Sampang, 13/7 (Media Madura) – Keluarga Ainur Rofiq (18), pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka menganggap pihak rumah sakit telah menelantarkan pasien hingga meninggal dunia.

Keluarga pasien menggebrak meja di ruangan perawat IGD. Petugas medis pun menjadi sasaran kemarahan. Situasi riuh pun semakain pecah, ketika nyawa Ainur tak bisa diselamatkan oleh tim medis.

Menurut Alan Kaisan (35), keluarga pasien Ainur Rofiq, menceritakan kemarahannya berawal ketika Ainur yang tinggal di Dusun Lenteng, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, kritis akibat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kedungdung. Ainur dibawa ke RSUD Sampang pada Kamis (13/7/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Setibanya di rumah sakit plat merah itu, kata Alan, pasien didiagnosa mengalami gagar otak ringan dan harus dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, hingga siang hari pukul 12.00 WIB pihak rumah sakit seakan menelantarkan Ainur. Hanya diberi infus dan tidak segera diberikan oksigen sebagai alat bantu pernapasan.

“Pasien harus dirujuk ke Surabaya, tapi justru alat bantu pernapasannya tidak segera diberikan dengan seribu alasan tim medis. Sampai siang pun dalam keadaan darurat hingga pasien kritis, tetap dibiarkan,” ujar Alan.

Pasien meninggal akibat kecelakaan tunggal

Alan menyesalkan sikap rumah sakit yang tidak maksimal melayani pasien dalam keadaan apapun. Terlebih keberadaan tim medis baik perawat yang masih magang maupun dokter sangat kurang sigap menangani pasien.

“Masak ada alasan tim medis bahwa alat pernapasan harus diambil di gudang belakang, ketika langsung dilaporkan ke Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah baru dilayani, dokter ahlinya juga tidak standby dan bilang masih sibuk operasi pasien. Keluarga pasien mau jemput dokternya malah tidak mau,” kesalnya.

Hingga kini tak ada satupun keterangan dari tim medis di ruang IGD. Sejumlah awak media sempat mendatangi ruang pimpinan RSUD di lantai II. “Semua sudah pulang Mas,” terang petugas Satpam.

Sementara saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah menyarankan agar meminta keterangan kepada dr Yuliono selaku Humas.

“Langsung ke Yuliono saja ya, saya masih di luar soalnya,” singkatnya.

Namun sayangnya, Humas RSUD Sampang dr Yuliono tak bisa dihubungi karena nomor yang biasa digunakan bernada sedang sibuk.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan