Harga Garam Anjlok, Perkilo Rp 300

Aktifitas buruh musiman yang dipekerjakan PT Garam

Pamekasan, (Media Madura) – Harga Garam rakyat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur anjlok, saat ini garqm petani hanya dibeli seharga Rp 300 rupiah perkilogram.

Dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pemkab Pamekasan, Istamam, anjloknya harga garam milik petani musim ini dikisaran Rp 300 rupiah lantaran adanya impor garam dari luar negeri. “Impor garam salah satu penyebabnya,” katanya, Minggu (11/10/2020).

Istamam menambahkan, meski mengalami harga yang sangat rendah itu petani tetap memproduksi garam karena tidak punya pilihan lain selain bertani garam.

“Namanya petani tetap memproduksi meskipun harga garam Rp 300 per kg. Harganya anjlok,” tambahnya.

Meski demikian instansinya tidak bisa berkutik, sebab persoalan harga merupakan hak pelaku pasar. Namun dirinya hanya bisa berharap harga garam rakyat bisa segera berpihak pada petani.

“Itu kan hukum pasar, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Yang memiliki kewenangan untuk impor garam itu adalah pemerintah pusat. Harapan kami agar harga garam kembali naik agar petani tidak rugi,” tandasnya.

Hasil produksi garam rakyat milik petani musim 2020 ini sebanyak 29,350,3 ton dari luasan lahan 923,7 hektar, yang tersebar di Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.