Beranda blog Halaman 3

Pelantikan Serentak 13 PAC, Taufadi: PDI Perjuangan Pamekasan Harus Bisa Kejar Ketertinggalan

Pamekasan, (Media Madura) – PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar pelantikan serentak Pengurus Anak Cabang (PAC) di 13 kecamatan di Azana Hotel Pamekasan, Sabtu (9/5/2026) sore.

Acara tersebut dihadiri kader partai, sejumlah perwakilan partai politik lain, anggota DPR RI Hj. Ansari, hingga perwakilan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi, mengatakan pelantikan dilakukan atas arahan DPD Jawa Timur meski persiapan hanya berlangsung selama dua hari.

“Awalnya kami mengusulkan agar pelantikan ditunda setelah saya selesai ibadah haji. Namun atas arahan Ketua DPD PDI Perjuangan, Jawa Timur, Buya MH Said Abdullah, akhirnya pelantikan tetap digelar hari ini,” ujarnya.

Meski waktu persiapan cukup singkat, Taufadi bersyukur acara berjalan lancar berkat kerja sama kader partai. Taufadi juga menyampaikan terima kasih kepada Hj. Ansari yang disebut banyak membantu kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya, Taufadi menegaskan PDI Perjuangan Pamekasan akan terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan dibanding tiga kabupaten lain di Madura. Pihaknya juga menyinggung isu ambang batas parlemen yang kemungkinan diterapkan hingga tingkat daerah.

“Kalau ambang batas itu benar berlaku di daerah, maka kita harus bekerja lebih keras agar suara dan kursi kita tetap aman,” katanya.

Mantan aktivis PMII itu berharap ke depan PDI Perjuangan memiliki keterwakilan di setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, menyebut pelantikan dipercepat karena tantangan politik ke depan semakin berat dan kompetitif.

Menurutnya, kepengurusan PAC kali ini juga disusun dengan komposisi yang lebih inklusif, termasuk keterwakilan generasi muda dan perempuan.

“Mayoritas pemilih ke depan berasal dari kalangan muda. Karena itu keterwakilan anak muda di partai sangat menentukan,” ujarnya.

Daniel juga mengingatkan pentingnya memperkuat organisasi partai melalui empat aspek utama, yakni ideologi, tata kelola organisasi, strategi, dan kepemimpinan.

Daniel optimistis target PDI Perjuangan Pamekasan untuk mempertahankan bahkan menambah kursi di DPRD bisa tercapai apabila seluruh kader bekerja solid.

“Kita pernah punya masa kejayaan di Pamekasan, pernah turun, dan sekarang mulai bangkit lagi. Target minimal mempertahankan dua kursi, syukur bisa lebih,” katanya disambut tepuk tangan kader. (Znl/Arif)

Tim Resmob Polres Sampang Kembali Bongkar Kasus Curanmor, 4 Pelaku Diringkus

Sampang, (Media Madura) – Satreskrim Polres Sampang, Madura, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah itu.

Peristiwa pencurian ini terjadi pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, di halaman rumah korban di Dusun Disanah Timur, Desa Disanah, Kecamatan Sreseh. Korban diketahui bernama ABD. Qirom (28), warga setempat.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Tim Resmob. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan empat tersangka, masing-masing berinisial R (23), DA (19), A (28), dan P (36), yang semuanya merupakan warga Kabupaten Sampang.

Kasatreskrim Polres Sampang, IPTU Nur Fajri Alim, menjelaskan bahwa penangkapan berawal dari laporan masyarakat. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka utama.

“Pada 4 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, kami mengamankan tersangka R di wilayah Banyuanyar. Dari pengembangan, tersangka DA juga berhasil diamankan di wilayah Camplong,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat serta fotokopi BPKB kendaraan tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mengambil sepeda motor tanpa izin dengan tujuan untuk dimiliki dan dijual kembali.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan pencurian kendaraan bermotor di wilayah tersebut. (*)

Kalahkan Bali United, Rakhmad Basuki: Kemenangan Ini Bikin Kami Bisa Bernapas Lega

0

Bangkalan, (Media Madura) – Madura United meraih kemenangan penting saat menjamu Bali United pada pekan ke-31 Super League di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026). Tuan rumah sukses menang dengan skor meyakinkan 2-0.

Laga baru berjalan enam menit, Madura United уang membuka keunggulan lewat gol cepat Ira Junior. Gol ini langsung memberi kepercayaan diri bagi tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.

Memasuki babak kedua, Madura United kembali menambah keunggulan. Kali ini melalui titik putih di menit ke-76. Junior Brandao yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Gol tersebut sekaligus menjadi penebusan setelah sebelumnya ia sempat gagal mengeksekusi penalti yang ditepis kiper Bali United.

Tambahan tiga poin ini membuat Madura United kini semakin menjauh dari zona degradasi. Mereka bahkan berhasil naik ke posisi 14 klasemen, menggeser Persijap, dengan koleksi 32 poin.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kemenangan ini. Sekarang kami bisa sedikit bernapas lega karena berhasil keluar dari zona degradasi,” ujarnya.

Pelatih yang akrab disapa Coach RB juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilai telah bekerja keras sejak masa persiapan hingga pertandingan.

“Terima kasih kepada seluruh pemain atas kerja kerasnya. Mereka layak mendapatkan hasil ini karena saya melihat sendiri bagaimana luar biasanya mereka saat latihan. Fokus dan tujuan mereka jelas, yaitu keluar dari zona degradasi,” tambahnya.

Tak lupa, Coach RB juga mempersembahkan kemenangan ini untuk para suporter.

“Kemenangan ini untuk para suporter yang tetap setia mendukung di stadion maupun yang mendoakan dari rumah. Ini untuk kalian semua,” tutupnya. (Znl/Arif)

Hj. Ansari Perjuangkan Lanjutan BSPS demi Kesejahteraan Masyarakat Madura

Bangkalan, (Media Madura) – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Hj. Ansari, menegaskan pentingnya keberlanjutan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di Madura.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran sekaligus peninjauan program bedah rumah BSPS di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Minggu (3/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ansari hadir sebagai anggota Banggar DPR RI sekaligus mewakili Ketua Banggar DPR RI, Abuya MH Said Abdullah, yang berhalangan hadir.

Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Ansari menilai BSPS merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat memiliki rumah layak huni. “Program ini adalah komitmen pemerintah agar masyarakat bisa memiliki rumah yang layak huni,” ujarnya.

Menurutnya, konsep swadaya dalam program tersebut menjadi kekuatan utama karena masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan rumah.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian PKP terhadap masyarakat Madura.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap ke depan ada program lanjutan,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Madura, Ansari menegaskan pihaknya akan terus mendorong pengalokasian anggaran bantuan perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Insyaallah kami akan terus usahakan selama itu tepat sasaran dan benar-benar untuk rakyat,” singkatnya.

Selain BSPS, Ansari juga menyinggung program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dari Kementerian Sosial yang sebelumnya turut ia perjuangkan untuk masyarakat.

Menurutnya, dengan semangat gotong royong, hasil pembangunan rumah kerap melebihi nilai bantuan yang diberikan.
“Dengan swadaya, hasil pembangunan bisa lebih besar dari nilai bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan BSPS agar masyarakat tidak lagi tinggal di rumah tidak layak huni.

“Negara harus hadir membantu rakyat agar bisa tinggal di rumah yang layak,” tegasnya.

Maruarar bersama Ansari dan rombongan juga meninjau langsung sejumlah rumah calon penerima bantuan, termasuk milik pasangan tunawicara di Bangkalan.

Dalam kesempatan itu, Maruarar turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Banggar DPR RI, Abuya MH Said Abdullah, atas dukungan anggaran terhadap program tersebut.

“Kami juga berterima kasih pada Pak Said Abdullah yang sudah mendukung sehingga anggaran tahun ini bisa meningkat luar biasa,” ungkapnya. (*/Znl)

PWI Pamekasan Apresiasi Karimata Media di Hari Kebebasan Pers Sedunia

0

Pamekasan, (Media Madura) – Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia dimanfaatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan untuk memberi penghargaan kepada Karimata Media, Minggu (3/5/2026). Dalam kunjungan itu, Karimata Media dinobatkan sebagai inovator jurnalisme warga (citizen journalism).

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, menilai Karimata Media konsisten mengembangkan jurnalisme warga dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, hal ini mendorong masyarakat lebih aktif menyebarkan informasi yang faktual dan aktual.

“Di era digital, masyarakat bebas memproduksi informasi. Lewat Karimata Media, mereka diajak menyampaikan informasi, lalu diverifikasi agar tetap akurat,” ujar Anam.

Ia menegaskan, kunci utama jurnalisme warga adalah proses verifikasi. Warga menyampaikan informasi dari lapangan, kemudian Karimata Media mengecek kebenarannya dengan mengonfirmasi ke narasumber utama.

“Dengan begitu, informasi yang disampaikan tetap bisa dipercaya,” tambahnya.

Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah itu juga menyebut Karimata Media berhasil mendorong partisipasi publik dalam dunia pers. Ia menyebut konsep ini sebagai “jurnalisme aktif”, yaitu komunikasi dua arah antara media dan masyarakat.

Selain itu, informasi yang sudah terverifikasi juga disebarkan melalui media sosial resmi Karimata Media agar bisa menjangkau lebih luas.

Di sisi lain, Anam juga menyoroti pentingnya menjaga kemerdekaan pers di tengah pembahasan sejumlah regulasi. Ia menilai RUU Penyiaran masih memiliki tantangan, seperti potensi pembatasan kebebasan pers dan risiko kriminalisasi konten.

Sementara itu, RUU Hak Cipta Jurnalistik dinilai membawa peluang positif. Aturan ini diharapkan bisa melindungi karya jurnalistik, membuka peluang pendapatan dari platform digital seperti Google dan Meta, serta mengurangi plagiarisme.

“RUU Penyiaran jangan sampai membatasi kerja jurnalis. Sedangkan RUU Hak Cipta Jurnalistik harus benar-benar melindungi karya insan pers agar media tetap hidup dan profesional di era digital,” tegasnya. (*/Znl)

Hj. Ansari Tinjau UIN Madura, Fokus pada Kualitas Gedung dan Keselamatan Mahasiswa

Pamekasan, (Media Madura) – Legislator asal Pamekasan, Madura, Hj. Ansari meninjau Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sabtu (2/5/2026).

Kunjungan anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan.

Dalam peninjauan tersebut, Hj. Ansari didampingi pimpinan UIN Madura dan pihak terkait. Pihaknya melihat langsung progres gedung layanan akademik terpadu berlantai empat, termasuk fasilitas yang disiapkan untuk menunjang aktivitas mahasiswa.

Menurut Hj. Ansari, pengawasan ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan aman digunakan. Ia juga menekankan bahwa kualitas bangunan harus menjadi perhatian, tidak sekadar selesai tepat waktu.

“Fasilitas yang baik sangat berpengaruh pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan civitas akademika,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Dari hasil peninjauan, gedung rektorat yang baru dinilai dalam kondisi baik dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan akademik. Ia berharap, keberadaan fasilitas baru ini bisa meningkatkan daya saing UIN Madura serta berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Madura.

“Dengan adanya fasilitas baru ini, kami harapkan UIN Madura semakin mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Madura,” harapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung SBSN 2024 menelan anggaran lebih dari Rp33 miliar. Gedung tersebut kini sudah digunakan secara optimal, termasuk untuk fasilitas parkir dan sarana ilmu falak di bagian atap.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kualitas bangunan sudah diaudit oleh inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta dinyatakan sesuai regulasi. “Kami berkomitmen menjaga kualitas fasilitas yang ada,” tegasnya.

Soroti Bangunan Lama

Di sisi lain, Hj. Ansari juga menyoroti kondisi Gedung F, bangunan lama berlantai tiga yang masih digunakan untuk kegiatan perkuliahan, khususnya di Fakultas Tarbiyah.

Gedung tersebut digunakan oleh beberapa program studi, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), dan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Namun, kondisinya dinilai cukup mengkhawatirkan karena terdapat kemiringan struktur dan retakan di beberapa bagian.

Hj. Ansari meminta agar kondisi ini segera ditindaklanjuti, mengingat gedung masih digunakan oleh mahasiswa. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Gedung ini perlu segera dicek secara teknis,” pungkasnya. (*/Znl)

H. Badri Khumaini Nahkodai GP Ansor Pamekasan 2026–2030

0

Pamekasan, (Media Madura) – Konferensi Cabang (Konfercab) XI GP Ansor Pamekasan berlangsung sukses di Kantor PCNU Pamekasan, Jalan R Abdul Aziz Nomor 95, Kamis (30/4/2026).

Dalam forum tersebut, H. Badri Khumaini terpilih sebagai Ketua GP Ansor Pamekasan untuk masa khidmat 2026–2030. Ia akan memimpin organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) itu selama empat tahun ke depan.

Usai terpilih, Badri menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi, mengembangkan potensi kader, serta mendorong kemandirian organisasi. Mantan aktivis PMII itu juga menegaskan peran strategis GP Ansor ke depan.

“Saya akan meneguhkan GP Ansor sebagai penjaga kiai dan NKRI,” ujar H. Badri.

Konfercab ini diikuti oleh ketua dan sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kabupaten Pamekasan, dan dipimpin langsung oleh perwakilan Pimpinan Pusat GP Ansor.

Kegiatan yang digelar setiap empat tahun sekali ini menjadi ajang pemilihan sekaligus penetapan kepemimpinan baru GP Ansor Pamekasan untuk periode selanjutnya. (Znl/Arif)

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang Terungkap, Pelaku Diamankan Polisi

Sampang, (Media Madura) – Satreskrim Polres Sampang, Polda Jawa Timur, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Penangkapan dilakukan pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolres Sampang untuk menjalani pemeriksaan.

Kasus ini diduga terjadi dalam kurun waktu 2023 hingga April 2026 di Kecamatan Kedungdung, Sampang. Perkara terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkannya ke polisi.

Kasatreskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, menyebut terduga pelaku merupakan seorang wiraswasta yang tinggal di Kabupaten Sampang. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut lebih dari satu kali.

“Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan satu stel pakaian milik korban sebagai barang bukti,” kata Fajri.

Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 473 ayat (1) dan ayat (2) huruf b KUHP jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo. Pasal 126 ayat (1) KUHP, serta subsider Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

“Saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dan pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sampang,” pungkasnya. (Znl/Arif)

Madura United Curi Kemenangan di Kandang Semen Padang, Lolos dari Zona Degradasi

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United sukses mencuri tiga poin saat bertandang ke markas Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-30 Super League. Bertanding di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026), tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menang tipis 1-0.

Gol semata wayang dalam laga ini dicetak oleh Junior Brandao pada menit ke-15. Gol cepat tersebut menjadi pembeda sekaligus penentu kemenangan tim tamu hingga laga usai.

Tertinggal satu gol, Semen Padang mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka sempat membuahkan hasil di babak pertama setelah berhasil mencetak gol penyeimbang. Namun, wasit menganulir gol tersebut usai meninjau VAR karena terjadi offside dalam prosesnya.

Pertandingan berlangsung ketat setelah itu. Semen Padang terus menekan, tetapi solidnya lini pertahanan Madura United membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kemenangan ini berdampak besar bagi posisi kedua tim di klasemen. Madura United kini keluar dari zona degradasi dengan koleksi 29 poin. Sebaliknya, Semen Padang semakin terpuruk di zona merah dengan raihan 20 poin. (Znl/Arif)

Hj. Ansari Soroti Kasus Daycare Banda Aceh, Minta Pengawasan Diperketat

Pamekasan, (Media Madura) – Kasus dugaan kekerasan terhadap balita di sebuah daycare di Banda Aceh jadi perhatian publik. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu memperlihatkan dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak berusia sekitar 18 bulan di sebuah tempat penitipan anak di Kecamatan Syiah Kuala.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Sementara itu, pemerintah daerah sudah menutup sementara daycare yang bersangkutan.

Menanggapi kejadian ini, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menegaskan bahwa kasus ini harus jadi peringatan serius. Menurutnya, layanan penitipan anak tidak boleh sekadar dianggap kebutuhan sosial, tapi juga harus memenuhi standar perlindungan anak yang ketat.

“Anak-anak di daycare itu sangat rentan. Karena itu, pengawasannya harus benar-benar ketat agar tidak terjadi kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Hj. Ansari juga menilai, penanganan kasus tidak cukup hanya berhenti pada proses hukum. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan daycare, mulai dari perizinan, standar operasional, hingga kualitas tenaga pengasuh.

Selain itu, ia menyoroti masih adanya daycare yang belum memiliki izin resmi. Ia meminta pemerintah daerah segera mendata ulang seluruh tempat penitipan anak di wilayah masing-masing.

“Setiap daycare harus punya legalitas jelas, pengasuh yang kompeten, serta standar keamanan yang terukur. Ini soal keselamatan anak,” katanya.

Lebih lanjut, Hj. Ansari mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama pemerintah daerah memperkuat pengawasan lintas sektor, agar layanan penitipan anak berjalan sesuai standar.

Pihaknya juga menekankan pentingnya pendampingan bagi korban dan keluarga untuk mengurangi dampak psikologis.

“Perlindungan anak tidak boleh hanya jadi slogan. Harus ada sistem yang benar-benar memastikan anak aman, termasuk di daycare,” tegasnya.

Hj. Ansari berharap, kasus ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola layanan penitipan anak di seluruh Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang. (*/Znl)