Sumenep, 6/2 (Media Madura) – Oknum Kapolsek di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menolak melayani wartawan yang hendak melakukan konfirmasi karena medianya tak terverifikasi dewan pers.

“Mohon maaf, media yang terverifikasi di Dewan Pers kan hanya 74 mas, dan itu sudah disampaikan pak Kapolres kepada kami kemarin,” tutur Asmuni menirukan ucapan oknum Kapolsek tersebut, Senin (6/2/2017).

Akibatnya, salah satu wartawan Media Online yang bertugas di Sumenep tersebut gagal menjalankan tugas dan tidak mendapatkan konfirmasi pemberitaan yang diinginkan. 

“Ya, karena nara sumber sudah menolak, saya urungkan niat untuk wawancara,” tandasnya.

Sejak kemarin, tengah heboh pengumuman Dewan Pers prihal hasil verifikasi media-media di Indonesia. Dalam isi pesan yang dibroadcast secara berantai disebutkan, hanya ada 74 media cetak, televisi, radio dan online yang sudah terverifikasi.

Rencananya, penyerahan sertifikat verifikasi akan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo yang akan dilaksanakan pada puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Ambon, Maluku, Kamis (9/2/2017) mendatang.

Selanjutnya, data media tersebut akan diserahkan ke Pemerintah untuk selanjutnya dibuatkan peraturan dan Instruksi ke seluruh instansi pemerintahan pusat, daerah, TNI dan Polri untuk tidak melayani media tanpa terverifikasi Dewan Pers.

Sementara itu, Kapolres Sumenep, Joseph Ananta Pinora ketika dikonfirmasi malah membantah soal instruksi agar bawahannya menolak wartawan dari media yang tidak tercantum di pengumunan Dewan Pers. 

“Wah ada-ada saja isunya ya mas,  biasa aja kok mas, ndak perlu resah, ndak usah khawatir mas, media itu temannya Polisi Mas,” jawab Pinora via pesan WhataApp. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan