambahnya.

Menurut Nadi, Manajemen dan tim pelatih akan memantau skill pemain asal Bandung tersebut ketika Persepam MU menggelar latihan rutin di lapangan Kowel Pamekasan.

“Kalau dilihat dari riwayatnya, Dwi memiliki skill yang mempuni, tapi kita lihat nanti seperti apa kualitas skillnya,” jelas Nadi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Suka Duka Musisi Asal Madura di Kancah Dangdut Nasional

Pengambilan gambar dalam pembuatan vidio klip lagu Keterlaluan karya Andre Yahya

Pamekasan, 24/4 (Media Madura) – Musik dangdut merupakan musik yang mendapatkan tempat tersendiri bagi masyarakat Madura, sejumlah artis dangdut asal Madura seperti Imam S Arifin dan Yus Yunus telah malang-melintang di panggung seni musik ini. Yang terbaru nama Irwan dan Firdaus begitu populer berkat kompetisi bakat bernyayi di salah satu stasiun TV nasional.

Rupanya, di luar nama-nama yang terkenal itu banyak musisi asal Madura yang juga mencoba peruntungan dengan bergelut di dunia musik dangdut, tidak hanya menjadi penyanyi tetapi juga menjadi pencipta lagu, arranger dan berbagai hal lainnya.

Salah satu pencipta lagu asal Madura, Andre Yahya, kepada mediamadura.com menuturkan, musisi dangdut asal Madura cukup diperhitungkan oleh musisi dangdut lainnya, sebab banyak karya yang telah dihasilkan dan lagu-lagunya cukup populer .

Pencipta lagu Pertengkaran yang populer pada tahun 1995, dinyanyika Yunita Ababil ini juga menuturkan, saat ini musik dangdut berkembang dengan sangat pesat dan persaingannya sangat ketat, sehingga musisi asal Madura dituntut untuk lebih kreatif dalam berkarya.

“Kalau dulu era tahun 90-an, pencipta lagu dan arrenger enak, saingannya masih tidak terlalu banyak, asal lagunya booming dan terkenal uang yang didapat lumayan besar dari penjualan kaset, on air di TV dan radio dan acara-acara Off air lainnya,” katanya.

Tetapi, kata pria kelahiran Kabupaten Pamekasan ini, sekarang pencipta lagu dangdut dan arrenger sudah sangat banyak, sehingga persaingannya sangat ketat. Apalagi saat ini banyak pembajakan hasil karya musisi dangdut.

“Tetapi saya yakin, Musisi dangdut asal Madura akan terus bertahan dan mampu bersaing dengan musisi lainnya dari seluruh tanah air,” tegasnya.

Bahkan, saat ini ia bersama sejumlah musisi asal Madura lainnya telah menciptakan sebuah karya terbaru untuk menunjukkan produktifitasnya sebagai musisi dangdut asal Madura.

Diuraikan, ia berkarya dan berkolaborasi dengan arrenger asal Sumenep Arif Iskandar serta penyanyi berdarah Sampang yakni Super Emak menggarap karya monomental berjudul keterlaluan yang saat ini sudah selesai vidio klipnya.

“Saya berharap karya ini bisa diterima oleh pencinta musik dangdut tanah air dan saya ingin terus memotivasi dan menginspirasi musisi-musisi muda asal Madura agar terus berkarya,” pungkasnya.

Andre Yahya sendiri merupakan musisi yang cukup produktif, ia menciptakan sejumlah lagu seperti di tahun, 1995 yang berjudul Terjerat Sepi yang dinyanyikan Intan Ali. Tahun 1996, lagu Just For Fun dinyanyikan oleh Wanda Bidari. Tahun 2005 berjudul Kecemburuan Cinta yang dinyanyikannya sendiri feat Puput Pey. Tahun 2007 berjudul Whats Wrong dinyanyikan oleh Lizat. Bahkan karyanya yang berjudul Sejak Kehadiranmu pernah dinyanyikan musisi asal Amerika Arriel Tighmant.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Legislator Demokrat Ini Nilai Bappeda Tidak Serius Rancang Pembangunan Pamekasan

Pamekasan, 23/4 (MediaMadura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Moh Ali, menilai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tidak serius dalam merencanakan pembangunan secara menyeluruh.

Legislator yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat itu menguraikan, hingga saat ini masterplan pembangunan yang dibuat oleh Bappeda masih tidak maksimal pelaksanaannya, bahkan masih banyak program yang belum dibuat masterplannya.

Dikatakan, masterplan agropolitan dan minapolitan hingga saat ini belum jelas sampai dimana perkembangan pelaksanaannya. Seharusnya program ini diaplikasikan dan dikembangkan dengan baik mengingat program ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

Dijelaskan, konsep agropolitan adalah konsep kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agrobisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya. Sedangkan minapolitan adalah konsep pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan.

“Kalau sejak awal masterplannya tidak digarap dengan serius, lalu bagaimana pembangunan di Pamekasan ini bisa berjalan dengan baik, bisa terarah sesuai dengan target yang diinginkan,” katanya kepada sejumlah wartawan. Senin (23/04/2017) pagi.

Selain itu, kata legislator Dapil 3 meliputi Kecamatan Batumarmar, Pasean, dan Waru ini, sejumlah program startegis masterplannya masih belum dibuat seperti masterplan pembangunan di bidang transportasi, masterplan bidang pengairan dan irigasi (drainase), serta masterplan induk wisata atau dokumen perencanaan pengelolaan dan pengembangan pariwisata Kabupaten Pamekasan hingga saat ini belum jelas wujudnya.

“Kalau kondisinya seperti ini, seluruh program pembangunan pemerintah tidak akan berjalan maksimal, dan Beppeda kami nilai tidak mampu menterjemahkan visi-misi bupati yang telah dicanangkan,” tegasnya.

“Dari masterplan yang ada saja, sejauh ini pelaksanaannya masih belum maksimal sehingga manfaat dari program pembangunan itu tidak akan maksimal juga,” ulasnya.

Ali sapaan akrabnya melanjutkan, sejak tahun 2016 lalu dan pada tahun 2017 ini, seluruh program pembangunan harus berdasar pada masterplan yang matang, terencana dengan baik dan terarah. Sehingga Bappeda serta dinas tekhnis harus bekerja sangat keras untuk mensinergikan seluruh program dengan baik.

“Saya sangat berharap masterplan yang ada bisa dilaksanakan dengan baik dan program-program pembangunan yang masih belum ada masterplannya agar tahun ini segera diselesaikan,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, kepala Bappeda Pamekasan Moh Zainal Arifin menuturkan, terkait masterplan pembangunan di Kabupaten Pamekasan, pihaknya sudah melaksanakan sesuai target dan skala perioritas yang dicanangkan. Sebab masterplan merupakan integrated planning lintas sektoral.

Dikatakan, masterplan merupakan sesuatu yang wajib dimiliki dalam menjalankan setiap program pembangunan pemerintah. Tetapi meskipun masterplannya sudah selesai, dalam pelaksanaannya memerlukan waktu dan tahapan, sebab pelaksanaan sebuah program memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

“Mari kita endorsement (mendukung dan beri saran) secara positif terkait masterplan pembangunan ini, karena adanya mesterplan tidak akan efektif tanpa adanya anggaran yang cukup,” katanya kepada wartawan. Senin (23/04/2017) pagi.

Setiap masterplan yang telah dibuat, kata Zainal, diharapkan nantinya mempunyai multplier effect, tetapi harus mendapatkan dukungan pendanaan yang cukup, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, sebab APBD Pamekasan tidak cukup untuk mendanai seluruh program yang telah dicanangkan pemerintah kabupaten.

“Sehingga perlu ada skala perioritas dari setiap masterplan yang telah ada, dan masterplan itu ada yang dirancang medium term dan long term,” urainya.

Saat ini pihaknya juga telah menggarap program dengan skala perioritas lainnya, yakni masterplan pariwisata pada titik-titik wisata potensial dan masterplan transportasi terintegrasi akan segera menyusul.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Perssu Sumenep Gagal Total di Kandang, Ini Kata Sang Pelatih

0

Sumenep, 23/4 (Media Madura) – Perssu Sumenep harus mengakhiri laga perdananya dengan hasil kurang manis melawan PSMP Mojokerto di Stadion A Yani, Sabtu (22/4/2017). Perssu takluk 2-1.

Pasukan Danur Dara sebenarnya unggul lebih dulu pada laga itu, tepatnya di menit ke 11 melalui kaki Didik Ariyanto.

Sayang, keunggulan Laskar Kuda Terbang tak mampu dipertahankan, bahkan di babak kedua, kurang dari tempo 5 menit dua kali PSMP sukses menjebol gawang Perssu yang dijaga Nashirin.

Sementara gol penyama dan penentu kemenagan PSMP diborong oleh Indra Setiawan pada menit ke 57 dan 61, masing-masing melalui open play dan tendangan penalti. 

Disisa waktu, Perssu terus menekan lini pertahanan PSMP, namun hingga laga berakhir, kedudukan skor tetap tak berubah 1-2 bagi Mojokerto Putra. 

Usai laga, Pelatih Perssu, Danur Dara menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sumenep khususnya para suporter atas kegagalan timnya di laga perdana. 

Menurut mantan Pelatih PON Jatim ini, kekalahan tim besutnya tidak lain disebabkan oleh mental pemain yang tidak stabil dan kurang terkontrol, terutama di babak kedua. 

“Waktu babak pertama, kita lihat kita pemain bermain bagus. Tapi saat kebobolan di babak kedua, mental anak-anak down,” katanya. 

Disamping itu, faktor kekalahan juga disebabkan cideranya sang kapten, Joko Sugiarto, dengan ditarik keluar Joko praktis lini pertahanan Perssu jadi mudah terbaca. 

“Setelah Joko keluar, permainan dan strategi tim menjadi tidak sesuai dengan rencana,” imbuhnya. 

Dengan kegagalan ini, dia berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja timnya. Karena laga kandang kali ini sudah kalah, maka pada laga tandang ke Kediri nanti dia kembali menargetkan curi poin. 

Susunan Pemain : 

Perssu : M. Nasirin (PG), Gedhong, Joko Sugiarto (C) (Doni Setiawan), Saralim (Syaiful Khoiri), Agus Wahedi, A. Rizky Wahyu, Christina Bhagascara (Nur Akbar), Didik Aryanto, Haris Tuaharea, Wage Dwi Aryo, Bina Ragil.

PSMP Mojokerto : Putut Wijiarto (PG), Dede (Finky Pasamba), Dwiyanto Susilo, Mujib Ridwan (C), Wahyu Saputro (Rezzy), Djayusman (Ade C Pratama), Indra Setiawan, Ricky R, Tamsil Sijaya, M. Isa, Ongen Fajar. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Dispora Pamekasan Perbolehkan Pedagang Jualan di Dalam Stadion

Pamekasan, 23/4 (Media Madura) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pamekasan kini sudah memperbolehkan para pedagang berjualan di dalam Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Buktinya, pada laga pertandingan antara Persepam Madura Utama melawan Persatu Tuban yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (22/4/2017) sudah ada pedagang yang berjualan di dalam stadion.

Pedagang ini menjual kue dan makanan ringan, serta minuman dan kopi untuk dikonsumsi di dalam stadion.

Untuk bisa berjualan di dalam stadion ini, pedagang harus meminta izin secara langsung kepada Kepala Dispora Kabupaten Pamekasan, sebab menurut petugas jaga di stadion itu, peralatan dagang yang diperbolehkan masuk, ke dalam stadion hanya apabila di diperintahkan langsung oleh Kepala Dispora Pemkab Pamekasan, yakni Muhammad.

“Kalau petugas seperti saya, bisa memperbolehkan apabila ada perintah dari kepala. Kalau tidak ada, tidak boleh masuk,” kata salah seorang petugas jaga di stadion itu. (PWI-2)

Meski Menang, Opa Rudy Tidak Puas dengan Penampilan Persepam

0

Pamekasan, 22/4 (Media Madura) – Pelatih Persepam Madura Utama (Persepam MU) Rudy William Kaltjes mengaku puas dengan skor akhir anak asuhnya saat menekuk Persatu Tuban.

Bertanding di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017) sore pada pekan pertama Liga 2, Laskar Sape Ngamon menang dengan skor tipis 2-1.

Meski menang, Opa Rudy sapaan akrabnya ternyata belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut pria berdarah Belanda-Madura itu, cara bermain Dimas Galih dan kawan-kawan tidak sesuai dengan porsi yang diberikan waktu latihan.

“Saya puas dengan hasil akhir, tapi kurang puas dengan penampilan anak-anak,” kata Rudy, Sabtu (22/4/2017) usai pertandingan.

Rudy memaklumi, amburadulnya permainan anak asuhnya, mengingat pertandingan tersebut merupakan pertandingan perdana. Karena sarat pembuktian kekuatan tim.

“Diporsi latihan saya beri main bola kaki ke kaki, tapi di pertandingan ini tidak. Saya maklumi karena sekarang pertandingan awal, jadi tuan rumah, ada sedikit tegang,” imbuhnya.

Dengan begitu urai mantan pemain Persebaya Surabaya itu, banyak tugas yang harus dibenahi, utamanya untuk lini depan timnya.

“Mulai besok harus buka baju semua. Banyak yang harus diperbaiki utamanya ambisi pemain, tapi bukan ambisi pukul orang, tapi ambisi memasukkan bola ke gawang,” urai Rudy.

“Tapi saya berterima kasih banyak pada anak-anak sudah bekerja keras, yang penting hari ini tiga point, semoga keberuntungan ini selalu untuk Persepam,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Ketua STAIN Pamekasan: Terima Kasih Pak Menteri Imam Nahrawi

0

Pamekasan, 22/4 (Media Madura) – Kedatangan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi ke STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur disambut hangat para pimpinan kampus, Sabtu (22/4/2017) siang.

Imam Nahrawi menghadiri kuliah umum dan malam inagurasi Festival Potensi Mahasiswa (Festa) 2017 yang digelar Dewan Mahasiswa (DEMA) STAIN Pamekasan di Auditorium setempat.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim berterima kasih atas kedatangan Imam Nahrawi ke kampus yang berlokasi di Jalan Panglegur KM.4 Pamekasan itu.

“Terima kasih atas kehadiran pak Menteri (Imam Nahrawi), ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Pak Kosim sapaan akrabnya.

Imam Nahrawi memberikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa STAIN Pamekasan dari berbagai jurusan. Yang mengusung tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Membangun Madura”.

“Hal ini membuktikan sarjana agama bisa masuk kemana-mana. Kami sangat bangga orang Madura jadi menteri,” imbuhnya.

Mohammad Kosim juga meminta Imam Nahrawi mau melepas mahasiswa delegasi STAIN Pamekasan mengikuti pioner pekan ilmiah olahraga di UIN Banda Aceh, yang digelar mulai 26 April hingga 1 Mei mendatang.

Hadir dalam kegiatan itu, seluruh Civitas Akademika STAIN Pamekasan, para tokoh serta Ketua Fraksi PKB Jawa Timur, Badrut Tamam.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi