Beranda blog Halaman 21

Madura United Resmi Datangkan Bek Brasil, Jorge Ambrosio Mendonça

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United akhirnya melengkapi slot pemain asing mereka untuk menghadapi kompetisi musim ini. Laskar Sape Kerrab resmi memperkenalkan Jorge Ambrosio Mendonça, bek tengah asal Brasil, sebagai rekrutan terakhir.

Mendonça dikenal memiliki postur menjulang dengan tinggi badan mencapai 1,94 meter. Dengan kelebihan fisiknya, ia diharapkan mampu menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Madura United sekaligus menambah opsi dalam duel udara maupun situasi bola mati.

“Kehadiran Mendonça akan menambah keseimbangan tim. Kami berharap dia bisa segera beradaptasi dan memberikan dampak positif untuk perjalanan Madura United musim ini,” ujar Manajer Madura United, Umar Wachdin.

Menurut Umar, proses administrasi pendaftaran pemain asal Brasil tersebut sudah rampung dan tinggal menunggu kelengkapan teknis agar bisa segera diturunkan.

“Dia adalah slot terakhir pemain asing kita, sudah kami proses pendaftarannya. Semoga Mendonça bisa segera bermain di pertandingan terdekat ini,” tambahnya.

Dengan masuknya Jorge Ambrosio Mendonça, Madura United kini memiliki komposisi skuad yang lebih solid, terutama di sektor pertahanan, yang sebelumnya kerap menjadi sorotan. (Znl/Arif)

Truk PT Pos Bawa Rokok Ilegal Digagalkan Polisi

0

Sampang, (Media Madura) – Petugas Satreskrim Polres Sampang berhasil menghadang kendaraan truk bertuliskan PT Pos Indonesia yang kedapatan membawa puluhan paket rokok ilegal tanpa pita cukai. Kendaraan tersebut akhirnya dibawa untuk diamankan ke Mapolres Sampang.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, sebanyak 77 paket rokok ilegal berbagai merk itu diamankan dari truk rekanan PT Pos Indonesia saat melintas di Jalan Raya Torjun sekitar pukul 15.30 WIB pada Jumat 15 Agustus 2025.

“Puluhan paket rokok ilegal ini diamankan dari kendaraan pengangkut barang,” ucap Eko Puji, Selasa (26/8/2025).

Kata Puji, pengungkapan perkara ini berawal dari informasi masyarakat adanya peredaran rokok tanpa cukai melintas di wilayah hukum Polres Sampang.

“Kami menerima informasi kemudian melakukan pemeriksaan dan menghentikan kendaraan truk di Torjun,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan barang bukti rokok ilegal tersebut dilimpahkan ke kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Madura di Pamekasan.

Pelanggar yang membawa rokok ilegal dikenakan Pasal 54 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Barang bukti tersebut untuk dibawa ke Kantor Bea Cukai,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Nelayan Sampang Laporkan Dugaan Penggelapan Dana Kompensasi Rumpon Rp 6,3 Miliar

0

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah perwakilan nelayan asal Sampang, Madura, melaporkan dugaan penggelapan dana ganti rugi rumpon dari Petronas senilai Rp 6,3 miliar ke Polda Jatim, Sabtu (23/8/2025).

Didampingi kuasa hukumnya, Ali Topan, mengatakan para nelayan menuntut kejelasan atas hak kompensasi rumpon yang rusak akibat aktivitas kapal survei seismik 3 dimensi yang terletak di Wilayah Kerja North Madura II, Jawa Timur, saat berproduksi pada tahun 2024.

“Kami meminta kejelasan atas uang ganti rugi rumpon, karena sudah berbulan-bulan tidak ada kepastian kemana uang kompensasi itu,” ujar Ali Topan di Mapolda Jatim, Jumat (22/8/2025).

Laporan itu teregistrasi dalam surat tanda penerimaan laporan Nomor LP/B/1206/VIII/2025/SPKT/Polda Jawa Timur tertanggal Jumat 22 Agustus 2025. Terlapor dalam kasus ini adalah berinisial S warga Kabupaten Sampang, yang disebut sebagai penerima dana ganti rugi rumpon.

Dalam proses pelaporan itu, perwakilan nelayan asal Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, diperiksa penyidik selama hampir dua jam.

Ali Topan berharap, penyidik Polda Jatim juga memeriksa sejumlah pihak yang menyangkut persoalan dana ganti rugi rumpon seperti pihak SKK Migas, Petronas, dan Bupati Sampang.

“Kami minta kasus ini segera diproses secara hukum, dan harus diperiksa semua karena mereka sendiri yang mengklaim bahwa kewajiban ganti rugi sudah dibayarkan sejak 2024 kepada Pemkab Sampang,” katanya.

Beberapa alat bukti telah diserahkan dalam pelaporan. Diantaranya bukti transfer senilai Rp 6,3 miliar ke rekening Mandiri berinisial S di Kecamatan Banyuates, serta rekaman video pengakuan SKK Migas yang menyebut pembayaran ganti rugi telah dilakukan sejak 2024.

“Bukti-bukti sudah kami serahkan, tinggal bagaimana penyidik menindaklanjuti laporan ini agar terungkap secara tuntas,” tegas Ali Topan. (Ryan Hariyanto/Znl)

Bukan Lulinha, Pedro Monteiro Ungkap Alasan Ambil Penalti Lawan Persita Tangerang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pemain Madura United, Pedro Monteiro, menjadi pencetak gol tunggal Laskar Sape Kerrab saat ditahan imbang Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025.

Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (24/8/2025) malam, gol Monteiro lahir dari titik putih pada menit ke-24.

Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata batal diraih. Persita berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Andrejic Aleksa di menit ke-64, sehingga laga berakhir imbang 1-1. Hasil imbang membuat kedua tim harus berbagi poin.

Usai laga, Monteiro mengaku kecewa karena Madura United gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Ia menilai tim sebenarnya sudah bekerja keras, tetapi ada faktor eksternal yang membuat hasil tidak sesuai harapan.

“Kita ingin 3 poin, bermain di rumah, di depan penggemar, tapi itu tidak mungkin. Ini adalah satu poin dalam perjalanan kami, tapi saya pikir kami memerlukan lebih dari 3 poin,” kata Monteiro.

Lebih lanjut, bek asal Portugal itu menegaskan Madura United harus segera mengevaluasi kesalahan yang terjadi agar tidak terulang di pertandingan berikutnya.

“Saya pikir kita harus mulai memeriksa beberapa kesalahan, dan itu bukan kesalahan kami, ini adalah kesalahan dari luar,” ujarnya.

“Tapi setelah kami memutuskan untuk tidak menyerah, kita memiliki satu poin sekarang, dan kita harus bangga dengan apa yang telah kami lakukan hari ini,” imbuhnya.

Monteiro juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang sudah berjuang keras di lapangan.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua tim, karena kami melakukan tugas yang bagus pada minggu ini. Satu poin bagi kami, dan sekarang kita harus mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” tutupnya.

Di Satu sisi, Pedro Monteiro, menjadi sorotan usai berhasil mencetak gol melalui titik putih ke gawang Pendekar Cisadane. Keputusan Monteiro mengeksekusi penalti cukup mengejutkan, mengingat eksekutor utama biasanya adalah Lulinha.

Monteiro menjelaskan bahwa dirinya mendapat izin langsung dari sang kapten tim. Bahkan, keputusan itu juga sejalan dengan arahan tim pelatih yang sudah menyiapkan opsi lain apabila Lulinha tidak mengambil tendangan penalti.

“Lulinha bertanya kepada saya apakah saya ingin mengambil penalti, dan kami memutuskan saya yang melakukannya,” ungkap Monteiro selepas pertandingan.

Ia menambahkan, situasi itu memang sudah dibicarakan sebelumnya dengan pelatih. “Kami juga punya arahan dari coach. Setiap kali Lulinha tidak mengambil, saya bisa mengambil penalti. Jadi hari ini ketika Lulinha bertanya, saya bilang ya,” jelasnya.

Ternyata keputusan tersebut berbuah manis. Monteiro yang sejatinya berposisi sebagai bek mampu menuntaskan tugasnya dengan tenang dan membawa Madura United unggul lebih dulu pada menit ke-24.

Meski hanya meraih satu poin, Monteiro tetap puas bisa memberikan kontribusi langsung di papan skor untuk Madura United.

Dengan hasil ini, Madura United tetap menjaga tren positif meski gagal meraih kemenangan penuh, sementara fokus kini tertuju pada laga selanjutnya untuk kembali berburu tiga poin. (Znl/Arif)

Komentar Alfredo Vera Usai Madura United Ditahan Imbang Persita Tangerang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Persita Tangerang 1-1 pada laga lanjutan Super League di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (24/8/2025) malam.

Pelatih Madura United, Alfredo Vera, menilai timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah meski sempat unggul lebih dulu lewat penalti Monteiro pada menit ke-24, sebelum akhirnya disamakan Andrejic lewat titik putih pada menit ke-64.

“Pertandingan, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita menemukan beberapa hal yang akan terjadi,” ucap Vera seusai pertandingan.

Ia menambahkan bahwa skuad Laskar Sape Kerrab sejatinya sudah berusaha tampil menekan, namun Persita juga mampu memberikan perlawanan.

“Sebenarnya, kita akan mencoba. Mereka juga punya, mungkin beberapa hal yang kita akan mencoba,” lanjutnya.

Meski begitu, Vera menegaskan hasil imbang ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim di laga berikutnya.

“Kita harus belajar dari pertandingan ini. Masih ada yang perlu diperbaiki agar bisa lebih baik di pertandingan selanjutnya,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Madura United belum mampu meraih poin penuh di kandang. Sementara Persita sukses mencuri satu angka dari lawatan mereka ke Pamekasan. (Znl/Arif)

Gagal Menang di Kandang, Madura United dan Persita Tangerang Berakhir Imbang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Laga Madura United kontra Persita Tangerang berakhir tanpa pemenang. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (24/8/2025) malam itu ditutup dengan skor imbang 1-1. Menariknya, dua gol tercipta sama-sama melalui titik putih.

Tuan rumah Madura United unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Monteiro pada menit ke-24. Gol tersebut sempat membuat tuan rumah tampil lebih percaya diri di hadapan pendukung sendiri. Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir.

Memasuki babak kedua, Persita Tangerang bangkit. Tekanan yang mereka lancarkan membuahkan hasil ketika wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di area terlarang. Andrejic yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper Madura United pada menit ke-64.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tak berubah. Kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Dengan hasil ini, Madura United menambah koleksi poin menjadi 4 dan kini menempati posisi ke-10 klasemen sementara Super League. Sementara Persita juga menambah catatan mereka, meski masih tertahan di papan bawah. (Znl/Arif)

Madura United Kena Denda Dua Kali di Super League, Manajemen Angkat Bicara

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United kembali mendapat sorotan setelah dua kali berturut-turut dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada ajang Super League 2025.

Sanksi pertama diterima saat Madura United menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (9/8/2025). Komdis PSSI menjatuhkan denda karena adanya kehadiran suporter tim tamu serta terjadinya kericuhan antar suporter di tribun penonton.

Tak lama berselang, sanksi kedua kembali menimpa Laskar Sape Kerrab ketika bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Joko Samudro, Gresik, Sabtu (16/8/2025). Pelanggaran terjadi karena sejumlah suporter Madura United nekat hadir, meski regulasi dengan tegas melarang kehadiran suporter tim tamu pada laga tandang.

Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, menegaskan pihaknya akan lebih ketat mengimbau para suporter agar mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh suporter Madura United agar selalu mematuhi aturan dan regulasi pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak diperbolehkan adanya kehadiran suporter tim tamu di laga tandang. Aturan ini dibuat demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran jalannya kompetisi,” ujar Umar.

Ia menambahkan, dukungan suporter sangat penting, namun harus disalurkan dengan cara yang positif dan tidak merugikan klub.

“Kami mengimbau agar seluruh suporter senantiasa mendukung tim dengan cara yang positif, kreatif, dan tanpa menimbulkan kericuhan. Jangan sampai tindakan segelintir oknum justru merugikan klub dan mencederai semangat sportivitas yang kita junjung bersama,” lanjutnya.

Dengan dua sanksi beruntun ini, Madura United berharap insiden serupa tidak kembali terulang. Klub asal Pulau Garam itu ingin fokus menjaga performa tim di lapangan tanpa terbebani masalah non-teknis. (Znl/Arif)

Madura United Waspadai Kebangkitan Persita, Vera: Jangan Lengah di Kandang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United bersiap menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Super League.

Kedua kesebelasan bakal bentrok di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Minggu (24/8/2025).

Pelatih Laskar Sape Kerrab, Alfredo Vera, menegaskan timnya tak ingin meremehkan lawan meski sang tamu datang dengan catatan kurang memuaskan di awal musim.

“Betul, kami melihat Persita tentu akan datang dengan motivasi tinggi setelah hasil kurang baik di dua laga awal. Mereka pasti ingin bangkit dan punya semangat lebih,” ujar Vera saat ditemui usai sesi latihan.

Menurutnya, pengalaman musim lalu menjadi pelajaran penting. Kala itu, Persita mampu mencuri kemenangan di kandang Madura United, yang kini dijadikan pengingat agar tim tidak kembali lengah.

“Kami menghormati itu, apalagi musim lalu mereka sempat mencuri kemenangan di sini. Itu jadi pengingat bagi kami agar tidak lengah,” tambahnya.

Meski begitu, fokus utama Madura United tetap pada kesiapan internal tim. Vera menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan, disiplin dalam bertahan, serta efektivitas dalam menyelesaikan peluang.

“Fokus kami tetap pada tim sendiri, bagaimana menjaga konsistensi permainan, disiplin dalam organisasi bertahan, dan memaksimalkan peluang yang ada,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh suporter di kandang, Vera berharap para pemain bisa tampil dengan karakter Madura United yang kuat dan penuh determinasi.

“Semua pemain sudah paham bahwa setiap lawan di Super League berat, jadi kami harus bekerja lebih keras, menjaga konsentrasi, dan bermain dengan karakter Madura United di depan suporter sendiri,” pungkas pelatih asal Argentina tersebut. (Znl/Arif)

Raker AJS Perkuat Komitmen Mengawal Pembangunan Daerah dan Kapasitas Jurnalis

0

Sampang, (Media Madura) – Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam merumuskan arah strategis organisasi. Kegiatan digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sampang, Jumat (22/8/2025).

Raker dihadiri pengurus AJS periode 2025-2027 yang terdiri dari berbagai perusahaan media, serta dihadiri Majelis Pertimbangan Jurnalis (MPJ).

Sejumlah isu utama dibahas meliputi peningkatan kapasitas jurnalis, penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, hingga penguatan advokasi bagi jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawalan pembangunan daerah.

Ketua Umum AJS Hendriyanto menegaskan bahwa rapat kerja ini dirancang agar program yang dihasilkan lebih terarah, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berakar pada kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, kapasitas jurnalis merupakan aspek fundamental di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi mengaburkan kualitas produk jurnalistik.

“Peningkatan kapasitas jurnalis sangat penting dilakukan di tengah banjir informasi. Jika tidak, produk jurnalistik akan mudah terdistorsi dan kehilangan makna. AJS berkomitmen menyiapkan program yang memperkuat kualitas, integritas, dan profesionalitas jurnalis di Sampang,” ujar Hendriyanto.

Selain peningkatan kapasitas, AJS juga menempatkan sinergitas dengan stakeholder sebagai prioritas program. Hal ini mencakup kerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga legislatif, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat sipil lainnya.

Dengan sinergi yang terbangun, jurnalis diharapkan mampu mengawal realisasi pembangunan daerah secara lebih konstruktif. Dengan harapan peran profesionalitas jurnalis dapat terwujud dengan baik.

Tak kalah penting, AJS juga menegaskan komitmen terhadap advokasi jurnalis. Pasalnya, dalam menjalankan tugas profesinya, jurnalis seringkali berhadapan dengan risiko, baik berupa tekanan, ancaman, maupun potensi kriminalisasi.

AJS berupaya menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan pembelaan, sesuai prinsip kemerdekaan pers yang dijamin undang-undang.

“Belakangan ini masih sering terjadi kekerasan terhadap jurnalis, selain itu terjadinya gelombang PHK sepihak oleh perusahaan media tentu itu semua perlu kita dampingi penyelesaiannya,” terang Pemred RadarMadura.id itu.

Anggota MPJ Miftahul Ulum menilai bahwa peningkatan kapasitas merupakan langkah strategis yang akan berdampak langsung pada kualitas produk jurnalistik di daerah.

“Kami mendukung penuh program peningkatan kapasitas jurnalis. Dengan kemampuan yang mumpuni, jurnalis akan mampu menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan berimbang,” tegas Ulum.

Sementara itu, anggota MPJ lainnya Kamaluddin Harun menekankan pentingnya soliditas internal dalam menjalankan program. Ia berharap seluruh pengurus dan anggota AJS dapat menjaga kekompakan, saling mendukung, dan bekerja sama demi keberhasilan program yang telah disusun.

“Semoga apa yang sudah direncanakan dalam raker ini bisa terlaksana dengan baik, bermanfaat bagi anggota, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” terangnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Znl

Kantor SKK Migas Dikepung Nelayan Madura

0

Surabaya, (Media Madura) – Ratusan nelayan asal Kabupaten Sampang, Madura, berunjuk rasa mengepung kantor SKK Migas Perwakilan Jabanusa, di Surabaya, Rabu (20/8/2025).

Massa yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Pantura Madura (PNPM) menuntut hak ganti rugi rumpon yang rusak akibat aktivitas kapal survei seismik 3 dimensi di Lapangan Hidayah, Wilayah Kerja North Madura II milik Petronas Carigali pada tahun 2024.

“Setahun lebih rumpon nelayan Sampang rusak, tapi sampai saat ini tidak ada ganti rugi sebagai bentuk tanggungjawab dari SKK Migas,” ucap Korlap Aksi Faries Reza Malik di Surabaya, Rabu.

Ratusan nelayan Sampang dan Pamekasan tersebut berasal dari Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah, serta Kecamatan Pasean, dan Batumarmar. Sebagai bentuk kekecawaan terhadap perusahaan bergerak di bidang Migas itu massa menggelar tahlil dan doa bersama.

Poster spanduk bertuliskan tuntutan dibentangkan, diantaranya ‘Petronas Carigali Jangan Khianati Rakyat’ hingga ‘Bayar Ganti Rugi Rumpon atau Angkat Kaki dari Pantura Madura’

“Ini simbol bagian dari matinya hati nurani SKK Migas kepada rakyat, matinya keberpihakan kepada nasib nelayan,” kata Faries.

Aksi massa mengepung kantor SKK Migas di Surabaya menuntut hak ganti rugi rumpon bukan pertama kali dilakukan. Sehari sebelumnya massa juga berunjuk rasa di kantor Petronas di Gresik, Jawa Timur.

“Saat itu Petronas enggan menemui kami karena disinyalir ada intervensi dari SKK Migas, makanya kami demo kesini,” ujarnya.

Mereka mempertanyakan kemana kompensasi dana ganti rugi rumpon yang diduga sudah dicairkan. Sebab, sampai saat ini tidak ada dana tersebut diterima oleh para nelayan.

“Kalau memang sudah dibayarkan ke Pemkab Sampang kenapa sampai saat ini kami belum menerima sepersen pun,” terang Faries.

Perwakilan SKK Migas akhirnya menemui massa. Dihadapan nelayan, SKK Migas menyampaikan bahwa terkait ganti rugi rumpon sudah dibayarkan melalui Pemkab Sampang. Sayangnya pihak SKK Migas tidak menyebutkan secara detail nominal dalam ganti rugi tersebut.

“Ganti rugi rumpon sudah disalurkan, silahkan tanyakan ke pemerintah daerah, diluar itu bukan kewenangan kita,” ujar salah seorang perwakilan SKK Migas.

Diketahui, pada bulan Juli lalu Petronas dan PT Elnusa dengan disaksikan SKK Migas Jabanusa telah sepakat memberikan ganti rugi kepada nelayan sebesar Rp21,19 miliar.

Rinciannya, nelayan di Kecamatan Banyuates Rp6,35 miliar, Ketapang Rp5,45 miliar, Sokobanah Rp3,99 miliar, Batumarmar Pamekasan Rp3,15 miliar, dan Pasean Rp2,25 miliar.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol