Wisata Lombang Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Kepala UPT Wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Anwar buka-bukaan terkait bobroknya pengelolaan Pantai Wisata Lombang.

Tidak hanya menyebut telah terjadi kebocoran tiket lantaran jalur tikus dan kecurangan petugas, Anwar juga menuding ada oknum petugas yang sengaja bermain, bahkan sanggup mengambil untung hingga Rp 8 juta sehari per orang.

“Modusnya gini, jika ada rombongan mobil berisi 16 orang, yang dapat tiket tanda bayar hanya tiga orang, kan berarti uang tiket 13 pengunjung lain masuk kantong,” ujar Anwar.

“Kalau per tiket Rp 20 ribu dikalikan 13 orang, mereka dapat meraup untung Rp 260 ribu per mobil rombongan. Jadi tidak heran kalau tahun kemarin, ada yang sampai dapat Rp 8 juta per oknum dalam sehari saja,’ bebernya.

Namun, saat ditanya mengenai langkah pemberantasan pungli yang sudah terang terangan di lapangan tersebut, Anwar mengaku tidak dapat berbuat banyak. Selain karena memang banyak jalan tikus, para oknum pelaku kecurangan juga merupakan warga setempat.

“Kami tidak dapat berbuat banyak pak. Mereka semua kan anggota Pokdarwis, warga setempat sini. Kalau kita ganti petugas lain, mendatangkan dari luar misalnya, bisa tambah hancur wisata Lombang ini,” ucapnya gamblang.

Sebagai bagian dari solusi, pihaknya meminta ada perhatian yang dilakukan daerah, dalam hal ini Disparbudpora. Seperti dibangun pagar tinggi setiap sisi pantai untuk mengatasi wisatawan melalui jalur tikus.

“Bangun pagar setinggi 3 meter, untuk area pantai sendiri bisa diberi kawat, pintu masuk satu. Langkah-langkah seperti ini saya yakin efektif mengatasi permainan. Dan ini sudah kami usulkan ke atasan, namun belum ada tanggapan,” tandasnya.

Sebelumnya, maraknya praktik pungli di objek pantai wisata milik Pemkab Sumenep itu mendapatkan atensi serius dari Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Sehingga memantik Kepala UPT Pantai Lombang buka-bukan.

Busyro mengaku, belum lama ini pihaknya menerima keluhan para tokoh Sumenep yang ada diluar Madura. Jika di wisata pantai Lombang marak praktik pungli, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke pantai yang dikenal dengan keindahan cemara udang tersebut.

“Selama libur lebaran ini, pengunjung tempat wisata terbanyak adalah pantai Lombang, datanya ada di meja saya. Tapi, para tokoh itu mengeluhkan, sewaktu masuk ke pantai Lombang dengan membawa banyak rombongan. Keluhan yang pertama ialah banyak pungutan pungutan liar,” ujar Busyro.

“Dari tata kelola management yang tidak benar seperti ini, diketahui mereka ingin keuntungan yang besar dengan waktu yang singkat. Namun akibat dari tata kelola yang tidak benar membuat para pengunjung geram dan enggan kembali lagi ke wisata Pantai Lombang ini, ini tidak bisa dibiarkan,” sambungnya.

Karena tindakan sejumlah oknum tak bertanggungjawab dinilai telah merusak citra wisata pantai Lombang, yang seharusnya dijaga agar pengunjung tidak kecewa. Maka, orang nomor satu di Sumenep itu mendesak segera ada reformasi kedepannya.

“Pantai Lombang merupakan Destinasi wisata pantai tertua di Kabupaten Sumenep, banyak masyarakat dalam dan luar Sumenep menikmati pesona pantai dengan keindahan cemara udang. Jadi, masalah-masalah yang bikin pengunjung tak enak itu harus segera diatasi,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.