Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj Ansari menegaskan bahwa politik sebagai jalan pengabdiannya kepada masyarakat. Legislator perempuan yang dikenal sederhana dan dekat dengan masyarakat ini, politik bukan sekadar ruang kekuasaan, tetapi alat perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat kecil.
Melalui PDI Perjuangan, politisi perempuan madura kelahiran Pamekasan ini, meneguhkan hati dan langkahnya untuk terus berada di barisan masyarakat. Sejak awal keterlibatannya di dunia politik, ia dikenal aktif menyapa warga khususnya di Dapilnya dan berbagai wilayah di Indonesia dalam menjalankan tugasnya di komisi VIII DPR RI.


Ia hadir hingga ke pelosok desa dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, mendengarkan langsung keluhan ibu-ibu, petani, pedagang kecil, hingga kalangan generasi muda.
Baginya, suara rakyat tidak cukup hanya didengar di ruang rapat, tetapi harus dirasakan langsung denyut kehidupannya. Prinsip itulah yang menjadi napas perjuangannya di PDI Perjuangan yang menurutnya sejalan dengan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial.
“Sebab bagi kami PDI Perjuangan bukan sekadar kendaraan politik, melainkan rumah perjuangan. Di sanalah kita menanamkan harapan agar nilai gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan pada wong cilik terus hidup dan diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegas politisi yang notabene istri dari Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi.
Sebagai wakil rakyat, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga terlihat aktif mendorong program-program yang berpihak pada masyarakat bawah. Ia memperjuangkan akses pendidikan yang lebih baik, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

“Bagi kami kesejahteraan rakyat bukan jargon politik, melainkan amanah yang harus diperjuangkan dengan kerja nyata dan konsistensi,” tegasnya.
Guna memastikan hal itu, tidak jarang ia turun langsung memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Sekaligus bertindak sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, menyuarakan aspirasi warga agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Sikap tegas namun penuh empati membuatnya mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.
“Bagi kami, politik itu harus membumi. Jika rakyat masih kesulitan, maka perjuangan kita belum selesai,” tegasnya.
Memang setiap langkah dan perjuangannya tidak selalu berjalan mulus, tantangan dan kritik selalu menjadi bagian dari proses. Namun baginya hal itu justru dijadikan sebagai penguat langkah sekaligus sebagai spirit perjuangan.

“Selama niat kita tulus untuk rakyat, kita tidak boleh lelah,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Dengan semangat yang tak surut, sosok Hj Ansari terus melangkah. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian yang sederhana: mendengar, hadir, dan berjuang bersama rakyat.
Dalam langkah-langkah kecil namun konsisten itulah, harapan akan kesejahteraan rakyat terus diperjuangkan.
Selama menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2024, Hj. Ansari yang merupakan alumni STAIN Pamekasan ini terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai kegiatan sosial dan politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sebagai kader PDI Perjuangan, ia juga menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil menjadi prinsip utama dalam setiap langkah perjuangannya.

“Hemat kami, kesejahteraan rakyat harus diwujudkan melalui kebijakan yang adil dan berpihak kepada masyarakat bawah. Oleh karena itu, ia mendorong program-program yang mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, serta akses layanan dasar yang lebih merata.
Perjuangan politik harus berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, sehingga kehadiran kita harus menjadi solusi, dan bukan sekedar janji,” tegasnya.
Politisi perempuan yang sempat menimbah ilmu di Pondok Pesantren Putri 1 al-Amin Prenduan Pragaan Sumenep, terlihat aktif merealisasikan komitmennya memperjuangkan aspirasi rakyat dengan menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan, hingga bantuan langsung yang menyentuh masyarakat di Madura.

Sejak dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Hj Ansari tidak hanya melaksanakan program yang berfokus pada fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran semata, tetapi bersentuhan langsung dengan warga di berbagai daerah. Di antaranya selalu aktif melakukan pengawasan di lapangan hingga mengawal beragam penyaluran beragam bantuan sosial agar tepat sasaran.

Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggungjawab sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan sejumlah K/L, diantaranya : Kementerian Agama RI, Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Sosial RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dalam kurun waktu lebih dari setahun menjabat sebagai wakil rakyat Madura di parlemen, mantan aktifis PMII ini, sudah melaksanakan sejumlah program sosialisasi hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat Madura. Program-program tersebut dilaksanakan secara bertahap di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.
Beberapa program yang dilaksanakannya sejak menjabat, antara lain sosialisasi desiminasi pengelolaan Dana Haji bersama BPKH, program Ngobrol Pendidikan Islam bersama Kementerian Agama RI, program Jagong Masalah Haji dan Umrah bersama Badan Penyelenggara Haji yang kini menjadi Kementerian Haji dan Umrah RI, serta sosialisasi program Bimbingan Masyarakat Islam bersama Kementerian Agama RI dan Termasuk juga sosialisasi sertifikasi produk halal bersama BPJPH.

Selain sosialisasi bersama K/L yang menjadi mitra komisi VIII, sebagai Anggota MPR RI F-PDI Perjuangan 2024-2029, Hj. Ansari juga aktif melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan sosialisasi berbagai perundang-undangan yang relevan dengan masyarakat.
Selain sosialisasi, ia juga turut menyalurkan sejumlah bantuan langsung kepada masyarakat bekerja sama dengan kementerian terkait, diantaranya dari Kementerian Sosial RI menyalurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kursi roda, kaki palsu dan alat bantu dengar untuk warga yang tidak mampu ; bantuan Rumah Sejahtera Terpadu ; bantuan keserasian sosial berupa peningkatan jalan melalui pavingisasi ; bantuan kearifan lokal bagi pekerja seni desa ; serta bantuan pemberdayaan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan.

Hj. Ansari menyalurkan bantuan yang dari Kemeterian Agama RI, di antaranya beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk santri dan siswa, beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri maupun swasta, bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren, bantuan untuk renovasi masjid dan mushalla, dan bantuan al-Qur’an untuk masjid dan musholla di wilayah Madura.
Dari BPKH bantuan yang diberikan melalui Hj. Ansari meliputi : pengeboran air bersih di sejumlah lembaga pendidikan pesantren, renovasi gedung madrasah, dan bantuan ternak kepada Kelompok Tani. Sedangkan yang melalui BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang layak mendapatkan.

Perjuangan yang ditunjukkan Hj Ansari mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak warga menilai ia sebagai sosok yang dekat, terbuka, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dengan semangat pengabdian yang terus dijaga, Hj Ansari menegaskan akan terus berjuang bersama rakyat. “Melalui kerja nyata dan kolaborasi berbagai pihak, kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat dan keadilan sosial benar-benar terwujud,” pungkasnya. (Rls/Tim)


