21.3 C
Madura
Selasa, Mei 21, 2024

MO Madura United Dikeroyok di Markas PSS Sleman, Manajer Klub: Kami Tempuh Jalur Hukum

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Manajer Madura United, Umar Wachdin memastikan akan melaporkan kasus pengkeroyokan yang menimpa Media Officer (MO) Laskar Sape Kerrab, Ferdiansyah Alifurrahman.

Insiden pengkeroyokan tersebut terjadi di ruang konferensi pers usai laga yang berakhir imbang 1-1 antara Madura United kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (24/10/2023).

Menurut Umar, sapaan akrabnya, saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif karena mengalami luka cukup serius di bagian pelepis mata dan sejumlah memar di pipi.

“Kami akan melakukan protes resmi kepada operator liga atas ketidaknyamanan ini, selain kami juga menempuh upaya hukum demi terangnya insiden ini,” tegas Umar.

Umar juga mengungkapkan kronologi terjadinya pengkeroyokan yang dilakukan oknum suporter di markas PSS Sleman hingga jatuh korban.

“Setelah pertandingan selesai kami menghadiri Post Match Press Conference di ruang Preskon Stadion Maguwoharjo Sleman sebagaimana kewajiban dalam regulasi,” katanya.

Post Match Press Conference tersebut dihadiri Pelatih Madura United, Mauricio Souza, dan Malik Rizaldi dari perwakilan pemain serta Claudio Luzardi, Interpreter Madura United.

Diceritakan, setelah post match dimulai, ada sekelompok oknum yang yang tidak menggunakan id card masuk ke dalam ruangan tersebut dengan menggunakan penutup wajah.

“Seketika ada satu oknum yang berupaya melakukan prilaku agresif di meja preskon, tempat dimana pelatih dan pemain kami duduk,” ucapnya.

Demi alasan keamanan, MO Madura United memilih untuk menghentikan preskon dan meminta pemain dan pelatih agar segera masuk ke ruang ganti.

“Setelah pemain dan pelatih masuk, nahasnya Media Officer kami yang masih tertinggal di ruang preskon didekap dan didorong oleh oknum yang lain dan selanjutnya diseret ke arah pintu player entrance (pintu masuk pemain) untuk kemudian dikeroyok secara bersama-sama oleh beberapa oknum lain yang ada di luar,” tutur Umar.

Beruntungnya MO Madura United berhasil meloloskan diri dari amukan sekelompok orang tak dikenal dan ditolong oleh petugas internal sehingga langsung dibawa ke ruang medis untuk dilakukan perawatan atas luka yang diderita.

“Madura United FC mengutuk keras atas kejadian ini. Kami berpendapat bahwa stadion seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi semua orang terutama bagi kedua tim yang bertanding. Terlebih kejadian ini terjadi di ruang media conference yang seharusnya menjadi ruang terbatas diperuntukkan bagi personel yang terdaftar,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article