Pamekasan, 17/6 (Media Madura) – Kader
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Halili, telah mendapatkan restu dari salah satu ulama sepuh yakni KH. Muhammad Syamsul Arifin untuk maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang, tetapi restu ulama tersebut justru enggan ditanggapi oleh pengurus pusat partai berlogo kakbah ini.

Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menanggapi restu dari ulama sepuh tersebut kepada Halili, karena DPP PPP mempunyai mekanisme sendiri dalam menentukan calon kepala daerah.

Justru, anggota DPR RI ini menguraikan, selain Halili, masih ada 3 nama kader lain yang juga mempunyai peluang untuk mendapatkan rekomendasi dari partai pemenang pemilu legisltaif tahun 2014 di Pamekasan ini untuk maju pada Pilkada Pamekasan.

Nama-nama lainnya, kata Baidowi, yakni Wakil Bupati Pamekasan, Halil asy’ari, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Mundir Kholil dan mantan Sekjen DPC PPP Pamekasan Wazirul Jihad. Baidowi menyebutkan, 4 nama kader PPP tersebut berpeluang untuk maju pada Pilkada Pamekasan berdasarkan survey internal partai.

“Keempat ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Pak Kholil Asy’ari ini mewakili unsur birokrasi, pak Haliki mewakili Legislatif. Ketua DPC Partai (KH Mundir Kholil) mewakili struktur partai juga ulama dan Wazirul Jihad mewakili kalangan aktivis dan pemuda,” katanya kepada wartawan disela-sela acara sosialisasi pengurus DPC PPP Pamekasan, di kantor DPC PPP jalan Bonorogo Pamekasan. Minggu (18/06/2017) siang.

Lebih lanjut, Baidowi menegaskan, Partai dengan jargon rumah besar umat Islam ini memberikan waktu selama tiga bulan kepadepan kepada empat kadernya tersebut untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas sebelum akhirnya rekomendasi diberikan kepada salah satunya.

“Kemungkinan bulan Agustus atau September sudah mengerucut kepada salah satu calon yang akan diusung oleh PPP,” tegasnya.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan