Beranda blog Halaman 1003

Koramil Pegantenan Tanam 1000 Pohon di Hari Bumi 2017

0

Pamekasan, 22/4 (Media Madura) – Aksi tanam 1000 pohon dilakukan oleh TNI dari Koramil 0826/07 Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017) pagi.

Danramil 0826/07 Pegantenan, Kapten Inf Suharto mengatakan, kegiatan penanaman 1000 pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2017.

“Kegiatan tanam 1000 pohon juga menyambut datangnya bulan Ramadhan,” kata Suharto.

Usai tanam pohon, dilanjutkan dengan karya bhakti membersihkan TPU Buju’ Phote di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan.

Kegiatan tanam pohon, jelas Suharto, melibatkan Polsek Pegantenan, aparat desa, dan mahasiswa KKN dari Unira.

“Anggota Koramil 8 personel, dari Polsek 5 personel, dan mahasiswa KKN Unira sebanyak 15 orang,” imbuhnya.

Kapolsek Pegantenan, AKP Puryanto, Pj Kepala Desa Bulangan, H Suparman hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka juga turun tangan membersihkan tempat pemakaman setempat.

“Kegiatan penanaman bibit pada Hari Bumi dan baksos pembersihan makam Buju’ Phote sebagai bentuk kepedulian kami terhadap Desa Bulangan Barat,” timpal Koordes KKN Unira, Novandiyanto.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Hari Ini Menpora Sambangi STAIN Pamekasan

0

Pamekasan, 22/4 (Media Madura) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi akan menyambangi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017).

Pria asal Bangkalan itu akan menjadi pemateri dalam kuliah umum dan malam inagurasi Festival Potensi Mahasiswa (Festa 2017) yang digelar Dewan Mahasiswa (DEMA) STAIN Pamekasan.

“Menpora di STAIN hari ini jam 11.00 WIB,” kata Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim kepada mediamadura.com, Sabtu (22/4/2017) pagi.

Imam Nahrawi menjadi pembicara tunggal dalam acara yang mengusung tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Membangun Madura”, yang digelar mulai pukul 13.00 WIB. Bertempat di auditorium setempat. Peserta sendiri dari mahasiswa STAIN Pamekasan dan umum.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Warga dan Kades Marparan Sama-sama Ngaku Jadi Korban Dugaan Pemerasan Oknum LSM KPK

Sampang, 21/4 (Media Madura) – Tak hanya Kepala Desa (Kades) Marparan Moh Romli yang mengaku hendak diperas oleh oknum LSM KPK Nusantara. Dari pihak warga di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, juga diduga menjadi korban pemerasan.

Informasi yang beredar, oknum LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara terindikasi meminta uang senilai Rp 35 juta kepada warga/pelapor dengan dalih untuk menyewa penasehat hukum. Saat itu, kasus yang dikawal LSM tersebut telah dilaporkan ke Polsek Sreseh terkait dugaan pungli dilakukan pihak Kades soal sertifikat masal melalui program Prona.

“Saya pernah datang ke kantornya LSM KPK ini di Surabaya disitu minta Rp 2 juta karena uang itu untuk biaya operasional yang selama ini sudah turun ke lapangan Madura-Surabaya lebih dari 10 kali. Kalau dikasih sedikit dikira gak enak sehingga warga sepakat ngasih segitu,” ujar Romli salah satu warga Desa Marparan di balik telepon, Jumat (21/4/2017) sore.

Seiring waktu, lanjut Romli, oknum LSM KPK sempat menawarkan dua pilihan kepada warga apakah kasus yang telah dilaporkan polisi tetap berlanjut atau damai dengan pihak Kades. Namun, warga tetap bersikukuh laporan itu diproses sesuai aturan.

“Alasannya gini, kalau mau lanjut harus sewa pengacara, masak warga gak mau ngeluarin uang sepersen pun, karena kita (LSM) bekerja ini gak digaji oleh pemerintah, terserah warga mau ngasih berapa. Tapi nominalnya tidak disebutkan berapa,” terang Romli menirukan omongan oknum LSM itu.

Romli menuturkan, adanya tawaran itu warga masih memikirkan kembali. Meski, sudah memberikan uang senilai Rp 2 juta sebagai uang operasional. Bahkan, hal itu membuat dirinya bersama warga lain melaporkan langsung ke Polres Sampang, pada Kamis (20/4/2017) kemarin.

“Karena tidak ada tindaklanjut lagi hasil pengawalan LSM itu di polsek,” terangnya.

Sementara itu, juru bicara LSM KPK Nusantara Saliman, membantah bahwa pihaknya telah melakukan pemerasan terhadap warga. Hanya saja, masyarakat Marparan meminta pengawalan kasus dugaan pungli kepada lembaganya.

“Tidak ada unsur pemerasan baik kepada warga maupun pihak Kades, itu hanya isu saja di luaran. Soal warga membayar itu kemungkinan teman-teman di kantor untuk uang operasional, bukan ke saya,” dalihnya.

Saliman mengaku jika memang pihak Kades sempat minta damai menyelesaikan perkara kasus tersebut. “Saya bilang ya tidak apa-apa kalau masyarakat mau, kalau gak mau tidak masalah, yang penting saya tidak minta-minta, apalagi transaksinya belum,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Madura United Gagal Bawa Pulang Poin dari Lamongan

0

Lamongan, 21/4 (Media Madura) – Madura United gagal membawa pulang poin penuh. Bertandang ke markas Persela Lamongan pada pekan kedua Liga 1, Jumat (21/4/2017) malam, Laskar Sape Kerrab takluk 0-2 di Stadion Surajaya Lamongan.

Bertindak sebagai tim tamu, anak asuh Gomes De Oliviera tampil menyerang dan menurunkan marquee player Peter Osaze Odemwingie sebagai starter, namun belum juga mencetak gol. Justru mereka tertinggal lebih dulu oleh Persela.

Adalah Fahmi Al Ayyubi yang mencetak gol bagi tuan rumah di menit ke-38. Kiper Madura United, Angga Saputra gagal membendung bola hasil sepakan Fahmi. Hingga jeda, Persela unggul 0-1 atas Madura United.

Madura United coba bangkit di babak kedua untuk mengincar gol penyama. Tapi, Persela punya lini belakang yang kokoh. Sehingga membuat tim tamu sulit mencetak gol.

Persela yang bermain di depan publik sendiri berniat menambah pundi-pundi golnya. Namun hingga menit ke-75 tak gol tercipta dari kedua tim.

Di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya di menit ke-89, suporter tuan rumah kembali bergemuruh. Gawang Angga Saputra kembali kebobolan gol kedua Persela. Ivan Carlos berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Babak kedua pun berakhir 0-2 untuk Persela.

Dua gol itu membuat Persela akhirnya meraih tiga poin. Sementara, Madura United gagal melanjutkan tren positifnya dan harus turun peringkat di daftar klasemen sementara.

Susunan pemain:

Persela Lamongan – Choirul Huda (PG), Eky Taufiq F, M Zainal Haq, Marcio Nasciminto R, Samsul Arifin, Robby Wirawan (Samsul Arif Munip), Barbosa Alves (Zainal Arifin), Yamasaki, Sandi Septian (Eka Ramdani), Ivan Carlos

Pelatih – Heri Kiswanto

Madura United – Angga Saputra (PG), Fachrudin Aryanto, Fabiano Beltrame (Munhar), Andik Rendika Rama, M Rifat Marasambessi, Dane Milovanovic, Redouane Zerzoutri (Slamet Nurcahyo), Rizky Dwi (Eriyanto), Bayu Gatra, Saldi, Peter Odemwingie

Pelatih – Gomes De Oliviera

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pamekasan Akan Bangun Kantor Layanan TKI Satu Atap

Pamekasan, 21/4 (Media Madura) – Kantor layanan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan dibangun di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pamekasan, Arif Handayani, kantor itu akan dibangun karena angka TKI ilegal di Madura sangat tinggi.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) bakal bentuk kantor pelayanan TKI satu atap salah satunya di Pamekasan,” katanya, Jumat (21/4/2017).

Keberadaan kantor itu, tambah Arif, nanti akan memberikan kemudahan bagi masyrakat untuk mengurus kelengkapan administrasi agar bisa bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Rencana tersebut untuk menekan jumkah TKI ilegal asal Jawa Timur.

“Salah satu penyebab banyaknya TKI ilegal karena pengurusan adminitasi yang harus didapat dari beberapa instansi, jadi dianggap ribet, hingga memilih jalur ilegal. Makanya, akan dibuat jadi satu kantor,” tambahnya.

Sebab, di kantor itu akan ada pelayanan syarat kelengkapan menjadi TKI, dari kantor Imigrasi, Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispendukcapi), kepolisian, dan intansi lainnya, yang berkaitan dengan kelengkapan menjadi TKI.

“Pemerintah selalu berupaya untuk menekan jumlah TKI ilegal, agar mereka bisa bekerja dengan aman dan nyaman tanpa harus ketakutan dengan petugas, karena sudah melalui jalur yang benar,” tutur mantan sekretaris DPRD Pamekasan itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Bentrok Persatu Tuban, Pelatih Persepam Kantongi Kelemahan Lawan

0

Pamekasan, 21/4 (Media Madura) – Pelatih Persepam Madura Utama (Persepam MU), Rudy William Keltjes mengaku sudah mengetahui kelamahan Persatu Tuban pada laga perdana di grup 5 Liga 2.

Kelemahan itu kata pelatih Persepam MU, Rudy William Kaltjes, akan dimanfaatkan untuk meraih kemenangan pada laga perdana kedua kesebalasan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, sekitar pukul 15:00 WIB, Sabtu, (22/4/2017) besok.

“Saya sedikit tahu kelemahan lawan nanti,” katanya, Jumat (21/4/2017).

Oleh karenanya, pelatih berdarah Balanda-Madura ini optimisi laskar Sapeh Ngamok bisa meraih kemenangan.

“Kita sudah siapkan strategi dan taktik. Lawan juga begitu, tapi kita optimis bisa menang,” tambah Rudy.

Menurut Rudy, kekuatan Persepam MU dan Persatu Tubuan tidak jauh berbeda. Kedua tim ini sama-sama menghuni divisi dua.

“Saya kira sama, tinggal kita memanfaatkan kelamahan saja,” jelasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Launching Perssu, Manajemen Santuni 30 Anak Yatim

0

Sumenep, 21/4 (Media Madura) – Salah satu klub peserta Liga 2 asal Pulau Garam, Perssu Real Madura resmi di launching, Jumat (21/4/2017) di Pendopo Agung setempat. 

Launching sehari jelang melakoni laga perdana ini diakui Manajer Tim memang sangat mepet. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. 

“Kami mohon maaf jika acara launching tim kebanggaan kita ini mendadak, tetapi bagi kami, tim ini harus siap mengahadapi setiap pertandingan,” ucap Didik Untung Wahyudi dalam sambutannya.

Acara perkenalan tim sendiri dikemas sangat sederhana, namun cukup khidmat, karena tidak hanya dihadiri segenap jajaran official tim, Launching juga dihadiri para pemain serta suporter setianya, Peccot Mania. 

Disamping itu, manajemen meresmikan tim dengan menyantuni puluhan anak yatim. Tujuannya, tim mendapat keberkahan dan kesuksesan dalam satu tahun kompetisi. 

“Dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim ini, selain untuk berbagi kami juga berharap tim diberikan kemudahan dalam menjalani kompetisi kedepan,” tambahnya. 

Ditegaskan Didik, manajemen memiliki target di Liga 2 2017, Laskar Kuda Terbang setidaknya lolos ke babak 16 besar atau menempati posisi 2 besar di babak penyisihan. 

“Melihat ketatnya persaingan, kita targetkan minimal tidak terdegradasi, tapi kalau bisa kita ingin kembali berprestasi seperti turnamen kemarin,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ini Dia Deretan Pemain Eks Timnas di Madura FC

0

Sumenep, 21/4 (Media Madura) – Dipastikan menjadi salah satu kontestan Liga 2 2017, Madura FC sukses membuat sebuah gebrakan dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas. 

Saat ini tercatat, tim berjuluk Laskar Joko Tole ini sudah memiliki 7 pemain berstatus eks punggawa tim merah putih. Berikut kami sajikan profil para pemain tersebut. 

1. Oktovianus Maniani

Dikenalkan saat launching tim, Okto merupakan pemain eks Timnas di ajang Piala AFF tahun 2010 dan Sea Games 2011.

Pemain kelahiran Papua 27 Oktober 1990 ini terakhir membela Arema FC di putaran kedua Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.

2. Aldaier Makatindu

Penyerang kelahiran 25 Mei 1992 ini pernah menjadi bagian dari Timnas Sea Games 2013 lalu, terkahir ia berbaju Bali United. 

3. Muhammad Bachtiar

Mantan pemain Mitra Kukar pernah menjadi salah satu pemain Timnas U-23 pada ajang Sea Games 2007 berposisi sebagai midfielder.

4. Khomad Suharto

Suharto merupakan mantan pemain PSCS Cilacap, menjadi bagian dari Timnas U-23 periode 2006-2007.

5. Agung Supriyanto

Pemain yang berposisi sebagai penyerang saat membela Persijap Jepara tahun lalu namanya juga pernah tercatat sebagai Timnas U-23 tahun 2012 lalu.

6.Yoga Pratama Hadi Kuswendi

Pria yang memiliki tinggi badan 183 ini namanya pernah tercatat sebagai pemain Timnas U-19 beberapa tahun lalu.

7. Ronald Setmot

Pemain striker ini pernah berkostum merah putih pada tahun 2013 saat Sea Games Myanmar, terakhir ia memperkuat kontestan Liga 1 Mitra Kukar FC.

Selain nama-nama diatas, Madura FC juga memiliki pemain-pemain berkualitas lainnya. Meski tidak pernah mengenyam cap Timnas, mereka juga berpotensi merebut posisi inti tim yang kini tengah dirajut Coach Salahudin. 

Madura FC sendiri akan bersaing dengan tim lain di Grup 7, yaitu dengan Persekap Pasuruan, Persekam Metro FC, Persigo Semeru FC, PS Badung, PS Sumbawa Barat, dan Celebest FC.

Penulis : Rosy
Editor: Ahmadi

Harga Garam Petani di Sumenep Melambung Tinggi

Sumenep, 21/4 (Media Madura) – Para petani garam di Sumenep, Madura, Jawa Timur patut sumringah. Sebab, harga garam saat ini sangat memihak para petani, lantaran kenaikannya sampai lima kali lipat.

Sebelumnya harga garam hanya berkisar Rp 450 ribu per ton sampai Rp 600 ribu per ton, dan kini harga garam mencapai Rp 2,2 juta per ton.

“Ya mas, sejak dua pekan terakhir ini, harga garam memang terus mengalami kenaikan,” tutur Kepala Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Haji Ubaidillah, Jumat (21/4/2017).

Menurut Ubed, tingginya harga garam petani merupakan dampak dari kebijakan Pemerintah membatasi masuknya garam impor.

Karena, dengan adanya pembatasan garam impor, stok menjadi terbatas, sehingga yang dicari adalah garam produksi petani. 

“Alhamdulillah, (dengan kebijakan pembatasan garam impor) para petani garam, termasuk di Madura ini bisa menikmati hasil kebijakan ini,” imbuhnya.

Namun sayang, saat harga tinggi, sisa stok garam milik petani sudah tidak banyak, karena sudah dijual lebih awal kepada para tengkulak.

“Sumenep ini dikenal sebagai daerah penghasil garam terbaik. Makanya kami berharap pemerintah memperjuangkan harga garam, dan harga ditingkat petani terus bertahan tinggi,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Nia Kurnia Fauzi Bicara Hari Kartini: Saatnya Wanita Berbuat Lebih

Sumenep, 21/4 (Media Madura) – Di Indonesia, tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Istri Wakil Bupati Sumenep, Nia Kurnia Fauzi mengucapkan selamat untuk wanita seluruh Indonesia.

Ditemui mediamadura.com, wanita yang kini mengetuai Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep mengajak, pada momentum peringatan kali ini, agar wanita mulai berfikir untuk berbuat lebih. 

“Kita lupakan stigma lama, bahwa tugas perempuan hanya di dapur, di sumur dan di kasur,” ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Menurut dia, di era saat ini, kesempatan wanita mendapatkan peran lebih sebenarnya sudah terbuka lebar, tinggal bagaimana para wanita memanfaatkan sebaik-baiknya. 

“Selain itu, di momen ini saatnya wanita bicara lebih, dan yang penting diikuti dengan kerja nyata,” imbuhnya. 

Cara yang tepat, lanjut Nia, untuk meneladani RA. Kartini adalah mengisi kemerdekaan ini dengan melakukan segala sesuatu sesuai dengan porsinya. 

“Wanita yang seorang pekerja maka bekerjalah dengan baik, wanita yang seorang ibu rumah tangga, maka didiklah anak-anak dengan baik, wanita yang seorang pengusaha maka lakukanlah yang terbaik untuk bangsa,” tegasnya. 

“Lalu, wanita yang seorang abdi negara, jadilah pengayom bagi masyarakat, bahkan wanita yang dirumah saja, juga dapat berbuat, yaitu melakukan sesuatu untuk kebahagiaan isi rumah. Yang penting, lakukan apa yang bisa dilakukan, jangan hanya berpangku tangan,” tutupnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi