Beranda blog Halaman 1022

Lahan RSUD Sampang Kembali Digugat

0

Sampang, 4/4 (Media Madura) – Sengketa tanah antara warga dengan pihak Pemkab Sampang berkaitan dengan lahan RSUD Sampang, kembali terjadi. Setelah sebelumnya, penggugat atas nama Mostar Cs menggugat pihak Direktur RSUD, Bupati Sampang dan Dinas Kesehatan.

Kali ini, penggugat dari Salim Cs mengklaim tanah ahli waris miliknya dibangun dan ditempati RSUD Sampang. Sejumlah bukti kepemilikan dan saksi dihadirkan saat mendatangi kantor Pemkab Sampang.

Penasehat Hukum Salim, Joe Hasyim Waimahing mengatakan lahan RSUD Sampang yang diklaim itu merupakan tanah ahli waris yang diperoleh secara turun menurun. Namun, pihak Pemkab mengklaim bahwa tanah yang dibangun RSUD dibeli dari atas nama Asmuni dan jual beli itu terjadi pada tahun 1952.

“Yang sekarang diuji itu soal dokumen, karena sampai saat ini client kami (Salim Cs) tidak pernah menjual belikan lahan yang menjadi sengketa tersebut,” katanya.

Kata Joe Hasyim, dasar bukti kepemilikan ahli waris Salim Cs yakni di tahun 2007 pihak Kelurahan Karang Dalem mengeluarkan surat keterangan menyatakan tanah RSUD Sampang milik alm Marhatip/Marhalan bin Rosidi alias Sidi bin Salim Cs.

“Jadi kalau Pemkab mengklaim ada jual beli dari mana dasar itu, kalau mengacu pada tahun 1952 Persil 75S2 itu salah karena obyek tanahnya ada dibelakang RSUD, sementara yang kami miliki yaitu dokumen Persil 76 dengan luas tanah 0,2280 m2 dan sebagiannya dibangun rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Seketaris Daerah (Sekda) Sampang Puthut Budi Santoso menuturkan jika pemerintah akan melakukan pertemuan kedua dengan menghadirkan beberapa pihak terkait termasuk Salim Cs, Asmuni Cs. Sebab, selama ini baik pemerintah maupun pihak lainnya masing-masing sam mempunyai bukti kepemilikan atau dokumen lahan.

“Nah kalau data itu dipertahankan sendiri-sendiri sampai kapanpun tidak akan pernah selesai dan ketemu, makanya kita cari lembaga yang bisa menentukan mau memakai data yang mana kanan atau kiri,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, sengketa lahan RSUD Sampang pernah digugat ke Pengadilan Negeri Sampang dengan nomor perkara 10 pdt.G/2015/PN.Spg. Namun, pihak penggugat Mostar Cs mencabut gugatan tertanggal 20 Januari 2016. Diduga materi gugatannya masih lemah atau bukti-buktinya masih kurang kuat.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Ulama Madura akan Hengkang dari PPP

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Sejumlah ulama yang mengatasnamakan forum ulama PPP Jawa Timur akan hengkang dari Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keputusan itu disampaikan saat konferensi pers di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, menyusul adanya indikasi kuat arah dukungan kepada pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor 2 oleh DPP PPP.

“Kami Forum Ulama PPP Jawa Timur dan sebagai warga besar NU berpegang teguh kepada keputusan Muktamar NU ke-30 di Lirboyo Kediri tentang larangan memilih pemimpin non Muslim,” kata Juru bicara (Jubir) KH. Yahya Hamiduddin, Selasa (4/4/2017).

Dengan adanya indikasi DPP PPP kubu Romahurmuzy atau Romy, tambah Yahya, yang dukungannya mengarah kepada pasangan nomor 2 (Ahok-Djarot) pada Pilkada DKI Jakarata, sangat meresahkan Umat Islam dan dikhawatirkan bisa menghancurkan dan mengurangi suara PPP.

“Kami menganggap indikasi arah dukungan kepada pasangan nomor 2 mencederai amanat konstitusi partai yang tertuang dalam 6 prinsip perjuangan partai,” tambah pengasuh Ponpes Prajjan Sampang itu.

Serta jika dukungan itu betul-betul dideklarasikan oleh DPP PPP kubu Romi, sama halnya dengan menghianati ulama dan sesepuh pendiri PPP yang berazaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Hadir dalam pertemuan tersebut, KH Ahmad Nawawi, mantan ketua DPC PPP Pamekasan, KH Mundir Cholil, Ketua DPC PPP Pamekasan, KH Ali Karrar Shinhaji, KH Muhammad Syamsul Arifin, dan beberapa tokoh parata berlambang kakbah lainnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Puluhan TKI Ilegal Sumenep Dideportasi, 4 Diantaranya Masih Belia

0

Sumenep, 4/4 (Media Madura) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mencatat, sudah ada 47 TKI ilegal asal Sumenep yang dipulangkan paksa dari Negeri tetangga, Malaysia. 

Celakanya, dari jumlah tersebut, ternyata empat diantaranya diketahui masih berusia belia alias dibawah umur.

“Ya, dari 47 orang yang dideportasi, empat orang masih berstatus anak di bawah umur. Itu dari bulan Januari hingga Maret,” terang Kabid Percepatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Sumenep, Moh Zaini, Selasa (4/4/2017).

Zaini mengungkapkan, mereka dipulangkan paksa lantaran berangkat memalui jalur ilegal dan tak mengantongi dokumen resmi.

“Jadi, mereka itu berangkat melalui tekong, sehingga sesampainya disana, terdeteksi oleh pihak keamanan, ditangkap lalu dipulangkan,” jelasnya. 

Sesuai dengan data yang dimiliki, sejauh ini TKI ilegal di Sumenep berasal dari daerah kepulauan dan daratan, tetapi memang masih didominasi warga asal Kepulauan.

“Saat ini mereka semua sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing, kami hanya memberi bantu transportasi saja,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pemkab Sumenep Siapkan Rp 11 Miliar Bangun Payung Megah Ala Masdjil Haram

Sumenep, 4/4 (Media Madura) – Sebagai realisasi program “Nata Kota Bangun Desa”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan membangun payung megah ala Masjidil Haram di Arab Saudi. 

Nantinya, payung tersebut akan dibangun tepat di jantung kota atau di area depan Masjid Jamik Sumenep.

Untuk proyek tersebut, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar yang bersumber dari APBD Sumenep. 

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya , Bambang Iriyanto, anggaran itu akan dilakukan secara bertahap, tahun ini dan tahun depan. 

“Untuk tahun ini kami akan membangun empat payung seperti di Masjidil Haram Mekkah, empat payung anggarannya Rp 11 miliar, tahun ini akan direalisasikan 50 persen dan tahun depan 50 persen,” ungkapnya, Selasa (4/4/2017).

Bambang juga mengungkapkan, selain proyek payung megah, pihaknya juga tengah bekas Taman Jajan Madura (Tajamara) untuk disulap menjadi sebuah rest area serta ruang terbuka hijau.

“Kami telah menganggarkan Rp 4,2 miliar untuk menyulap bekas Tajamara di terminal lama itu menjadi sebuah rest area, dengan desain ruang terbuka hijau, pelaksanaanya direncanakan tahun ini,” imbuhnya.

Untuk Tajamara, Bambang menargetkan tuntas tahun ini juga, karena selain demi suksesnya program “Nata Kota Bangun Desa”, Tajamara juga dproyeksikan untuk memenuhi tuntutan ruang terbuka hijau. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Inilah Alasan Peter Odemwingie Gabung Madura United yang Bikin Baper

0

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Alasan kenapa Peter Odemwingie akhirnya berlabuh ke Madura United. Mantan pemain Stoke City itu mengaku, bila tim yang jadi rumah baru bagi dirinya kini penuh cinta.

“Tim ini adalah tim terbaik yang saya ketahui. Banyak cinta di tim ini, semua pihak menjalani komunikasi dengan sangat hangat. Termasuk Manajer Mr. Haruna Soemitro dan juga perhatian dari Mr. Presiden,” kata Odemwingie.

Selain itu, Odemwingie mengaku banyak mendapat informasi dari Greg Nwokolo. “Saya mendapatkan banyak informasi tentang Madura United dari Greg Nwokolo,” ucap marquee playaer Laskar Sape Kerrab ini.

Odemwingie direkrut Madura United untuk menambah daya gedor Laskar Sape Kerrad di kompetisi Liga 1 2017, yang rencananya bergulir 15 April mendatang.

Odemwingie akan berkostum Madura United selama satu musim.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ismail, K. Farid, dan Hermanto, Siapa Kader Demokrat yang Diusung Jadi Cabup Pamekasan?

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Masing-masing partai politik (parpol) mulai terbuka soal calon bupati dan wakil bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Partai Demokrat misalnya. Dalam waktu dekat, partai ini akan mengumumkan kader terbaiknya yang bakal maju pada Pilkada mendatang.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan, Hermanto, bulan Juni 2017 mendatang adalah waktu yang tepat untuk mendeklarasikan pasangan calon bupati-wabup Pamekasan bentukan Demokrat.

“Demokrat selama ini telah melakukan survie terhadap sejumlah kader terbaiknya,” ucap Hermanto kepada media di Pamekasan, Selasa (4/4/2017).

Ismail (Ketua Komisi I), K. Farid Tamim (Sekjen Demokrat), dan Hermanto sendiri adalah tiga nama yang telah dilakukan survie Demokrat. Ketiganya menurut survie Demokrat, sama-sama memiliki track record yang baik dan memuaskan.

“Tunggu Saja deklarasinya bulan Juni nanti,” tegas Hermanto yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan ini.

Kondisi itu, selaras dengan komitmen Demokrat yang ingin mempromosikan kadernya sendiri. Bahkan, saat ini Demokrat tengah melakukan pendekatan-pendekatan guna mendapat dukungan penuh warga Pamekasan.

“Kalau ada orang luar ingin berangkat silahakan, kami tidak masalah,” Hermanto menandasakan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Koramil Larangan Bedah Rumah Milik Ibu Sadrina

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Anggota Koramil 0826/05 Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan bedah rumah milik ibu Sadrina (58), yang dinilai sudah tidak layak huni. Selasa (4/4/2017)

Sejumlah anggota Babinsa Koramil 0826/05 Larangan dibantu warga setempat bedah rumah ibu Sadrina di Dusun Petak, Desa Montok, Kecamatan Larangan.

Danramil 0826/05 Larangan, Kapten Inf Syamsul Ma’arif mengatakan, sebenarnya ada dua rumah yang dibedah di hari yang sama. Salah satunya milik ibu Sadrina.

“Pengerjaannya sudah sampai 50 persen,” kata Danramil Syamsul Ma’arif, Selasa (4/4/2017).

Koramil 0826/05 Larangan pada program rehap rumah tidak layak huni tahun 2017 mendapatkan alokasi 45 rumah. Yang dikerjakan selama 60 hari.

“Tiap rumah dialokasikan 5 hari harus sudah selesai,” imbuhnya menjelaskan.

Menurut Danramil, program rumah tidak layak huni (RTLH) atau lebih dikenal dengan bedah rumah sangat bermanfaat bagi warga pra sejahtera. Utamanya, di Kabupaten Pamekasan.

“Penerima program RTLH, memprioritaskan bagi rumah yang memenuhi syarat RTLH, beralaskan tanah dan berdinding bambu ataupun dinding kayu,” ujarnya.

Ibu Sadrina yang melihatkanya dibedah tidak berhenti mengucapkan syukur. Ia bahkan, mengucapkan terima kasih kepada TNI.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih telah mendapatkan bantuan RTLH dari TNI (Kodim 0826) dan juga mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak-bapak Koramil karena sudah memberi bantuan baik materi maupun tenaga” ungkapnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pengacara Iski Junaidi: Kasus Ini Tak Layak Diperkarakan

Sumenep, 4/4 (Media Madura) – Kasus pembongkaran pagar dengan tersangka Iski Junaidi (59) warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini memasuki babak baru. Kasus tersebut saat ini sudah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat , Selasa (4/4/2017).

Kasus ini sempat menyita perhatian banyak pihak, lantaran ada indikasi upaya kriminalisasi oleh penegak hukum, mulai dari proses di Kepolisian sampai berkas P21 dan perkara diproses di Kejaksaan, bahkan hingga berujung penahanan. 

“Setelah saya pelajari berkas-berkas yang ada, pristiwa ini tak layak diperkarakan,” kata pengacara terdakwa, Kurniadi. 

Justru kata dia, seharusnya pelapor yang dijadikan tersangka karena perbuatannya yang membangun tembok yang sudah jelas diatas lahan bukan miliknya, serta berimplikasi menghilangkan hak terlapor dalam akses jalan keluar masuk rumah.

“Kalau kita jadi pak Iski Junaidi, kan pilihannnya cuma dua, membongkar rumah atau membobol atap,” tegasnya.

Oleh sebab itu, fakta hukum tersebut akan dirinya sampaikan ke Majelis Hakim dalam persidangan.

“Apakah perkara layak atau tidak, Hakim yang memutuskan. Kalau saya maunya bebas, karena faktanya memang begitu (tak layak diproses.red),” ujarnya.

Lebih lanjut, Kurniadi menegaskan, proses hukum tersebut sudah keliru sejak awal, yakni di Kepolisian, dia bilang, bagaimana mungkin polisi tidak memperhatikan perkata itu layak diajukan ke Kejaksaan atau tidak.

“Ya, minimalnya ini sengketa Perdata, karena masalah hak tanah, bukan urusan polisi, atau paling tidak menunggu putusan pengadilan,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Baca juga:

Tanahnya Diserobot Orang, Eh Kok Malah Jadi Tersangka…
Penegak Hukum di Sumenep Diduga Lakukan Kriminalisasi, Ini Deretan Kejanggalannya…
Kades Pamolokan Bakal Laporkan Instansi Penegak Hukum di Sumenep ke KY dan Kompolnas

DPRD Pamekasan Sidak Pelaksanaan UNBK

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Selasa (4/4/2017) pagi.

Rombongan dari Komisi IV DPRD Pamekasan itu, dimulai dari SMKN 1, lalu ke SMKN 3 dan terakhir SMKN 2. Setelah itu, ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) di Jalan Raya Proppo.

“Kami hanya ingin memastikan bahwa pelaksanaan UNBK di Pamekasan berjalan lancar,” kata ketua Komisi IV Mohammad Sahur Abadi.

Menurut mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu, kedatangannya karena ada keluhan di beberapa sekolah yang mengalami kendala listrik.

“Ini kan sifatnya online maka yang harus tersedia adalah pasokan listrik,” tambah Sahur.

Hasil temuannya di beberapa sekolah sudah menyediakan mesin pembangkit listrik, sehingga tidak perlu dikhawarirkan.

“Semua sekolah menyediakan genset untuk ketersediaan listrik,” tutup Sahur.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Inilah 12 Pemenang PWI Pamekasan Award 2017

0

Pamekasan, 4/4 (Media Madura) – Malam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (3/4/2017) malam, selesai sudah.

Dalam acara itu, PWI Pamekasan memberikan dua belas penghargaan kategori berbeda dalam PWI PAMEKASAN AWARD 2017 di Pendopo Agung Ronggosukowati setempat.

Berikut nominator PWI Award Kabupaten Pamekasan 2017:

1. Katagori Lembaga Pemerintah Respon Cepat Informasi Wartawan : BPBD Kabupaten Pamekasan.

2. Katagori Lembaga Pemerintah Informan Cepat Kepada Wartawan : Kodim 0826 Pamekasan

3. Katagori Lembaga Pemerintah Paling Komunikatif: Polres Pamekasan

4. Katagori Pengabdi Terdidik Membangun Desa: Desa Potoan Daya Kecamatan Palengaan

5. Katagori Desa Dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik: Desa Waru Barat Kecamatan Waru.

6. Katagori Desa Terinovatif Meningkatkan Perekonomian Desa : Desa Bajang Kecamatan Pakong

7. Katagori Perusahaan Olahraga Penggerak Ekonomi Pamekasan : Madura United FC.

8. Katagori Perusahaan Pelopor Jasa Layanan Profesional Berjejaring Nasional : Front One Hotel

9. Katagori perusahaan pelopor jasa hiburan keluarga : Edu Wisata Selamat Pagi Madura.

10. Katagori Organisasi Olahraga Penggerak Ekonomi Pamekasan: Ikatan Motor Pamekasan

11. Katagori Perusahaan Media Peduli Aksi Sosial : Karimata FC

12. Katagori Lembaga Pendidikan Teraktif Mengenalkan Pamekasan Melalui Prestasi Akademik : MTsN Sumber Bungur Kecamatan Pakong.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi