Mahasiswa menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Pemkab Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Sekelompok pemuda dan mahasiswa kembali menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (21/11/2017).

Mereka yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) menagih janji politik Busyro-Fauzi, khususnya progran “Nata Kota Bangun Desa”.

“Dalam aksi yg kedua ini kami turun jalan dalam rangka menindaklanjuti serta menagih janji politik Buayro-Fauzi. Karena bagi kami pemerintah telah gagal mewujudkan janjinya itu,” kata Korlap Aksi, Mahfud Amin. 

Berdasarkan hasil advoksi yang dirinya lakukan, ternyata pemerintah daerah tidak pernah mengadakan sosialisasi ke desa di tiap kecamatan baik daratan ataupun kepulauan.

“Padahal ini sudah diperbubkan oleh Bupati Sumenep Nomor 513 Tahun 2016,” ungkapnya.

Untuk itu, mereka menuntut agar pemerintah mengkaji ulang Perbup Nomor 513 Tahun 2016 tersebut, lantaran pemerintah tidak punya konsep yang jelas terkait membangun desa.

“Masyarakat hanya butuh bukti bukan janji. Tapi nyatanya Pemkab malah terkesan asal-asalan dalam membangun desa,” ungkapnya.

Disamping itu, dalam penataan kota Pemkab juga dinilai tidak serius, itu terbukti nyata saat ini Sumenep masih kerap dikepung banjir saat turun hujan. 

Tapi sayang, kedatangan belasan mahasiswa dan pemuda itu tidak ditemui oleh pihak terkait, sehingga massa hanya sekedar berorasi tanpa mendapat tanggapan. 

“Jelas kami kecewa kepada pemerintah daerah. Karena mereka jelas-jelas tidak mau menemui kami dalam aksi ini,” tutupnya.

Sebagai ekpresi kekecewaannya, mereka mengakhiri aksinya dengan melakukan Salat Ghaib di jalan raya depan Pemkab sebagai bukti matinya demokrasi di Sumenep.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.