Beranda blog Halaman 9

Bupati Sampang Haji Idi Bantah Diperiksa Kejati Jatim: Saya di Jakarta‎

0

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi membantah keras tudingan dirinya diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).

‎Slamet Junaidi akrap disapa Haji Idi dengan tegas, mengaku tidak pernah diperiksa maupun memberikan klarifikasi kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

‎Menurut dia, selama empat hari dirinya berada di Jakarta. Rencana sore hari ini diagendakan rapat bertemu Menteri Kesehatan terkait pembangunan rumah sakit Sampang.

‎”Tidak benar, kata siapa wong saya ada di Jakarta kok, saya dari kemarin-kemarin di Jakarta, nanti sore ketemu Pak Menteri Kesehatan,” ucap Haji Idi secara langsung kepada Media Madura.

‎”Gak ada panggilan gak ada undangan atau apa kok, bingung saya, pemeriksaan dari mana,” tegasnya.

‎Haji Idi juga mengaku tidak tahu menahu mengenai kabar tentang diamankannya Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadhilah Helmi oleh Kejaksaan Agung.

‎”Saya gak ikut-ikutan masalah itu gak ngerti saya, emang diperiksa dimana,” terangnya sambil tertawa ringan.

‎Informasi mengenai pemanggilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terhadap Bupati Sampang H Slamet Junaidi dibenarkan oleh pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat Lumban Gaol dibeberapa media massa pada Rabu 21 Januari 2026.

‎Pemanggilan Slamet Junaidi dilakukan penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim untuk memberikan klarifikasi menyusul Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadhilah Helmi dibawa Satgasus Kejaksaan Agung RI.

‎”Kalau bupati itu diundang oleh Pam SDO (Pengamanan Sumber Daya Organisasi) Kejagung, kemungkinan dari tim Pak Jamintel. Bukan dari kita. Kita hanya memfasilitasi tempat saja,” terang Agus saat dikonfirmasi media di Surabaya. (Ryan Hariyanto/Znl)

‎Bupati Sampang Haji Idi Diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

0

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi akrab disapa Haji Idi juga dikabarkan diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).

‎Haji Idi diperiksa Kejati Jawa Timur yang berlangsung pada hari ini Rabu 21 Januari 2026. Sampai pukul 13.00 WIB, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu masih memberikan keterangan kepada penyidik.

‎”Bupati Sampang Haji Idi hari ini diperiksa di Kejati Jatim,” ucap sumber terpercaya Media Madura.

‎Namun belum diketahui secara pasti mengenai perkara yang melatarbelakangi pemeriksaan Bupati Sampang Slamet Junaidi oleh Kejati Jawa Timur.

‎Bupati Sampang Slamet Junaidi saat dikonfirmasi melalui telepon belum ada jawaban meski nomor yang biasa digunakan berdering.

‎Upaya konfirmasi kepada Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Windhu Sugiarto belum merespons.

‎Pemeriksaan Bupati Sampang Slamet Junaidi muncul banyak spekulasi publik. Sebagian menyebut bahwa Haji Idi turut diperiksa Kejati Jawa Timur terkait dengan persoalan diperiksanya Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadhilah Helmi. (Ryan Hariyanto/Znl)

Kajari Sampang Dibawa Kejaksaan Agung

0

Sampang, (Media Madura) – Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadhilah Helmi dikabarkan diamankan oleh Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Kejaksaan Agung pada Selasa (20/1/2206) kemarin.

‎Kabar diamankannya pucuk pimpinan Kejari Sampang tersebut meluas cepat dan menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Sampang.

‎Informasi yang beredar, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadhilah Helmi sempat dilakukan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebelum diterbangkan ke Jakarta.

‎Sumber terpercaya Media Madura menyebutkan, Fadhilah Helmi dipanggil hanya dimintai klarifikasi oleh Kejagung. Namun belum diketahui secara pasti tentang persoalan tersebut.

‎”Kabarnya dibawa Kejagung tadi, sempat diperiksa di Kejati tapi soal apa belum tahu,” terangnya.

‎Mencuat isu kabar di Sampang diamankannya Kajari Sampang Fadhilah Helmi diduga terkait penerimaan aliran uang ijol atau fee proyek rumah dinas yang dikerjakan pada tahun 2024.

‎Namun ada isu lain yang menyebut bahwa Fadhilah Helmi diperiksa berkaitan dengan perkara saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, Kalimantan Tengah.

‎Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pun tidak ada jawaban, meski berkali-kali tersambung berdering.

‎Begitu juga dikonfirmasi kepada Kasi Intel Kejari Sampang Diecky E.K. Andriansyah serta Kasi Pidsus Kejari Sampang I Gede Indra Hari Prabowo belum ada respon.

‎Media Madura sempat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Sampang di Jalan Jaksa Agung pada Rabu (21/1/2026) pukul 07.30 WIB. Suasana tampak lengang dan hening tak seperti biasanya.

‎Hanya ada seorang staf pria yang berjaga di ruang tamu kantor Kejaksaan Sampang. Dia menyebut tidak melihat kedatangan Kepala Kejari Sampang maupun pejabat tinggi lainnya.

‎”Ibu Kajari tidak ada dikantor pak, belum datang juga (Kasi Pidsus dan Kasi Intel-red),” ujarnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Hj. Ansari Jadikan Politik sebagai Jalan Pengabdian

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj Ansari menegaskan bahwa politik sebagai jalan pengabdiannya kepada masyarakat. Legislator perempuan yang dikenal sederhana dan dekat dengan masyarakat ini, politik bukan sekadar ruang kekuasaan, tetapi alat perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat kecil.

Melalui PDI Perjuangan, politisi perempuan madura kelahiran Pamekasan ini, meneguhkan hati dan langkahnya untuk terus berada di barisan masyarakat. Sejak awal keterlibatannya di dunia politik, ia dikenal aktif menyapa warga khususnya di Dapilnya dan berbagai wilayah di Indonesia dalam menjalankan tugasnya di komisi VIII DPR RI.

Ia hadir hingga ke pelosok desa dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, mendengarkan langsung keluhan ibu-ibu, petani, pedagang kecil, hingga kalangan generasi muda.

Baginya, suara rakyat tidak cukup hanya didengar di ruang rapat, tetapi harus dirasakan langsung denyut kehidupannya. Prinsip itulah yang menjadi napas perjuangannya di PDI Perjuangan yang menurutnya sejalan dengan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial.

“Sebab bagi kami PDI Perjuangan bukan sekadar kendaraan politik, melainkan rumah perjuangan. Di sanalah kita menanamkan harapan agar nilai gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan pada wong cilik terus hidup dan diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegas politisi yang notabene istri dari Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi.

Sebagai wakil rakyat, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga terlihat aktif mendorong program-program yang berpihak pada masyarakat bawah. Ia memperjuangkan akses pendidikan yang lebih baik, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

“Bagi kami kesejahteraan rakyat bukan jargon politik, melainkan amanah yang harus diperjuangkan dengan kerja nyata dan konsistensi,” tegasnya.

Guna memastikan hal itu, tidak jarang ia turun langsung memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Sekaligus bertindak sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, menyuarakan aspirasi warga agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Sikap tegas namun penuh empati membuatnya mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Bagi kami, politik itu harus membumi. Jika rakyat masih kesulitan, maka perjuangan kita belum selesai,” tegasnya.

Memang setiap langkah dan perjuangannya tidak selalu berjalan mulus, tantangan dan kritik selalu menjadi bagian dari proses. Namun baginya hal itu justru dijadikan sebagai penguat langkah sekaligus sebagai spirit perjuangan.

“Selama niat kita tulus untuk rakyat, kita tidak boleh lelah,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Dengan semangat yang tak surut, sosok Hj Ansari terus melangkah. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian yang sederhana: mendengar, hadir, dan berjuang bersama rakyat.

Dalam langkah-langkah kecil namun konsisten itulah, harapan akan kesejahteraan rakyat terus diperjuangkan.

Selama menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2024, Hj. Ansari yang merupakan alumni STAIN Pamekasan ini terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai kegiatan sosial dan politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sebagai kader PDI Perjuangan, ia juga menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil menjadi prinsip utama dalam setiap langkah perjuangannya.

“Hemat kami, kesejahteraan rakyat harus diwujudkan melalui kebijakan yang adil dan berpihak kepada masyarakat bawah. Oleh karena itu, ia mendorong program-program yang mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, serta akses layanan dasar yang lebih merata.

Perjuangan politik harus berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, sehingga kehadiran kita harus menjadi solusi, dan bukan sekedar janji,” tegasnya.

Politisi perempuan yang sempat menimbah ilmu di Pondok Pesantren Putri 1 al-Amin Prenduan Pragaan Sumenep, terlihat aktif merealisasikan komitmennya memperjuangkan aspirasi rakyat dengan menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, hingga bantuan langsung yang menyentuh masyarakat di Madura.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil XI Madura Jawa Timur, Hj. Ansari

Sejak dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Hj Ansari tidak hanya melaksanakan program yang berfokus pada fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran semata, tetapi bersentuhan langsung dengan warga di berbagai daerah. Di antaranya selalu aktif melakukan pengawasan di lapangan hingga mengawal beragam penyaluran beragam bantuan sosial agar tepat sasaran.

Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggungjawab sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan sejumlah K/L, diantaranya : Kementerian Agama RI, Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Sosial RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dalam kurun waktu lebih dari setahun menjabat sebagai wakil rakyat Madura di parlemen, mantan aktifis PMII ini, sudah melaksanakan sejumlah program sosialisasi hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat Madura. Program-program tersebut dilaksanakan secara bertahap di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Beberapa program yang dilaksanakannya sejak menjabat, antara lain sosialisasi desiminasi pengelolaan Dana Haji bersama BPKH, program Ngobrol Pendidikan Islam bersama Kementerian Agama RI, program Jagong Masalah Haji dan Umrah bersama Badan Penyelenggara Haji yang kini menjadi Kementerian Haji dan Umrah RI, serta sosialisasi program Bimbingan Masyarakat Islam bersama Kementerian Agama RI dan Termasuk juga sosialisasi sertifikasi produk halal bersama BPJPH.

Selain sosialisasi bersama K/L yang menjadi mitra komisi VIII, sebagai Anggota MPR RI F-PDI Perjuangan 2024-2029, Hj. Ansari juga aktif melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan sosialisasi berbagai perundang-undangan yang relevan dengan masyarakat.

Selain sosialisasi, ia juga turut menyalurkan sejumlah bantuan langsung kepada masyarakat bekerja sama dengan kementerian terkait, diantaranya dari Kementerian Sosial RI menyalurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kursi roda, kaki palsu dan alat bantu dengar untuk warga yang tidak mampu ; bantuan Rumah Sejahtera Terpadu ; bantuan keserasian sosial berupa peningkatan jalan melalui pavingisasi ; bantuan kearifan lokal bagi pekerja seni desa ; serta bantuan pemberdayaan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan.

Hj. Ansari menyalurkan bantuan yang dari Kemeterian Agama RI, di antaranya beasiswa Program Indonesia Pintar  (PIP) untuk santri dan siswa, beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri maupun swasta, bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren, bantuan untuk renovasi masjid dan mushalla, dan bantuan al-Qur’an untuk masjid dan musholla di wilayah Madura.

Dari BPKH bantuan yang diberikan melalui Hj. Ansari meliputi : pengeboran air bersih di sejumlah lembaga pendidikan pesantren, renovasi gedung madrasah, dan bantuan ternak kepada Kelompok Tani. Sedangkan yang melalui BAZNAS menyalurkan  bantuan paket sembako kepada masyarakat yang layak mendapatkan.

Perjuangan yang ditunjukkan Hj Ansari mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak warga menilai ia sebagai sosok yang dekat, terbuka, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.

Dengan semangat pengabdian yang terus dijaga, Hj Ansari menegaskan akan terus berjuang bersama rakyat. “Melalui kerja nyata dan kolaborasi berbagai pihak, kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat dan keadilan sosial benar-benar terwujud,” pungkasnya. (Rls/Tim)

Anniversary ke-10, Laga Madura United Vs PSIM Yogyakarta Hadirkan Promo Tiket Khusus

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United akan melakoni laga home spesial dalam lanjutan Super League musim 2025–2026 dengan menjamu PSIM Yogyakarta. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu, (10/1/2026) malam.

Laga ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan 10th Anniversary Madura United. Untuk memeriahkan momen satu dekade klub kebanggaan masyarakat Madura tersebut, manajemen bersama panitia pelaksana (LOC) menghadirkan promo khusus bagi komunitas suporter.

Khusus pada pertandingan ini, setiap pembelian tiket akan mendapatkan promo beli 1 gratis 1. Dalam mekanismenya, seluruh anggota komunitas secara otomatis memperoleh satu tiket berbayar dan satu tiket bundling bertanda khusus. Tiket bundling tersebut tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.

Adapun harga tiket khusus komunitas ditetapkan sebesar Rp40.000 ditambah PPN 10 persen, sehingga total setoran menjadi Rp44.000 per tiket.

Panitia juga menegaskan bahwa jumlah tiket subsidi untuk komunitas sangat terbatas. Oleh karena itu, komunitas diwajibkan menyetorkan jumlah pemesanan tiket paling lambat pada Jumat, (9/1), pukul 17.00 WIB. Apabila hingga batas waktu tersebut tidak dilakukan penyetoran, maka jatah tiket komunitas dinyatakan gugur dan tidak dapat diambil.

Chairman LOC, Moh. Alwi, berharap dukungan penuh dari komunitas dan suporter Madura United untuk menyukseskan laga spesial tersebut sekaligus memeriahkan perayaan 10 tahun perjalanan Madura United FC di kancah sepak bola nasional. (Znl/Arif)

Kasus Ibu Mutilasi Anak, Hj, Ansari : Sangat Memprihatinkan

0

Jakarta, (Media Madura) – Peristiwa pembunuhan dan mutilasi terhadap bayi oleh ibu kandungnya di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jatim XI Madura ini mengungkapkan kerpihatinan terhadap peristiwa yang menggegerkan warga Kabupaten Jember tersebut.

“Saya sangat prihatin atas peristiwa pembunuhan dan mutilasi terhadap bayi oleh ibu kandungnya di Jember itu bahkan saya merasa terpukul,” katanya kepada wartawan. Selasa (06/01/2026) siang.

Dikatakan legislator perempuan asal Kabupaten Pamekasan ini, seorang ibu seharusnya menjadi pelindung dan memberikan kasih sayang terhadap anak kandungnya, tetapi justru menjadi pembunuh.

“Rasanya tidak ada seorang ibu yang tega membunuh anak kandungnya, tetapi ini terjadi,

Hj. Ansari mengajak semua pihak, khususnya aparatur pemerintahan untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai peringatan agar selalu memberikan perhatian lebih terhadap gejala-gejala sosial yang berada di tengah-tengah masyarakat.

“Ini harus menjadi peringatan bagi kita semua khususnya aparatur pemerintahan agar memberikan perhatian lebih terhadap gejala-gejala sosial yang timbul di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi dan polisi segara bisa menuntaskan kasus pembunuhan tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini dengan memperhatikan aspek psikologis dan kemanusiaan terhadap pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma menjelaskan, kasus tersebut saat ini sudah ditangani dan pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak subsider Pasal 340, 341, dan 342 KUHP.

“Terduga pelaku kami jerat pasal 80 Undang-Undang PPA subsider Pasal 340, 341, dan 342 KUHP,” tuturnya.(Ist/Rls)

Jalan Berlubang di Sampang Makan Korban, Pemotor Tewas Ditabrak Sedan Altis

0

Sampang, (Media Madura) – Kecelakaan maut menyebabkan pengemudi motor tewas tertabrak mobil akibat menghindari jalan berlubang terjadi di Jalan Raya Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang, Senin (5/1/2026) malam.

‎Pengemudi mobil Toyota sedan Altis bernopol B 1045 PET dikendarai Ach Ro’fatullah (23) warga Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, oleng ke kanan akibat menghindari lubang yang berada di tengah jalan.

‎Namun dari arah berlawanan datang pengendara motor Vario bernopol F 5016 FDO yang dikendarai Dimas (16) warga Desa Gunung Maddah, Kota Sampang. Tabrakan pun tak terhindarkan.

‎”Akibat kecelakaan tabrakan depan ini seorang pengemudi motor meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit,” ucap Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sigit Ekan Wahyudi, Selasa (6/1/2026).

‎Menurut Sigit, sementara jalan rusak berlubang saat ini sudah diperbaiki dengan cara dicor semen oleh anggota Polsek Kota Sampang dibantu warga sekitar.

‎”Kita juga beri tanda peringatan agar pengendara lain terhindar dari kecelakaan serupa,” jelasnya.

‎Pihaknya juga mengingatkan masyarakat dan pengguna jalan selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. (Ryan Hariyanto/Znl)

Dana Tak Cair, Tujuh SPPG di Sampang Berhenti Beroperasi

Sampang, (Media Madura) – Sebanyak 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terpaksa tidak beroperasi alias mandek.

‎Hal ini disampaikan Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto. Ia mengatakan, tidak beroperasinya 7 SPPG dikarenakan dana atau anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair hingga pertengahan Desember 2025.

‎”Dari total 81 SPPG hanya 74 SPPG yang aktif beroperasi mendistribusikan makanan bergizi, karena tujuh SPPG mandek terkendala dana operasional dapur dan persoalan teknis,” ucap Sudarmanto, Senin (5/1/2026).

‎Menurut dia, penghentian operasional SPPG sudah diinformasikan kepada sekolah penerima manfaat.

‎Dirinya menjelaskan, operasional dapur MBG tersebut dijalankan dengan menggunakan dana mandiri pengelola. Keterbatasan modal menjadi pemicu utama macetnya operasional sejumlah SPPG di Sampang.

‎Hal ini berkaitan dengan skema pembayaran dari pemerintah pusat yang baru dilakukan setelah SPPG menjalankan operasional dan memenuhi ketentuan pelaporan.

‎”Pembayaran dari pemerintah pusat tidak dilakukan di awal, SPPG harus beroperasi terlebih dahulu, kemudian mengajukan laporan sesuai sistem,” terangnya.

‎”Kalau tidak memenuhi syarat, dananya tidak bisa dicairkan,” imbuhnya.

‎Kondisi tersebut membuat SPPG yang memiliki modal terbatas kesulitan menutup biaya operasional, terutama untuk pengadaan bahan pangan dan distribusi.

‎Akibatnya, beberapa SPPG memilih menghentikan sementara kegiatan MBG. Meski demikian, pihaknya memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan layanan.

‎”Distribusi MBG dari SPPG yang macet dapat dialihkan ke SPPG lain yang masih aktif, dengan catatan pengajuan kontrak pengganti dilakukan langsung ke BGN,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Laga Madura United Vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton di Stadion Ratu Pamelingan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pertandingan sengit antara Madura United melawan Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga 1 akan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu (3/1/2026). Namun, laga bertajuk Derbi Jatim tersebut dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Keputusan pertandingan digelar tanpa penonton merupakan hasil rapat koordinasi antara manajemen Madura United, kepolisian, serta unsur pengamanan lainnya. Kebijakan ini diambil dengan mengacu pada regulasi PSSI yang tidak memperbolehkan kehadiran suporter tamu, sekaligus sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat merugikan klub.

Safety Security Officer Madura United FC, Sapto Wahyono, mengatakan bahwa pihaknya belajar dari pengalaman sebelumnya, khususnya terkait sanksi denda yang pernah diterima klub akibat pelanggaran regulasi.

“Keputusan ini diambil demi kepentingan bersama. Kami belajar dari pengalaman sebelumnya terkait sanksi denda, sehingga meski pertandingan tanpa penonton, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal,” ujar Sapto.

Ia menegaskan, meskipun laga digelar tanpa penonton, pengamanan di sekitar stadion tetap diperketat dengan melibatkan personel TNI dan Polri guna memastikan pertandingan berjalan aman dan lancar.

Sapto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan suporter Madura United atas ketidaknyamanan tersebut. Ia berharap dukungan tetap diberikan kepada tim meski hanya melalui layar kaca.

“Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat dan suporter Madura United. Kami berharap dukungan penuh dari rumah demi kelancaran pertandingan dan kesuksesan tim,” pungkasnya.

Derbi Jatim Madura United kontra Persebaya selalu menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Meski tanpa penonton di stadion, tensi pertandingan diprediksi tetap tinggi dan menarik untuk disaksikan. (Znl/Arif)

Perkuat Ekonomi Pesantren, H. Her Sumbang Rp1 Miliar di Harlah Al Falah Sumber Gayam

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 yang dirangkai dengan reuni alumni, Minggu (28/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di kompleks pesantren, Jalan Sumber Gayam Kadur tersebut berjalan khidmat dan penuh kebersamaan.

Harlah ke-101 Al Falah mengusung tema “Beradab Merawat Generasi” dengan menghadirkan Dr. (Hc) KH. Zulfa Mustofa selaku Pengurus PBNU sebagai penceramah. Acara ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah KH. Afifuddin Thoha, pejabat Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Forkopimcam Kadur, para guru dan dosen di lingkungan Al Falah, serta para alumni dari berbagai daerah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, KH. Afifuddin Thoha, menuturkan bahwa peringatan harlah dan temu alumni merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali identitas kesantrian di kalangan alumni.

“Pertemuan alumni ini untuk menyadarkan kembali bahwa kita semua adalah bagian dari golongan santri,” tuturnya.

Ia juga mengajak santri dan alumni agar tetap beradab serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesantrian yang telah diwariskan oleh para pendiri pesantren.

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah ke-101, Khairul Umam atau yang akrab disapa H. Her, mengajak para alumni untuk terus berkontribusi dalam memajukan pesantren, khususnya dalam penguatan sektor ekonomi.

“Ayo para alumni, mari kita sambung doa dan ikhtiar agar Pondok Pesantren Al Falah semakin besar. Terutama di sektor perekonomian, karena jika ekonomi berjalan baik, maka kualitas pendidikan juga akan semakin maju,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, H. Her secara langsung menyumbangkan dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penguatan perekonomian Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam.

Dalam tausiyahnya, KH. Zulfa Mustofa mengajak para alumni untuk terus memberikan dukungan dan doa terbaik bagi pesantren. Ia juga menekankan pentingnya istiqamah dalam menghormati para kiai sebagai jati diri seorang santri.

Rangkaian kegiatan Harlah ke-101 Pondok Pesantren Al Falah ini juga diisi dengan pembacaan manaqib KH. Muhammad Thoha bin Jamaluddin yang mengulas sejarah singkat serta keteladanan pendiri Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam semasa hidupnya. (Znl/Arif)