28.1 C
Madura
Senin, Juli 22, 2024

Ratusan Guru Honorer di Sampang Terima SK PPPK dan CPNS

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan CPNS di Pendopo Trunojoyo, Jalan Wijaya Kusuma Sampang, Selasa (8/3/2022) siang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang Arif Lukman Hidayat mengatakan, PPPK guru tahap I di Sampang yang diangkat sebanyak 195 orang. Kemudian, untuk CPNS tahun 2021 yang mendapatkan SK sebanyak 63 orang.

“Alhamdulillah, mereka hari ini sudah mendapatkan SK, nantinya para CPNS akan melaksanakan Diklat Prajabatan sebelum diangkat sebagai PNS,” ucap Arif.

Yoyok sapaan akrab Arif Lukman Hidayat menuturkan, formasi PPPK tahap I di Sampang dibutuhkan 371 orang hanya terisi 195 orang. Sedangkan, formasi CPNS sebanyak 76 orang dan terisi 63 orang. Proses seleksi PPPK dimulai sejak Juni 2021 dan dilanjutkan seleksi CPNS pada Juli 2021.

“Jadi nanti tahap II seleksi PPPK akan dilanjutkan, lalu sisa 13 formasi CPNS masih kosong seperti posisi Dokter Spesialis,” ungkapnya.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan bahwa wilayahnya masih terdapat kekurangan guru sekitar 2.000 orang. Hal ini menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Meski begitu, dirinya menitip pesan bagi guru honorer yang diangkat dan menerima SK PPPK agar bekerja dengan hati nurani dan bertanggung jawab. Terutama, bisa membantu meningkatkan IPM Sampang.

“Tenaga pendidik itu menjadi kunci utama dunia pendidikan di masa depan, maka harus optimal serta inovasi dalam mengajar anak didiknya, tak lupa juga tenaga kesehatan harus iklas melayani masyarakat berikan pelayanan terbaik,” kata Haji Idi sapaan akrab Slamet Junaidi.

Dirinya juga tak segan-segan mewarning para tenaga pendidik dan kesehatan agar bekerja dengan tulus hati. Suatu waktu, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak jika mendapati laporan masyarakat.

“Setiap pertemuan selalu kami tekankan bekerjalah memakai hati, jangan hanya sekedar absen kemudian pulang, harus betul-betul mengabdi untuk kepentingan masyarakat banyak karena banyak orang-orang diluar yang ingin berada di posisi anda,” pungkasnya. (Ryan/Zainol)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article