Beranda blog Halaman 133

Bupati Pamekasan Siapkan Dapur Umum untuk Korban Banjir

0

Pamekasan, (Media Madura) – Empat kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur direndam banjir, Selasa (1/3/2022).

Meski, di beberapa wilayah banjir beransur surut, namun warga belum bisa beraktivitas normal.

Kini, warga yang memilih bertahan di rumahnya mulai kesulitan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Seperti yang dialami warga di Jalan Sinhaji, Kelurahan Jungcangcang.

Mereka meminta pemerintah setempat mengirimkan makanan siap saji untuk dibagikan kepada para korban banjir.

“Dimohon kepada Bapak Bupati yang terhormat sumbangsihnya buat warga Sinhaji karena kami sekarang membutuhkan makanan, minuman, dan peralatan perobatan, terima kasih,” kata salah seorang warga Sinhaji.

Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengaku telah memerintahkan Dinas Sosial dan BPBD segera menyiapkan nasi bungkus untuk membantu korban banjir di wilayah itu.

“Untuk hari ini Bapak Bupati sudah meinstruksikan BPBD dan Dinsos menyiapkan nasi bungkus yang dikoordinir kepala kelurahan dan kepala desa terdampak,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga beremcana membuka dapur umum yang ditempatkan di kelurahan dan desa terdampak banjir.

Diketahui, banjir kali ini merendam empat kecamatan di bumi Gerbang Salam, yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Proppo, Kecamatan Pademawu, dan Kecamatan Palengaan.

“Untuk dapur umum mulai saat ini sedang dipersiapkan, insya Allah mulai besok pagi sudah beroperasi,” tegasnya.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, banjir di Kecamatan Kota merendam Kelurahan Patemon, Jungcangcang, Kanginan, Parteker, Barurambat Kota, dan Desa Jalmak.

Di Kecamatan Palengaan, banjir melanda Desa Rombu, Desa Palengaan Dajah, dan Desa Palengaan Laok.

Di Kecamatan Pademawu, luapan banjir menggenangi Desa Lemper. Dan, di Kecamatan Proppo merendam Desa Kodik.

Ketinggian banjir yang merendam rumah-rumah di empat kecamatan itu bervariasi. (Zainol/Arif)

Banjir di Kota Pamekasan, Ketinggian Air Masih 1,5 Meter

0

Pamekasan, (Media Madura) – Banjir yang melanda Kabupaten Pamekasan, akibat hujan deras yang berlangsung sejak dini hari tadi, menyebabkan sungai Kloang dan Sungai Semajid meluap.

Hingga pukul 13.00 WIB ketinggian air di Kelurahan Patemon dan Kelurahan Parteker masih 1,5 Meter. “Ketinggian air di titik tertinggi masih sekitar 1,5 meter. Khususnya di sekitar jalan Trunojoyo,” kata Kapusdalop BPBD Pamekasan Budi Cahyono kepada media ini. Selasa (01/03/2022) siang.

Dikatakan, genangan air tidak hanya terjadi di ruas jalan kota Pamekasan, seperti di Jalan R Abd Aziz atau di Jalan Trunojoyo, Jalan Jokotole, Jalan Amin Jakfar Kelurahan Gladak Anyar, tetapi juga di Desa Lemper Kecamatan Pademawu.

“Saat ini petugas sedang di lapangan dan melakukan tindakan yang diperlukan termasuk membantu warga yang rumahnya kebanjiran,” katanya.

Dikatakan Budi, hingga saat ini air masih belum surut dan tidak bisa dilakukan penyedotan terhadap air tersebut. “Kalaupun disedot percuma, ini kan luapan sungai,” katanya.

Seperti diketahui, tingginya debit air sungai yang meluap dan menyebabkan banjir, akibat derasnya hujan tidak hanya di pusat kota Pamekasan, tetapi merata di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan. (Arf/Ist)

Berkunjung ke Bata Bata, Ahmad Muzani Bawa Pesan Khusus dari Prabowo

0

Pamekasan, (Media Madura) – Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh dan pondok pesantren di Madura.

Salah satunya yakni berkunjung ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Kamis (24/02/2022) sore.

Dalam kunjungannya tersebut, Muzani yang didampingi sejumlah pengurus DPP, DPR, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, Anggota DPRD Kabupaten se Madura, ditemui oleh pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, RKH. Moh Faisol Abd Hamid.

“Kedatangan kami untuk bersilaturrahim dan terus menjaga hubungan baik dengan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata,” kata Muzani kepada wartawan.

Dikatakan, pesan khusus yang dibawa oleh Muzani dari Prabowo Subianto yakni agar hubungan baik dengan Ulama dan pengasuh Pondok Pesantren di Madura terus dijaga, seperti yang telah diajarkan oleh Prabiwo Subianto.

“Bapak Prabowo Subianto selalu mengingatkan kepada kader Partai Gerindra, khususnya di Madura untuk terus menjaga hubungan baik dengan para Ulama, kiai, ustad, tokoh masyarakat dan semua orang,” tegasnya.

Para petinggi Partai Gerindra tersebut, selain melakukan pertemuan dengan pengasuh pondok pesantren besar ini, juga berziarah ke makam RKH Muhammad Tohir di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, Taufiqurrahman mengatakan, partai Gerindra menjadi besar di Pamekasan tidak lepas dari peran para ulama, sehingga hubungan baik dengan para ulama, kiai, ustad dan juga tokoh masyarakat harus terus dijaga.

“Dan kami selalu ingat pesan Bapak Prabowo Subianto agar terus menjaga hubungan baik dengan para ulama khususnya di Kabupaten Pamekasan ini,” tegasnya.  (Arf/Ist)

Ansor Jatim : Publik Diminta Waspadai Framing Pelintir Pernyataan Menag

0

Pamekasan, (Media Madura) – Polemik pernyataan Menteri Agama tentang aturan pengeras suara yang menjadi sorotan publik membuat Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur untuk turut bersuara dan bersikap.

Melalui Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H.M. Syafiq Syauqi, Lc memberikan beberapa pandangan dan analisa atas statement Menteri Agama yang kini dipolemikan oleh banyak pihak.

PW GP Ansor Jawa Timur secara tegas mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama-sama mewaspadai pola gerakan lama dan pelaku yang sama yang kembali membuat gaduh dengan melakukan Framing di media khususnya di media sosial.

Framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi disebut oleh Syafiq Syauqi masih menjadi pilihan mereka dalam upaya sistematisnya membuat gaduh dan mengganggu stabilitas nasional.

“Tantangan dalam era disrupsi informasi saat ini adalah pola-pola gerakan framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi yang menyesatkan publik. Ini yang sedang mereka lakukan dengan memotong secara kejam pernyataan menteri agama” Jelas Gus Syafiq Sapaan akrabnya, di Surabaya dalam rilisnya kepada media ini.

PW GP Ansor Jatim mencermati dengan detail pergerakan isu dan sentimen sosial media serta siapa yang memainkan isu ini dengan memotong sepenggal pernyataan utuh menteri agama.

“Framing bukanlah kebohongan. Namun mereka mencoba membelokkan fakta secara halus. Caranya dengan memilih angle (sudut pandang) yang berbeda. Mereka memotong dan mengambil diksi membenturkan antara adzan dengan suara anjing. Masyarakat harus cerdas memahami utuh tentang ini” Tegas Gus Syafiq.

Padahal menurut kajiannya tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang keluar dari masjid dengan gonggongan anjing.

Menteri Agama justru mempersilahkan bahkan mengajak umat islam untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan masyarakat lainnya sesuai dengan aturan untuk kemaslahatan bersama.

“Framing ini jelas teknik manipulasi informasi yang ditujukan memancing sisi emosional umat islam dengan angle membenturkan sesuatu yang sakral dengan hal yang tabu. Pola lama yang dicoba lagi” Bebernya.

Pernyataan menag adalah memberikan banyak contoh tentang sumber kebisingan di tengah masyarakat yang faktual. Berbagai contoh kebisingan yang disampaikan Menag itu menurut Gus Syafiq membuat Menag mengambil benang merah bahwa suara-suara apapun suara itu harus diatur supaya tidak menjadi gangguan.

“Gus Dur jauh hari sudah menulis tentang Islam Kaset dan kebisingan sosial bahkan ditulis di tahun 1982 karena kita semua menjunjung tinggi kaidah Dar’ul mafashid Muqoddamun ala jalbil mashalih. Mencegah kemudharatan itu harus menjadi skala prioritas diatas mengambil kemaslahatan. Saya kira cukup gerakan framing ini dan sudahi” Pungkasnya.(Rls/Ist)

Ahmad Muzani Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Gerindra Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kantor partai Gerindra Kabupaten Pamekasan yang terletak di jalan nasional Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Kamis (24/02/2022) sore.

Dalam kesempatan itu, Muzani mengaskan kehadirannya di pulau Madura yakni untuk menghadiri sejumlah agenda, salah satunya peletakan batu pertama pembangunan kantor tersebut.

“Partai itu perlu simbol, dan salah satu simbol itu adalah kantor. Karena di kantor itulah semua aktivitas dan kegiatan partai akan dilakukan. Apalagi kita akan memasuki Pilpres dan Pemilu 2024,” katanya saat diwawancarai di lokasi acara.

Ia berharap agar pembangunan kantor tersebut bisa selesai sebelum Pemilu 2024 berlangsung, agar bisa digunakan untuk aktivitas dan kegiatan partai.

“Semoga bisa selesai sebelum Pemilu. Bisa kita gunakan untuk pemenangan Pemilu dan Pilpres,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan H Taufiqurrahman mengatakan, pihaknya sangat senang dengan kehadiran Sekjen DPP partai yang dipimpinnya itu dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan kantor.

“Ini sangat membahagiakan bagi kami kerena Pak Sekjen DPP yakni Bapak Ahmad Muzani bisa hadir langsung,” ucapnya.

Senada, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Pamekasan Ridai juga mengutarakan kebahagiaannya atas dimulainya pembangunan kantor partainya tersebut.

“Tentu kami sangat senang dengan kehadiran Bapak Sekjen DPP Partai Gerindra di Pamekasan untuk peletakan batu pertama kantor partai Gerindra,” urainya.

Ia berharap agar pembangunan kantor Gerindra Kabupaten Pamekasan bisa berjalan dengan lancar dan bisa tuntas sebelum Pemilu 2024.

Untuk diketahui, kehadiran Ahmad Muzani di Pulau Madura untuk mengadiri sejumlah agenda, mulai bersilaturrahmi dengan ulama hingga acara temu kader di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Dalam kunjungannya ke Madura kali ini, Ahmad Muzani juga didampingi oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, serta sejumlah anggota dewan dari Partai Gerindra, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dari 4 kabupaten di Madura.(Ist/Arf)

Wabup Sampang Sidak Puskesmas Camplong, Temukan Pegawai Nakal

0

Sampang, (Media Madura) – Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Camplong, Kamis (24/2/2022) pagi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenaran dan menindaklanjuti adanya laporan warga tentang tidak disiplinnya jam kerja para tenaga kesehatan Puskesmas Camplong yang menyebabkan pelayanan tidak optimal.

Setibanya di Puskesmas Camplong pukul 08.00 WIB, Abdullah Hidayat akrap disapa Haji AB itu langsung mengecek kehadiran petugas kesehatan dan meninjau ruangan seraya menyapa pasien yang sedang dirawat inap.

Hasil sidak terbukti bahwa dari 38 pegawai Puskesmas hanya dihadiri 11 pegawai yang masuk kantor. Termasuk Plt Kepala Puskesmas Camplong Faris Zaky didapati tidak berada ditempat.

“Banyak yang telat ngantor dari 30 – 45 menit, padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB lebih, termasuk pak kepalanya telat,” ucap Abdullah Hidayat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sampang juga memberikan teguran dan pembinaan kepada tenaga kesehatan yang telat ngantor. Sekaligus dimintai keterangan oleh Inspektorat yang ikut dalam rombongan inspeksi mendadak.

“Ternyata benar laporan warga, kami mendapatinya langsung,” ujarnya.

“Kami ingin pelayanan kesehatan berjalan optimal dan masyarakat betul-betul terlayani dengan baik, kalau Kepala Puskesmasnya saja telat bagaimana dengan bawahannya,” imbuh Haji AB.

Tak hanya disitu, pihaknya berjanji pemerintah daerah akan memberikan punishment dalam menindaklanjuti hasil temuan sidak tersebut.

Wabup Sampang juga menekankan kepada seluruh ASN khususnya tenaga kesehatan Puskesmas Camplong agar bekerja dengan hati dalam menghindari kejadian yang serupa.

“Kejadian ini tak hanya di Camplong saja melainkan untuk pelajaran semua tempat pelayanan kesehatan maupun pelayanan administrasi lainnya,” pungkasnya. (Ryan/Arf)

Fakta Baru Pencarian Tahanan yang Kabur

0

Sampang, (Media Madura) – Rutan Kelas II B Sampang, Madura, berkirim surat ke Polda Jatim guna meminta bantuan aparat kepolisian atas kaburnya seorang tahanan kasus narkoba pada Senin (14/2/2022) lalu.

“Kami kesulitan selama proses pengejaran tahanan bernama Nawahi bin Samidin (40), sehingga berkirim surat meminta bantuan ke Polda Jatim,” ucap Kepala Rutan Kelas IIB Sampang Gatot Tri Rahardjo, Selasa (22/2/2022).

Menurut Gatot, surat tersebut dikirim sejak Senin 21 Februari 2022, guna memperluas pencairan. Sebab, tim khusus yang dibentuk Rutan Sampang hingga kini belum berhasil menemukan keberadaan Nawahi.

Hasil pencarian, Nawahi sering berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas. Selama seminggu menghilang, yang bersangkutan diduga sudah tidak ada di pulau Madura.

“Maka itu kami juga berkoordinasi dengan Kapolres Kalimantan dan Kalianget untuk memperluas pengejaran,” tuturnya.

Gatot mengungkapkan, fakta baru pencarian tahanan yang kabur dari Rutan Kelas II B Sampang itu ternyata Nawahi juga membawa kabur istri orang di Kecamatan Banyuates.

Informasi tersebut dikuatkan setelah diketahui bahwa suami dari perempuan yang dibawa kabur Nawadi juga mencari keberadaan istrinya, namun belum juga ditemukan.

Gatot menegaskan, dirinya mengaku sudah mendeteksi termasuk adanya dugaan keterlibatan seseorang yang sengaja menyembunyikan Nawahi.

“Tapi suaminya sudah lapor ke polisi, informasi itu sudah rame di Banyuates soal perempuan yang dibawa kabur oleh Nawahi, katanya dibawa sejak hari Rabu, kata suaminya hari Rabu kemarin istrinya sempat menggadaikan sepeda motornya untuk sangu, jadi sampai sekarang suaminya juga masih mencari,” pungkasnya. (Ryan/Arf)

Bupati Pamekasan Dampingi Kapolri Tinjau Vaksinasi

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kedatangan Kapolri, Jenderal Listiyo Sigit Prabowo di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, disambut Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Sabtu (19/2/2022).

Kedatangan Kapolri di Bumi Gerbang Salam dalam rangka memantau langsung pelaksanaan vaksinasi di Gedung Bakorwil.

Kapolri tiba di Pamekasan pukul 11.00 WIB menggunakan helikopter, didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Selain Bupati Pamekasan, Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto juga turut menyambut kedatangan rombongan Kapolri.

Kapolri mengaku senang dengan antusias warga Pamekasan yang mengikuti vaksinasi hari ini. Suktik vaksin diberikan kepada anak usia 6-11 tahun, lansia, dan vaksinasi booster.

Menariknya, vaksinasi kali ini disiapkan hadiah berupa empat unit sepeda motor dan pemberian sembako.

“Warga Pamekasan hari ini sangat semangat melaksanakan vaksinasi. Alhamdulillah saya bisa hadir langsung ke gedung bakorwil ini,” kata Kapolri dalam conferensi pers usai acara.

Kapolri juga mengaku senang lantaran pada acara tersebut ada masyarakat dan ulama yang ikut serta melaksanakan vaksinasi bersama jamaahnya. Hal itu merupakan contoh baik yang harus ditiru oleh masyarakat umum.

“Saya mendapatkan surprise karena ada beberapa kyai yang selama ini belum vaksin, hari ini sudah ada yang berkenan untuk vaksin. Ini kabar baik untuk kita semuanya,” tandasnya.

Menurutnya, semangat tokoh dan masyarakat dapat meningkatkan capaian vaksinasi di Pamekasan, dan Madura dengan target 1.067.496 vaksinasi secara nasional dan 23.705 di Jawa Timur. Sebab, vaksinasi itu dilakukan untuk meningkatkan imunitas warga dan kekebalan kelompok agar terhindar dari wabah covid-19.

“Di Bakorwil ini targetnya 2.451 orang, kita akan terus dorong percepatan booster, dengan harapan masyarakat yang mendapatkan booster ini jauh lebih siap menghadapi resiko, walapun secara umum angka kematian rendah,” ungkapnya.

Dia berharap masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera vaksin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan lain-lain.

“Kami juga meminta semua stake holder mengingatkan masyarakat yang belum vaksin, termasuk juga booster. Mulai kepala daerah, ormas, ulama, saya titip untuk mengingatkan masyarakat,” harapnya. (Zainol/Arif)

Deklarasi Cak Imin Capres Menggema di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Deklarasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar maju di Pilpres 2024 terus bergema.

Kali ini, dukungan berasal dari pemuda di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Yang, mengatasnamakan dirinya Barisan Gus Muhaimin Pamekasan.

Deklarasi Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, dilakukan di Taman Makam Pahlawan Jalan Panglegur, Sabtu (19/2/2022) pagi.

Sebelumnya, para pemuda dan santri yang berasal dari seluruh kecamatan di bumi Gerbang Salam itu menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan.

“Minta doa, bagaimana ke depan, Gus Muhaimin ini menjadi Presiden RI tahun 2024,” kata Koordinator Barisan Gus Muhaimin Pamekasan, Syaiful Haq, Sabtu (19/2/2022).

Syaiful Haq menilai, sosok Cak Imin banyak menghadirkan manfaat dan menjadi alasan utama mereka mendukung. Salah satunya, memperjuangkan UU Pesantren.

“Beliau sangat luar biasa sekali perjuangannya, sehingga kami anak-anak muda, para santri dalam hal ini menganggap penting sekali untuk menjadikan Cak Imin sebagai Presiden tahun 2024,” tutupnya. (Zainol/Arif).

Diguyur Hujan, Aktivis Perempuan di Sampang Demo Polisi Usut Kasus Pelecehan

0

Sampang, (Media Madura) – Lambannya proses penanganan hukum kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, membuat kekecewaan puluhan aktivis perempuan di Sampang.

Mahasiswi yang tergabung dalam Korps PMII Putri (Korpri) berunjuk rasa di depan kantor Mapolres Sampang di Jalan Jamaluddin, Kamis (17/2/2022) siang.

Meski di tengah guyuran hujan, demonstran tetap bertahan berunjuk rasa memprotes kinerja kepolisian lantaran hingga kini belum berhasil menangkap pelaku pelecehan seksual yang menimpa gadis berusia 18 tahun.

“Sudah 5 bulan lamanya pelaku pelecehan seksual belum ditangkap, informasi yang kami dapat pelaku saat ini masih berkeliaran di rumah, lalu apa kerjanya pak polisi,” ucap Korlap Aksi Anis Nafila saat berorasi.

Kasus dugaan pelecehan ini tak lain pelakunya adalah paman korban berinisial MH. Kasus tersebut terjadi sejak awal Oktober 2021.

Menurut Anis, pengungkapan kasus pelecehan di Sampang sangat lemah. Perlu ketegasan dan keadilan hukum aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

“Jika ini terus dibiarkan bagaimana nasib dan dampak sosial bagi para korban, apalagi dapat memicu kejadian serupa kepada gadis-gadis penerus bangsa,” ujar dia.

Untuk itu, mahasiswi menuntut Polres Sampang segera menangkap pelaku pelecehan seksual seperti yang dijanjikan oleh Kapolres Sampang.

Apabila tuntunan tersebut tidak diindahkan dalam kurun waktu 7×24 jam, demonstran tetap beraksi dan mengawal kasus ini hingga diusut tuntas.

“Kami juga meminta Polres Sampang harus memberikan informasi pengembangan kasus ini setiap 3×24 jam,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha saat menemui massa menyampaikan, penanganan kasus dugaan pelecehan terhadap gadis asal Kecamatan Kedungdung dalam proses penyelidikan.

“Masih kita tangani, namun hasil dari penyelidikan tidak bisa disampaikan sepenuhnya disini, yang jelas kasus Rudapaksa ini akan segera diungkap,” singkatnya. (Ryan/Zainol)