Sampang, 9/2 (Media Madura) – Banjir kembali terjadi merendam Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, sejak Rabu (8/2) malam pukul 22.00 WIB.

Kali ini banjir akibat luapan Sungai Kamuning itu lebih besar dibandingkan yang menerjang Kota Sampang berselang tiga hari lalu.

Berdasarkan hasil pantuan yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sampang, banjir pada Kamis (9/2) ini, banjir merendam tujuh Desa dan enam Kelurahan dengan ketinggian air rata-rata mencapai 2 meter.

“Jadi total ada 13 Desa dan Kelurahan di Sampang terendam banjir sejak Rabu malam. Air banjir mulai tinggi pada Kamis pagi,” terang Kepala BPBD Sampang Wisnu Hartono di balik telepon, Kamis (9/2/2017) pagi.

Wisnu menuturkan, banjir kiriman itu akibat hujan yang terjadi di daerah Kecamatan Robatal, Ķedungdung, Kecamatan Karang Penang, serta Kecamatan Omben.

Mengungsi; Rumah warga Sampang terdampak banjir

Tujuh Desa itu yakni Desa Kamuning, Desa Pangilen, Desa Banyumas, Desa Tanggumong, Desa Pasean, Desa Panggung, dan Desa Gunung Maddah.

Sedangkan, enam Kelurahan diantaranya Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah, Kelurahan Gunung Sekar, Kelurahan Karang Dalam bagian timur, Kelurahan Banyuanyar, serta Kelurahan Polagan bagian utara.

Dijelaskan Wisnu, ketinggian air di Desa Kamuning ketinggian air hingga 2 meter, di Desa Pangilen antara 70-200 cm, Desa Banyumas 80-200 cm, Desa Tanggumung 80-190 cm, Desa Pasean 50-150 cm, Desa Panggung 70-150 cm, Desa Gunung Maddah antara 70-210 cm.

“Sampai saat ini banjir masih menggenangi Kota Sampang seperti di sebagian titik terbesar di Kelurahan Dalpenang Jalan Imam Bonjol Imam Bonjol hingga 1,5 meter dan Jalan Melati sampai 2 meter,” katanya.

Tak hanya itu, dampak banjir tersebut jalur lalu lintas Kota Sampang ke Kecamatan Omben lumpuh tidak bisa dilalui kendaraan. Begitu pun, jalur ke arah utara yakni Kecamatan Kedungdung dan Ketapang terpaksa ditutup karena terendam banjir.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan