Sampang, 2/6 (Media Madura) – Penyidik Polres Sampang menetapkan delapan pegawai Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang sebagai tersangka dugaan korupsi manipulasi karcis hewan sapi di Pasar Margalela. Meski demikian, delapan pegawai itu statusnya menjadi tersangka tahanan kota atau wajib lapor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang Ajun Komisaris Polisi Hery Kusnanto, mengatakan penetapan tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Pasar Hewan Margalela Jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang, pada Kamis (1/6/2017) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka adalah, Sukandar merupakan kordinator pasar hewan, Munawir, Abu Yamin, Surjanto, Taufik Rochman, Suradi, Fathorrosi, dan Atnawi.

Delapan tersangka itu dikenakan pasal 5 ayat 2 jo pasal 12A Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 sebagimana perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.

“Dari delapan tersangka ini terdapat tiga PNS yaitu Sukandar, Munawir, dan Atnawi. Sisanya ini tenaga honorer. Mereka masih tahanan kota karena tuntutannya dibawah 5 tahun dan penyidik sambil meminta keterangan kebeberapa pihak,” kata Hery saat press release di Mapolres Sampang, Jumat (2/6/2017).

Menurutnya, modus yang digunakan tersangka yakni dengan memanipulasi karcis masuk pasar hewan, sehingga jumlah uang yang diterima tidak sesuai dengan karcis yang terjual. Untuk satu karcis hewan seharga Rp10.000 sesuai aturan Pemkab Sampang.

Target Pasar Margalela per hari ada 750 ekor dengan uang senilai Rp 7.500.000. Namun, adanya praktik dugaan korupsi manipulasi karcis tersebut hanya bisa menyetor sebanyak 116 ekor atau Rp1.160.000.

“Jadi misalkan ada sepuluh hewan sapi yang masuk ke pasar, para pedagang atau pemilik sapi disuruh bayar semua, tapi karcis retribusinya tidak diberikan dan hanya dirobek empat atau lima karcis, belum lagi sapi yang diluar dan tidak ditarik retibusi. Nah untuk sisa lebihnya itu masuk kantong pribadi. Sehingga ini negara dirugikan,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan berupa uang total sebesar Rp 4.695.000 didapatkan dari tersangka Munawir ada Rp 2.875.000 yang berjaga di pintu utara pasar dan tersangka Sukandar Rp 1.820.000 berjaga di pintu selatan. Serta tiga bandel karcis hewan, hingga catatan kertas hewan sapi yang belum dilakukan penarikan retribusi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan