Beranda blog Halaman 132

Blusukan ke Kampung, Polantas Sampang Beri Bantuan ke Warga

0

Sampang, (Media Madura) – Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Sampang membagikan paket sembako kepada warga prasejahtera yang tinggal di Dusun Glugur, Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Sabtu (12/3/2022) siang.

Kegiatan ini dalam rangka bakti sosial seiring dilaksanakannya Operasi Keselamatan Semeru 2022 di wilayah hukum Sampang.

Kasat Lantas Polres Sampang AKP A Nasution, melalui Kanit Gakkum Iptu Eko Puji Waluyo mengatakan, operasi tersebut tak hanya fokus terhadap penegakan pelanggar lalu lintas, melainkan aksi sosial dengan pembagian paket sembako kepada keluarga Mat Behri (37) warga Dusun Glugur, Desa Kodak.

“Giat kali ini juga termasuk agenda dari Operasi Keselamatan Semeru 2022,” ucap Eko Puji kepada wartawan.

Kata Puji, keluarga kurang mampu ini sangat membutuhkan uluran tangan karena menderita sakit menahun. Untuk itu, Satlantas Polres Sampang bergerak memberikan bantuan demi meringankan beban warga. Sekaligus upaya agar terus menciptakan kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat.

Ia menerangkan, kabar tentang kehidupan keluarga Mat Behri didengar setelah saudara Ryan Hariyanto selaku tokoh pemuda di kampung itu memberikan informasi kepada anggota Satlantas Polres Sampang.

“Akhirnya kami bergerak menindaklanjuti setelah koordinasi dan diperintahkan oleh pimpinan Kasat Lantas AKP A Nasution, paket sembako kami antarkan langsung ke rumah yang bersangkutan,” tuturnya.

Perwakilan warga Dusun Glugur, Desa Kodak, Moh Tohir menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Polres Sampang. Kedatangan polisi lalu lintas itu cukup spontan dan membuat terkejut pihak keluarga.

“Ada polisi pakaian lengkap tiba-tiba masuk kampung desa dan mencari rumah Mat Behri, Iya kaget awalnya dan ternyata alhamdulillah memberikan bantuan, terima kasih banyak pak semoga barokah dan dibalas oleh Allah SWT,” katanya. (Ryan/

Sampang Miliki Rumah Sakit Rawat Jalan Eksekutif bagi Pasien Kalangan Menengah Keatas

0

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi mendukung penuh dan mengapresiasi inovasi baru yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang dalam memberikan pelayanan terbaik.

Rumah sakit yang berada di Jalan Rajawali Kota Sampang, saat ini menyediakan layanan Rawat Jalan Eksekutif. Terobosan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Jumat (11/3/2022) pagi.

Diharapkan, layanan kesehatan di tempat baru itu mampu bersaing dengan rumah sakit swasta di daerah lainnya dalam segala hal serta menjadi rujukan utama di Pulau Madura.

“Masyarakat Sampang tak perlu lagi berlomba-lomba berobat sampai ke luar daerah, jadi cukup disini sudah ada fasilitas yang lengkap,” ucap Slamet Junaidi saat peresmian Rawat Jalan Eksekutif Gedung Pavilyun Graha Utama RSUD dr Mohammad Zyn Sampang.

Menurut Bupati, inovasi baru dilakukan RSUD dr Mohammad Zyn Sampang juga didukung oleh Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sebagai bentuk respon cepat terhadap pasien yang membutuhkan pelayanan guna menunjang kemudahan fasilitas layanan kesehatan di Sampang.

Pemerintah daerah terus berupaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tentu, mulai melalui dari peningkatan status Puskesmas dan pembangunan Rumah Sakit.

“Karena pelayanan fasilitas yang berkualitas dan memuaskan menjadi kunci utama, maka itu Sampang sangat butuh rumah sakit seperti ini,” kata Haji Idi sapaan akrab Slamet Junaidi.

Disisi lain, Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Agus Akhmadi menyebutkan, layanan Rawat Jalan Eksekutif dilengkapi dengan fasilitas lengkap sesuai standar pelayanan.

Tak hanya itu, layanannya akan lebih privat dan didukung sebanyak 11 dokter spesialis yang bertempat di Gedung Pavilyun Graha Utama.

“Sasarannya bagi masyarakat umum menengah keatas yang terbiasa berobat ke Surabaya karena kendala jam kerja beralih berobat di Sampang, karena kita melayani mulai sore sampai malam,” ujarnya.

Peresmian Rawat Jalan Eksekutif dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD dr Mohammad Zyn Sampang ditandai dengan penekanan tangan ke layar monitor.

Dilanjutkan dengan peninjauan ruang Rawat Jalan Eksekutif di lantai 2 oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Wakil Bupati H Abdullah Hidayat, Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan, didampingi Dirut RSUD dr Mohammad Zyn Agus Akhmadi, Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Nasronuddin, dan Forkopimda. (Ryan/

Polisi Kembalikan Motor Hasil Curian di Sampang kepada Pemiliknya, Ini Wajah Pelaku

0

Sampang, (Media Madura) – Tak butuh waktu lama polisi meringkus dua komplotan pelaku pencurian kendaraan motor (Curanmor) yang membobol rumah warga di Dusun Rakmerakan, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Aksi pencurian terjadi pada Senin 21 Februari 2022 lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Modus yang digunakan pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat dari jendela.

Dari dalam rumah, pelaku berhasil membawa kabur motor Honda Vario nopol B 6474 GRT milik Moh Sa’e. Aksi pencurian tersebut hanya berlangsung 3 detik.

Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan, hasil penyelidikan kasus curanmor itu polisi mengetahui identitas pelaku. Yakni, Ro’is Muhlas bin Muhari (31) warga Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Sampang, dan Mat Hudi bin Bahri (42) warga Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Dua pelaku ini tertangkap pada Rabu 9 Maret 2022 ditempat yang berbeda,” ucap Arman saat ungkap kasus di Mapolres Sampang, Kamis (10/3/2022).

Arman menjelaskan, peran tersangka Ro’is sebagai eksekutor dan Mat Hudi turut serta membantu aksi pencurian sekaligus yang mengantar Ro’is dan menjual hasil curiannya.

Aksi pelaku terbilang cukup berbahaya. Pelaku tak segan-segan bisa melukai korban ketika aksinya terbongkar. Sebab, pelaku bernama Ro’is sering kali membawa senjata tajam jenis pisau.

Untuk itu, lanjut Kapolres Sampang, warga yang melihat langsung kejadian kriminal apapun hendaknya berhati-hati menghadapi aksi pelaku pencurian.

“Masyarakat juga harus menjaga diri terutama barang berharganya seperti motor harus ditambah kunci pengaman tambahan,” tuturnya.

Perwira dua melati emas di pundaknya itu menuturkan, motor Vario tahun pembuatan 2014 hasil curian dua pelaku kini akan diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Para tersangka akhirnya mendekam dibalik jeruji tahanan hingga 7 tahun penjara karena melanggar Pasal 363 ayat 1 serta Pasal 480 dan Pasal 56 KUHP. (Ryan/Zainol)

Aktivis Perempuan Kembali Desak Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan

0

Sampang, (Media Madura) – Aktivis perempuan mendesak pihak kepolisian segera menangkap terduga pelaku kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Massa aksi dari Korps PMII Putri (Korpri) Sampang menyampaikan tuntutan itu saat kembali berunjuk rasa di Mapolres Sampang, Kamis (9/3/2022) siang.

Mereka meminta kepolisian menangkap terduga pelaku karena kasus tersebut belum ada kejelasan selama lebih dari 5 bulan usai dilaporkan. Peristiwa pelecehan itu terjadi awal Oktober 2021.

“Mana janji polisi untuk menangkap pelaku, jangan lamban menangani persoalan kasus pelecehan seksual, kasian korban pak,” ucap Korlap Aksi Ummu Kulsum saat berorasi di depan Mapolres Sampang.

Menyikapi hal itu, Kapolres Sampang AKBP Arman menegaskan, apa yang menjadi tuntutan aksi massa akan diterima sesuai tugas dan amanah undang-undang.

Upaya pengejaran terhadap pelaku seksual sudah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil karena pelaku melarikan diri dari wilayah Sampang. Dalam waktu dekat pihaknya berjanji akan segera menangkap pelaku.

“Memang perkara ini sudah 5 bulan, saya betul-betul fokus terhadap masalah ini (pengejaran-read) setelah ada aksi pertama 17 Februari lalu,” tegas perwira dua melati emas itu.

“Kami sudah melakukan upaya pengejaran tapi sudah tidak ada di Sampang, kita kejar sampai keluar Pulau Jawa, tunjukkan jika memang aktivis menemukan informasi keberadaan pelaku, jangan menuding yang tidak-tidak, kalau sudah ada disini pasti kita tangkap,” sambungnya. (Ryan/Zainol)

Kejari Pamekasan dan AJP ‘Masuk Pesantren’, Ini Tujuannya

0

Pamekasan, (Media Madura) – Program Jaksa Masuk Pesantren digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Akhlaq, Desa Toronan, Kecamatan Kota, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (10/3/2022).

Program ini bentukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan yang menggandeng Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Jaksa Masuk Pesantren merupakan yang pertama kalinya digelar tahun ini, yang sasarannya adalah para santri.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Pamekasan, Ardian Junaedi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum kepada santri.

“Baik terkait dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, bahaya penyalahgunaan narkoba, UU ITE dan kenakalan remaja,” katanya.

Rombongan petugas Kejari Pamekasan dan AJP disambut langsung pengasuh Ponpes Darul Akhlaq, KH Muid Khozin.

KH Muid Khozin, memberikan ucapan terima kasih kepada Kejari Pamekasan. “Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja,” katanya.

Menurutnya, para santri sangat butuh pemahaman tentang hukum positif. Diakui, selama ini, santri di pesantrennya, hanya memperdalam hukum-hukum agama.

“Nanti kita kolaborasikan (antara hukum agama dengan hukum positif), sehingga bisa dibandingkan,” tuturnya.

Usai acara, Kejari Pamekasan memberikan bantuan berupa sembako kepada Ponpes Darul Akhlaq. (Zainol/Arif).

Ratusan Guru Honorer di Sampang Terima SK PPPK dan CPNS

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan CPNS di Pendopo Trunojoyo, Jalan Wijaya Kusuma Sampang, Selasa (8/3/2022) siang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang Arif Lukman Hidayat mengatakan, PPPK guru tahap I di Sampang yang diangkat sebanyak 195 orang. Kemudian, untuk CPNS tahun 2021 yang mendapatkan SK sebanyak 63 orang.

“Alhamdulillah, mereka hari ini sudah mendapatkan SK, nantinya para CPNS akan melaksanakan Diklat Prajabatan sebelum diangkat sebagai PNS,” ucap Arif.

Yoyok sapaan akrab Arif Lukman Hidayat menuturkan, formasi PPPK tahap I di Sampang dibutuhkan 371 orang hanya terisi 195 orang. Sedangkan, formasi CPNS sebanyak 76 orang dan terisi 63 orang. Proses seleksi PPPK dimulai sejak Juni 2021 dan dilanjutkan seleksi CPNS pada Juli 2021.

“Jadi nanti tahap II seleksi PPPK akan dilanjutkan, lalu sisa 13 formasi CPNS masih kosong seperti posisi Dokter Spesialis,” ungkapnya.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan bahwa wilayahnya masih terdapat kekurangan guru sekitar 2.000 orang. Hal ini menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Meski begitu, dirinya menitip pesan bagi guru honorer yang diangkat dan menerima SK PPPK agar bekerja dengan hati nurani dan bertanggung jawab. Terutama, bisa membantu meningkatkan IPM Sampang.

“Tenaga pendidik itu menjadi kunci utama dunia pendidikan di masa depan, maka harus optimal serta inovasi dalam mengajar anak didiknya, tak lupa juga tenaga kesehatan harus iklas melayani masyarakat berikan pelayanan terbaik,” kata Haji Idi sapaan akrab Slamet Junaidi.

Dirinya juga tak segan-segan mewarning para tenaga pendidik dan kesehatan agar bekerja dengan tulus hati. Suatu waktu, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak jika mendapati laporan masyarakat.

“Setiap pertemuan selalu kami tekankan bekerjalah memakai hati, jangan hanya sekedar absen kemudian pulang, harus betul-betul mengabdi untuk kepentingan masyarakat banyak karena banyak orang-orang diluar yang ingin berada di posisi anda,” pungkasnya. (Ryan/Zainol)

Pasca Banjir di Pamekasan, Mas Tamam Janji Bantu Rumah Warga yang Roboh

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pasca banjir melanda Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Senin (1/3) lalu, sejumlah rumah mengalami kerusakan, bahkan roboh.

Seperti yang menimpa rumah warga di Jalan KH. Sinhaji, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota.

Kelurahan Jungcangcang, utamanya di Jalan Sinhaji, menjadi salah satu titik terparah banjir yang melanda Pamekasan kala itu.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memastikan langsung kondisi rumah warga pasca banjir dengan turun ke lokasi, Senin (7/3/2022), kemarin.

Bupati bersama rombongannya rela masuk ke gang-gang rumah warga untuk memberikan bantuan langsung kepada korban banjir yang ekonominya di bawah rata-rata memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Ada dua rumah warga yang dikunjungi bupati pada kesempatan tersebut, pertama mengunjungi Rodiyah (45) warga RT 03 Kelurahan Jungcangcang, dan kedua rumah Mattamin (50) warga RT 02 Kelurahan Jungcangcang dengan memberikan bantuan paket sembako, selimut, alat masak dan lain-lain.

Kedua warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) itu menjadi korban banjir yang menimpa Pamekasan pada hari Selasa, 1 maret 2022 lalu. Ironisnya lagi, rumah Rodiyah roboh akibat banjir tersebut.

“Tolong ini rumahnya dibantu, rumahnya dibangunkan,” kata bupati saat memerintah Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Muharram yang ada di lokasi.

Bupati juga meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Moch. Tarsun agar memasukkan data yang bersangkutan agar bisa mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH).

“Ini katanya tidak dapat PKH pak, tolong dibantu ya,” ujar bupati kepada Kepala Dinsos, Moch. Tarsun.

Mas Tamam juga meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan berkas persyaratan mendapat PKH dan RTLH kepada dinas terkait melalui lurah setempat.

“Serahkan ke pak lurah ya,” tambah bupati.

Selain mengunjungi rumah warganya, bupati juga mengecek langsung sungai yang meluap saat banjir beberapa waktu lalu. Pihaknya bersama Pemprov Jawa Timur akan melakukan pengerukan sungai, dan akan membangun bronjong di sungai tersebut.

“Sekarang pengerukan sungai sudah dimulai dari Dusun Krettek Desa Pademawu Barat,” ungkapnya.

Pihaknya meminta masyarakat bersabar atas musibah yang menimpanya dengan langkah-langkah strategis yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah daerah. (Zainol/Arif)

Geger Penemuan Mayat di Sokobanah Sampang

0

Sampang, (Media Madura) – Warga digegerkan dengan penemuan mayat mengambang berjenis kelamin laki-laki di pinggir Sungai Dusun Maserreng, Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Senin (7/3/2022) pagi.

Kapolsek Sokobanah AKP Agung Joko Haryono kepada Media Madura, membenarkan adanya penemuan sesosok mayat tersebut. Mayat mengenakan baju lengan panjang warna kuning dan celana pendek biru itu ditemukan dalam posisi terlentang.

Petugas dari Polsek, Puskesmas Sokobanah, serta Polres Sampang yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi mayat korban dan melakukan visum.

“Penemuan mayat berawal dari informasi masyarakat sekitar pukul 11.00 WIB, setelah itu kami mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi-saksi,” ucap Agung.

Sementara identitas mayat laki-laki tersebut telah diketahui setelah polisi meminta keterangan keluarga korban.

Mayat tersebut bernama Munasim (70) warga Dusun Mondis Laok, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah. Kuat dugaan, korban terpeleset hingga terseret arus sungai.

Kapolsek mengatakan, korban memiliki keterbelakangan mental dan mengalami gangguan penglihatan. Menurut keluarga juga bahwa korban menghilang selama 4 hari lalu sebelum ditemukan tewas. Saat itu, korban pamit untuk mengikuti pengajian usai shalat Jumat.

“Korban baru ditemukan hari ini dalam kondisi mulai membusuk, dan petugas Puskesmas menyatakan tidak menemukan luka atau bekas kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Kini, mayat korban sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan setelah pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. (Ryan/Zainol)

Bupati Pamekasan Bantu Pasangkan Lampu Darurat di Rumah Warga Terdampak Banjir

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kepedulian Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam terhadap warga yang terdampak banjir begitu besar di wilayah itu. Buktinya, Mas Tamam, sapaan akrabnya, beberapa kali kedapatan menyambangi dan memberikan bantuan kepada korban banjir.

Tidak hanya sekali, Mas Tamam terhitung sudah empat kali menyambangi warganya selama banjir melanda Pamekasan. Yang dilakukan siang dan malam.

Terbaru, Mas Tamam kembali memberikan bantuan kepada korban banjir di beberapa kelurahan, Kamis (3/3), kemarin. Bantuan itu berupa sembako dan emergency lamp (lampu darurat).

Bahkan, untuk menunjukkan rasa cintanya di tengah musibah yang melanda warga bumi Gerbang Salam, Mas Tamam sampai rela membantu memasangkan lampu darurat di salah satu rumah warga.

Banjir yang melanda Pamekasan terjadi saat Madura mengalami pemadaman listrik bergilir.

Ke lokasi korban banjir, Mas Tamam didampingi Manager PLN UP3 Pamekasan, M Farqi Faris, Kepala Dinas Sosial, Moch. Tarsun, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mohammad Yusuf Wibiseno Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Taufikurrahman, dan Camat Pamekasan, Rahmat Hidayat.

Adapun bantuan disalurkan kepada korban di Kelurahan Jungcangcang sebanyak 40 paket bantuan. Warga di Jalan Brawijaya 1 paket, dan warga Kelurahan Patemon sebanyak 50 paket bantuan.

“PLN dan pemkab sekarang beri bantuan ke kita, ini ada lampu emergency juga yang kuat 6 jam ketika dihidupkan. Termasuk kita bawa bantuan ala kadarnya,” katanya kepada warga.

Bupati memerintahkan kepada camat dan lurah untuk mendata warga yang menjadi korban banjir secara detail agar bisa terpantau dengan baik. Karena pemerintah daerah telah bekerja maksimal dalam upaya pemulihan penanganan banjir tersebut.

“Sekarang ini, kita bagaimana jiwanya selamat dulu, dan bagaimana banjir ini tidak terjadi lagi. Kita harus kerja sama, tidak bisa kita pemerintah ini sendirian, harus bareng-bareng,” tandasnya.

Kerja sama tersebut, kata dia, dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, serta langkah strategis lainnya. Seperti pengerukan sungai dan lain-lain supaya bencana banjir dapat diminimalisir.

“Tadi ada warga yang laporan ke saya, mesin cucinya rusak, punya ajunan sama juga ya? Ya, yang namanya musibah, terus kemudian minta ganti ke pak lurah, mau dapat dimana anggaran, atau ke pak camat, ke bupati, mau dapat dimana (anggaran, red),” ungkapnya.

Dia memohon kepada warga agar menerima bantuan tersebut meskipun jumlahnya tidak banyak. Karena musibah itu merupakan ujian kesabaran dari sang pencipta kepada makhluknya.

“Karena kita bersabar, mudah-mudahan ajunan diangkat derajatnya oleh Allah. Yang repot, saat musibah sambil cacimaki orang lain, jangan pak. Saat musibah itu perbanyak istighfar, dan mudah-mudahan ujian kesabaran ini menghapus seluruh dosa kita,” harapnya.

Perlu diketahui, selama musibah banjir melanda Pamekasan, bupati tercatat telah beberapa kali mengunjungi langsung warganya yang menjadi korban banjir. Pertama bersama forkopimda, kedua memantau seorang diri hingga rarut malam, ketiga mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan yang keempat kembali memberikan bantuan sembako dan lampu emergency.

“Kita sudah teruji, saling membantu diantara satu dengan yang lain. Adanya musibah kemarin itu terlihat kegotong royongan kita masih kuat. Nasionalisme kita ini sedang diuji lagi oleh Allah,” pungkasnya. (Zainol/Arif).

Gubernur Jatim Tinjau Korban Banjir di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung warga terdampak banjir di Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu(2/3/2022).

Didampingi, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Khofifah bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah dapur umum yang didirikan pemerintah setempat. Guna memastikan kesiapan logistik kepada para warga terdampak banjir.

“Beragam upaya sedang kita lakukan mulai dari pemberian makanan dan juga upaya evakuasi kepada beberapa korban terdampak banjir,” kata Khofifah kepada media di Pamekasan, Rabu (2/3/2022).

Khofifah menambahkan, guna mengantisipasi banjir susulan akibat luapan sungai, pemerintah telah menyiapkan pompa air. “Kita berharap juga air segera surut,” terangnya.

Diketahui, banjir yang melanda Pamekasan sejak Selasa (1/3) hingga Rabu, (2/3) menurut data BPBD Pamekasan merendam empat kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Pademawu, Proppo, dan Kecamatan Palengaan.

“Saya berterimakasih atas kesiapan dan kesigapan pemerintah daerah bersama para relawan yang sudah bergerak cepat menangani banjir,” pungkasnya. (Zainol/Arif)