Beranda blog Halaman 969

Seleksi Madura United U-19 Dituntaskan hingga Hari Selasa

0

Pamekasan, 19/6 (Media Madura) – Pelatih Madura United U-19, Yusuf Ekodono mengatakan, seleksi untuk mengisi skuad Laskar Sape Kerrab Ngodeh terus berlanjut. Kemungkinan seleksi dituntaskan hingga Selasa (23/6/2017) mendatang.

Rangkaian seleksi selanjutnya, Yusuf berencana menggelar uji coba kedua bagi tim besutannya. Kesebelasan Bhayangkara FC yang dipilih menjadi lawan tanding Madura United U-19 di Stadion Gelora Bangkalan.

“Kami akan terus menyeleksi para pemain terbaik yang siap turun di kompetisi. Prosesnya melalui pertandingan uji coba melawan Bhayangkara FC,” katanya.

Selain itu, mantan Asisten Pelatih Bhayangkara FC itu mengaku belum puas dengan hasil uji coba yang diraih oleh timnya. Madura United U-19 dibantai Madura United senior 12 gol tanpa balas di SGB, Minggu (18/6/2017) kemarin.

Pada uji coba tersebut, ada 52 pemain yang tengah ikut seleksi. Namun Yusuf mengaku belum bisa mengerujutkan jumlah pemain seperti yang diinginkan oleh tim. Sebab menurutnya, proses seleksi pemain tidak hanya dilakukan di Madura, tetapi juga di luar Madura.

“Nantinya akan digabung antara seleksi Surabaya dan Madura,” pungkas Yusuf.

Kompetisi Liga 1 U-19 sendiri dihelat mulai 8 Juli hingga 29 Oktober 2017.
Ada 18 tim yang dibagi dalam tiga grup. Madura United U-19 tergabung dalam grup B bersama Parsela Lamongan U-19, Arema FC U-19,Perserges Gresik United U-19,Bali United U-19, Barito Putera U-19.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Halili Dapat Restu Dari Ulama, Respon DPP PPP Mengejutkan

Pamekasan, 17/6 (Media Madura) – Kader
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Halili, telah mendapatkan restu dari salah satu ulama sepuh yakni KH. Muhammad Syamsul Arifin untuk maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang, tetapi restu ulama tersebut justru enggan ditanggapi oleh pengurus pusat partai berlogo kakbah ini.

Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menanggapi restu dari ulama sepuh tersebut kepada Halili, karena DPP PPP mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan calon kepala daerah.

Justru, anggota DPR RI ini menguraikan, selain Halili, masih ada 3 nama kader lain yang juga mempunyai peluang untuk mendapatkan rekomendasi dari partai pemenang pemilu legisltaif tahun 2014 di Pamekasan ini untuk maju pada Pilkada Pamekasan.

Nama-nama lainnya, kata Baidowi, yakni Wakil Bupati Pamekasan, Halil asy’ari, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Mundir Kholil dan mantan Sekjen DPC PPP Pamekasan Wazirul Jihad. Baidowi menyebutkan, 4 nama kader PPP tersebut berpeluang untuk maju pada Pilkada Pamekasan berdasarkan survey internal partai.

“Keempat ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Pak Kholil Asy’ari ini mewakili unsur birokrasi, pak Haliki mewakili Legislatif. Ketua DPC Partai (KH Mundir Kholil) mewakili struktur partai juga ulama dan Wazirul Jihad mewakili kalangan aktivis dan pemuda,” katanya kepada wartawan disela-sela acara sosialisasi pengurus DPC PPP Pamekasan, di kantor DPC PPP jalan Bonorogo Pamekasan. Minggu (18/06/2017) siang.

Lebih lanjut, Baidowi menegaskan, Partai dengan jargon rumah besar umat Islam ini memberikan waktu selama tiga bulan kepadepan kepada empat kadernya tersebut untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas sebelum akhirnya rekomendasi diberikan kepada salah satunya.

“Kemungkinan bulan Agustus atau September sudah mengerucut kepada salah satu calon yang akan diusung oleh PPP,” tegasnya.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Bocah 8 Tahun Tewas Digorok di Musala saat Salat Berjamaah

Sampang, 18/6 (Media Madura) – Seorang bocah berumur 8 tahun bernama Muhammad Andi, tewas setelah lehernya digorok oleh pelaku Sri Kartika (30). Peristiwa itu terjadi di Kampung Trogan, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, sekitar pukul 04.45 WIB Minggu (18/6/2017) pagi.

“Pelaku tak lain warga Kampung Trogan Desa Buker saat ini sudah diamankan di Polsek Jrengik,” ucap Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Minggu siang.

Hery menjelaskan, kronologi peristiwa itu terjadi saat korban sedang salat subuh berjamaah di Musala milik H. Husnol di Kampung Trogan. Tanpa disangka, pelaku yang diketahui mempunyai keterbelakangan mental itu tiba-tiba datang langsung menyanyatkan pisau dapur ke leher korban.

Sri Kartika dengan mudah menganiaya korban di leher kanan hingga luka parah dengan panjang 15 cm dan kedalaman 5 cm. Sebab, ketika itu korban berada di barisan jamaah paling belakang.

“Pelaku ini dikenal orang stres atau gangguan jiwa beberapa tahun di kampungnya, korban saat berdoa shalat subuh berjamaah tiba-tiba datang menganiaya dengan pisau dapur,” jelasnya.

Mendengar teriakan korban kesakitan, dua orang saksi yakni H. Husnul menendang pelaku. Sedangkan, Muhammad Hariyadi langsung merampas pisau milik pelaku.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas setempat. Namun sayang, takdir berkata lain. Korban justru meninggal dunia dalam perjalanan pertolongan warga sekitar.

Aparat Kepolisian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara dan memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap motif dari pembunuhan itu.

“Kita sudah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dapur, dan pakaian baju serta celana korban,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Begini Cerita Balapan Liar Berujung Maut di Sumenep Versi Polisi

0

Sumenep, 18/6 (Media Madura) – Minggu dini hari menjadi cerita pahit bagi balapan liar yang rutin digelar segerombolan pemuda di Jalan Lingkar Barat Desa Babbalan, Kecamatan Batuan Sumenep.

Seorang pemuda tewas setelah dihantam motor yang tengah trek-trekan, tentu motor tersebut melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

Versi polisi, kejadian nahas bermula dari sepeda motor Kawasaki Ninja Nopol M 5445 VU dikemudikan Andreas Rivaldo melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi.

Sedangkan di badan jalan sebelah selatan, parkir sepeda motor Honda CB Nop M 3407 X dikemudikan Moh Hedir.

“Andreas Rivaldo (24) beralamat di Jalan Raya Kalianget No 141 Desa Kalianget Barat, dan Moh Hedir (23) beralamat Dusun Pakondang Tengah RT 2 RW 2 Desa Pakondang Kecamatan Rubaru,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, Minggu (18/6/2017).

Diduga, Andreas tidak konsentrasi saat menikung, sehingga oleng kearah kiri/selatan dan motor Moh Hedir yang parkir tepat di badan jalan sebelah selatan.

“Moh Hedir meninggal di RSUD Moh Anwar Sumenep, dan Andreas hanya mengalami luka ringan, kemudian dua sepeda rusak parah,” jelasnya.

Kata Suwardi, polisi sudah melakukan olah TKP serta memeriksa dua orang saksi yaitu Fathor Amin (21) dan Ahmad Noer Faizal (20) sebagai saksi, yang tidak lain keduanya adalah teman korban. 

“Kami berharap kejadian ini jadi pelajaran untuk kita semua, bahwa balap liar sewaktu-waktu dapat menimbulkan petaka, bahkan mendatangkan maut,” tukas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Laju Oke, Madura United Berpotensi Mengulang Sejarah Tahun Lalu

0

Pamekasan, 18/6 (Media Madura) – Laju kencang Madura United akan mendapat hadangan enam lawan pasca libur Lebaran. Meski demikian, pelatih Gomes De Oliviera mengaku optimis timnya akan tetap barada di jalur kemenangan hingga putaran pertama Liga 1 2017 tuntas.

Kemenangan 6-0 atas Semen Padang pada pekan-11 mengantarkan Madura United ke posisi pertama klasemen dengan 22 poin. Laskar Sape Kerrab unggul dua angka atas pesaing terdekatnya, PSM Makassar. Tapi, PSM masih menyimpan satu laga lagi. Sehingga, posisi Madura United belum aman.

Namun, performa oke Fabiano Beltrame dan kawan-kawan hingga pekan ini bisa jadi modal besar mereka untuk mengulang sejarah tahun lalu. Yakni, keluar sebagai juara paruh musim di tahun ini. Madura United sangat berpotensi meraihnya, karena sang pelatih mengusung target yang sama.

“Ya harus ada target. Targetnya memenangkan semua pertandingan kalau bisa. Kalau bisa juarai putaran pertama ini,” kata Gomes.

Gomes sadar, timnya akan menghadapi 6 lawan yang menurutnya tidak ada yang mudah. Di antaranya, Bhayangkara FC, Persib Bandung, dan PSM Makassar. Sedangkan laga terdekat, Madura United sudah ditunggu Borneo FC.

”Putaran pertama tinggal 6 pertandingan, kalau bisa kita menangi semuanya, pasti kita juara,” tegasnya.

“Saya yakin mereka mengerti dan berjuang semaksimal mungkin di setiap laga,” pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Massa Bantai Maling Bertitel Haji di Sumenep Hingga Tewas

0

Sumenep, 18/6 (Media Madura) – Nasib Umar Fadil (48), warga Dusun Ginyang, Desa Taman Sare, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berakhir sangat tragis. 

Pria bertitel haji itu dihakimi massa saat aksinya di Dusun Temor, Desa Lapa Taman kepergok pemiliknya dan diteriaki maling. 

“Sekitar pukul 00.30, Umar Fadil masuk ke rumah warga hendak mencuri. Namun aksinya itu kepergok pemiliknya,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi dalam keterangan persnya, Minggu (18/6/2017).

Mendengar teriakan maling, warga pun berhamburan menuju sumber suara dan langsung berusaha melakukan penangkapan dengan mengepung lari tersangka. 

“Ketika tertangkap, emosi warga tak terkendali, hingga tersangka dihakimi,” sambung Suwardi. 

Menurut informasi di lapangan, massa yang sudah kehilangan kesabaran menghakimi tersangka dengan cara memukuli, mengikatnya dan menyeretnya hingga 1 km. 

Bahkan, massa nyaris membakar tersangka hidup-hidup. Akibat luka parah yang diderita tersangka, ia pun meninggal saat massa mengikatnya di sebuah pohon.

“Saat ditangkap massa, dia (Umar Fadil) belum sempat membawa barang curian,” tutur ssalah satu warga setempat yang namanya enggan dimediakan. 

Dan ternyata, tersangka merupakan residivis pencurian motor dan hewan. Sebab, catatan kepolisian menyebutkan, tersangka sudah tiga kali masuk penjara karena kasus tersebut. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Balap Liar Berujung Maut di Sumenep

0

Sumenep, 18/6 (Media Madura) – Balapan liar yang rutin digelar segerombolan pemuda di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya memakan korban jiwa. 

Seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya tewas tertabrak salah satu pembalap yang diduga berasal dari Kecamatan Saronggi, Minggu (18/6/2017) dini hari. 

Salah satu warga setempat menuturkan, korban sebanarnya bukan pembalap, tapi hanya penonton yang pada saat balapan liar berlangsung berada persis di belakang start.

“Korban ini tertabrak oleh sepeda Ninja yang sudah putar balik dan mau sampai finish (tempat start), tapi karena sepeda melaju sangat kencang, akhirnya tidak terkendali dan menghantam penonton yang berkerumun,” tutur Harisun (31) pada mediamadura.com.

Korban yang terkapar karena hantaman keras sepeda motor langsung dilarikan ke RSUD Moh. Anwar Sumenep. Sayang, nyawanya tidak tertolong. 

“Informasinya korban warga Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, tapi belum diketahui identitasnya,” tambahnya. 

Hingga berita ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib, hanya saja menurut penuturan warga lain, motor berikut pengemudinya sudah diamankan petugas Laka Lantas Polres Sumenep. 

“Yang terakhir saya saksikan, motor sudah dibawa polisi. Sementara korban masih diruang jenazah, keluarganya juga sudah ada yang datang untuk menjemputnya,” tandas warga yang menyaksikan korban di RSUD Sumenep, Rudi (27).

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Pemuda Sumenep Ini Bacok Tetangganya dengan Sadis

Sumenep, 17/6 (Media Madura) – Entah apa yang merasuki Ellong (23), pemuda asal Desa Paseraman, Kecamatan/ Pulau Arjasa Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga tega menganiaya tetangganya sendiri.

Tidak hanya menganiaya, dia juga melukai dengan cara membacok tubuh korban dengan sangat sadis menggunakan sebilah celurit.

Akibatnya, Mistar (40), asal Dusun Tanjung, Desa Gelaman mengalami luka robek dilambung kiri, tangan kiri, pangkal lengan, dan luka robek jari lengan kanan. 

Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi membeberkan, kejadian bermula saat korban tengah berdua di dalam rumahnya bersama istrinya bernama Riyani sekitar pukul 19.00 WIB.

“Tiba-tiba pelaku bersama temannya yang tidak dikenal masuk dalam rumah sambil memegang sebilah celurit terhunus, tanpa babibu ia langsung membacok korban dengan membabi buta,” bebernya. 

Belum diketahu motif penganiayaan tersebut, karena usai mengamuk, pelaku langsung melarikan diri dan sekarang masih dalam pengejaran petugas kepolisian dengan dibantu oleh Kades dan perangkat desa setempat. 

“Sementara korban langsung diarikan ke rumah sakit setempat untuk segera mendapatkan penanganan medis,” tandas Suwardi. 

Reporter : Rosy
Editor : Ahmadi

Wow! Santri Asal Pamekasan Ini Juara Bahasa Mandarin Tingkat Nasional

0

Pamekasan, 17/6 (Media Madura) – Santri pondok pesantren Al-Majidiyah Palduding, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menjuarai kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional yang digelar di Jakarta.

Siswa Lembaga Pendidikan Islam Maktab Nabdzaul Bayan Almajidiyah bernama Ainun Ridho asal Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan ini mengalahkan peserta lainnya dari berbagai wilayah Indonesia.

Pengurus pondok pesantren Al-Majidiyah, Husnul mengarakan, kemampuan siswanya dalam menguasai bahasa mandarin mampu memukau dewan juri sehingga meraih gelar juara kompetiai Chinnese Bredge itu.

“Dalam Lombanya itu ada tes tulis, cerdas cermat, dan harus menapilkan pertunjukan tradisi Mandarin yang juga masuk pada penilaian. Anak didik kami ini menampilkan atraksi ruyung Bruce Lee,” katanya.

Tidak hanya itu, para pembimbing seluruh peserta kompetisi juga mendapatkan penilaian, dan pembimbing Ainun Ridho yang merupakan pengurus pondok pesantren Al-Majidiyah juga mendapatkan piala.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Kapal Bahari Express C9 Kandas di Perairan Sumenep

0

Sumenep, 17/6 (Media Madura) – Kapal Express C9 yang melayani mudik gratis Program Pemprov Jatim jurusan Jangkar Situbondo-Raas Sumenep, kandas. Sabtu (17/6/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB. 

Berdasarkan informasi dari Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, kapal mengalami kandas di Pulau Kalosot, Desa Brakas, Kecamatan Ra’as.

“Evakuasi penumpang telah dilakukan, tapi saat ini evakuasi dihentikan karena perahu kayu tidak bisa mendekat ke area kapal,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Menurut Suwardi, kapal tidak bisa mendekat karena kondisi laut laut saat ini sedang surut dan tinggi air di dekat kapal setinggi 1 meter.

“Sementara jumlah penumpang yag sudah dapat terevakuasi sebanyak 100 orang, dan diperkirakan masih terdapat 200 lebih penumpang belum dapat dievakuasi,” jelasnya. 

Masih kata Suwardi, rencanaya pihak Kecamatan Ra’as malam ini akan mengirimkan bantuan makanan untuk sahur bagi penumpang yang belum terevakuasi.

“Belum ada laporan ada korban, sekarang Polsek Raaa dan Koramil dibantu masyarakat masih menunggu di pelabuhan menunggu air pasang yang diperkirakan sekitar pukul 03.00 dini hari,” tandasnya.

Dugaan sementara,  kapal yang mengangkut kurang lebih 360 penumpang itu kandas karena terlalu ke kiri sewaktu membelok kearah pelabuhan Ra’as. Sehingga badan kapal menyangkut batu karang di tepi Pulau Kalosot sekitar 1 mil dari pelabuhan Brakas.

Reporter : Rosy
Editor : Arif