Beranda blog Halaman 131

Alokasi Pupuk Subsidi Sampang 2022 Turun, Petani Cemas

0

Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang Suyono membenarkan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat untuk wilayahnya tahun 2022 menurun. Jumlah penurunannya sekitar 5.542 ton pupuk jenis Urea.

“Iya, alokasi pupuk tahun ini turun dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Suyono, Kamis (17/3/2022).

Alokasi pupuk subsidi tahun 2022 yang diterima Kabupaten Sampang jenis Urea sebanyak 30.258 ton. Sebelumnya tahun 2021 sebanyak 35.800 ton.

Suyono menuturkan, untuk jenis pupuk Zvavelvuure Ammonium (ZA) dari alokasi 10.855 ton menjadi 9.033 ton. Kemudian, pupuk SP-36 dari 14.104 ton menjadi 10.086 ton, dan NPK dari 21,205 ton menjadi 19.831 ton.

Ia menambahkan, selain jenis pupuk tersebut turun ada alokasi pupuk tahun ini jatahnya dinaikkan yakni Petroganik dari 11.490 ton menjadi 23.451 ton, serta pupuk cair kini sebanyak 2,83 ribu liter.

“Tapi, meski terjadi perubahan alokasi pupuk subsidi dipastikan petani tidak akan mengalami kekurangan pupuk karena sebagian petani di Sampang sudah banyak yang membuat pupuk organik secara mandiri,” pungkasnya. (Ryan/Zainol)

DPRD Mulai Bahas LKPJ Bupati Pamekasan Tahun 2021

Pamekasan, (Media Madura) – Rapat paripurna penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pamekasan tahun 2021 digelar di ruang sidang oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (17/3/2022).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Pamekasan, Hermanto. Dari eksekutif, hadir Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Sekretaris Daerah (Sekda), Totok Hartono.

Rapat paripurna LKPJ 2021 dilakukan untuk mengetahui program-program Bupati Pamekasan. Baik, yang terealisasi maupun yang belum terlaksana.

“Ini bisa ditelaah melalui laporan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2021,” kata Hermanto dalam sambutannya.

Herman sapaan akrabnya mengatakan, selain mengetahui keberhasilan dan kekurangan dari seluruh program bupati Pamekasan, juga menilai tingkat keberhasilan kepala daerah dalam menjalankan programnya.

Sebab menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan harus benar- benar akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan serta terwujud. Apalagi dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas.

“Menuju terciptanya pemerintahan yang good governance dengan mengacu terciptanya visi Pamekasan, yaitu sejahtera dari bawah, dan merata,” pungkas Herman. (Zainol/Arif)

Aklamasi, Faridi Terpilih Ketua Karang Taruna Kecamatan Pademawu

0

Pamekasan, (Media Madura) – Moh Faridi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur periode 2022-2027.

Pemilihan berlangsung di Pendopo Kecamatan Pademawu, pada acara Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Pademawu, Kamis (17/3/2022) sore.

Hadir dalam pemilihan tersebut, Camat Pademawu, Achmad Farid dan Ketua Karang Taruna Kabupaten, Sukardi, didampingi sekretaris.

Proses pemilihan yang dipandu Camat Pademawu, berlangsung kondusif. Peserta yang hadir, berjumlah kurang lebih 30 orang.

Seluruh peserta yang hadir sepakat menunjuk Faridi menahkodai Karang Taruna Kecamatan Pademawu.

Ketua Karang Taruna Kabupaten, Sukardi memberi ucapan selamat atas terpilihnya Faridi sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Pademawu.

Ucapan selamat turut diberikan Camat Pademawu, Achmad Farid kepada Faridi. “Selamat atas terpilihnya sahabat saya, Faridi, jadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Pademawu,” katanya.

“Saya yakin, Karang Taruna Kecamatan Pademawu di bawah kepemimpinan sahabat Faridi keberadaannya cepat dirasakan  oleh masyarakat,” ujar Farid.

Sementara, Ketua Karang Taruna Terpilih, Moh Faridi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen memajukan pemuda untuk membangun Kecamatan Pademawu lewat Karang Taruna.

“Sudah saatnya pemuda ambil bagian untuk sama-sama membangun Kecamatan Pademawu. Tentunya dengan komitmen dan loyalitas yang tinggi,” tegas Faridi. (Zainol/Arif).

4 Prioritas Program Pembangunan Sampang 2023 saat Musrenbang RKPD

0

Sampang, (Media Madura) – Rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Sampang tahun 2023 melalui Musrenbang melahirkan empat prioritas program pembangunan sesuai arah kebijakan umum dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMP).

Empat program yang menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2023 dibawah kepemimpinan Bupati Sampang H Slamet Junaidi meliputi, pemantapan pemulihan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan dan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Kedua, peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia melalui pengentasan kemiskinan, kualitas pendidikan, kesehatan, serta sarana dan prasarana dasar,” ucap Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat paparan Musrenbang RKPD 2023 di Pendopo Trunojoyo, Rabu (16/3/2022).

Kemudian, program prioritas ketiga yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik melalui percepatan reformasi birokrasi dan inovasi daerah.
Keempat, menjaga harmonisasi kehidupan sosial masyarakat.

Slamet Junaidi mengatakan, empat program prioritas ini setelah dilakukannya Musrenbang di 14 Kecamatan di Kabupaten Sampang atas usulan-usulan yang masuk dan ditelaah oleh pemerintah daerah.

Untuk itu, tema yang diusung dalam pembangunan tahun 2023 tentang peningkatan dan pemerataan infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna mendukung daya saing daerah menuju Sampang Hebat Bermartabat.

“Jadi, fokus kami tahun 2023 pembangunan infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Target Indikator Kinerja Utama (IKU) di Tahun 2023 yakni di bidang SDM ialah IPM di angka 66,72 persen dan angka kemiskinan 19,42 persen, bidang pertumbuhan ekonomi di angka 3-5 persen. Lalu, di bidang sarana prasarana dan lingkungan hidup tentang Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur 7,73 persen, dan bidang tata kelola Indeks Reformasi Birokrasi 64,01 persen, harmonisasi Indeks Toleransi 3,79 persen.

“Tahun ini kita memulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan, ini sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus diharapkan bisa menjadi urat nadi baru perekonomian di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Diketahui, pelaksanaan Musrenbang RKPD 2023 dihadiri Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat, Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan, Ketua DPRD Fadol, Forkopimda, Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Kepala Kantor Kemenag Sampang, Kepala BBWS dan BPJN VIII Wilayah Jawa Timur, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Sampang, Kepala OPD, Camat, Tokoh Agama dan Masyarakat. (Ryan/Zainol)

Haji AB Dipercaya Jadi Ketua DPC PPP Sampang

Sampang, (Media Madura) – Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat langsung mendapat posisi istimewa usai bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Haji AB sapaan akrabnya dipercaya memimpin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Sampang selama periode 2021-2026. Jabatan Sekretaris DPC juga diberikan kepada Faqih Anis Fuadi, dan Bendahara DPC Sapi’udin.

Penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan itu diberikan langsung oleh Ketua DPW PPP Jawa Timur Hj Mundjidah Wahab, didampingi Sekjen DPW PPP Jatim Habib Salim Quraisy, Ketua OKK I DPW PPP Jatim KH Mujahid Ansori, di kantor DPW Jalan Raya Kendangsari No 36, Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Selasa (15/3/2022) kemarin.

H Abdullah Hidayat mengaku optimis partai yang dinahkodai itu semakin kuat memenangkan pemilu 2024 di Kota Bahari Sampang. Untuk itu, dirinya akan melakukan rekonsiliasi dan konsolidasi dengan pengurus inti dan kader partai mengoptimalkan tiga peran yakni kreatif, inovasi, dan mempunyai keberanian dalam mengambil peranan.

“Kita akan mulai memanaskan mesin partai dan siap menjalankan amanah DPP dan DPW untuk membesarkan partai,” ucap Abdullah Hidayat.

Tak hanya disitu, target perolehan suara di parlemen untuk partai berlambang Ka’bah dalam pemilu legislatif di Sampang ditargetkan sebanyak 9 kursi.

Maka perlu sinergi antar seluruh jajaran pengurus termasuk membangun kerangka organisasi kepartaian hingga lapisan bawah untuk memenangkan kontestasi politik. Salah satunya bersatu dan ta’aruf kepada para Kiai, Ulama, dan tokoh masyarakat.

“Kita tetap sami’na wa atho’na kepada Kiai, Ulama, Ibu Nyai dan sesepuh partai,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan didapuknya sebagai Ketua DPC PPP dirinya berkomitmen bersama Bupati Sampang H Slamet Junaidi terus membangun dan mengabdi untuk Sampang. Mengingat, PPP saat itu mengantarkan pasangan Jihad pada Pilkada 2018 lalu.

“Apalagi PPP merupakan partai pengusung, kami menyakini bahwa ini akan terus berlanjut ke periode kedua,” imbuhnya. (Ryan/Zainol)

Pandangan Umum Bupati Sampang Atas Tiga Raperda Inisiatif

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan pandangan umum dan pendapat akhir terhadap tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD.

Hal ini disampaikan Slamet Junaidi dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Graha DPRD Sampang Jalan Wijaya Kusuma, Rabu (16/3/2022) siang.

Paripurna tiga Raperda inisiatif ini meliputi tentang Raperda fasilitasi pesantren, Raperda pelestarian kesenian dan kebudayaan tradisional, dan Raperda perubahan atas Perda Nomor 8 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD Sampang.

Slamet Junaidi mengatakan, mengenai tiga Raperda inisiatif pemerintah daerah menyambut baik atas gagasan DPRD dalam mengajukan raperda tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dengan usulan peraturan daerah ini yang membuktikan bahwa DPRD Sampang concem terhadap kondisi dan perkembangan filosofis dan sosiologis masyarakat Sampang khususnya warga Madura secara holistik.

“Adapun tiga Raperda tersebut merupakan rancangan regulasi yang saling terkait serta dibutuhkan masyarakat,” ucap Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Mengenai Raperda tentang fasilitasi pesantren, lanjut dia, bahwa DPRD memiliki sensitivitas atas identitas lazim di masyarakat Madura sebagai kaum santri. Karena realitanya, pulau Madura berdiri banyak pondok pesantren yang memunculkan pepatah ‘Kota 1000 Santri’ dan menjadi dasar pemikiran munculnya Perda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kabupaten Seribu Santri.

“Maka nanti perubahan pola dan sistem pendidikan di pesantren yang semula pendekatan tradisional menjadi pendekatan metodologi modern, sehingga output dari pesantren menghasilkan santri yang siap bekerja maupun menghadapi tantangan kekinian zaman,” terangnya.

Pandangan umum lainnya tentang Raperda pelestarian kesenian dan kebudayaan tradisional, ia menyampaikan, regulasi tersebut menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan dengan Raperda pertama dikarenakan nilai-nilai filsafah orang Madura yang masih melekat dan diterapkan di lingkungan hidup yaitu ‘Bhapa – ebhu, guru – rato’.

Dengan berkembangnya zaman dan teknologi, mundurnya kualitas moral pemahaman terhadap sopan santun dan etika budaya yang kurang dikenal oleh generasi muda. Untuk itu, Raperda ini diharapkan sebagai solusi menjaga nilai-nilai yang ada, sebagai pedoman hidup sesuai falsafah Madura.

“Kemudian kami sampaikan pandangan terhadap Raperda ketiga yaitu hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD Sampang, kami harap dengan Raperda ini dapat mengakomodir kebutuhan dan penunjang tugas-tugas DPRD Sampang dalam menyerap aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Rapat paripurna ini tak hanya membahas tiga Raperda inisiatif, melainkan agenda laporan Bapemperda hasil fasilitasi tiga Raperda tahun 2021 dan pengesahan tiga Raperda inisiatif tentang penyelenggaraan pasar, kesejahteraan sosial, dan struktur organisasi tata kerja (STOK).

Sementara laporan Ketua Bapemperda DPRD Sampang Mohammad Faruk disampaikan oleh Agus Husnul Yakin. Ia menyampaikan terima kasih kepada eksekutif atas dukungan terhadap raperda inisiatif. Kendati begitu, sebagai pengusul pihaknya ingin nantinya OPD yang merupakan leading sektor dapat terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara fleksibel dan terbuka.

“Mengingat raperda tersebut tentu sangat berpengaruh pada program kerja yang berkelanjutan demi mensukseskan Sampang Hebat dan Bermartabat,” kata Agus Husnol Yakin.

Di tahun 2021 Bapemperda telah menyelesaikan seluruh proses pembahasan Raperda dalam Propemperda tahun 2021. Sehubungan dengan hasil fasilitasi tiga Raperda yakni Raperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Sampang merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kesejahteraan sosial agar penyelenggaraan pelayanan dapat terarah, terencana dan berkelanjutan.

Selain itu, Raperda ini diarahkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, memulihkan fungsi sosial, dan membangun kemampuan kepedulian sosial masyarakat terhadap lingkungan.

Kedua, Raperda tentang pasar rakyat, pusat perbelanjaan, toko swalayan, dibentuk karena Sampang terjadi persaingan usaha antara pasar rakyat dan tradisional. Pada persaingan tersebut terjadi ketidakseimbangan pangsa pasar, sehingga dalam rangka melindungi pasar rakyat dan menata tatanan toko swalayan atau modern perlu untuk memberikan ruang khusus bagi produk usaha asli daerah.

“Terakhir, restrukturasi kelembagaan perangkat daerah juga perlu dilakukan karena ditetapkannya beberapa regulasi yang terkait kelembagaan pemerintah daerah, seperti dinas yang menangani perizinan tidak boleh digabung dengan urusan lain termasuk dinas pemadam kebakaran, maka dilakukan perubahan terhadap Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang pembentukan susunan perangkat daerah Kabupaten Sampang,” tutupnya. (Ryan/Arf)

Sejumlah Fasilitas Umum di Sampang Raib Dicuri

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah fasilitas umum yang berada di sepanjang jalan di alun-alun Wijaya Kusuma, Kota Sampang, raib dicuri orang. Salah satunya seperti besi penutup selokan. Rabu (16/3/2022).

Raibnya besi tutup selokan tersebut bukan kejadian pertama. Peristiwa serupa juga kerap terjadi dalam kurun waktu seminggu.

Tak hanya besi penutup selokan, fasilitas umum lainnya seperti sandaran kursi besi terpasang di jalan protokol banyak yang hilang.

Lantas, hilangnya fasilitas umum itu menjadi tanggung jawab siapa.

Banyak masyarakat umum menyayangkan aksi pencurian ini karena dapat merusak tatanan keindahan kota serta bisa menyebabkan genangan air banjir karena saluran selokan menjadi tidak berfungsi tersumbat sampah.

“Tugas kepolisian harus mengungkap siapa pelaku yang kerap mencuri fasilitas umum,” ucap Busiri warga Sampang.

Kata dia, hilangnya fasilitas umum itu menjadi pertanda agar keamanan perlu ditingkatkan dalam segala hal. Masyarakat yang melihat langsung aksi pencurian tersebut perlu segera diamankan dengan alasan apapun.

“Amankan langsung jika melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan, demi menjaga barang milik kita bersama,” jelasnya. (Ryan/Arif)

Bupati Mas Tamam Bersyukur Ekonomi Kreatif di Pamekasan Alami Kenaikan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersyukur karena ekonomi kreatif di di daerahnya mengalami kenaikan hingga 7 persen di tahun 2021.

Menurutnya, saat ini ada beberapa sektor ekonomi kreatif yang tengah berkembang dengan pesat dan memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Di antaranya, kerajinan tangan dan makanan ringan.

Selain itu, Mas Tamam sapaan akrabnya, mendorong sektor ekonomi kreatif lain seperti batik tulis Pamekasan. Mas Tamam berihktiar, sektor ekonomi kreatif ini makin berkontribusi di Pamekasan.

“Saya dan kita semua tentu berharap, dengan adanya sentra batik ini bisa meningkatkan ekonomi para perajin batik di Pamekasan. Ayo bergandengan tangan memajukan batik tulis Pamekasan,” katanya.

Meski diakui batik tulis Pamekasan sejauh ini masih kalah tenar dengan batik luar daerah, namun Mas Tamam mempunyai tiga strategi jitu agar ekonomi kreatif ini naik daun.

“Pertama, bagaimana batik Pamekasan ini dikenal, ketika menyebut batik, ya Pamekasan. Maka perlu ikhtiar yang luar biasa. Promosi luar biasa harus kita lakukan,” jelasnya.

Kedua, menjaga konsistensi atas batik tulis tersebut, dan yang ketiga adalah tempat dan barangnya tersedia. Sehingga, orang luar daerah yang hendak membeli langsung ke tempat atau sentra batik tidak kecewa lantaran batik Pamekasan benar-benar tersedia.

“Maka tiga elemen ini, promosi yang konsisten dan barangnya ada, ini perlu terus kita lakukan. Dan ini bisa kita lakukan asal kita bergandengan tangan antar seluruh elemen, BUMDes, pak Kades, seluruh teman-teman kades yang punya batik, pemkab, tokoh masyarakat, semangatnya menjadikan sentra batik ini tidak milik kades, tetapi milik semua perajin batik Pamekasan,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Sentra Batik yang Diresmikan Bupati Pamekasan Tak Hanya Jual Baju Batik, Pilihannya Ada Banyak

0

Pamekasan, (Media Madura) – Sentra Batik yang diresmikan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Senin (14/3/2022) kemarin, tidak hanya memproduksi baju batik saja, namun banyak sekali pilihan yang bisa dibeli di tempat itu.

Selain baju batik, sentra batik yang berlokasi di Desa Klampar, Kecamatan Proppo itu juga menjual songkok batik, selendang batik, sarung batik, dan sepatu batik.

Bupati Mas Tamam sapan akrabnya mengatakan, sentra batik yang lokasinya berada di desa menjadi semangat tersendiri untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, dan perajin batik secara khusus agar mampu bersaing dengan batik lain dari luar daerah.

“Mau masuk (lokasi sentra batik, red) atau tidak masuk yang penting semangatnya itu menghidupkan tempat ini. Karena tuahnya ada di dalam, maju atau tidak maju ada di dalam, yang penting nanti majunya kelihatan keluar,” kata bupati saat memberikan sambutan dalam acara peresmian tersebut.

Bupati dengan sederet prestasi ini meminta semua pihak bergandengan tangan memajukan sentra batik di Desa Klampar, salah satunya dengan cara mempromosikan batik tulis Pamekasan secara masif. Utamanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi kewenangan mengelola sentra tersebut.

“Ayo kita bareng-bareng, tetapi tugas utama yang mengemban amanah ini adalah BUMDes, saya bersama pemerintah kabupaten akan ikut di belakang BUMDes. Ini sudah menjadi hak milik Desa Klampar, ini satu-satunya di Pamekasan, betapapun pembangunannya panjang,” tandasnya.

Dia menceritakan, sentra batik tulis itu dibangun sebelum dirinya memimpin Pamekasan, namun keberadaannya tidak berfungsi. Makanya, di awal pemerintahannya, dirinya bersama jajaran pejabat mengecek langsung kondisi bangunan agar ada perputaran uang dari adanya bangunan megah dengan anggaran yang tidak sedikit tersebut.

“Ini pembangunannya kalau tidak salah tahun 2017, kalau pembangunan ini menghabiskan anggaran Rp 5 miliar, sudah berapa uang yang berputar di sini (kalau seandainya dioperasikan), tanyakan kepada hati nurani kita masing-masing. Fungsi atau tidak berfungsi itu apabila ada perputaran uang di sini,” ungkapnya.

Dia mengaku, batik tulis Pamekasan sejauh ini masih kalah tenar dengan batik luar daerah, seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta, dan batik Solo. Oleh karena itu, tugas besar yang harus dilakukan adalah membentuk top of mind tentang batik tulis Pamekasan.

“Kalau itu yang kita lakukan, berarti strateginya ada tiga. Pertama bagaimana batik Pamekasan ini dikenal, ketika menyebut batik, ya Pamekasan. Maka perlu ikhtiar yang luar biasa. Promosi luar biasa harus kita lakukan,” jelasnya.

Kedua, menjaga konsistensi atas batik tulis tersebut, dan yang ketiga adalah tempat dan barangnya tersedia. Sehingga, orang luar daerah yang hendak membeli langsung ke tempat atau sentra batik tidak kecewa lantaran batik Pamekasan benar-benar tersedia.

“Maka tiga elemen ini, promosi yang konsisten dan barangnya ada, ini perlu terus kita lakukan. Dan ini bisa kita lakukan asal kita bergandengan tangan antar seluruh elemen, BUMDes, pak Kades, seluruh teman-teman kades yang punya batik, pemkab, tokoh masyarakat, semangatnya menjadikan sentra batik ini tidak milik kades, tetapi milik semua perajin batik Pamekasan,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

442 Calon Jamaah Haji Sampang Tunggu Keputusan Arab Saudi

Sampang, (Media Madura) – Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang Fathorrahman menyampaikan, pemberangkatan 442 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sampang masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

“Jadi belum bisa dipastikan kapan jadwal pemberangkatannya,” ucap Fathorrahman, Senin (14/3/2022).

Sebab, sampai saat ini Kementerian Agama RI belum menggodok aturan kuota CJH yang dapat berangkat ibadah haji. Mengingat, belum ada ketentuan kuota dari Arab Saudi.

Meski belum ada keputusan resmi tentang pemberangkan haji, pihaknya menyebutkan, jika mereka yang gagal berangkat pada dua tahun lalu menjadi prioritas untuk pemberangkaran ibadah haji.

Dirinya akan tetap menyesuaikan dengan kouta calon jama’ah haji yang digodok atau diberikan Menteri Agama untuk dapat diberangkatkan.

“CJH yang mendapatkan porsi dan gagal berangkat sejak tahun 2020, menjadi prioritas sampai ada kebijakan,” terangnya. (Ryan/Arif)