Oleh : Esa Arif As

Mereka terbiasa memulai hari dengan malam, melumat siang dengan peluh kesungguhan karena sadar di negeriku yang kaya ini tak kerja maka tak makan.

Mereka selalu terjaga di tengah malam karena atap rumahnya yang penuh bintang sering hujan, di negeriku yang kaya ini tak punya uang tak punya tempat tinggal.

Karena itulah mereka menjadi tak takut apapun, mereka hanya takut lapar, takut anak-anaknya tak makan dan generasinya terus diperbudak kepentingan bangsa lain bahkan diperbudak bangsanya sendiri, wajar kadang mereka menjadi bringas.

Kini tak ada badai yang menakutkan kecuali gemuruh dan petir yang menyambar di dalam perut rakyat miskin yang kelaparan seperti mereka, di negeriku yang kaya ini.

Saat ini orang kecil hanya bisa menahan ingin seperti suap demi suap angan yang tak bisa ditelan, karena tingkah lucu penguasa yang tak masuk akal dan memuakkan di negeriku yang kaya ini.

Mereka hanya sesosok yang kerontang karena negaraku kaya sementara miskin rakyatnya.

Pamekasan. 16 Agustus 2016

*Penulis direktur mediamadura.com

Tinggalkan Balasan