Sampang, (Medi Madura) – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang mencatat adanya kenaikan pada kasus campak dan rubella di wilayah itu. Sejak awal September 2025 jumlahnya mencapai 653 kasus.
”Kasus campak di Sampang ada kenaikan selama periode dua bulan yaitu 220 kasus, pada Agustus sebanyak 433 kasus dan September 653 kasus,” ucap Kepala Dinkes-KB Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, Jumat (19/9/2025).
Dia menyebut, kasus campak ditemukan antara lain di wilayah Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong, dan Kecamatan Omben. Di wilayah ini tingkat penularannya paling cepat dibanding wilayah lain di Sampang.
Antisipasi penyebarannya meluas, Dinas Kesehatan bersama pemangku wilayah telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB).
”Target utama imunisasi massal itu anak berusia 9 bulan sampai 7 tahun, nanti pemberian imunisasi tambahan MR untuk campak dan rubella serentak dilakukan seluruh kecamatan per tanggal 15 September 2025,” ujarnya.
Imunisasi tersebut bertujuan agar anak mendapatkan kekebalan tubuh secara optimal terhadap campak dan rubella. Saat ini upaya pemantauan ketat terus dilakukan dengan melibatkan Puskesmas dan fasilitas kesehatan di desa.
Kata Dwi Herlinda, peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari camat, lurah, RT/RW, tokoh agama hingga sekolah sangat diperlukan untuk mendukung program imunisasi campak rubella.
”Semua harus terlibat untuk memastikan anak-anak kita mendapat imunisasi lengkap agar terbebas terjangkit kasus campak dan rubella serta menekan penyebarannya,” kata dia.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
”Cuci sebelum makan dan setelah bepergian dapat mencegah terbebas dari penyakit,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)
Kasus Campak di Sampang Meningkat sejak Awal September 2025
- Advertisement -


