Kata Terlapor Pemotongan PKH Gunung Maddah Sampang, “Disuruh Pendamping”

Moh Holil terlapor kasus dugaan pemotongan dana bantuan PKH Desa Gunung Maddah Kota Sampang memberikan klarifikasi kepada wartawan, Rabu (18/11/2020) sore. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pelaporan dugaan pemotongan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, masih ditangani Kejaksaan Negeri setempat. Dalam laporannya indikasi pemotongan dilakukan ketua kelompok program, Moh Holil.

Rabu sore, terlapor memberikan keterangan pers. Saat klarifikasi, Moh Holil membantah tudingan mengenai pemotongan bantuan PKH. Dengan tegas dirinya menjelaskan, tidak ada bentuk pemotongan apapun yang terjadi di desanya.

“Semua tidak benar, jadi apa yang ditudingkan itu tidak ada sama sekali dan tidak pernah merasa memotong, ini menyangkut nama baik saya,” ucap Holil dijumpai di salah satu cafe di Sampang, Rabu (18/11/2020).

Holil menyatakan, dirinya bukan sebagai ketua kelompok program serta bukan penerima bantuan PKH. Dia hanya dipercayai warga untuk mengakomodir segala sesuatu urusan desa. Karena sebelumnya menjabat sebagai perangkat desa.

Meski begitu, dia mengakui jika Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima program dipegang oleh dirinya selama tiga tahun terakhir. Kartu ATM tersebut juga baru diserahkan 15 hari lalu kepada masing-masing KPM sebelum kasus ini dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sampang.

Pria berusia 49 ini mengatakan, alasan kartu penerima program PKH dipegang dirinya atas permintaan dari 70 penerima. Rata-rata penerima merupakan warga lanjut usia. Khawatir hilang membuat tertunda proses pencairan menjadi alasan utama dirinya mengkoordinir kartu.

“Kartu memang saya pegang, awalnya bertahap dari 24 kartu terus bertambah seterusnya sampai 70 KPM, tapi sekarang setelah ramai menjadi perbincangan akhirnya kartu diserahkan ke penerima dan baru sadar jika ini salah,” ujarnya.

“Disuruh pendamping mengkoordinir pencairan dirumah bukan kartu penerima, pendamping PKH sama agen BRILink hadir juga dirumah, atas kesepakatan semuanya,” imbuh Holil.

Saat ini, menurut Holil, pihaknya siap menghadapi dan dimintai keterangan oleh kejaksaan menyikapi laporan yang ditudingkan itu. Hal ini untuk memperjelas segala dugaan pemotongan bantuan PKH di Desa Gunung Maddah.

“Siap nanti dimintai keterangan Kejari Sampang,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.