Bangkalan, 12/5 (Media Madura) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Muzakki menilai foto petugas kesehatan Puskesmas Blega dengan mayat korban pembacokan yang jadi viral di media sosial tidak etis. Secara tegas, ia pun mengingatkan keempat orang itu dan petugas lain untuk tidak mengulangi hal tersebut.

“Hari ini kita panggil Kepala Puskesmas Blega untuk menghadirkan keempat orang petugas kesehatan itu menghadap saya,” kata Muzaki di balik telepon, Jumat (12/5/2017) pagi pukul 08.00 WIB.

Muzaki mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meminta klarifikasi kepada keempat petugas kesehatan yang berpose dengan mayat korban pembacokan. Bahkan, tindakan sanksi tidak luput diberikan. Hanya menunggu hasil klarifikasi.

“Intinya mereka harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi dan meminta maaf kepada publik, termasuk sudah dilaporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena ini berkaitan dengan kode etik petugas kesehatan,” tegasnya.

Sejumlah petugas Puskesmas Blega saat selfie dengan mayat Kades Karang Gayam

Pemberian sanksi keempat petugas kesehatan disesuaikan dengan maksud tujuan dari foto selfie tersebut. Namun, dia berharap persoalan foto yang kurang etis ini dijadikan evaluasi ke depan.

“Kan ada empat orang, dua diantaranya benar bekerja sebagai tim medis dan dua orang lainya benar sudah menyalahi kode etik, tunggu saja nanti,” imbuhnya.

Bahkan, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Bangkalan Muhyi juga menanggapi foto tersebut. Dia meminta secepat mungkin pemerintah bersikap tegas memberikan sanksi. Sebab, mereka benar-benar tidak mengedepankan nilai kemanusiaan dan kode etik sebagai petugas kesehatan.

“Ini tidak etis, masak berpose diatas penderitaan orang. Semoga mereka mendapatkan sanksi sesuai apa tujuan foto itu,” tandasnya.

Sebelumnya, di media sosial beredar foto keempat petugas kesehatan di Puskesmas Blega yang sedang berpose dengan mayat korban pembacokan terjadi di Kampung Paombulan, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis (11/5/2017) pukul 12.00 WIB kemarin.

Korban pembacokan itu diketahui bernama H Dofir tak lain Kades Karang Gayam. Ia menghembus nafas terakhir setelah terkena sebetan senjata tajam milik pelaku, Mohammad Mahdi Muzekki. Sementara motif pembunuhan diduga permasalahan pelaksaan pilkades di Desa Karang Gayam.

Foto itu menjadi viral di media sosial dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Mereka menilai tindakan berpose dengan mayat pembacokan tak etis dan tidak manusiawi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan