Pamekasan, (Media Madura) – Kepedulian Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam terhadap warga yang terdampak banjir begitu besar di wilayah itu. Buktinya, Mas Tamam, sapaan akrabnya, beberapa kali kedapatan menyambangi dan memberikan bantuan kepada korban banjir.
Tidak hanya sekali, Mas Tamam terhitung sudah empat kali menyambangi warganya selama banjir melanda Pamekasan. Yang dilakukan siang dan malam.
Terbaru, Mas Tamam kembali memberikan bantuan kepada korban banjir di beberapa kelurahan, Kamis (3/3), kemarin. Bantuan itu berupa sembako dan emergency lamp (lampu darurat).
Bahkan, untuk menunjukkan rasa cintanya di tengah musibah yang melanda warga bumi Gerbang Salam, Mas Tamam sampai rela membantu memasangkan lampu darurat di salah satu rumah warga.
Banjir yang melanda Pamekasan terjadi saat Madura mengalami pemadaman listrik bergilir.
Ke lokasi korban banjir, Mas Tamam didampingi Manager PLN UP3 Pamekasan, M Farqi Faris, Kepala Dinas Sosial, Moch. Tarsun, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mohammad Yusuf Wibiseno Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Taufikurrahman, dan Camat Pamekasan, Rahmat Hidayat.
Adapun bantuan disalurkan kepada korban di Kelurahan Jungcangcang sebanyak 40 paket bantuan. Warga di Jalan Brawijaya 1 paket, dan warga Kelurahan Patemon sebanyak 50 paket bantuan.
“PLN dan pemkab sekarang beri bantuan ke kita, ini ada lampu emergency juga yang kuat 6 jam ketika dihidupkan. Termasuk kita bawa bantuan ala kadarnya,” katanya kepada warga.
Bupati memerintahkan kepada camat dan lurah untuk mendata warga yang menjadi korban banjir secara detail agar bisa terpantau dengan baik. Karena pemerintah daerah telah bekerja maksimal dalam upaya pemulihan penanganan banjir tersebut.
“Sekarang ini, kita bagaimana jiwanya selamat dulu, dan bagaimana banjir ini tidak terjadi lagi. Kita harus kerja sama, tidak bisa kita pemerintah ini sendirian, harus bareng-bareng,” tandasnya.
Kerja sama tersebut, kata dia, dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, serta langkah strategis lainnya. Seperti pengerukan sungai dan lain-lain supaya bencana banjir dapat diminimalisir.
“Tadi ada warga yang laporan ke saya, mesin cucinya rusak, punya ajunan sama juga ya? Ya, yang namanya musibah, terus kemudian minta ganti ke pak lurah, mau dapat dimana anggaran, atau ke pak camat, ke bupati, mau dapat dimana (anggaran, red),” ungkapnya.
Dia memohon kepada warga agar menerima bantuan tersebut meskipun jumlahnya tidak banyak. Karena musibah itu merupakan ujian kesabaran dari sang pencipta kepada makhluknya.
“Karena kita bersabar, mudah-mudahan ajunan diangkat derajatnya oleh Allah. Yang repot, saat musibah sambil cacimaki orang lain, jangan pak. Saat musibah itu perbanyak istighfar, dan mudah-mudahan ujian kesabaran ini menghapus seluruh dosa kita,” harapnya.
Perlu diketahui, selama musibah banjir melanda Pamekasan, bupati tercatat telah beberapa kali mengunjungi langsung warganya yang menjadi korban banjir. Pertama bersama forkopimda, kedua memantau seorang diri hingga rarut malam, ketiga mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan yang keempat kembali memberikan bantuan sembako dan lampu emergency.
“Kita sudah teruji, saling membantu diantara satu dengan yang lain. Adanya musibah kemarin itu terlihat kegotong royongan kita masih kuat. Nasionalisme kita ini sedang diuji lagi oleh Allah,” pungkasnya. (Zainol/Arif).


