Beranda blog Halaman 1009

Harlah PMII ke-57, Ini Pesan Ketua Alumni dan Ketua NU

0

Pamekasan, 18/4 (Media Madura) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Kabupaten Pamekasan, menggelar resepsi hari lahir (Harlah) ke-57 organisasi mahasiswa tersebut, yang digelar di gedung serba guna. Senin (17/04/2017) malam.

Dalam kesempatan tersebut, ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan Dr Atiqullah berpesan, agar seluruh kadernya tetap berjalan sesuai dengan ajaran Islam dan tetap menjaga keutuhan NKRI serta berjalan sesuai nilai-nilai Ahlussunnah Waljama’ah.

“Memasuki usia ke-57 ini saya berharap PMII terus konsisten di jalur perjuangan Islam, perjuangan Ahlussunnah Waljamaah dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” katanya dalam acara tersebut.

Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan ini juga berharap, seluruh kader PMII selalu menjaga tradisi intelektual demi memajukan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini.

Ketua Cabang Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kabuparen Pamekasan,
KH. Taufik Hasyim juga berharap hal yang sama terhadap PMII di hari ulang tahunnya ini.

Diharapkan, organisasi kemahasiswaan yang lahir di Surabaya ini tetap konsisten menjaga nilai-nilai Aswaja dan terus menjaga tradisi Nahdlatul Ulama dan menjaga NKRI.

“PMII harus menjadi kepanjangan tangan NU dalam menyebarkan Islam yang santun dan menolak radikalisme,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini Indonesia mulai terjadi perpecahan dan disintegrasi bangsa bahkan ada pihak-pihak yang menginginkan NKRI terpecah belah.

“PMII harus menjadi benteng penguat ideologi Pancasila dari segala bentuk ancaman serta disintegrasi bangsa,” tegasnya dalam acara yang dihadiri ribuan kader PMII dan sejumlah tokoh penting Pamekasan ini.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Kemenangan Madura United Bikin Gomes Girang, Ini Kalimat Pujiannya

0

Pamekasan, 16/4 (Media Madura) – Sukses menghempaskan Bali United dengan skor 2-0, membuat Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera memuji performa anak-anak asuhnya. Selain itu, bersyukur atas raihan tiga poin.

“Semua pemain berjuang untuk menangkan pertandingan. Dan, itu sangat luar biasa,” katanya usai pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pemilingan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (16/4/2017).

Raihan tiga poin tersebut mengantarkan Laskar Sape Kerrab ke papan atas klasemen sementara Liga 1 2017.

Gomes mengungkapkan poin penting di balik keberhasilan timmya menumbangkan tim Serdadu Tridatu. Secara khusus, Gomes memuji kinerja pemain lokal dan pemain mudanya.

Meladeni Irfan Bachdim cs, Gomes memang menurunkan mayoritas pemain lokal. Utamanya, di babak pertama. Cuma, Fabiano Beltrame pemain asing yang dipasang sebagai starter.

“Mereka menjawab dengan baik. Mereka bermain disiplin, mendengar arahan pelatih, dan tetap menjaga kekompakan. Baru di babak kedua, kita masuk dengan pemain yang punya kualitas, sehingga permainan lebih berwarna,” ungkapnya.

Selain itu, Gomes juga melontarkan pujian terhadap performa marquee player-nya, Peter Odemwingie yang menyumbangkan satu gol pada debut pertamanya bersama Madura United.

“Dia sangat cocok berada di tim Madura United,” tegas pelatih asal Brasil ini.

Sementara itu, Pelatih Bali United, Hans Peter Schaller mengakui kekalahan timnya dari Madura United. Menurutnya, kualitas pemainnya masih kalah dengan kualitas pemain yang ditukangi Gomes.

“Saya ucapkan selamat kepada Madura United,” Hans Peter menandaskan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ini Komentar Odemwingie Usai Cetak Gol ke Gawang Bali United

0

Pamekasan, 16/4 (Media Madura) – Debut manis dilalui Peter Osaze Odemwingie sebagai marquee player Madura United.

Pria asal Nigeria itu mencetak gol lewat eksekusi penalti guna melengkapi kemenangan atas Bali United pada pekan pertama Liga 1, Minggu (16/4/2017).

Kondisi ini menandakan bahwa Laskar Sape Kerrab tidak sia-sia merogoh kocek cukup dalam untuk memboyong mantan pemain Stoke City itu ke Pulau Garam.

Odemwingie tidak langsung bermain sebagai starter. Dia baru dimasukkan pelatih Gomes De Oliviera di babak kedua menggantikan Guy Junior. Gol Odemwingie tercipta melalui titik putih di menit ke-74.

Winger Madura United, Bayu Gatra juga berhasil mencatatkan namannya di papan skor, pada pertandingan yang bergulir di Stadion Gelora Ratu Pemelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Setelah pertandingan, Odemwingie tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya. Perasaan luar biasa tentu dirasakan Odemwingie. Gol yang dicetaknya mengantarkan kemenangan dua gol tanpa balas atas Bali United.

“Saya sangat bahagia bisa mencetak gol untuk Madura United di pertandingan ini. Meskipun lewat eksekusi penalti,” kata Odemwingie, Minggu (16/4/2017).

Odemwingie tak lupa mengapresiasi rekan setimnya karena banyak membantunya untuk cepat adaptasi. Juga memuji kerja keras rekan setimnya untuk memenangkan pertandingan.

“Mereka bermain sangat keras. Jujur saya terkesan dengan teman-teman di tim ini,” imbuhnya.

Dari tribun, suporter mengelu-elukan nama Odemwingie. Bahkan, sebanyak 6 ribu lebih penonton yang memadati stadion milik Pemkab Pamekasan itu serentak menyayikan lagu “Selamat Datang Odemwingie”.

“Fantastis melihat suporter disini. Mereka tanpa henti bernyanyi dan memberikan dukungan kepada pemain,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Odemwingie Cetak Gol, Madura United Kalahkan Bali United

0

Pamekasan, 16/4 (Media Madura) – Madura United berhasil mengalahkan Bali United dua gol tanpa balas di pekan pertama Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (16/4/2017) sore.

Marquee player Laskar Sape Kerrab, Peter Odemwingie menyumbangkan satu gol dalam debut pertamanya di laga ini. Sementara satu gol dikemas Bayu Gatra. Kemenangan ini membuat Madura United meraih tiga poin.

Bertanding di depan pendukungnya sekitar 6 ribu lebih, Madura United bermain menyerang sejak awal. Mereka melepaskan beberapa peluang berbahaya namun belum terjadi gol.

Madura United mendapat kesempatan mencetak gol lebih dulu. Hanya saja, Guy Junior tidak bisa menyelesaikan peluang menjadi gol. Bola hasil tandukkannya masih menyamping tipis dari gawang Bali United.

Bali United bukan tanpa ancaman, skema serangan balik yang diterapkan sejak menit awal nyaris merobek gawang Madura United. Sama, sepakan Irfan Bachdim menyamping tipis di sisi kanan gawang Madura United.

Upaya Madura United untuk mencetak gol akhirnya berbuah manis. Bayu Gatra berhasil membawa Madura United unggul sementara atas Bali United, lewat gol yang dicetaknya di menit ke-31. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Madura United kembali memberikan tekanan yang berbahaya kepada Serdadu Tridatu-julukan-Bali United, lewat Guy Junior. Tapi lagi-lagi belum menambah keunggulan bagi tuan rumah.

Tertinggal satu gol sejak babak pertama, anak Hans Peter keluar menyerang dan coba memberikan tekanan untuk mengincar gol penyama, namun masih gagal. Lini belakang Madura United mampu menghalau dengan baik sejumlah serangan Bali United.

Madura United akhirnya menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-74. Tuan rumah mendapat hadiah penalti karena pemain Bali United melakukan handsball. Peter Odemwingie yang mengambil eksekusi tendangan penalti, sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Hingga akhir laga tidak ada tambahan gol tercipta dan tetap bertahan 2-0 untuk kemenangan Madura United.

Susunan pemain:

Madura United – Angga Saputra (PG), Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Fabiano Beltrame, Fachrudi Aryanto, M Rifad Marasambessy (Eriyanto), Rizky Dwi (Redouane Zerzouri), Saldi (Greg Nwokolo), Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra, Guy Junior (Peter Odemwingie)

Pelatih – Gomes De Oliviera

Bali United – I Made Wardana (PG), Abd Rahman, AHN Byungkeon, Hasim Kipuw, I Made Pradana, I Gede Sukadana, Irfan Bachdim, Marcos Flores, Samsul Muhidin Pelu, Sylvando Comvalius, Yabes Roni (Miftahul Hamdi)

Pelatih – Hans Peter Schaller

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bayu Gatra Bawa Madura United Unggul atas Bali United di Babak I

0

Pamekasan, 16/4 (Media Madura) – Madura United unggul sementara atas tamunya Bali United. Skor 1-0 menyudahi laga babak pertama

Bermain di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada pekan pertama Liga 1, Minggu (16/4/2017), Laskar Sape Kerrab langsung menampilkan permainan menyerang. Tak pelak sejumlah peluangtercipta.

Madura United mendapat kesempatan mencetak gol lebih dulu. Hanya saja, Guy Junior tidak bisa menyelesaikan peluang menjadi gol. Bola hasil tandukannya masih menyamping tipis dari gawang Bali United.

Bali United bukan tanpa ancaman, skema serangan balik yang diterapkan sejak menit awal nyaris merobek gawang Madura United. Sama, sepakan Irfan Bachdim menyamping tipis di sisi kanan gawang Madura United.

Upaya Madura United karena tampil dominan sepanjang 30 menit akhirnya berbuah manis. Adalah Bayu Gatra yang membawa Madura United unggul sementara dari Bali United lewat gol yang dicetaknya di menit ke-31. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Susunan pemain:

Madura United – Angga Saputra (PG), Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Fabiano Beltrame, Fachrudi Aryanto, M Rifad Marasambessy, Rizky Dwi, Saldi, Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra, Guy Junior

Pelatih – Gomes De Oliviera

Bali United – I Made Wardana (PG), Abd Rahman, AHN Byungkeon, Hasim Kipuw, I Made Pradana, I Gede Sukadana, Irfan Bachdim, Marcos Flores, Samsul Muhidin Pelu, Sylvando Comvalius, Yabes Roni

Pelatih – Hans Peter Schaller

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Sore Ini Madura United Jamu Bali United, Gomes: Kami Sudah Siap Segalanya

0

Pamekasan, 16/4 (Media Madura) – Madura United akan berhadapan dengan Bali United di pekan pertama Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Minggu (16/4/2017) sore.

Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengatakan timnya siap tampil habis-habisan melawan anak asuh Hans Peter guna mengamankan poin penuh di pertandingan perdana mereka.

“Kita sudah siap segalanya, mental pemain baik. Semua strategi dan taktik sudah kita siapkan dari waktu turnamen di luar,” kata Gomes.

Meski demikian, Laskar Sape Kerrab dalam kondisi kurang baik. Pasalnya, kiper utamanya, Herry Prasetyo diragukan tampil akibat cedera yang dialaminya.

“Sayang sekali dia mengalami cedera. Belum sembuh total, tapi dia sudah kembali berlatih pelan-pelan. Tidak apa-apa kita masih ada kiper yang lain,” ujarnya.

Di satu sisi, Gomes memastikan akan menurunkan marquee player-nya, Peter Odemwingie di pertandingan itu. Duet Greg Nwokolo dan Odemwingie di lini depan timnya masuk dalam rencananya.

Lanjut pelatih asal Brasil ini, pertandingan nanti sore krusial. Di mana anak asuhnya akan tampil di hadapan publik sendiri. Dia menganggap, dukungan suporter akan membuat mereka tampil maksimal memenangkan pertandingan.

“Kita mempunyai motivasi yang besar untuk memenagkan pertandingan pertama. Apalagi main di depan pendukungan kita sendiri yang kita banggakan,” tegas pelatih asal Brasil ini.

Tampil menyerang, adalah strategi Gomes melawan Serdadu Tridatu. Namun, Gomes mewaspadai serangan balik pemain-pemain Bali United.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Launching Tim dan Jersey Persepam MU

0

Pamekasan, 15/4 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii meresmikan atau me launching tim dan jersey Persepam Madura Utama (P-MU), Sabtu (15/4/2017) malam, di Pendopo Ronggosukowati.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii saat sambutan mengatakan, launching tim dan jersey tim berjuluk Laskar Sapeh Ngamok itu itu nengikuti kompetisi Liga 2 yang bakal bergulir pada tanggal 19 April mendatang.

“Mulai hari ini kami resmikan tim dan jersey Persepam Madura Utama untuk Liga 2,” katanya.

Ditambahkan oleh pria yang juga saat ini menjabat Ketua Umum (Ketum) Persepam MU itu, diharapakan tim yang di arsiteki Rudy William Kaltjes itu dapatnnya menjadi juara, sehingga bisa berlaga di level yang lebih tinggi.

“Semoga Persepam juara dan bisa berkompetisi di liga 1 pada tahun 2018 mendatang,” tambah Syafii sambil diiringi tepuk tangan.

Sementara Pelatih Kepala Persepam MU, Rudy William Kaltjes, bertekad membawa tim kebanggaan masyarakat Madura itu berlenggang ke kasta yang lebih tinggi meskipun tidak berstatus juara.

“Saya selaku pelatih, bertekad membawa tim ini bisa masuk Liga 1, tapi kalau ada peluang juara kenapa.?,” ujar pria berdarah Belanda-Madura itu.

Untuk diketahui Persepam MU di Liga 2 menghuni Grup 5.

Berikut daftar Grup 5 di Liga 2 2017.

1. PSIM.
2. Persatu.
3. Persinga Ngawi.
4. Madiun Putra.
5. Persebaya.
6. PSBI Blitar.
7. Persepam MU.
8. Marta Pura FC.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Bali United Optimis Raih Poin Penuh di Kandang Madura United

0

Pamekasan, 15/4 (Media Madura) – Pelatih Bali United, Hans Peter Schaller optimistis timnya bisa meraih poin penuh kala bertandang ke kandang Madura United.

Kedua tim bakal bentrok pada laga perdana Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (16/4/2017) besok.

“Kami sudah melakukan persiapan yang maksimal untuk pertandingan besok. Apalagi semua pemain dalam kondisi prima,” kata Hans Peter saat konfrensi pers sebelum pertandingan di SGRP, Sabtu (15/4/2017) sore.

Hans Peter mengakui Madura United adalah tim kuat dan tidak mudah ditaklukkan. Terlebih mereka akan bermain di hadapan publik sendiri. Baginya, semua pemain layak diwaspadai.

“Madura United adalah tim yang tangguh secara keseluruhan. Jadi tidak ada pemain tertentu yang perlu diwaspadai,. Tapi kami sangat optimis untuk mendapatkan hasil yang positif,” imbuhnya.

Melihat misi dari kedua tim yang ingin sama-sama meraih hasil positif, Hans Peter menilai laga akan berjalan sengit dan menghibur.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Madura dalam Sepak Bola

0

Oleh : Esa Arif As*)

Dalam kurun waktu 7 tahun ini, sepak bola Madura menulis sejarahnya sendiri di percaturan sepak bola nasional, bahkan saat ini klub Madura menjadi salah satu yang diperhitungkan, ditakuti oleh klub besar yang telah malang-melintang di jagad olahraga paling populer sejagad ini.

Sepuluh tahun lalu, siapa yang membayangkan bahwa Madura akan mempunyai klub-klub sepak bola profesional yang diperhitungkan. Siapa yang membayangkan pemain-pemain dengan nama besar baik tingkat nasional maupun internasional mau bermain untuk klub Madura, bertarung, berjuang, berlari tanpa lelah di lapangan untuk membanggakan masyarakat Madura.Tetapi kini masyarakat Madura khususnya pencinta sepak bola bisa membusungkan dada lantaran klubnya mampu sejajar dengan klub-klub beken tanah air semacam Persija, Persib, Sriwijaya, Arema, PSM Makassar dan lainnya.

Barangkali perlu melihat sejenak ke belakang, bagaimana penderitaan sepak bola Madura mulai merangkak hingga sehebat saat ini. Meminjam kalimat Soekarno bapak proklamator dan pendiri bangsa Indonesia, bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

Ketenaran sepak bola kita ini dimulai pada tahun 2011 lalu, di mana Persatuan Sepak Bola Pamekasan (Persepam) untuk pertama kalinya berhasil lolos ke Devisi Utama, yakni kasta kedua kompetisi tertinggi tanah air. Ketua PSSI saat itu KH Kholilurrahman mengajak Achsanul Qosasih yang merupakan pencinta sepak bola untuk mengelola Persepam menjadi klub sepak bola profesional tanpa menggunakan uang negara, sebab saat itu KONI telah mengeluarkan aturan bahwa sepak bola profesional tidak boleh menggunakan APBD. Kedua tokoh tersebut akhirnya bersepakat untuk mendirikan perusahaan dan mengelola Persepam secara profesional di bawah naungan PT. Pojur Madura United dan Persepam berubah nama menjadi Persepam Madura United.

Pada tahun 2013, Klub dengan nama baru ini untuk pertama kalinya memberikan kejutan kepada publik sepak bola nasional, lantaran baru pertama kali lolos ke devisi utama dan tahun berikutnya langsung promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional yakni Indonesia Super Laegue (ISL).

Sayangnya, satu tahun setelah itu yakni tahun 2014, klub yang berjuluk Laskar Sapeh Kerap ini kembali terdegradasi ke devisi utama. Awan hitam mewarnai jagad sepak bola Madura saat itu, lantaran publik Madura begitu bersemangat dan terlalu menggantungkan harapan agar Persepam MU menjadi juara, tetapi kenyataannya justru terdegradasi. Sementara publik Madura belum memahami bahwa kalah dan menang dalam sepak bola adalah hal yang biasa, justru dari situlah drama tercipta.

Penulis keindahan sepak bola yang juga novelis legendaris asal Uruguay, Eduardo Galeano menguraikan, keindahan sepak bola juga terletak pada kemampuannya untuk mengelak dikira, menolak disangka. Ia menyajikan apa yang tidak kita bayangkan. Publik sepak bola Madura saat itu belum paham substansi keindahan sepak bola, yang diinginkan hanyalah menang, menang dan menang, sementara keindahan sepak bola juga berada di sudut yang berbeda.

Buntut dari ketidak dewasaan dan ketidak pahaman dalam mencintai sepak bola itu, pada hari Selasa tanggal 09 Desember tahun 2014, PT Pojur Madura United secara resmi mundur dari pengelolaan Persepam dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Askab PSSI Pamekasan. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh manager PT Pojur Madura United, Achsanul Qasasi kepada ketua Askab PSSI Pamekasan Achmad Syafii, dan pada saat itu juga ditunjuklah manager baru yakni salah satu tokoh Madura MH Said Abdullah di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan. Meskipun demikian, ketiga tokoh tersebut tetap dalam suasana keakraban, berjanji untuk tetap bersama-sama memajukan sepak bola Madura.

Pada perjalanan selanjutnya, manajemen baru ini membuat perusahaan baru dengan nama PT. Jempol Madura Utama dan nama Persepam Madura United (P-MU) berubah menjadi Persepam Madura Utama (P-MU). Saat ini klub yang juga milik Pemkab Pamekasan ini telah mempersiapkan tim dengan matang termasuk mempromosikan pemain lokal Pamekasan guna berlaga pada kompetisi liga 2 tahun 2017 dengan target promosi ke liga 1 tahun 2018 mendatang.

Selanjutnya, pada awal tahun 2016, publik sepak bola Madura dikejutkan dengan kado istimewa lantaran kedatangan klub baru yang bernama Madura United FC, klub ini awalnya merupakan klub Pelita Bandung Raya (PBR) yang merupakan semifinalis kompetisi ISL tahun 2014 dan diakuisisi oleh Achsanul Qosasih pada 10 Januari 2016 dan diganti namanya menjadi Madura United FC. Klub ini akan berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun 2017 ini dengan deretan pemain kelas wahid dengan target juara, sejumlah kejutan telah ditunjukkan klub ini dalam setahun terakhir sehingga menjadi magnet baru, tidak hanya di jagad sepak bola Madura bahkan di Indonesia.

Pada kompetisi elit liga Indonesia tahun ini, Madura tidak hanya diwakili oleh Madura United FC di liga 1 dan Persepam MU di liga 2, tetapi masih ada Perssu Sumenep di liga 2 serta Madura FC di liga 2. Akan ada 4 klub profesional yang mengusung nama Madura dalam liga resmi dibawah naungan PSSI tahun ini.

Madura FC merupakan pendatang baru di Madura yang sebelumnya bernama Persebo dan berganti nama setelah dibeli oleh PT. Sepakbola Madura Bangkit. Klub ini akan menggunakan Stadion Ahmad Yani Sumenep sebagai kandangnya.

Tokoh-tokoh seperti KH Kholilurrahman, Achsanul Qosasih, Achmad Syafii dan MH Said Abdullah, telah meletakkan pondasi dasar sepak bola modern bagi masyarakat Madura, apresiasi dan rasa hormat layak diberikan kepada mereka dan tidak pantas kata-kata sumbang diarahkan kepada salah satunya, sebab mereka telah berbuat sementara kita tidak melakukannya. Mengurusi klub sepak bola profesional tidaklah mudah, tidak hanya mengandalkan kemampuan keuangan yang besar tetapi pengorbanan secara psikologis dan psikis harus dilakukan, dan tentu tujuannya sangat mulya, yakni memulyakan dan memperkenalkan Madura melalui sepak bola.

Tetapi saat ini, di tingkat bawah justru elemen sepak bola mulai diwarnai suasana ketidakharmonisan dengan berbagai kepentingan yang menjadi bagian tidak terpisahkan di panggung si kulit bundar ini, mulai tingkatan pengurus klub, sporter dan elemen lainnya. Kondisi tersebut merupakan hal biasa dalam alur cerita sepak bola, tetapi seharusnya konflik itu terkelola dan energinya diarahkan pada kemajuan sepak bola bukan justru mengarah pada perpecahan.

Keempat klub yang membawa nama Madura tersebut mempunyai tujuan yang sama, untuk memajukan sepak bola Madura, berjuang untuk Madura dan publik Madura, seharusnya kita menjadi bagian tak terpisahkan dalam gerbong perjuangan itu. Jika keempatnya berjuang untuk mengukir sejarah Madura dalam lembaran sepak bola meskipun di kasta kompetisi berbeda, maka rakyat Madura seharusnya berdiri di belakang klub ini untuk memberikan dukungan dan doa, bukan malah tercerai-berai. Untuk apa berkemajuan dalam sepak bola jika kita mendidik generasi selanjutnya dengan perpecahan dan bahkan kehilangan kesantunan, kehilangan cara ber-Madura. Bolehlah kita mengadopsi pengelolaan klub dari Eropa, bolehlah kita meniru startegi bisnis pengelolaan sepak bola dari sana, bolehlah kita berkiblat dalam strategi permainan dari sana, tetapi jangan sampai kita meniru hal-hal yang negatif termasuk perpecahan sporternya. Kelompok sporter boleh bermacam-macam nama tetapi dalam gerbong semangat ber-Madura. Ini Madura Bung, bukan Eropa. Apalagi Madura adalah santri kata Achsanul Qosasih.

Peneliti senior LIPI Prof. Mien A. Rifai, B.Sc., M.Sc., Ph.D dalam bukunya Manusia Madura, menguraikan, manusia Madura telah membuktikan kepada sejarah bahwa ia merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang tahan bantingan zaman. Jika begitu, maka kita sebenarnya satu darah, kita bersaudara, kita tidak terpisah, kita adalah Madura.

*) Penulis adalah Sekjen PWI Pamekasan.

Ratusan Anggota TNI Diterjunkan Bersihkan Aliran Sungai di Pamekasan

0

Pamekasan, 15/4 (Media Madura) – Ratusan anggota TNI dari Kodim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur diterjunkan untuk membersihkan aliran sungai dalam kegiatan pembersihan Lingkungan dan Pemukiman di wilayah itu.

Dalam kegiatan bersama Jajaran Pemkab Pamekasan itu, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto memimpin langsung anggotanya yang melakukan kegiatan sosial tersebut bersama Bupati Pamekasan Achmad Syafii.

Pasi Ops Kodim 0826, Kapten Inf Yainaroh, menuturkan, anggota yang diterjunkan yakni sebanyak 122 anggota yang terdiri dari prajurit yang bertugas di Koramil 01/0826 sebanya15 orang, Koramil 02/0826 sebanyak 10 orang, Koramil 03 sebanyak 11 orang, Koramil 04 sebanyak 10 orang, Koramil 05 sebanyak 10 orang, Koramil 06 sebanyak 16 orang, Koramil 07 sebanyak 6 orang, Koramil 08 sebanyak 7 orang, Koramil 09 sebanyak 7 orang.

“Koramil 10 mengerahkan 6 orang, Koramil 11 sebanyak 7 orang, Koramil 12 sebanyak 3 orang, Pos Kadur 3 orang serta Kelompok TUUDDim 0826 berjumlah 10 orang,” urainya.

Sejumlah titik yang menjadi fokus kebersihan dalam program ini yakni aliran sungai dan jembatan seperti Kali Jombang jalan Trunojoyo, Gledek Gennung Desa Panempan, Kali Semajid Patemon, kluwang kali semajid, sungai sudimampir jalan Diponegoro, sungai Amin Jakfar, sungai Jembatan Baru, sungai Manten, sungai Blimbing Parteker dan sejumlah titik lainnya.

Penulis : Arif
Editor : Zainol