Sampang, 23/1 (Media Madura) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, mencatat jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mencapai angka 195.554 tersebar di 14 Kecamatan. Namun sayangnya, sebanyak 169.000 UMKM tidak dapat bersaing alias mati suri.

“Harus ada perubahan sistem nyata yang dapat dirasakan oleh para pelaku UMKM, kalau ini dibiarkan, tak ayal akan banyak lagi UMKM yang tersisih akibat lepasnya tanggung jawab pemkab,” kata Anggota Komisi II DPRD Sampang Rahmat Hidayat.

Rahmad menuturkan, salah satu terobosan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Sampang dalam meningkatkan daya saing ini adalah dengan mengadakan pameran UMKM. Dimana cara mempublikasikan hasil karya yang dimiliki seperti makanan, minuman, batik, kerajinan, tanaman, kuliner, kreasi daur ulang sampah, dan lainnya, itu bisa diketahui oleh masyarakat lainnya.

Politisi PKS itu juga meminta agar Pemkab Sampang memberikan ruang yang cukup bagi pelaku UMKM di Sampang, pasalnya selama ini mereka hanya terfokus pada pangsa pasar sekala kecil.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja kabupaten Sampang Madaningsih, mengatakan pihaknya belum bisa membina semua UMKM yang ada di daerahnya, sampai saat ini pihaknya baru membina sekitar 2.500 UMKM bagi dari sisi permodalan maupun pelatihan.

“Pembinaan yang dilakukan INI sangat terbatas karena terbentur dengan anggaran permodalan dan pelatihan yang minim,” Pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan