Sampang, 6/6 (Media Madura) – Untuk mendalami kasus dugaan korupsi suap yang menjerat dua pejabat PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dalam operasi tangkap tangan (OTT), polisi memeriksa 7 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengatakan ke-7 bidan PTT diperiksa penyidik sebagai saksi dan korban. Mereka merupakan orang yang berada di lokasi saat dugaan kasus suap itu terjadi.

“Selain mengamankan dua orang PNS Dinkes Sampang, 7 bidan PTT kita periksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi dan korban. Salah satu bidan itu dari Puskesmas Sokobanah,” kata Hery ditemui di ruangannya, Selasa (6/6/2017).

Saat ini, status dua orang PNS Dinkes Sampang itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti yang cukup. Kedua tersangka itu yakni Slamet Riyadi (SR) menjabat Kasubag Umum dan Kepegawaian, dan stafnya Mohammad Atik (MA).

Dalam OTT Tim Satuan Tugas (Satgas) Reskrim Polres Sampang pada Senin (5/6/2017) kemarin sekitar pukul 11.30 WIB di kantor Dinkes Sampang, polisi berhasil menyita barang bukti uang senilai Rp 4.700.000.

Uang suap itu diduga untuk memuluskan pemberkasan bidan PTT yang sebelumnya sudah diangkat CPNS untuk menjadi PNS. Total bidan PTT di Sampang sebanyak 113 orang.

Dari kejadian itu, selain mengamankan barang bukti uang, polisi juga mengamankan berkas bidan PTT ke CPNS, catatan penerima uang, daftar nama bidan PTT se Kabupaten Sampang.

“Per bidan bervariatif, hanya saja waktu OTT ada 7 bidan PTT ini dengan uang total Rp 4,7 juta yang dimasukkan ke dalam amplop,” jelasnya.

“Kita tunggu perkembangan pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain karena masih melihat aliran dana itu,” imbuh Hery.

Ancaman hukuman kedua tersangka dikenakan pasal 5 ayat 2 junto pasal 12 A Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 perubahan UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi dengan hukuman 3 tahun penjara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan