Pamekasan, (Media Madura) – Madura United kembali mendapat sorotan setelah dua kali berturut-turut dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada ajang Super League 2025.
Sanksi pertama diterima saat Madura United menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (9/8/2025). Komdis PSSI menjatuhkan denda karena adanya kehadiran suporter tim tamu serta terjadinya kericuhan antar suporter di tribun penonton.
Tak lama berselang, sanksi kedua kembali menimpa Laskar Sape Kerrab ketika bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Joko Samudro, Gresik, Sabtu (16/8/2025). Pelanggaran terjadi karena sejumlah suporter Madura United nekat hadir, meski regulasi dengan tegas melarang kehadiran suporter tim tamu pada laga tandang.
Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, menegaskan pihaknya akan lebih ketat mengimbau para suporter agar mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami ingin menegaskan kembali kepada seluruh suporter Madura United agar selalu mematuhi aturan dan regulasi pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak diperbolehkan adanya kehadiran suporter tim tamu di laga tandang. Aturan ini dibuat demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran jalannya kompetisi,” ujar Umar.
Ia menambahkan, dukungan suporter sangat penting, namun harus disalurkan dengan cara yang positif dan tidak merugikan klub.
“Kami mengimbau agar seluruh suporter senantiasa mendukung tim dengan cara yang positif, kreatif, dan tanpa menimbulkan kericuhan. Jangan sampai tindakan segelintir oknum justru merugikan klub dan mencederai semangat sportivitas yang kita junjung bersama,” lanjutnya.
Dengan dua sanksi beruntun ini, Madura United berharap insiden serupa tidak kembali terulang. Klub asal Pulau Garam itu ingin fokus menjaga performa tim di lapangan tanpa terbebani masalah non-teknis. (Znl/Arif)


