Perang Perias Pengantin di Tengah Pandemi

Pertemuan rutin bulanan perias yang tergabung dalam Tiara Kusuma / Media Madura - Arif

Pamekasan, (Media Madura) – Sebelum pandemi melanda tanah air, sudah banyak warga di Kabupaten Pamekasan yang telah mempersiapkan pernikahan, tetapi karena pandemi maka hajatan tersebut gagal.

Gagalnya hajatan pernikahan membuat puluhan perias pengantin juga kehilangan pekerjaan dan sejumlah jadwal merias juga terpaksa digagalkan.

Akibatnya, para perias menganggur, pekerja dirumahkan, sewa dekorasi terhenti, sewa-menyewa baju tidak jalan, sewa bunga pengantin mandek, salon sepi.

“Pandemi covid-19 membuat kami sangat terpukul, jadwal merias seluruh anggota kami juga terpaksa digagalkan dan para pekerja juga terpkasa dirumahkan,” kata ketua Tiara Kusuma, Ibu Dartin. Saat ditemui di sela-sela pertemuan rutin bulanan perias Pamekasan di rumah pemilik Novita Salon, Desa Samiran, Kecamatan Proppo. Minggu (18/10/2020) pagi.

Tiara Kusuma sendiri merupakan sebuah organisasi perias di Kabupaten Pamekasan. Organisasi ini beranggotakan 23 orang perias, mulai perias senior hingga pemula dari berbagai desa dan kecamatan termasuk pemilik salon yang ada di wilayah itu.

Ibu Dartin juga menceritakan, angin segar mulai bisa dihirup oleh para perias khususnya anggota organisasi yang dipimpinnya itu, di mana hajatan pengantin mulai diperbolehkan oleh pemerintah meskipun harus digelar secara terbatas.

“Kami mulai bekerja lagi saat sudah mulai diperbolehkan menggelar acara pengantin meskipun terbatas. Tentu itu tidak mudah karena harus berjuang di tengah kehawatiran tertular covid-19,” kata pemiliki salon Lingga Pamekasan ini.

Dikatakan, perias yang bergerak di bidang industri keratif dalam menjalankan pekerjaanya sangat beresiko, karena berinteraksi langsung dengan orang-orang baru di lokasi cara. Tidak hanya pengantin tetapi juga pagelaran berbagai pameran kecantikan.

“Maka kami selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami juga selalu siap handsanitizer dan tentu kondisi fisik harus selalu sehat dengan mengkonsumsi vitamin,” urainya.

Meskipun di tengah kehawatiran itu, para perias khususnya anggota Tiara Kusuma harus tetap melaksanakan tugasnya dengan baik dan merias dengan sempurna agar tidak mengecewakan orang yang memakai jasanya.

Diceritakan, saat ini situasi di Kabupaten Pamekasan mulai berangsur pulih, apalagi Pamekasan sudah masuk zona kuning. Sehingga perlahan aktivitas anggotanya juga mulai berjalan dengan baik.

Dalam rangka memberikan dorongan dan terus saling menguatkan, kini pertemuan bulanan mulai dilakukan lagi. “Dalam pertemuan anggota, kita bisa saling menguatkan, saling belajar, tidak ada yang paling tau, tetapi saling memberi masukan. Makeup, kecantikan kulit, facial, creambath, hair colour dan juga ditambah keterampilan kerajinan tangan yang bisa dipasarkan antara anggota dalam setiap pertemuan. Kami juga saling berbagi informasi tentabg perkembangan terbaru mengenai dunia makeup, model baju manten terbaru juga dibahas serta dipelajari bersama dalam organisasi ini,” paparnya.

Diceritakan, untuk terus menguatkan kemampuan anggota khususnya ditengah pandemi, para anggota terus diasah kemampuan serta kreativitasnya dan juga mentalnya agar tidak menyerah dan ketika situasi normal kemampuan dan kreativitasnya tetap terjaga dan terus meningkat.

Dalam setiap pertemuan bulanan, akan ada salah satu anggota yang demo rias sementara anggota lainnya menyaksikan. Anggota bisa memberikan masukan selama demo rias berlangsung, sehingga hasilnya maskimal.

Organisasi perias ini juga secara reguler mengadakan arisan. Selain itu untuk melancarkan komunikasi antar anggota, maka grup Whatssapp difungsikan, sehingga setiap saat anggota saling berkomunikasi dan konsultasi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, dalam situasi pandemi memang seluruh segmen terkena dampaknya, tanpa terkecuali para perias. Segala aktivitas baik pemerintah, swasta dan perorangan juga terganggu.

Untuk itu, pihaknya terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para perias di Kabupaten Pamekasan ini untuk menjaga kelangsungan usahanya, meningkatkan kreativitasnya selama masa pandemi.

“Kami berharap agar pandemi ini segera berlalu, agar mereka ini bisa segera beraktivitas kembali seperti sedia kala,” harapnya.

Dikatakan, selama masa pandemi ini, para perias harus bisa menjadikan sebagai momentum untuk mepersiapkan diri dalam meningkatkan kompetensi dan kualitasnya sehingga pascapandemi sudah siap dengan kreativitas baru dalam pekerjaanya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.