Beranda blog Halaman 113

Kisah Inspiratif Owner Bus Mandala, Memulai Bisnis dengan Modal Rp 10 Ribu

0

Pamekasan, (Media Madura) – Uang bukan segalanya untuk membangun usaha. Kemampuan itulah yang telah dibuktikan Mukti Ali. Kini, pria berusia 45 tahun itu meraih sukses di bidang transportasi darat, sebagai Bos Bus Mandala Wisata Rangga Jaya.

Owner Mandala Wisata Tour dan Transport membagikan ceritanya saat diundang menjadi narasumber di Uji Kompentensi Wartawan (UKW) di Hotel Odaita Pamekasan, Sabtu (27/8/2022).

Mukti Ali mengaku, usaha travel yang digeluti saat ini bukan warisan dari orang tua, melainkan dimulainya dari nol. Pada 2000, awal mula bisnisnya dirintis. Di tahun itu, Mukti Ali baru lulus kuliah.

Ternyata, awal bisnisnya hanya bermodalkan uang Rp 10 ribu. Uang tersebut dimanfaatkan merental komputer selamat 3 jam untuk mencetak brosur. Kemudian brosur-brosur itu ia sebarluaskan. Sasarannya ialah sekolah tempat ia mengajar hingga memanfaatkan kenalan sopir angkot.

Tak heran bila Mukti Ali banyak kenalan sopir angkot. Sebab, tatkala masih kuliah ia sambil kerja menjadi asisten sopir alias kernet angkot di Malang.

“Sambil kuliah saya ngernet. Itu tahun 1998. Saya sadar pekerjaan orang tua saya, petani,” kata Mukti Ali di Hotel Odaita Pamekasan, Sabtu (27/8/2022).

Sejatinya, pascalulus kuliah, Mukti Ali, kerja sebagai guru honor. Namun baginya, honor menjadi tenaga pendidik dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Honor Rp 30 ribu tidak cukup untuk makan, tapi karena memang tidak ada pekerjaan lain,” ungkap alumnus Universitas Negeri Malang itu.

Berbekal skil dan relasi yang luas, usaha travel milik Mukti Ali pun mulai banjir orderan. Dia ingat, pertama kali orderan dengan nilai tertinggi datang dari Dinas Kesehatan Pamekasan. Tahun 2006. Sehingga, mendorong dirinya melegalkan usaha travelnya. Meski belum memiliki bus sendiri.

“Saya dapat orderan gede, dari itu saya putuskan untuk legalkan dengan membuat CV. Mandala Wisata, karena Dinkes butuh SPJ untuk laporanya kala itu,” ungkap warga Dusun Mandala, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu.

Bak ketiban rezeki nomplok, di 2008 Mukti Ali diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMAN 1 Pamekasan. “Alhamdulillah, di tahun 2010 saya bisa bikin rumah sendiri yang biayanya mencapai Rp 1,5 miliar,” imbuhnya.

Usaha Mukti Ali terus berkembang, hingga 2013 ia mampu membeli bus sendiri seharga Rp 750 juta. “Saya dapat KUR Rp 500 juta dari salah satu Bank di Pamekasan, Alhamdulillah, saya ada uang Rp 250 juta pada waktu itu, kita beli bus pertama kali, saya masih ingat pada bulan Maret,” ujarnya.

Bisnis travelnya yang berkembang pesat mampu merajai Madura. Omzet yang dikantongi pun mencapai Rp 500 juta per bulan. Kin, Mukti Ali sudah memiliki 12 unit bus dan memiliki karyawan sendiri, yang seluruhnya merupakan warga sekitar.

“Alhamdulillah pencapaian sampai sekarang sudah banyak bermanfaat bagi orang lain, khususnya masyarakat sekitar,” tuturnya.

Membangun usaha dari nol hingga sukses seperti sekarang, Mukti Ali mengaku kerap mendapat hinaan dari orang lain namun tak ia hiraukan, justru jadi pelecut semangat meraih sukses.

“Saya pribadi tetap melangkah, tetap maju, karena saya berprinsip bahwa saya harus usaha sendiri tidak bisa tergantung kepada orang lain,” ucapnya.

Sebagai pengusaha sukses, tentu tak terhitung pengorbanan waktu dan tenaga yang dicurahkan Mukti Ali selama ini. Kendati demikian, ia mengaku bahagia dengan pekerjaannya.

Dibenak Mukti Ali, cuma terus ingin mengembangkan usahanya agar tidak terjadi penyusutan yang berujung pemangkasan tenaga kerja.

Suami Siti Hamsiyatun itu berpesan, dalam memulai sebuah bisnis uang bukanlah modal utama melainkan kemauan. Ia sendiri telah membuktikan saat mengawali bisnisnya dengan modal Rp 10 ribu. “Punya modal tapi tidak ada kemauan, kan percuma,” pungkas Mukti Ali. (Zainol/Ari)

Tamyis, Kades Sukses Ternak Sapi dan Bertani

Media Madura – Muhammad Tamyis (47) merupakan Kepala Desa Samatan, Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Sudah 3 periode ia menjabat sebagai Kades. Sejak 2 tahun ini mulai tahun 2019 ia mengembangkan sistem peternakan dan pertanian yang keduanya kini berjalan dengan sukses.


Saat diwawancarai, pria dengan tubuh gempal, mengenakan baju batik Pamekasan dan odheng (topi khas Madura) ini menjelaskan alasannya memilih beternak sapi dikombinasikan dengan pertanian. Hal itu berangkat dari keresahannya melihat masyarakat desa Samatan yang kesejahteraannya tidak meningkat dari profesinya sebagai petani dan ternak sapi.


“Saya berangkat dari analisa dan berpikir tentang kondisi masyarakat agar kesejahteraannya terus meningkat. Kita tahu bahwa rata-rata peternak kita sistemnya dengan pola tabungan (memelihara sapi ketika butuh dijual), bukan pola bisnis,” kata pria dua anak ini.


Suami Juhairiyah ini juga menguraikan kesulitannya dalam merubah pola pikir masyarakat desanya dari pola tabungan ke pola bisnis, sehingga ide sistem pertanian yang dikombinasikan dengan peternakan ini bisa diterima dan meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di desanya, setidaknya ada 65 orang yang sudah bergabung.


“Alhamdulillah, saat ini masyarakat sudah banyak yang bergabung dan menerapkan sistem yang saya kembangkan ini,” kata pria yang menyandang gelar sarjana hukum Islam ini.


Tamyis juga menceritakan, sistem peternakan yang dikembangkannya itu yakni dengan cara penggemukan sapi dalam kurun waktu 6 bulan. Setelah itu sapi sudah bisa dijual  dan petani bisa mendapatkan untung yang cukup.


“Jadi dalam kurun waktu 6 bulan itu kita lakukan penggemukan dengan cara kita, dan setelah 6 bulan siap dipasarkan. Hasilnya saat ini sudah bisa dinikmati oleh peternak. Jadi market kalendernya jelas, dan kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, missal lebaran kurban,” urainya.


Dia juga memaparkan bagaimana pola kombinasi peternakan dan pertanian, yakni limbah pertnian di daur ulang untuk kebutuhan ternak dan limbah ternak juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dengan cara difermentasi.


“Jadi limbah pertanian seperti jerami dan berbagai limbah pertanian lainnya kita fermentasi dan kita jadikan pakan ternak. Sementara kotoran ternak kita jadikan pupuk pertanian,” jelasnya.


Lebih lanjut Tamyis menceritakan, dalam sistem pertanian dan peternakan yang dikembangkannya itu pihaknya juga bekerja sama dengan ahli peternakan dan juga pertanian agar program penggemukannya berjaln dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.


Bahkan, kata dia, dalam pemasaran sapi ternak dan daging sapinya, saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yakni Rumah Waqaf Hidayatullah di Suarabaya. Hal itu dilakukan demi terus meningkatkan pemasaran dan pendapatan peternak di bawah binaannya.


Kedepan, pihaknya bahkan sudah berencana untuk membuka gerai daging asli Madura agar para peternak bisa memasarkan dagingnya dengan kulitas yang baik dengan harga yang layak.


“Ibu-ibu yang mau belanja daging bisa di gerai daging kami. Tentu dengan kualitas terbaik. Selama ini kan ibu-ibu belanja daging di pasar trdisional, padahal kita tidak pernah tahu daging itu dari mana dan seperti apa kualitas sapinya. Dengan adanya gerai ini maka kualitas dagingnya pasti terjamin. Insyallah tahun ini bisa terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Ajib Abdullah, melalui Kabid Produksi pertanian Achmad Suaidi mengapresiasi program integrasi pertanian dan peternakan yang telah dilakukan oleh Kades Samatan Muhammad Tamyis tersebut.

“Kami tentu sangat mengapresiasi program tersebut, di mana integrated farmer ini merupakan terobosan yang sangat baik dalam pertanian dan peternakan,” katanya kepada mediamadura.com melalui sambungan telepon. Senin (29/08/2022) pagi.

Dikatakan Suadi, jika program integrasi pertanian itu diterapkan oleh petani dan peternak di Kabupaten Pamekasan, maka kebutuhan akan pupuk organik bisa terpenuhi.

Sebab, kata dia, dengan integrasi pertanian, maka tidak akan ada limbah pertanian dan peternakan lagi, sebab limbah pertanian bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, sementara limbah ternak bisa menjadi pupuk pertanian.

Apalagi saat ini, sambung Suaidi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah menghapus beberapa subsidi pupuk dan mendorong daerah agar melakukan terobosan dalam memenuhi kebutuhan pupuk khususnya pupuk organik.

“Kita kedepan akan terus mendorong agar program ini diadopsi oleh petani dan peternak lainnya. Ini sangat baik,” tegasnya.

Bahkan, DKPP Pamekasan siap untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi kelompok tani dan ternak yang ingin menerapkan sistem integrasi pertanian dan peternakan tersebut. “Silahkan mengusulkan kepada kami dan akan kami fasilitasi,” ucapnya.

Reporter : Arif

Ratusan Karangan Bunga Hiasi Lokasi UKW Pamekasan, Djoko Tetuko: Pecah Rekor

0

Pamekasan, (Media Madura) – Ratusan karangan bunga menghiasi lokasi digelarnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) anggatan XXXXIII di Hotel Odaita Pamekasan, Minggu (28/8/2022).

Ratusan karangan bunga itu berisi ucapan Selamat dan Sukses Atas Diselenggaranya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Pamekasan (PWI).

Pantuan di lokasi, selain di halaman dalam hotel, karangan bunga terlihat terpajang hingga tumpah ke sisi jalan raya. Yang berlokasi di Jalan Raya Sumenep, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Deretan karangan tersebut sengaja dipesan oleh berbagai instansi pemerintah, legislatif, BUMD-BUMN, ormas, kepemudaan, dan organisasi lainnya di Bumi Gerbang Salam.

Melihat banyaknya karangan bunga tersebut, Tim Komisi Kompetensi (TTK) PWI Pusat, Djoko Tetuko mengaku bangga sekaligus tak menyangka. Menurutnya, PWI Pamekasan berhasil memecahkan rekor baru dengan karangan bunga terbanyak sepanjang pelaksanaan UKW di Indonesia.

“Kalau di daerah lain, saya lihat paling banyak 30 sampai 40 karangan bunga. Di PWI Pamekasan sampai panjang begitu, mungkin ada ratusan karangan bunga yang terpajang. Pecah rekor ,” kata Djoko Tetuko yang juga penguji UKW angkatan XXXXIII di Pamekasan.

Djoko Tetuko menjadi penguji UKW di Pamekasan bersama 4 penguji lainnya. Yakni, Sihono, Machmud Suhermono, Eko Pamuji, dan Anas Syahirul Alim.

Selain 5 orang penguji ini, juga terdapat 2 penguji status magang ialah Sidiq dan Wahyu Kuncoro.

UKW kali ini digelar atas kerjasama PWI Pamekasan dengan Diskominfo setempat. Dengan jumlah 30 wartawan sebagai peserta. Ke-30 peserta itu menempuh jenjang berbeda. 12 peserta tingkat Madya dan tingkat Muda diikuti sebanyak 18 peserta.

UKW digelar selama 3 hari mulai 26-28 Agustus di Hotel Odaita Pamekasan. Hasil ujian tersebut sudah diumumkan, sebanyak 29 dinyatakan lulus dan kompeten, sementara 1 orang dinyatakan tidak kompeten. (Zainol/Arif)

Uji Kompetensi Wartawan di Pamekasan Usai Digelar, Lulus Semua?

0

Pamekasan, (Media Madura) – Uji Kompetisi Wartawan (UKW) angkatan XXXXIII di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur usai digelar, Minggu (28/8/2022). Alhasil, sebanyak 29 wartawan dinyatakan kompeten alias lulus.

UKW yang digelar Persatuan Wartawan Pamekasan (PWI) Pamekasan bekerjasama dengan Diskominfo setempat itu digelar selama 3 hari, mulai 26-28 Agustus di Hotel Odaita Pamekasan.

UKW kali ini diikuti sebanyak 30 peserta yang dibagi menjadi dua tingkatan dengan rincian, 12 peserta tingkat Madya dan 18 peserta Muda.

“Setelah dilakukan uji kompetensi selama 2 hari, ada 1 peserta yang dinyatakan tidak kompeten. Yang dinyatakan kompeten sebanyak 29 peserta,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur sekaligus penguji, Machmud Suhermono saat acara penutupan UKW di Hotel Odaita Pamekasan, Minggu (28/7/2022).

Ketua PWI Pamekasan, Tabri S Munir berharap wartawan yang lulus UKW hari ini semakin siap dalam segala hal. Utamanya, dalam menjalankan profesinya. Wartawan yang lulus UKW juga diharapkan makin solutif dan inovatif.

“Satu hal, bahwa yang lulus UKW semuanya harus siap sat-set (Sat: selalu ada teman-Set: senyum, energi, tekun). Sat-set itu bukan berarti kena zig zag. Filosofinya siap itu begini: kita datang sebagai orang yang solutif, inovatif, atraktif, dan yang terakhir perfect (sempurna),” tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Tabri mengucapkan terima kasih kepada seluruh penguji dan panitia pelaksana, baik panitia dari PWI Pamekasan sendiri maupun panitia dari Diskominfo Pamekasan. Karena telah bekerja keras dan kerja cerdas demi menyukseskan UKW angkatan XXXXIII 2022. (Zainol/Arif)

Madura United Kalahkan Persikabo 2-1

0

Bangkalan, (Media Madura) – Madura United mengalahkan Persikabo dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (27/8/2022).

Gol kemenangan Madura United dicetak Malik Rizaldi dan Beto Goncalves.

Dengan kemenangan ini, tim besutan Fabion Lefundes meraih tiga poin dan kembali ke puncak klasemen sementara.

Paman dan Sepupu di Sampang Kompak Setubuhi Ponakan Yatim hingga Hamil

0

Sampang, (Media Madura) – Seorang remaja putri di Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan oleh paman dan sepupunya. Diusianya yang kini beranjak 18 tahun, Mawar (nama samaran) tengah hamil 6 bulan.

Perbuatan bejat sang paman dan sepupunya terjadi pada Februari lalu di rumah korban di Kecamatan Torjun.

Mawar merupakan anak yatim, ayahnya meninggal tahun 2009 lalu saat usianya 5 tahun. Ibunya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Selama ini, Mawar tinggal bersama bibi dan keluarga lainnya. Kebetulan kedua pelaku adalah kuli bangunan yang dipercayai merenovasi rumah korban.

Peristiwa pemerkosaan bermula pada siang hari di bulan Februari. Ketika itu korban baru keluar dari kamar mandi, tiba-tiba pelaku pertama sang paman berinisial WN menarik korban dan mengajak melakukan persetubuhan di dalam kamar.

Korban menolak, namun tak bisa berkutik karena pintu kamar dikunci pelaku. WN merupakan warga asal Sampang.

Berselang beberapa hari kemudian, aksi perkosaan tersebut kembali terjadi. Kali ini dilakukan sepupunya, warga, Kecamatan Jrengik. Pelaku kedua berinisial HI.

Curiga karena keseharian korban berbeda dari biasanya. Keluarga yang tinggal dengan korban mendesak untuk menceritakan apa yang terjadi. Sebab, korban sering mengeluh mual dan perut semakin buncit.

Kaget bukan kepalang mendengar korban hamil dengan usia kandungan menginjak 6 bulan. Saat diinterogasi, korban akhirnya mengaku perbuatan tersebut dilakukan kedua pelaku yakni WN dan HI.

Keluarga akhirnya melapor kejadian tersebut ke kepolisian tertanggal 23 Agustus 2022.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Riza Purnomo Hadi mengatakan, dua pelaku kini telah ditangkap usai dilaporkan keluarga korban.

Mereka diamankan pada pukul 03.00 WIB Rabu 28 Agustus 2022 dini hari di rumahnya dari dua tempat berbeda.

“Dua pelaku sudah ditetapkan tersangka berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, saat ini kondisi korban masih trauma psikis,” ucapnya, Jumat (26/8/2022).

“Meraka adalah paman dan sepupunya, peristiwa pencabulannya di rumah korban yang direnovasi oleh pelaku,” imbuh Purnomo.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Ryn/Zainol)

Polisi Selidiki Dugaan Penggelapan Saldo Penerima PKH

0

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai menyelidiki dugaan penggelapan dana bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Saat ini polisi memeriksa sejumlah warga penerima manfaat dan ketua kelompok untuk mencari bukti dan temuan terkait kasus dugaan penggelapan saldo penerima yang diduga dilakukan oleh oknum pendamping. Pemeriksaan dilakukan setelah polisi menerima informasi pemberitaan media.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha melalui Kanit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ipda Indarta Hendriansyah mengatakan, hasil pemeriksaan ketua kelompok membenarkan dugaan penggelapan dana bansos PKH. Kasus tersebut masih didalami oleh penyidik.

“Kita klarifikasi dan dalami dulu untuk mencari kebenarannya terkait informasi yang ramai diberitakan di media,” ucap Indarta di Sampang, Jumat (26/8/2022).

Indarta menuturkan, penyidik memanggil empat orang sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Hanya saja, keempat penerima belum datang memenuhi pemanggilan guna dimintai keterangan.

“Sampai Jumat siang ini belum datang, andai memang berhalangan hadir kami siap jemput bole ke rumah untuk diperiksa,” katanya.

Dia menerangkan, sebelum melangkah lebih jauh pihaknya masih fokus menggali keterangan saksi diantaranya KPM dan ketua kelompok KPM Dusun Burneh, Desa Pajeruan.

Dijelaskannya, ada empat orang KPM bansos PKH yang mengaku saldo rekening kosong setelah ATM dikembalikan dari tangan pendamping. Terungkapnya temuan ini saat pencairan bansos PKH tahap III (Juli Agustus September) di Desa Pajeruan.

Keesokan harinya setelah ramai diberitakan, oknum pendamping justru mengembalikan uang KPM dengan alasan terselip ke penerima lain antar dusun sebelah. Nominalnya bervariasi antara Rp 1,8 juta, Rp 2 juta, dan lebih.

Merasa curiga, dua orang KPM melakukan print out pencairan tahap II (April Mei Juni) di BRI Cabang Sampang. Terkejutnya, ternyata ada penarikan pencairan dana bansos tanpa diketahui oleh penerima.

“KPM merasa kaget karena tidak merasa menerima bantuan di tahap II itu, karena selama ini kartu ATM diminta dan dipegang oknum pendamping sebelum ada pertemuan pencairan,” jelasnya.

Sementara keterangan Ketua Kelompok KPM Desa Pajeruan Pandi menyampaikan, dirinya telah menceritakan kepada penyidik Tipikor terkait dugaan penggelapan saldo penerima PKH. Diakuinya memang kartu ATM penerima dipegang pendamping karena diminta sebelum pertemuan pencairan.

“Ya memang gitu mas, sudah saya ceritakan asal usul empat orang itu tidak ada saldo masuk ke rekeningnya terus dikembalikan,” tutupnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Esa Arif

Madura United Telan Kekalahan Perdana, Fabio Lefundes Singgung Cedera Lulinha

0

Pamekasan, (Media Madura) – Tren positif Madura United akhirnya tumbang di pekan ke-6 Liga 1 2022.

Melawan tuan rumah Persis Solo, di Stadion Manahan Solo, Kamis (23/8/2022) malam, tim asuhan Fabio Lefundes takluk dengan skor tipis, 0-1.

Bagi Laskar Sape Kerrab, ini merupakan hasil negatif pertama mereka di Liga 1.

Kekalahan ini juga melengserkan posisi mereka di puncak klasemen sementara, yang berkuasa hingga pekan ke-5.

Di laga ini, Madura United bak jatuh tertimpa tangga. Sudah kalah, pemain andalan mereka, Lulinha dibekap cedera.

Pemain asal Brasil itu terpaksa tidak dapat melanjutkan pertandingan lantaran mengalami cedera cukup serius di awal-awal babak pertama.

Fabio Lefundes memutuskan memasukkan Slamet Nurcahyo untuk menggantikan Lulinha. Tepatnya, di menit ke-16.

Hilangnya Lulinha, membawa pengaruh besar terhadap perfoma tim. Ketajaman lini serang Madura United tampak tidak hidup alias tumpul.

Pelatih Madura United, Fabio Lefundes mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk melawan Persis Solo, namun akhirnya tidak berjalan mulus lantaran Lulinha keluar lebih cepat.

“Kami kehilangan kontrol di pertandingan. Padahal kami sudah kerja serius dan kerja keras selama di latihan,” katanya usai laga, Selasa (23/8/2022).

Terkait cederanya Lulinha, Fabio Lefundes tidak menjelaskan detail. Justru mengaku masih menunggu laporan terbaru dari tim medis.

Fabio berharap di laga selanjutnya, timnya bisa tampil impresif dan kembali ke jalur kemenangan. Pasalnya, timnya bakal menjamu Persikabo 1973 pada 27 Agustus mendatang. (Zainol/Arif)

Jatah Makan Narapidana Sampang Hanya Rp 18 Ribu per Hari

0

Sampang, (Media Madura) – Pemberian jatah makan bagi narapidana di Rumah Tahanan Kelas IIB Sampang, Madura, Jawa Timur, hanya mendapat anggaran Rp 18.000 dalam sehari untuk tiga kali makan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Sampang Syaiful Rahman menuturkan, besaran anggaran jatah makan tersebut cukup untuk makan minum pagi siang dan sore. Sedangkan menu yang disajikan mulai dari telur, daging, dan tahu tempe.

“Iya jatahnya Rp 18 ribu, tapi menunya beda-beda setiap hari, hari pertama tahu dan hari kesepuluh telur dan seterusnya,” ucap Syaiful Rahman, Selasa (23/8/2022).

Ia mengatakan, hingga kini belum satupun warga binaan mengeluh dengan kondisi tersebut. Adapun untuk juru masak merupakan narapidana perempuan dan laki-laki di Rutan Sampang.

“Tapi yang dipilih untuk juru masak setiap hari ini adalah penghuni lapas yang memenuhi syarat dan berkelakuan baik,” katanya.

Dirinya menambahkan, jadwal masak dilakukan di waktu pagi dan siang. Untuk masak pagi hari yakni kebutuhan jatah makan pagi siang dan masak siang untuk jatah makan sore. (Ryn/Zainol)

Kesejahteraan Petani Tembakau Jadi Tema Raker PWI Pamekasan Kali Ini

0

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Tabri S Munir mengungkapkan alasan di balik pemilihan tema pada acara rapat kerja (Raker) PWI kali ini.

Raker, yang digelar PWI di Hotel Odaita, Pamekasan, Sabtu (20/8/2022) itu mengusung tema “Menggugah Kejayaan Tembakau Madura dan Upaya Meningkatkan Kesejateraan Petani“.

Tabri menyatakan, selain peningkatan pemahaman wartawan tentang kebijakan pertembakauan dan pertanian lewat narasumber yang dihadirkan, juga punya tujuan mulia lainnya. Ia ingin menyuarakan keprihatinannya terhadap petani tembakau Madura.

Menurutnya, harga yang tidak memihak acap menimpa petani tembakau Madura. Akibatnya, kerugian besar terus menerus ditanggung petani hingga sekarang.

Padahal, tembakau Pamekasan pernah jaya dengan turn over satu musim mencapai 40 persen dari APBD Pamekasan. “Case 2012 turn over mencapai Rp 741,3 miliar,” kata Tabri, Sabtu (19/8/2022).

Tak segan, pimpinan Harian Pagi Kabar Madura itu juga melontarkan kritik pedas terhadap legislatif yang dinilai gagal lantaran tidak melakukan uji publik Raperda dan Perda tentang Petani.

“Dua Perda tentang Petani (No 2 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Tembakau, dan Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani) gagal tersampaikan dengan baik kepada publik dalam proses uji publik,” ungkapnya.

Tabri menambahkan, dalam waktu dekat PWI Pamekasan akan menggelar Uji Kompentsi Wartawan (UKW). UKW sendiri akan dilaksanakan pada 26-28 Agustus mendatang.

Tabri mencatat, di Pamekasan baru ada 42 wartawan yang sudah lulus UKW. Rinciannya, 37 anggota PWI, 3 anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), dan 2 wartawan yang tergabung di Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

“Nah di rapat kerja ini, akan membahas ini salah satunya. Salah satunya adalah tentang peningkatan kapasitas wartawan, dalam hal kebijakan di pertanian apa arahnya, sehingga kami bisa paham semuanya,” tuturnya.

“Jadi pada konteks ini lebih kepada memberikan informasi dan apa yang dilakukan pemerintah sehingga teman-teman (wartawan.red) tidak menerima dis informasi. Itu target kami,” tandas Tabri.

Pantauan di lapangan, narasumber yang diundang PWI Pamekasan guna mengupas tema yang diusung adalah Disnas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Komisi II DPRD Pamekasan, dan Peguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se Madura (P4TM). (Zainol/Arif)