Beranda blog Halaman 19

Hj. Ansari : Sinergi Stakeholder Penting untuk Wujudkan Jaminan Produk Halal

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, mengajak seluruh stakeholder baik legislatif, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama (Kemenag), para pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat luas untuk bersinergi, bersama mewujudkan jaminan produk halal.

Dikatakan, pemerintah telah mendorong agar setiap produk yang diperdagangkan dan beredar luas di tengah-tengah masyarakat Indonesia wajib bersertifikat halal.

Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) Pasal 4, bahwa setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Bahkan juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang kewajiban sertifikasi halal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan membebaskan biaya sertifikasi, serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan JPH, termasuk Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), yaitu sistem terintegrasi yang disusun untuk menjaga kehalalan produk secara terus-menerus.

“Sinergi seluruh stakeholder sangat penting dalam mewujudkan program jaminan produk halal sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023,” katanya. Senin (22/9/2025) siang.

Legislator perempuan asal Madura ini menegaskan pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku usaha agar setiap produk yang dipasarkan bersertifikat halal, sehingga perlu penyadaran kepada seluruh pelaku usaha khususnya UMKM.

Apalagi, kata dia, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga mempunyai tanggung jawab besar untuk memastikan stiap produk yang beredar di masyarakat bersertifikasi halal.

“Selain menjadi anjuran dalam agama (Islam), sertifikasi halal ini sangat penting karena menyangkut aspek kesehatan masyarakat, termasuk juga perlindungan bagi konsumen, sekaligus sebagai upaya menaikkan daya saing produk UMKM Madura di pasar nasional maupun global,” urainya.

“Kami memiliki peran strategis dalam membentuk regulasi, mengawasi pelaksanaan, serta mengalokasikan anggaran untuk mendukung percepatan program ini,” tegasnya.

Ditegaskan, sinergi sangatlah penting agar seluruh pihak ikut bertanggung jawab mensosialisasikan pentingnya sertifikasi produk halal kepada pelaku usaha, UMKM dan masyarakat luas.(Ist/Rls)

Momen Haru, Achsanul Qosasi Tepuk Pundak Balotelli Usai Madura United Kalah Telak: Jangan Hilang Semangat

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kekalahan telak Madura United dari Malut United menjadi pukulan berat bagi skuad Laskar Sape Kerrab. Namun, di balik kekecewaan itu, muncul momen haru saat Presiden Klub, Prof. Achsanul Qosas, langsung turun tangan memberi dukungan moral kepada para pemainnya.

Bertandang ke markas Malut United, Madura United kalah dengan skor 4-1 pada laga pekan ke-5 Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat (19/9/2025) malam. Gawang Madura United menjadi sarang gol tim tuan rumah yang hanya bermain dengan 10 pemain setelah Balotelli diganjar kartu merah pada menit ke-57.

Padahal, di babak pertama, kedua tim sempat bermain sama kuat 1-1. Malut United lebih dulu unggul lewat gol Ciro Alves di menit ke-11, sebelum Jordy Wehrmann menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Namun, di babak kedua, Madura United kehilangan fokus hingga harus kebobolan tiga gol tambahan.

Usai laga, AQ yang terbang langsung dari Jakarta menyambut kedatangan tim di Bandara Juanda. Salah satu momen menyentuh terlihat ketika ia menepuk pundak striker andalannya, João Pereira Albertine alias Balotelli, sembari menyampaikan pesan penguat.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah menyiapkan mental bertanding berikutnya. Tak ada yang salah dengan skema, hanya saja kita tak bisa menurunkan formasi ideal karena beberapa pemain dilanda cedera,” ujar AQ.

Ia menegaskan bahwa Madura United sejatinya tampil cukup baik di babak pertama. Namun, kekurangan jumlah pemain membuat fokus terpecah dan rasa percaya diri menurun. Meski begitu, AQ menegaskan agar seluruh pemain tidak larut dalam kekecewaan.

“Apapun yang terjadi di lapangan, kalian tak boleh kehilangan semangat. Setiap pertandingan memiliki pengadil dengan cara khas tersendiri,” ucapnya penuh keyakinan.

Pesan penuh semangat dari sang presiden pun menjadi penyejuk di tengah kekecewaan para pemain dan suporter. Tetap semangat ya Mad,” pungkas Achsanul Qosasi. (Znl/Arif)

Gelar Maulid Nabi, Hj. Ansari : Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim VIII Madura, Hj. Ansari menggelar Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriyah, dengan harapan memperkuat ukhuwah Islamiah dan Wathaniah. Jumat (19/09/2025).

Hj. Ansari mengatakan, kegiatan maulid Nabi merupakan wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad Saw. Selain itu maulid sebagai doa agar mendapatkan syafaat dari rasulullah dan bisa menjadi momentun untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah.

“Semoga momentum pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad Saw ini bisa mempererat Ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah kita sebagai bangsa Indonesia,” urainya.

Dikatakan, selain menggelar maulid Nabi Muhammad Saw, pihaknya juga menggelar rangkaian kegiatan, mulai khotmil Quran, Pembagian sembako dan pertemuan alumni pondok pesantren Al-Amien, Prenduan.

“Semoga kita semua mendapatkan Syafaat dari Rasulullah Muhammad Saw dan diakui sebagai ummatnya, amin,” harapnya.(Rls/Ist)

Kasus Campak di Sampang Meningkat sejak Awal September 2025

0

Sampang, (Medi Madura) – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang mencatat adanya kenaikan pada kasus campak dan rubella di wilayah itu. Sejak awal September 2025 jumlahnya mencapai 653 kasus.

‎”Kasus campak di Sampang ada kenaikan selama periode dua bulan yaitu 220 kasus, pada Agustus sebanyak 433 kasus dan September 653 kasus,” ucap Kepala Dinkes-KB Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, Jumat (19/9/2025).

‎Dia menyebut, kasus campak ditemukan antara lain di wilayah Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong, dan Kecamatan Omben. Di wilayah ini tingkat penularannya paling cepat dibanding wilayah lain di Sampang.

‎Antisipasi penyebarannya meluas, Dinas Kesehatan bersama pemangku wilayah telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB).

‎”Target utama imunisasi massal itu anak berusia 9 bulan sampai 7 tahun, nanti pemberian imunisasi tambahan MR untuk campak dan rubella serentak dilakukan seluruh kecamatan per tanggal 15 September 2025,” ujarnya.

‎Imunisasi tersebut bertujuan agar anak mendapatkan kekebalan tubuh secara optimal terhadap campak dan rubella. Saat ini upaya pemantauan ketat terus dilakukan dengan melibatkan Puskesmas dan fasilitas kesehatan di desa.

‎Kata Dwi Herlinda, peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari camat, lurah, RT/RW, tokoh agama hingga sekolah sangat diperlukan untuk mendukung program imunisasi campak rubella.

‎”Semua harus terlibat untuk memastikan anak-anak kita mendapat imunisasi lengkap agar terbebas terjangkit kasus campak dan rubella serta menekan penyebarannya,” kata dia.

‎Pihaknya juga mengingatkan masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

‎”Cuci sebelum makan dan setelah bepergian dapat mencegah terbebas dari penyakit,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Disdik Sampang Tegaskan Tidak Ada Pungli Jual Beli Seragam Sekolah

0


Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Mohammad Fadeli memastikan tidak ada praktik dugaan pungutan liar jual beli seragam sekolah di lembaga pendidikan. Termasuk tudingan siswa titipan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

‎”Sampai saat ini saya pastikan tidak ada jual beli seragam, semua dipasrahkan kepada orangtua/wali murid masing-masing,” tegas Fadeli kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).

‎Munurut Fadeli, pihaknya secara rutin menghimbau agar sekolah tidak melakukan jual beli seragam. Kedepan, pihaknya akan membuat surat edaran kepada seluruh lembaga sekolah yang melarang transaksi jual beli dalam bentuk apapun.

‎Ia menjelaskan, hasil kajian dan monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan hanya ditemukan sekolah menyediakan seragam wajib identitas sekolah bukan menjual belikan seragam. Seperti seragam olahraga yang biasa digunakan pada hari Rabu dan Kamis.

‎”Tidak menjual seragam, hanya menyiapkan, semuanya demi memudahkan orangtua siswa bahkan disaat orangtuanya tidak mampu bisa dicicil sampai 1 tahun,” ucapnya.

‎Fadeli juga menjelaskan terkait tudingan siswa titipan. Kata dia, sistem penerimaan siswa baru khusus sekolah favorit dilakukan secara online. Seleksinya bisa diakses umum hingga skor nilai bersifat transparan.

‎”Sehingga dipastikan tidak ada siswa selundupan melalui sistem online, semua sesuai aturan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

‎Mencuatnya tudingan siswa titipan dan praktik dugaan jual beli seragam disampaikan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Sampang, Kamis (18/9/2025).

‎Mereka menuntut Kepala Disdik mencopot kepala sekolah yang terbukti memperjualbelikan seragam kepada orangtua siswa, serta maraknya penerimaan siswa jalur titipan di tingkat SD dan SMP. (Ryan Hariyanto/Znl)

Inspektorat Pastikan Tindaklanjuti Proyek Dana Desa Rusak di Torjun‎

0

Sampang, (Media Madura) – Inspektorat Kabupaten Sampang memastikan akan menindaklanjuti informasi terkait realisasi kegiatan proyek dana desa senilai Rp 200 juta di Desa Kodak Kecamatan Torjun yang pembangunannya disinyalir rusak.

‎Hal ini disampaikan Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan klarifikasi kepada pihak kecamatan dengan memerintah turun langsung mengecek lokasi kegiatan rabat beton di Dusun Masaran Desa Kodak.

‎”Nanti kita tindaklanjuti agar dilakukan pemeriksaan dilapangan, termasuk klarifikasi ke pemerintah desa,” kata Ari Wibowo, Rabu (17/9/2025).

‎Kata Ari, bilamana nanti hasil pemeriksaan ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian, maka kegiatan rabat beton tersebut secepatnya segera diperbaiki.

‎Menurut dia, instansinya terus berkomitmen mengawasi pengelolaan penggunaan dana desa di Sampang dalam upaya mencegah terjadinya indikasi kerugian negara.

‎”Langkah ini betul-betul tegak lurus agar pengunaannya bermanfaat untuk masyarakat secara jangka panjang, tidak hanya desa yang bermasalah dilakukan monev maupun pemeriksaan melainkan semua desa sebagai upaya pencegahan dini,” terangnya.

‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto menyampaikan, semua pengelolaan dana desa wajib diawasi semua pihak termasuk setingkat pemerintah kecamatan.

‎”Yang jelas kalau terjadi pelanggaran atau penyimpangan dalam kegiatan dana desa harus diawasi oleh camat, karena punya wewenang fungsi pengawasan dan pembinaan termasuk tugasnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” ujarnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

‎Proyek Dana Desa di Torjun Rusak Tapi Lolos Monitoring

0

Sampang, (Media Madura) – Kualitas proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2025 di Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, menuai sorotan.

‎Pekerjaan rabat beton sepanjang 225 meter yang menghabiskan anggaran senilai Rp 200 juta nampak mengelupas dan muncul kerikil-kerikil. Padahal, baru selesai dikerjakan. ‎Kuat dugaan bahan yang digunakan kurang berkualitas.

‎Kendati demikian, pengerjaan rabat beton di Dusun Masaran itu berhasil lolos dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) oleh tim kecamatan tanpa satu pun catatan saat meninjau realisasi pembangunan fisik penggunaan DD tahap I.

‎”Kalau catatan memang tidak ada, kami sebatas monev saja untuk memastikan kegiatan itu tidak fiktif, dan tidak punya kewenangan semua ada ditangan pendamping tenaga ahli (TA),” ucap Camat Torjun R. Hairil Anwar didampingi Sekcam Slamet Jaelani.

‎Hairil mengatakan, sekalipun diketahui ada temuan kekurangan pekerjaan rabat beton di Desa Kodak, dirinya memastikan akan menegur pemerintah desa.

‎”Semisal ada kekurangan pasti nanti kita tegur, tapi bukan untuk mendetail ke teknis karena kita tidak tahu, sambil nunggu audit dari Inspektorat,” jelasnya.

‎Saat dikonfirmasi, Penjabat (Pj) Kepala Desa Kodak Ismail tidak bisa dihubungi. Nomor yang biasa dihubungi bernada sedang sibuk.

‎Begitu pun, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) di Kecamatan Torjun Ervin Trio belum bisa dikonfirmasi.

Reporter : Ryan Hariyanto

Editor: Znl

Pesona Karapan Sapi Hias di Langsar, Tradisi Madura yang Terus Hidup di Tengah Generasi Muda

0

Sumenep, (Media Madura) – Dentuman musik Saronen dan riuh sorak warga menyambut digelarnya Karapan Sapi Hias atau Sapi Tangghek di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Sabtu (13/9/2025). Sebanyak 40 pasang sapi tampil dengan hiasan indah, memamerkan kebanggaan pemilik sekaligus menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan.

Acara dibuka langsung oleh tuan rumah, Bapak Saleh, dengan menurunkan sapi kebanggaannya, Raksah Salapangan. Sejak pagi, lapangan desa telah dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan momen tahunan ini. “Peserta datang dari lima desa,” kata panitia penyelenggara, Musder.

Kelima desa tersebut adalah Desa Topote, Desa Tanjung, Desa De’dek Temur, Desa Tana Mira, dan Desa De’dek Berek. “Mereka membawa sapi-sapi terbaiknya untuk ikut serta, dan syukurlah acara berjalan tertib serta meriah,” tuturnya.

Selain menjadi ajang adu kebanggaan, Karapan Sapi Hias juga sarat makna spiritual. Banyak warga yang menggelarnya sebagai bentuk nadar. Tak hanya itu, hadiah berupa sarung BHS atau samper turut menambah semangat peserta.

Kepala Desa Langsar, Didik Supriono, menekankan pentingnya generasi muda dalam melestarikan tradisi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar tontonan, tetapi identitas budaya yang harus terus dijaga.

“Kehadiran mahasiswa Unira, khususnya jurusan peternakan, adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan bisa bersinergi dengan budaya lokal,” ucapnya.

Abd Rozak, perwakilan Himapet Unira, menuturkan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam acara budaya ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap warisan leluhur.

“Melalui kegiatan turun lapang ini, kami ingin memperkenalkan sekaligus menguatkan tradisi Sapi Tangghek agar terus hidup dan semakin dikenal luas, diminati generasi muda dan tidak punah,” harapnya.

Karapan Sapi Hias di Desa Langsar dihelat tiga kali dalam setahun. Lebih dari sekadar perlombaan, tradisi ini menjadi perekat silaturahmi dan simbol kokohnya identitas budaya masyarakat Madura. (Znl/Arif)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Hj. Ansari Ingatkan Pentingnya Persatuan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar di Kabupaten Pamekasan, pada Sabtu (13/09/2025) malam. Dalam kesempatan ini ia mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Legislator perempuan asal Madura ini menguraikan, persatuan rakyat adalah kunci agar Indonesia tetap kuat dan tidak akan bisa diganggu oleh pihak manapun, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

“Sebagai bangsa yang besar, banyak negara luar yang tidak ingin melihat Indonesia maju, sehingga melakukan berbagai upaya untuk mengganggu kita, mengganggu persatuan dan kerukunan kita. Makanya kuncinya agar kita tetap kuat adalah persatuan,” urainya.

Selain itu, kata Legislator asal Kabupaten Pamekasan ini, dalam rangka memperkuat persatuan tersebut, seluruh rakyat Indonesia harus diberikan pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan, salah satunya dengan sosialisasi tersebut.

“Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai salah-satu upaya agar setiap warga negara Indonesia paham dan menghayati makna yang terkandung di dalam 4 pilar kebangsaan ini,” tuturnya.

Dengan begitu, sambung Hj. Ansari, jika rakyat sudah paham tentang 4 pilar kebangsaan tersebut, maka akan tumbuh rasa cinta tanah air dan persatuan akan tercipta.

Sementara itu, salah satu peserta dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut, Afrizal menyampaikan, saat ini banyak generasi muda sudah tidak memahami nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga perlu adanya upaya yang menyeluruh dari pemerintah termasuk sosialisasi hingga tingkat desa.

“Sosialisasi 4 pilar kebangsaan seperti ini harus terus digelar, bahkan kalau bisa hingga ke tingkat desa, kelurahan, agar masyarakat di tingkat bawah paham apa itu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” harapnya.(Ist/Rls)

Drama di Laga Madura United vs Bhayangkara: Gol Dianulir, Penalti Gagal

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pertandingan antara Madura United kontra Bhayangkara berlangsung penuh drama dan ketegangan.

Laga yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, dalam lanjutan Super League pada Jumat (12/9/2025) malam berakhir imbang tanpa gol.

Duel dengan dukungan meriah suporter tuan rumah ini menghadirkan momen-momen mendebarkan.

Memasuki menit ke-35, stadion bergemuruh ketika Ruxi melepaskan sepakan keras yang berhasil merobek gawang Bhayangkara. Sayangnya, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Wasit menganulir gol tersebut karena dianggap berbau offside, membuat kekecewaan langsung terasa di tribun penonton.

Tensi semakin meningkat di babak kedua. Madura United mendapat peluang emas di menit ke-88 setelah wasit menunjuk titik putih. Pedro Monteiro yang maju sebagai eksekutor gagal memaksimalkan kesempatan tersebut. Tendangannya berhasil ditepis kiper Bhayangkara dengan gemilang, menyelamatkan tim tamu dari kebobolan di penghujung laga.

Meski penuh peluang dan drama, hasil akhir pertandingan tetap tanpa gol. Suporter Madura United harus pulang dengan rasa kecewa karena tim kesayangannya gagal memanfaatkan peluang emas untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. (Znl/Arif)