Beranda blog Halaman 963

Intip Gaya Liburan Ismail Bersama Keluarga di Bukit Brukoh

0

Pamekasan, 30/6 (Media Madura) – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Ismail berlibur di Bukit Brukoh. Dia tidak sendiri, politisi Partai Demokrat itu membawa istri dan keempat anaknya, Jumat (30/6/2017).

Ismail, betul-betul memanfaatkan liburan Lebaran Idul Fitri tahun ini untuk bisa bersama keluarga. Rasa penasaran, yang membuat Ismail membawa keluarga berlibur di Bukit Brukoh yang terletak di Desa Bajang, Kecamatan Pakong itu.

Ismail kepada mediamadura.com mengaku takjub dan terhipnotis dengan keindahan alam Bukit Brukoh.

“(Bukit Brukoh) ini sangat menarik, view-nya bagus, udaranya sangat sejuk. Sangat luar biasa Bukit Brukoh ini,” kata Ismail.

Ismail tidak menyangka, Desa Bajang bisa mendatangkan wisatawan yang banyak seperti sekarang ini, karena berangkat dari titik nol atau tanpa modal finansial.

Ismail menambahkan, langkah pemerintah Desa Bajang patut ditiru oleh desa lain, utamanya dalam mengembangkan wisata desa.

“Bukit Brukoh akan jadi destinasi baru di Pamekasan. Jadi sangat positif dan bermanfaat bagi perekonomian desa itu sendiri,” imbuh mantan aktivis PMII ini.

Tak kalah dengan pengunjung lainnya, Ismail dan keluarga mencoba beberapa spot andalan Bukit Brukoh, di antaranya berfoto di batu berbentuk love dan di depan nama bukit. Serta beberapa kali mengabadikan momen menarik lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pengunjung yang telah datang ke Bukit Brokuh. Kepada Pak Ismail yang hari ini berlibur bersama keluarga besarnya di tempat ini juga terima kasih. Suatu kehormatan bagi kami,” kata Kepala Desa Bajang, Moh Mokri.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Orong Ketupat Jadi Peluang Bisnis yang Menguntungkan di Madura

Sumenep, 30/6 (Media Madura) – Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, momentum lebaran kerap berdampak ekonomis bagi masyarakat, tidak terkecuali menjelang Lebaran Ketujuh atau lebaran Ketupat.

Di antara yang berdampak bisnis dan menguntungkan masyarakat adalah kebutuhan orong (bungkus) ketupat, entah orong yang terbuat dari janur atau daun siwalan.

Berbeda dengan daerah lain, Hari Raya Ketupat di Madura memang dirayakan dengan sangat antusias oleh masyarakat, karena dianggap puncak dari lebaran Idul Fitri.

Sesuai namanya, yang paling khas dari lebaran ini tentu adalah ketupat, di mana setiap rumah akan menyiapkan ketupat sebagai makanan utama, biasanya disandingkan dengan opor ayam atau dibuat lontong kecap.

Maka dari itu, setiap menjelang lebaran Ketupat, orong ketupat menjadi hasil kerajinan yang paling diburu, karena kebanyakan orang lebih suka beli jadinya ketimbang membuatnya sendiri.

Berdasarkan bahan dasarnya, ada dua macam orong ketupat, yaitu orong dari janur (daun kelapa) dan orong yang terbuat dari daun siwalan.

Meski orong ketupat memiliki bentuk yang beragam, harganya relatif sama, karena tingkat kesulitan dalam menbuatnya tidak jauh beda.

Hingga H-2, harga orong ketupat daun siwalan di tingkat produsen di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep berada di kisaran Rp 3500 sampai dengan Rp 5000 per 10 biji.

Harga tersebut terbilang menggiurkan karena membuat orong ketupat tidak perlu modal banyak. Membuatnya juga gampang dan sangat singkat, 10 biji hanya dikerjakan sekitar 10 menit.

Selain menguntungkan para produsen, orong ketupat juga nenciptakan lahan bisnis bagi para pengepul dan pedagang. Sesampainya ke pembeli, biasanya harga orong ketupat akan mengalami beberapa kali kenaikan harga.

Sehingga, dampak ekonomis dari bisnis orong ketupat cukup luas. Lebih dari itu, harga orong ketupat diprediksi masih akan terus mengalami kenaikan harga hingga hari lebaran ketupat tiba.
Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Kata AQ, Mayoritas Pemain Madura United U-19 Harus Putra Daerah

0

Pamekasan, 29/6 (Media Madura) – Yusuf Ekodono mendapat tugas pertama dari Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Yusuf Ekodono merupakan Pelatih Madura United U-19.

Yusuf Ekodono akan menangani skuad Laskar Sape Kerrab Ngodeh di kompetisi Liga 1 U-19, yang rencananya bergulir pada 8 Juli mendatang. Seleksi pemain pun sedang dilakukan Yusuf Ekodono.

“Tugas Yusuf Ekodono dalam mempersiapkan tim Madura United U-19 sangat besar. Dia harus memastikan bahwa mayoritas pemain dari 22 pemain adalah putra daerah Madura. Tidak ada tawaran untuk itu,” ucapnya.

Selain itu, Yusuf Ekodono harus mampu melahirkan pemain-pamain putra daerah Madura yang nantinya bisa berkontribusi untuk Madura United di tahun 2018 mendatang.

“Harapan warga Madura besar, sama besarnya dengan pencapaian Madura United saat ini,” tegas AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi.

Di Madura United U-19, Yusuf Ekodono mempunyai tugas ganda. Selain sebagai pelatih, juga berperan sebagai manajer tim. AQ mengaku, hingga kini pihaknya belum menemukan sosok yang tepat untuk mengisi jabatan kosong itu.

“Yusuf harus mampu bertugas sebagai pelatih sekaligus manajer tim. Setelah dari U-19 selanjutnya akan bertugas di Madura United akademi,” tutup AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pemuda Ini Nyaris Dimassa Warga karena Masuk ke Pekarangan Rumah Orang

0

Sumenep, 29/6 (Media Madura) – Seorang pemuda inisial IM (19), warga Dusun Palalangan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dikepung warga.

Bahkan, pemuda putus sekolah ini nyaris dihakimi massa lantaran masuk ke pekarangan rumah milik Arif (42), di Dusun Loji, Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Rabu (28/6/2017) sore.

Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kabag Humas, AKP Suwardi menceritakan, sekitar pukul 11.00 WIB, IM bersama 3 orang temannya yakni Ari, Taufik, dan Dimas berangkat dari rumahnya menggunakan motor dengan tujuan tempat wisata Kirmata di Desa Saronggi.

Sesampainya di simpang tiga Desa Kambingan Barat, Kecamatan Leste, IM mengaku terpisah dari rombongan dan sempat dihubungi via handphone, namun tidak tersambung.

“Lalu IM diketahui memasuki pekarangan rumah milik Arif, karena mencurigakan, dia dikepung dan hampir dihakimi warga,” ujar Suwardi.

Beruntung, saat bersamaan, Kanit Reskrim Aiptu Heri Budiono bersama satu anggota sedang melaksanakan patroli dan melintas di wilayah tersebut.

“Sehingga IM berikut kendaraannya sepeda motor merek Honda warna merah Nopol M 2734 W dapat segera diamankan ke Mapolsek Bluto,” imbuhnya.

Di Mapolsek, IM diperiksa petugas, begitupun dengan pemilik rumah. Setelah dilakukan mediasi dengan masing-masing pihak keluarga, kedua belah pihak bersepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan, dengan disaksikan Kades Errabu dan Kades Karduluk.

“Tapi ini menjadi pelajaran bagi setiap warga, agar tidak sembarangan memasuki pekarangan rumah orang, apalagi rumah dalam keadaan kosong,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Libur Lebaran, Wisata Pantai Sembilan Sukses Sedot Ribuan Pengunjung

0

Sumenep, 29/6 (Media Madura) – Pantai Sembilan kini menjelma jadi destinasi baru yang banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar Madura, sebut saja dari Kota Malang, Bandung bahkan Jakarta.

Pantai sembilan yang berlokasi di Desa Bringsang, Kecamatan/ Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini memang sudah tidak diragukan lagi keindahannya.

Di samping pantai yang berbentuk menyerupai angka 9, keindahan pasir dan alir laut yang bersih juga menjadi daya tarik tersendiri dari tempat wisata yang dikelola BUMDes ini.

Berdasarkan data yang diperoleh mediamadura.com, sejak H+1 lebaran, pengunjung yang datang dalam setiap harinya tidak kurang dari 2000 orang dari berbagai daerah.

Angka tersebut jauh di atas prediksi pengelola, karena Pantai Sembilan merupakan destinasi wisata yang masih terbilang baru dikenalkan, mungkin hanya dua tahun terakhir ini.

“Alhamdulillah, para pelancong yang kesini pasca Lebaran ini kami catat sudah lebih dari dua ribu orang dalam sehari,” tutur Kades Bringsang, Sutlan, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, mereka yang datang rata-rata mengaku mengetahui tentang Pantai Sembilan dari unggahan foto yang sudah lebih dulu berkunjung di media sosial dan informasi dari media-media online.

“Mereka mengaku penasaran, kemudian datang sendiri. Rata-rata mereka datang secara berombongan atau sekeluarga. Sebagian besar, mereka datang untuk bermalam,” ujarnya.

Kades yang dikenal ramah dan ulet dalam mempromosikan Pantai Sembilan ini juga mengatakan, jika melihat antusiasme wisatawan sejauh ini, jumlah pengujung diperkirakan masih akan terus melonjak hingga Lebaran Ketupat nanti.

“Saya sendiri mempresiksi pengunjung masih akan terus bertambah, karena puncak libur lebaran masih beberapa hari lagi,” pungkasnya.

Pengelolaan Pantai Sembilan sebagai destinasi wisata baru di Sumenep memang patut diacungi jempol, meski baru diperkenalkan dan dikelola pemerintah desa, tapi sudah mampu menyedot banyak wisatawan.

Tidak hanya itu, jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin Pantai Sembilan akan menenggelamkan nama-nama objek wisata lainnya yang lebih dulu dikenal, meski berstatus andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), seperti Pantai Lombang dan Pantai Slopeng.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Kecelakaan Motor di Sumenep, Satu Orang Tewas

0

Sumenep, 29/6 (Media Madura) – Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan dua motor terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (29/6/2017) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Yaitu antara sepeda motor Honda Supra Nopol B 4281 BX milik Fahrul Aidi (15), warga Dusun Telentean, Desa Longos dengan Yamaha Jupiter Nopol M 2717 GC yang dikendarai Moh Imamuddin (17), warga Dusun Laok Lorong, Desa Andulang.

“TKPnya tepat di Jalan DPU Desa Andulang Kecamatan Gapura KM 15,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Akibat dari kecelakaan tersebut, pengendara Honda Supra atas nama Fahrul Aidi meninggal dunia saat dilarikan ke Puskesmas setempat, sedangkan dua motor mengalami rusak parah.

Suwardi menuturkan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Jupiter melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Di belakangnya, juga melaju sepeda motor Honda Supra.

Diduga, pengendara Yamaha Jupiter berbelok menyeberang ke kanan tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang, sehingga tabrakan dengan motor Honda Supra tidak dapat dihindarkan.

“Hantaman keras dari belakang membuat masing-masing pengendara terpental, akhirnya satu nyawa tidak dapat diselamatkan,” tandas Suwardi.

Peristiwa tersebut kini tengah ditangani petugas Laka Lantas Polres Sumenep. Dari olah TKP sementara, selain melayangkan satu nyawa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 juta.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Presiden Madura United Berang, Sikapi Penangguhan Regulasi Pemain U-23 oleh PT LIB

0

Pamekasan, 29/6 (Media Madura) – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi atau AQ berang dengan sikap semena-mena PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1. Lantaran PT LIB membuat keputusan mendadak dengan menangguhkan regulasi pemain U-23.

Keputusan itu disampaikan PT LIB kepada manajemen Madura United hari ini, Kamis (29/6/2017), melalui surat bernomor 155/LIB/VI/2017. Isinya, bahwa implementasi regulasi pemain U-23 akan ditangguhkan mulai 3 Juli hingga 30 Agustus. Sementara regulasi itu akan kembali diberlakukan pada 1 September 2017.

Dalam surat tersebut juga menjelaskan, berubahnya jumlah pergantian pemain menjadi 3 kali pergantian dan jumlah pemain cadangan menjadi 7 pemain cadangan yang duduk di bench.

“Enak sekali ya merubah peraturan kompetisi. Boleh diubah kapan saja. Terus untuk apa klub mengontrak 27 pemain?. Mubazir,” kata AQ kepada media usai menerima surat dari PT LIB, Kamis (29/6/2017).

Selain itu, AQ menegaskan, keputusan PT LIB menangguhkan regulasi pemain U-23 tidak masuk akal jika hanya beralasan persiapan timnas SEA Games 2017 dan AFC U-23. Dia curiga, keputusan ini ditunggangi kepentingan segelintir klub peserta Liga 1 yang mempunyai kedekatan khusus dengan operator kompetisi.

“Atau jangan-jangan karena klub milik mereka pemainnya sedang dipakai timnas U-22,” ungkapnya.

Padahal, jelas AQ, aturannya sudah jelas jika ada pemain yang dipanggil timnas. “Pasal 31 mengatur jelas tentang pemain jika dipanggil timnas dan secara spesifik di ayat 4,” kata AQ lagi.

Pasal 31 ayat 4 menjelaskan bahwa klub diperbolehkan melakukan pendaftaran pemain di luar kuota jika terdapat pemain yang dipanggil Timnas. Jumlah pemain yang dapat didaftarkan harus sama dengan jumlah pemain yang dipanggil tim nasional.

“Ada pengaturan jika pemainnya dipanggil timnas. Apalagi regulasinya kan sudah disahkan sejak awal,” ujarnya.

Di satu sisi, adanya regulasi itu banyak klub sudah membuang pemain di atas usia 22 tahun dan diganti dengan pemain muda. Nyatanya, menurut AQ, pemain di usia tersebut masih potensial.

“Sekarang diubah lagi dengan hanya selembar surat tanpa diskusi dengan klub. (Liga) Tarkam saja tidak seperti ini,” sesal AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Agendakan Safari Ramadan di 13 Kecamatan

0

Pamekasan, 29/6 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii mengagendakan Safari Ramadan di 13 kecamatan di wilayah itu dalam rangka bulan suci Ramadan 1438 Hijriah.

Agenda keliling kecamatan itu terjadwal akan dimulai pada Senin 29 Mei sampai Kamis 8 Juni 2017.

Menurut Syafii, dalam pelaksanaan itu dirinya akan bertatapan langsung dengan warganya, sehingga persoalan yang terjadi di masyarakat bisa tersampaikan secara langsung.

“Kegiatan itu sudah terjadwal, selain buka puasa dan salat tarawih bersama, juga berdiskusi dengan warga tentang keadaan yang terjadi di bawah,” katanya, Senin (29/6/2017).

Selain itu, tambah mantan Anggota DPR RI itu, program tersebut merupakan program tahunan, pada kegiatan tersebut dirinya akan menyerahkan sejumlah bantuan.

“Nanti kegiatan ini diikuti oleh seluruh stake holder sehingga keluhan warga bisa langsung terjawab,” tambah Syafii.

“Jadi setiap keluhan bisa langsung ditanggapi, kalau persoalan hukum dijawab oleh pihak kepolisian yaitu Polres Pamekasan, bencana ada BPBD pendidikan ada Diknas dan Kemenag,’ sambung Syafii.

Adapun jadwalnya, hari pertama, kegiatan itu akan dimulai dari kecamatan paling utara yakni Kecamatan Batumarmar dan Pasean, hari kedua kecamatan Waru dan Pakong, setelah itu di hari ketiga kecamatan Pegantenan dan Palengaan.

Hari keempat bergeser ke daerah tengah yakni Kecamatan Kadur dan Larangan, hari kelima Kecamatan Galis dan Pademawu, hari keenam diwilayah perkotaan yakni Kecamatan Kota dan Tlanakan sementara dihari terahir diwilayah Barat yakni Kecamatan Proppo.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Gomes Minta Pemain Madura United Fokus ke Bornoe FC

0

Pamekasan, 28/6 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera meminta anak-anak asuhnya untuk fokus pada pertandingan pekan ke-12, melawan tuan rumah Bornoe FC, 4 Juli mendatang.

Pelatih asal Brasil ini, sudah terlihat memimpin langsung latihan pertama Laskar Sape Kerrab di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (28/6/2017) sore. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan sudah kembali ke mess pemain usai sepekan menjalani libur Lebaran Idul Fitri.

“Ini program normal karena pemain jalani libur panjang. Tes kebugaran juga untuk mempersiapkan program latihan selanjutnya, karena kita harus segera fokus untuk pertandingan tanggal 4 (Juli),” kata Gomes.

Gomes memasang target menang melawan Bornoe FC sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, guna menggudeta kembali PSM Makassar dari puncak klasemen.

Apalagi, target sebagai juara paruh musim 2017 Liga 1 sudah dipasang Madura United sebelum jeda liburan Lebaran.

“Kita (akan) manfaatkan dengan baik sisa waktu yang ada,” pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bukti Desa Lebih Serius Kelola Objek Wisata Dibanding Pemerintah

0

Pamekasan, 28/6 (Media Madura) – Dibanding pemerintah kabupaten, desa lebih serius dalam mengelola objek wisata. Wisata Bukit Brukoh buktinya.

Objek wisata ini terletak di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Dikelola dengan baik oleh pemerintah Desa Bajang, sehingga menjadi milik desa. Sekarang destinasi wisata ini jadi jujukan wisatawan.

Bukit Brukoh bukan satu-satunya objek wisata di bumi Gerbang Salam-julukan-Kabupaten Pamekasan.

Pantai Jumiang di Kecamatan Pademawu, pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan, dan wisata Api Tak Kunjung Padam di Kecamatan Tlanakan merupakan sederet destinasi wisata di Pamekasan dan dikenal publik luas.

Di antara tiga objek wisata ini dikelola Pemkab Pamekasan, salah satunya pantai Talang Siring. Miliaran rupiah sudah digelontorkan untuk pengelolaan pantai, namun realisasinya di lapangan jauh dari harapan. Banyak fasilitas penunjang objek wisata ini dikeluhkan pengunjung.

Dari segi pengunjung, objek wisata yang terletak di Desa Montok itu pun bisa dihitung dengan jari. Alih-alih untuk mendongkrak minat pengunjung, Pemkab Pamekasan mambangun wahana tambahan, yakni taman air mancur. Pembangunan taman air mancur menelan anggaran hingga Rp 800 juta lebih di tahun 2016 lalu.

Tak pelak, keberadaan pantai Talang Siring kerap mendapat sorotan, baik dari aktivis hingga anggota DPRD setempat.

Kondisi ini, sangat jauh dibanding dengan keberadaan wisata Bukit Brukoh. Komitmen pemerintahan Desa Bajang untuk menjadikan Bukit Brukoh wisata unggulan tak perlu diragukan lagi.

Bukit Brukoh dulunya dipenuhi semak-semak dan tak terawat, namun kini menjelma menjadi perbukitan yang dipenuhi dengan spot-spot menarik, karena dikembangkan dengan baik.

Keindahan alam jadi andalan utama Bukit Brukoh. Semakin indah dengan bentangan persawahan, terlihat hijau sejauh mata memandang. Beberapa wahana juga menjadi daya tarik wisatawan berkunjung. Di antaranya, batu besar berbentuk “Love”, serta nama Bukit Brukoh yang sengaja didesain mewah, agar menjadi spot berselfie para pengunjung.

Rencananya, pemerintah Desa Bajang masih akan menambah fasilitas atau wahana Bukit Brukoh, guna mendongkrak minat pengunjung. Membangun sejumlah rumah pohon dan wisata kuliner menjadi rencana selanjutnya pihak desa.

“Kami terus berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk pengunjung wisata ini, dengan menambah beberapa lagi wahana-wahana, seperti rumah pohon. Dan, Wisata kuliner rencananya akan dibangun di bawah sebelum pintu masuk Bukit Brukoh,” kata Kepala Desa Bajang, Moh Mokri kepada mediamadura.com.

Objek wisata di Pamekasan, tidak hanya dikelola pemerintah dan desa. Terdapat pula objek wisata yang dikelola secara pribadi. Seperti wisata Selamat Pagi Madura (SPM). Objek wisata ini berlokasi di Larangan Daya, Kecamatan Pademawu. Yang terkenal di SPM ini adalah “Bukit Cinta”.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi