Beranda blog Halaman 8

‎Terdesak Hutang, Suami Istri Kompak Nyolong Motor di Sampang‎

0

Sampang, (Media Madura) – ZA (38) dan SM (34) pasangan suami istri ini akhirnya ditangkap polisi usai nekat mencuri motor Honda Scoopy di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, pada Kamis (5/2/2026) kemarin.

‎Peristiwa itu berawal ketika motor milik warga di Sampang terparkir dipinggir jalan tanpa kunci setir. Mereka memanfaatkan kesempatan saat pemilik motor lengah.

‎Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajrin Alim mengatakan, tak butuh waktu lama kedua pelaku berhasil diamankan di rumahnya di kawasan Jalan Raya Ketapang Laok.

‎”Setelah kejadian pencurian itu sekitar 6 jam kemudian mereka berhasil kita tangkap,” ucap Fajrin kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

‎Hasil penyidikan polisi, motif pencurian dilakukan kedua pasangan suami istri itu lantaran faktor ekonomi. Mereka terdesak hutang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

‎”Iya, kedua pelaku ini untuk bayar hutang dan nebus kendaraan motor pelaku yang lain,” terangnya.

‎Fajrin menuturkan, penyidik masih terus mendalami dan mengembangkan aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku. Polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 1,7 juta hasil penjualan Honda Scoopy.

‎”Kita terus kembangkan nanti untuk mengetahui pembeli dan penadahnya,” tegasnya.

‎Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka tindak pidana pencurian dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara. (Ryan Hariyanto/Znl)

Oknum Sekdes di Sampang Digerebek Warga di Rumah Janda, Endingnya Dinikahkan‎

0

Sampang, (Media Madura) – Seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Sampang, Madura, Jawa Timur, berinisial FR, diduga digerebek warga saat sedang ngapel di rumah wanita berstatus janda. Keduanya pun akhirnya dinikahkan oleh warga.

‎Peristiwa penggerebekan terjadi di kawasan Jalan Kerinci, Kelurahan Rongtengah, Kota Sampang, pada Rabu (4/2/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

‎Pria yang diketahui sudah beristri itu merupakan oknum perangkat desa menjabat sebagai Sekretaris di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

‎Sementara wanitanya berinisial LM, warga Jalan Kerinci RT 02 RW 03, Kelurahan Rongtengah. Perempuan berusia 35 tahun itu berstatus janda.

‎Kasus ini terbongkar berawal dari kecurigaan warga yang kerap mendapati FR keluar masuk berada di rumah LM. Warga bersama Ketua RT akhirnya mendatangi rumah LM.

‎Ketua RT 2 RW 03 Kel Rongtengah Moh Prama Iriyanto Efendi membenarkan peristiwa tersebut, namun bukan tindakan penggerebekan. Sebelum dinikahkan, pihaknya bersama warga sebatas mendatangi yang bersangkutan untuk mengklarifikasi.

‎”Benar, peristiwa tadi malam terjadi di rumah LM,” ucap Prama ditemui Kamis (5/2/2026) siang.

‎Usai didatangi warga, pasangan tersebut mengaku sudah menikah siri sejak 15 hari lalu di Surabaya.

‎Namun pihak RT meminta dinikahkan kembali di kampung Jalan Kerinci dengan menghadirkan walinya serta disaksikan sejumlah warga dan pihak Babinsa setempat.

‎”Supaya lebih menyakinkan kepada warga sehingga dinikahkan lagi, supaya kalau sering keluar masuk rumah lebih sah tidak timbul fitnah, bahkan sempat disaksikan bapak Babinsa kok,” jelasnya.

‎Prama juga menjelaskan, oknum pria tersebut bernama Fathur Rosi warga Desa Komis, Kecamatan Kedungdung. Sedangkan perempuannya bernama Lailatul Maghfiroh.

‎”Kalau si perempuannya sudah pisah dengan mantan suami yang sekarang ada di penjara, statusnya janda,” terangnya.

‎Saat dikonfirmasi, pria yang disebut bernama Fathur Rosi membenarkan dirinya sebagai Sekretaris Desa Komis. Terkait kejadian itu ia sedikit mengelak.

‎”Iya mas, terkait kejadian itu betul cuman beritanya tidak benar, nanti klarifikasi ketemu saja mas, lagi ada tamu sekarang,” singkatnya. (Ryan Hariyanto/Znl)


Madura United Datangkan Emerson Souza, Lengkapi Komposisi Pemain Asing

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United resmi mendatangkan gelandang asal Brasil, Emerson Souza, sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad menghadapi putaran kedua Super League musim ini. Perekrutan pemain tersebut didasarkan pada kualitas, pengalaman, serta karakter bermain yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim.

Presiden Klub Madura United, Prof. Achsanul Qosasi, menyebut Emerson Souza merupakan sosok yang mampu memberikan keseimbangan di lini tengah sekaligus memiliki pemahaman taktis yang baik dalam permainan.

“Kami mendatangkan Emerson Souza karena kualitas, pengalaman, dan karakter bermainnya sangat sesuai dengan kebutuhan tim. Dia adalah pemain yang kami nilai mampu memberi keseimbangan di lini tengah dan memahami permainan secara taktis,” katanya.

“Kehadirannya juga melengkapi komposisi 11 pemain asing Madura United musim ini, sehingga kami kini bisa lebih fokus mematangkan tim untuk kompetisi,” imbuh Prof. AQ sapaan akrabnya.

Emerson Souza sendiri telah tiba dan langsung bergabung dalam sesi latihan bersama rekan-rekannya pada pagi hari ini. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat soliditas tim serta menambah variasi strategi Madura United dalam mengarungi persaingan musim mendatang. (Znl/Arif)

Dari Garasi Rumah hingga Lembaga Unggulan, Kisah Hj. Ansari dan Al-Uswah Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kehadiran Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, dalam Talkshow Sekolah Orang Tua (SOT) yang digelar Yayasan Pendidikan Al-Uswah Center Pamekasan, di Gedung Bakorwil setempat, Minggu (1/2/2026), bukan sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai bagian dari sejarah panjang lembaga pendidikan tersebut.

Dalam sambutannya, Hj. Ansari mengungkapkan kisah personalnya yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Al-Uswah. Ia menuturkan bahwa dirinya pernah menjadi guru PAUD-TKIT Al-Uswah sejak masa awal perintisan lembaga tersebut.

“Saya mengajar di Al-Uswah sejak masih kuliah semester empat tahun 2002, saat ruang kelasnya masih di garasi dan teras rumah Bu Nurul,” kenang Hj. Ansari di hadapan para orang tua murid dan pengelola yayasan.

Ia mengaku dunia pendidikan memiliki tempat yang sangat istimewa dalam perjalanan hidupnya. Bahkan, menjadi guru adalah profesi yang sebenarnya tidak pernah ingin ia tinggalkan.

“Sebenarnya saya tidak ingin berhenti mengajar, karena menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat saya nikmati,” ungkapnya.

Selain bernostalgia, Hj. Ansari juga memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Yayasan Pendidikan Al-Uswah Center Pamekasan dalam melahirkan berbagai terobosan di bidang pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Orang Tua yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan keluarga saat ini.

Secara khusus, Hj. Ansari memuji sosok pendiri Al-Uswah, Hj. Nurul Hidayati, sebagai figur sentral penggerak pendidikan di Pamekasan.

“Bagi saya, Bu Nurul adalah salah satu Wonder Woman penggerak pendidikan di Pamekasan,” ujar Hj. Ansari.

Ia menilai capaian Al-Uswah hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan unggulan di Pamekasan tidak lepas dari perjuangan panjang, kesabaran, serta keteguhan pendirinya dalam menghadapi keterbatasan dan berbagai kritik.

“Dengan segala keterbatasan dan dinamika yang ada, Al-Uswah bisa tumbuh dan berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik di Pamekasan. Itu bukan hal yang mudah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Uswah Center, Usman Sayyaf, menjelaskan bahwa talkshow ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun sinergi pendidikan antara sekolah dan orang tua.

“Ini adalah talkshow pendidikan yang diadakan oleh Yayasan Al-Uswah Pamekasan, yang mana kegiatan ini rutin tahunan untuk edukasi terhadap wali murid, guru-guru, dan bahkan sosial masyarakat,” ujar Usman.

Menurutnya, sejak pertama kali dilaksanakan pada 2018, program Sekolah Orang Tua telah berjalan delapan kali hingga 2026 dan menjadi pionir di Pamekasan.

“Saya kira Al-Uswah yang menjadi yang pertama mengadakan Sekolah Orang Tua di Pamekasan,” katanya.

Antusiasme wali murid terhadap kegiatan ini dinilai sangat tinggi. Usman menyebut, para orang tua merasa terbantu karena mendapatkan edukasi parenting dan wawasan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah wali murid sangat antusias dan mengapresiasi sebesar-besarnya, karena di masa mereka menjadi orang tua masih bisa berkesempatan mendapatkan edukasi parenting dan seputar dunia pendidikan yang adaptif,” ungkapnya.

Saat ini, Al-Uswah Center membina sekitar 450 siswa aktif, dengan total alumni dari jenjang PAUD hingga SMP yang hampir mencapai seribu orang. Lembaga ini menaungi pendidikan dari daycare atau TPA, playgroup, TK, SD, hingga SMP, dan ke depan menargetkan pengembangan SMA, perguruan tinggi, serta lembaga pelatihan profesional.

“Insyaallah keinginannya tidak hanya SMA, tapi juga perguruan tinggi dan lembaga-lembaga profesional,” jelas Usman.

Dalam kesempatan tersebut, Usman juga memaparkan inovasi kurikulum Al-Uswah yang kini difokuskan pada tiga bidang utama, yakni Sains dan Matematika, Linguistik, serta Teknologi.

“Di bidang Sains dan Matematika, alhamdulillah kita sudah mulai mencetak siswa-siswa unggulan yang juara di beberapa lomba melalui program intensif harian dan pembinaan khusus,” ujarnya.

Untuk bidang linguistik, Al-Uswah tengah menjajaki kurikulum bilingual Bahasa Inggris–Bahasa Arab dan kerja sama dengan lembaga internasional di Arab Saudi.

“Kemampuan bahasa anak ingin kita upgrade melalui pembiasaan bilingual sehari-hari,” kata Usman.

Sementara di bidang teknologi, Al-Uswah telah menerapkan pembelajaran coding dan pengenalan AI, serta merencanakan pengembangan robotik, ekonomi digital, hingga pasar modal.

“Coding bukan berarti semua anak harus jadi programmer, tapi supaya mereka punya struktur berpikir yang komputasional, critical thinking, dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya.

Selain inovasi akademik, Al-Uswah juga menggagas program toilet terbersih se-Pamekasan dengan standar hotel berbintang.

“Kita menargetkan toilet terbersih se-Pamekasan. Semua berbasis sensor, bernuansa hotel berkelas, dan dirawat oleh semua pihak, termasuk guru dan siswa,” jelas Usman.

Kegiatan talkshow ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Pamekasan serta menghadirkan Prof. Dr. KH. Tulus Mustofa, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai pemateri utama.

Ia menyampaikan materi bertema “Etika Pendidikan yang Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan pentingnya nilai etika dalam membangun generasi unggul dan berkarakter.

“Harapan kami, alumni Al-Uswah terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama sekolah dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Usman Sayyaf. (*)

Madura United Didenda Rp140 Juta, Annisa Zhafarina Ajak Suporter Kembali Terapkan Semangat Madrudji

0

Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen Madura United menyatakan menghormati keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan usai laga kontra PSIM Yogyakarta pada 10 Januari lalu. Total denda sebesar Rp140 juta menjadi bahan evaluasi serius bagi klub, terutama dalam aspek kedisiplinan pemain serta pengelolaan suporter.

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, menegaskan bahwa manajemen menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari proses penegakan regulasi kompetisi. Namun demikian, Madura United juga menyoroti pentingnya ketegasan dan konsistensi perangkat pertandingan dalam memimpin laga.

“Kami menilai masih terdapat sejumlah keputusan pelanggaran yang kerap tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di lapangan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas, sportivitas, dan keadilan kompetisi,” ujar Annisa.

Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal secara menyeluruh, baik dari sisi tim maupun manajemen, sebagai bentuk tanggung jawab klub dalam menjaga marwah kompetisi nasional. Manajemen juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan perannya secara profesional agar iklim kompetisi menjadi lebih sehat dan berkualitas.

Tak lupa, Annisa juga menyampaikan pesan khusus kepada suporter Madura United. “Kita pernah menjadi best supporter di musim 2023/24. Mari kita terapkan kembali semangat Madrudji sebagai identitas kebanggaan bersama,” tutupnya. (Znl/Arif)

Kasus Pemotongan Bantuan Warga Miskin di Sampang Mandek, Polisi Tegaskan Ini

0

Sampang, (Media Madura) – Penanganan dugaan pemotongan bantuan warga miskin program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) di Sampang cenderung mandek tanpa kepastian hukum.

‎Meski sebelumnya, penyidik Unit II Tipikor Satreskrim Polres Sampang pada awal Oktober 2025 gencar tegak lurus melakukan pemanggilan dan memeriksa sejumlah saksi baik penerima bantuan, pendamping, serta Dinas Sosial. Namun kini mulai pudar bahkan belum menunjukkan kemajuan yang berarti.

‎Berdasarkan data diterima Media Madura, jumlah penerima bantuan P3KE di Sampang tahun 2025 tercatat sebanyak 2.466 penerima yang tersebar di 11 kecamatan dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang.

‎Dugaan pemotongan jatah bantuan senilai Rp 500 ribu dari total Rp 1,5 juta tersebut terjadi di Desa Patapan, Kecamatan Torjun. Indikasi pemotongan dilakukan oleh oknum perangkat desa hingga oknum pengurus pendamping penyalur bantuan.

‎Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan secara tegas, penanganan kasus pemotongan bantuan P3KE tetap diproses sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.

‎”Iya semua tetap diproses, tunggu saja nanti,” ujarnya.

‎Eko juga menjelaskan perkembangan terbaru perkara tersebut. Saat ini masih tahapan klarifikasi dan pendalaman keterangan terhadap pihak bank penyalur.

‎”Progres terkahir sudah melakukan klarifikasi terhadap bank penyalur bantuan P3KE, rencana tindak lanjut akan mengundang perangkat desa setempat,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Anggaran Besar, Realisasi Minim: Sekretaris Komisi II Soroti SILPA Fantastis Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Pamekasan agar segera merealisasikan kegiatan dalam APBD 2026. Desakan ini muncul menyusul tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2025 yang mencapai Rp172 miliar. Angka tersebut melonjak tajam hingga 377,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp36 miliar.

SILPA 2025 yang akan dialokasikan ke dalam APBD 2026 itu tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat lemahnya perencanaan anggaran, rendahnya serapan belanja, serta ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam kebijakan fiskal yang efektif.

Mantan dosen IAIN Madura tersebut menegaskan bahwa lonjakan SILPA hingga ratusan persen bukanlah prestasi, sebagaimana capaian target pendapatan daerah atau hasil efisiensi belanja. Sebaliknya, hal itu justru menjadi alarm kegagalan tata kelola keuangan daerah. Idealnya, anggaran yang telah disahkan harus dieksekusi secara optimal demi mendorong pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Namun realitas di Pamekasan menunjukkan anggaran besar, tetapi realisasi minim.

“Jika SILPA terlalu tinggi, apalagi meningkat sampai 377,8 persen sementara realisasi pendapatan daerah rendah, itu menandakan banyak program tidak berjalan, proyek tertunda, atau bahkan kegagalan desain anggaran sejak awal. Ini jelas merugikan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya SILPA juga memperkuat dugaan bahwa Pemda Pamekasan belum memiliki peta jalan pembangunan yang jelas dan terukur. Di tengah berbagai persoalan masyarakat, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan, dana publik justru mengendap tanpa memberikan manfaat nyata.

Ia juga menyoroti alasan normatif yang kerap digunakan untuk membenarkan tingginya SILPA, seperti kehati-hatian anggaran atau efisiensi. Padahal, dalam situasi kebutuhan masyarakat yang mendesak, menahan anggaran sama buruknya dengan pemborosan. Dana yang tidak dibelanjakan berarti hak masyarakat yang tertunda.

Sebagai mantan aktivis PMII, Faridi menyatakan akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai gagal menyerap anggaran secara optimal.

Ia menegaskan, jika pola ini terus dibiarkan, SILPA bukan lagi sekadar angka, melainkan simbol kegagalan struktural dalam pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, Pemda Pamekasan dituntut segera melakukan pembenahan serius, mulai dari perencanaan berbasis kebutuhan riil masyarakat, peningkatan kapasitas OPD, hingga penguatan transparansi dan akuntabilitas anggaran. Tanpa langkah tersebut, APBD hanya akan menjadi dokumen administratif, bukan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. (Znl/Arif)

‎Empat Terdakwa Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi PEN, Dua Ajukan Eksepsi‎

0

Surabaya, (Media Madura) – Empat terdakwa kasus dugaan korupsi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 12 miliar menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (28/1/2026).

‎Sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sampang.

‎Dalam penyidikan perkara ini, potensi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) tahap II tahun anggaran 2020 mencapai Rp 2,9 miliar.

‎Jaksa mengungkap, bahwa terdapat 12 paket pekerjaan rehabilitasi berupa jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) tanpa melalui proses lelang. Pengerjaannya dilakukan secara penunjukan langsung dengan anggaran masing-masing Rp 1 miliar per titik lokasi.

‎”Perkara dugaan korupsi program PEN di Sampang terdapat empat terdakwa, dan telah memeriksa ratusan orang saksi,” ucap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang I Gede Indra Hari Prabowo membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu.

‎Ketua Majelis Hakim menanyakan sikap keempat terdakwa atas pembacaan dakwaan tersebut.

‎Dua terdakwa melalui kuasa hukumnya mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Yakni terdakwa Moh Hasan Mustofa (MHM) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ahmad Zahron Wiami (AZW) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

‎Keduanya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang dan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang.

‎Mereka menyatakan tidak sependapat dengan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dugaan korupsi program PEN.

‎Kuasa Hukum Terdakwa Hasan Mustofa, Wahyu Dita Putranto, menilai terdapat kesalahan dalam dakwaan yang tidak masuk ke pokok perkara.

‎”Eksepsi inikan merupakan hak kami yang diatur oleh undang-undang, kami nilai memang ada kekeliruan yang tidak menyentuh pokok perkaranya, soal kemungkinan tersangka baru nanti akan ditentukan oleh majelis hakim berdasarkan fakta persidangan,” kata Wahyu.

‎Sementara dua terdakwa lainnya, yakni Khoirul Umam (KU) selaku Direktur CV, dan Slamet Iwan Supriyanto (SIS) alias Yayan selaku pihak broker, memilih tidak mengajukan eksepsi dan menyatakan akan langsung mengikuti proses persidangan pokok perkara.

‎Ketua Majelis Hakim akhirnya memutuskan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan eksepsi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Rabu 4 Februari 2026.

‎”Majelis memberikan hak sepenuhnya kepada para terdakwa untuk mengajukan eksepsi sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana,” ujar Ketua Majelis Hakim di ruang sidang Cakra Tipikor Surabaya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Donasi Konser Valen DA7 Terkumpul Rp1,1 Miliar, Bangun Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Aceh Timur

0

Pamekasan, (Media Madura) — Donasi kemanusiaan dari Konser Valen DA7 untuk Aceh–Sumatra yang digelar pada 1 Januari 2026 di Kabupaten Pamekasan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,1 miliar.

Donasi tersebut dikoordinasikan langsung oleh CEO PT Bawang Mas Group, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa H. Her. Selanjutnya, H. Her mengutus tim khusus Relawan Bawang Mas Group untuk berangkat ke Aceh guna menyalurkan bantuan secara langsung.

Setibanya di Aceh, dana hasil donasi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana. Salah satu program utama adalah pembangunan jembatan di Desa Matang Panyang, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Jembatan tersebut memiliki peran vital karena menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Nurussalam dan Kecamatan Darul Amman, tepatnya menghubungkan Desa Matang Panyang dengan Desa Bagok Panah.

Pembangunan jembatan yang dikerjakan secara gotong royong oleh Relawan Bawang Mas Group bersama TNI setempat itu diberi nama Jembatan Tretan Madura–Aceh, sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas antarwilayah.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan dilaksanakan pada hari ke-10 keberadaan relawan di Aceh, tepatnya Selasa (20/1/2026).

Koordinator Relawan Bawang Mas Group, Azif Mawardi Zein, menuturkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat krusial bagi masyarakat setempat.

“Jembatan ini kami bangun pada hari ke-10 kami berada di Aceh. Harapannya, akses yang sempat terputus akibat banjir bisa kembali lancar, terutama untuk menunjang aktivitas pendidikan anak-anak serta perekonomian warga,” terangnya, Rabu (28/1/2026).

Selain pembangunan jembatan, Azif menambahkan bahwa donasi Konser Valen DA7 juga disalurkan dalam bentuk bantuan penunjang pendidikan, seperti komputer, seragam sekolah, dan alat tulis.

Tak hanya itu, bantuan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, berupa pakaian, makanan, santunan bagi anak yatim, hingga pembangunan hunian sementara.

“Donasi ini disalurkan ke tiga provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selain pembangunan jembatan, bantuan juga berupa alat-alat bangunan, bantuan pendidikan, ribuan Al-Qur’an, serta ribuan paket sembako,” paparnya.

Hal senada disampaikan relawan lainnya, M. Khairul Umam, yang menyebutkan bahwa proses penyaluran donasi ke tiga provinsi tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 hari, sementara pembangunan jembatan diperkirakan rampung dalam 30 hari.

“Menjadi relawan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Dalam proses penyaluran donasi kami harus melewati jalan berlumpur, medan terjal, melawan arus sungai, bahkan sungai yang dikenal memiliki buaya,” ujarnya.

Pria yang sekaligus Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu juga berpesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga dan merawat lingkungan itu sangat penting. Dampaknya luar biasa besar, seperti yang kita lihat dari bencana di Aceh dan Sumatra,” tukasnya. (*)

Madura United Resmi Pinjamkan Balotelli ke Klub Vietnam

0


Pamekasan, (Media Madura) – Madura United secara resmi meminjamkan striker asing mereka, Balotelli, ke salah satu klub di Vietnam hingga akhir musim kompetisi. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh oleh manajemen klub, dengan mempertimbangkan kepentingan tim serta perkembangan sang pemain.

Presiden Klub Madura United, Prof. Achsanul Qosasi, menegaskan bahwa langkah ini bukanlah bentuk perpisahan, melainkan bagian dari strategi klub untuk mendukung peningkatan kualitas dan ketajaman Balotelli sebagai penyerang.

“Ini bukan perpisahan. Peminjaman ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menunjang perkembangan Balotelli agar kembali dengan performa yang lebih matang dan tajam di musim berikutnya,” ujar Prof. Achsanul Qosasi.

Manajemen berharap pengalaman bermain di kompetisi Vietnam dapat memberikan jam terbang yang lebih optimal bagi Balotelli, sekaligus memperkaya pengalamannya di level internasional.

Madura United pun menyampaikan doa dan dukungan penuh agar Balotelli dapat memberikan kontribusi maksimal bersama klub barunya, sebelum kembali memperkuat Laskar Sape Kerrab pada musim mendatang. (Znl/Arif)