STAIN Pamekasan menggelar Kuliah Tamu, Rabu (4/10/2017).

Pamekasan, (Media Madura) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendatangkan Peneliti Bahasa dalam acara Kuliah Tamu di Gedung Multi Center Lantai II, Rabu (4/10/2017).

Kuliah Tamu diadakan oleh program studi (Prodi) Tadris Bahasa Indonesia. Tema yang diusung “Fenomena Bahasa Indonesia di Media Elektronik, Media Cetak, dan Media Massa”. Dr. Andul Gani menjadi narasumber dalam acara itu sekaligus peneliti bahasa dimaksud.

Kepala Jurusan (Kajur) Tarbiyah STAIN Pamekasan, Edi Susanto mengatakan, memahami kebahasaan dalam gramatika bahasa Indonesia di media massa menjadi sangat penting. Meliputi media cetak, elektronik maupun online.

Menurutnya, gagasan yang muncul pada diri mahasiswa dapat diaktualisasikan dalam bentuk tulisan sebagai wadah komunikasi.

“Harapan saya supaya mahasiswa prodi Tadris Bahasa Indonesia nanti selain menjadi guru, juga mampu menjadi seorang jurnalis di media cetak atau media massa lainnya,” kata Edi Susanto dalam sambutannya, Rabu (4/10/2017).

Mahasiswa dituntut untuk memahami persoalan-persoalan penggunaan kebahasaan yang baku dari segi lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam tindak tutur yang nantinya diimplementasikan pada tulisan publik.

“Sehinnga kami berharap kepada seluruh mahasiswa untuk hati-hati dengan fenomena politik bahasa dan bahasa politik yang sering tampil di media,” ucap Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia STAIN Pamekasan, Moh Hafid Effendy.

Sementara itu, Peneliti Bahasa Abdul Gani meminta seluruh civitas akademika STAIN Pamekasan berperang melawan berita hoax (bohong) dan fitnah.

“Karena di era sekarang sudah banyak berita hoax dan tidak santunnya seseorang dalam mengekspose berita di media. Oleh karena itu, saudara sebagai calon linguis, harus bisa mengkritisi dan menganalisis berita yang tidak sesuai kesantunan berbahasa,” tuturnya.

Selain itu, diminta waspada penyebaran konten negatif pada media sosial, karena sudah ada UU ITE. “Jadi, mahasiswa harus hati-hati menggunakan bahasa tulis di media, karena kesalahan tulisan di media akan membawa dampak yang sistemik dalam publik,” Abdul Gani menegaskan.

“Oleh karena itu, harapan saya, bahwa saudara harus bisa menulis dengan kreatif dan inovatif. Baik dari sudut pandang gagasan konseptual kebahasaan maupun mampu menulis kesusastraan di media massa,” pungkasnya.

Acara Kuliah Tamu diikuti seluruh mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia semister 3, serta para dosen. Acara pun berlangsung khidmat hingga selesai.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan