Beranda blog Halaman 4

Hj. Ansari: Skema Baru Haji Diusulkan, Bayar Tak Harus Sekaligus

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, kembali menyapa masyarakat lewat Forum Keuangan Haji yang digelar di Aula Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan, Rabu (29/4/2026).

Dalam kegiatan ini, Hj. Ansari menjelaskan rencana revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang kini masuk Prolegnas. Pihaknya mengatakan, Komisi VIII ingin menghadirkan sistem pembiayaan haji yang lebih ringan dan adil bagi masyarakat.

Salah satu usulan penting adalah skema pembayaran biaya haji yang bisa diangsur setelah setoran awal. Jadi, jemaah tidak perlu melunasi sekaligus menjelang keberangkatan.

“Ini supaya masyarakat tidak terlalu terbebani saat waktunya berangkat,” ujar istri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan itu.

Kabar baik lainnya, biaya haji tahun 2026 juga mengalami penurunan. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) turun sekitar Rp2 juta, dari Rp89,4 juta pada 2025 menjadi Rp87,4 juta. Sementara biaya yang dibayar langsung oleh jemaah (Bipih) juga turun Rp1,2 juta, dari Rp55,43 juta menjadi Rp54,19 juta.

Menurut Ansari, penurunan ini tidak lepas dari pengelolaan dana haji yang semakin baik dan profesional.

Melalui forum ini, ia berharap masyarakat, khususnya di Madura, bisa lebih memahami pengelolaan keuangan haji dan mulai mempersiapkan diri sejak dini.

“Bukan hanya niat, tapi juga kesiapan. Salah satunya dengan menabung dan mendaftar haji lebih awal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Badan Pengelola Keuangan Haji, Zulhendra, juga menjelaskan bahwa dana haji dikelola secara transparan dan diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Pihaknya menegaskan, pengelolaan dilakukan dengan prinsip hati-hati melalui investasi yang aman dan produktif, sehingga memberi manfaat bagi jemaah. (Znl/Arif)

Konfercab GP Ansor Pamekasan, KNPI Beri 3 Pesan Penting

0

Pamekasan, (Media Madura) — Rencana pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XI GP Ansor Pamekasan mendapat apresiasi dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat. Kegiatan ini akan digelar di Kantor PCNU Pamekasan, Jalan R Abdul Aziz No. 95, pada Kamis (30/4/2026).

Ketua DPD KNPI Pamekasan, Haidar Ansori, menilai Konfercab ini sebagai momentum penting bagi masa depan organisasi. Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi titik krusial dalam regenerasi kepemimpinan dan arah gerak GP Ansor ke depan.

Aktivis PMII itu pun menyampaikan tiga pesan utama kepada para calon ketua.

Pertama, ia mengingatkan pentingnya mengedepankan politik santun. Persaingan, kata dia, sebaiknya diisi dengan adu gagasan, program kerja, serta visi-misi yang jelas untuk kemajuan pemuda.

Kedua, menjaga militansi kader. Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat ideologi organisasi dan terus membina kader hingga ke tingkat ranting atau desa.

Ketiga, menjaga integritas organisasi. Mengingat GP Ansor berada di bawah naungan NU, Haidar menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai organisasi sebagai benteng ulama dan pembela NKRI.

Selain itu, ia juga berharap ketua terpilih bisa membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KNPI dan organisasi kepemudaan lainnya di Pamekasan

“Setelah pemilihan selesai, siapapun yang terpilih harus bisa merangkul semua pihak. Perbedaan pilihan itu biasa, tapi persatuan tetap yang utama demi soliditas organisasi,” ujarnya.

Konfercab ini akan diikuti oleh pengurus PAC dan ranting GP Ansor se-Kabupaten Pamekasan. Agenda utamanya adalah memilih ketua baru untuk masa khidmat 2026–2030. (*/Znl)

Hj. Ansari Ingatkan Calon Jamaah Haji Jaga Nama Baik Indonesia di Tanah Suci

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura Raya, Hj. Ansari, mengingatkan calon jamaah haji untuk menjaga nama baik Indonesia saat berada di Arab Saudi.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri manasik haji yang digelar KBIHU Al-Mabrur di Pondok Pesantren Al Mujtamak, Minggu, (26/4/2026. Kegiatan tersebut menjadi pembekalan akhir sebelum jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Hj. Ansari menekankan, ibadah haji harus dilandasi niat yang lurus semata-mata karena Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama menjalankan ibadah.

“Jamaah Indonesia dikenal santun dan tertib. Ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta jamaah tetap kompak dan tidak berjalan sendiri-sendiri selama pelaksanaan ibadah. Peran ketua kloter dan petugas dinilai penting dalam menjaga koordinasi di lapangan.

Hj. Ansari juga menyinggung sejumlah persoalan teknis yang kerap terjadi, seperti kerusakan koper hingga kondisi kamar yang melebihi kapasitas. Ia meminta jamaah segera melaporkan kendala agar bisa ditangani.

“Kalau ada koper rusak, segera laporkan supaya bisa diganti,” katanya.
Terkait penginapan, ia berharap ke depan penataan kamar bisa lebih ideal, dengan kapasitas sekitar empat hingga lima orang per kamar.

Sebagai mitra pemerintah di bidang keagamaan, Komisi VIII DPR RI, lanjut Ansari, akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan haji, termasuk bagi jamaah lanjut usia.

Di akhir kegiatan, ia mendoakan seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur. (*)

Bahas Strategi Ekonomi Rasulullah, Majelis Shongai Barokah Dipadati Jamaah

0

Pamekasan, (Media Madura) – Suasana hangat di Markas Shongai Barokah, Dusun Serkeser, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Minggu (26/4/2026) malam. Majelis Shongai Barokah menggelar kajian bertema “Strategi Rasulullah Membangun Ekonomi Islam” yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini menghadirkan Lora Nizar sebagai bintang tamu, sementara tausiyah utama disampaikan oleh KH. Ali Maimun Saedi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah memahami bagaimana Rasulullah SAW membangun sistem ekonomi yang kuat dan berkeadilan.

Menurut KH. Ali Maimun Saedi, ada dua kunci utama dalam strategi ekonomi Rasulullah. Pertama adalah profesionalitas. Ia menekankan bahwa apa pun pekerjaan yang dilakukan harus dikerjakan dengan serius, jujur, dan penuh tanggung jawab.

“Intinya, apa pun yang kita lakukan harus profesional,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya nilai kebermanfaatan dalam berusaha. Mengutip hadis, ia menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip ini dinilai menjadi fondasi penting dalam aktivitas ekonomi Islam.

Kunci kedua adalah harmonisasi atau keseimbangan. Rasulullah, lanjutnya, membangun sistem ekonomi yang tidak timpang, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin.

“Harmoni itu penting agar tidak ada jurang yang terlalu jauh antara yang mampu dan yang kurang mampu,” jelasnya.

Melalui kajian ini, jamaah diajak tidak hanya memahami konsep ekonomi Islam secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan profesionalitas dan manfaat bagi sesama.

KHUSYUK: Kajian Islam Majelis Shongai Barokah

Sementara itu, tuan rumah Majelis Shongai Barokah, Nur Fajri Alim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para jamaah yang hadir. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mencapai ratusan orang dalam mengikuti kajian tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh jamaah yang sudah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi semangat bagi kami untuk terus menggelar kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Sampang itu berharap, melalui kajian ini, para jamaah dapat mengambil hikmah dan meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun sikap dan perilaku yang baik.

“Semoga kita semua bisa mencontoh perilaku Rasulullah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat,” pungkasnya. (Znl/Arif)

“Terima Kasih Ibu Ansari”, Al-Qur’an Baru Bikin Santri Lebih Semangat Ngaji

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kunjungan reses Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, ke sejumlah musala di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (25/4/2026), disambut hangat oleh para pengasuh dan guru ngaji. Dalam kunjungan tersebut, tercatat ada empat musala yang menerima bantuan.

Tak sekadar menyerap aspirasi, Ansari juga menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an, pengeras suara, dan uang tunai.

Ucapan terima kasih pun mengalir dari para penerima manfaat. Pengasuh Musala Al-Abror, Desa Murtajih, Ustaz Nurul Fajar, mengaku bersyukur atas perhatian tersebut. Ia berharap bantuan ini bisa menunjang kegiatan belajar mengaji di musalanya.

Semoga bantuan dari Ibu Ansari ini bermanfaat bagi para santri dan membawa kemajuan untuk musala kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ustadzah Sukiyah, guru ngaji di Dusun Soloh Laok. Selama tujuh tahun, ia mengajar 18 anak di rumahnya yang dijadikan tempat mengaji karena belum memiliki musala. Bantuan Al-Qur’an yang diterima dinilai sangat membantu.

Terima kasih banyak, semoga barokah dan dibalas kebaikan yang lebih,” ucapnya.

Di Musala Assasul Ulum, Dusun Jumiang, Desa Tanjung, rasa syukur juga disampaikan oleh guru ngaji Nur Faizah. Ia menyebut bantuan Al-Qur’an sangat dibutuhkan karena sebagian kitab yang lama sudah rusak, sementara jumlah santri mencapai 21 orang.

“Alhamdulillah, anak-anak sekarang bisa menggunakan Al-Qur’an yang baru. Anak-anak pasti lebih semangat ngajinya,” katanya.

Sementara itu, Hj. Ansari menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan mengaji tidak harus menunggu adanya bangunan fisik yang memadai. Menurutnya, yang terpenting adalah keberlangsungan proses belajar.

Yang penting ada yang mengajar dan ada yang belajar. Karena itu kami hadir memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi, menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Ansari sebagai wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur XI (Madura Raya). Pihaknya menyebut, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 25 musala.

“Kami berharap semoga bantuan ini bermanfaat bagi pengasuh, para guru ngaji dan para santri,” terang H. Taufadi. (Znl/Arif)

Jamu Dewa United, Madura United Fokus Jaga Tren Positif

0

Bangkalan, (Media Madura) – Madura United menatap laga pekan ke-29 Super League dengan optimisme saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/4/2026). Persiapan tim disebut berjalan lancar, seiring kondisi pemain yang mulai membaik usai sempat terkendala cedera dan masalah kebugaran.

Asisten pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengungkapkan rasa syukurnya karena sejumlah pemain yang sebelumnya bermasalah dengan kebugaran kini sudah kembali bergabung dalam latihan.

“Alhamdulillah beberapa pemain yang kemarin mengalami kendala kebugaran dan cedera sudah pulih. Mereka sudah kembali berlatih bersama tim, dan kami berharap besok bisa tampil saat melawan Dewa United,” ujarnya.

Pelatih yang akrab disapa Coach RB itu menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir kondisi tim terus menunjukkan perkembangan positif. Persiapan pun dinilai berjalan sesuai rencana.

“Secara keseluruhan persiapan berjalan baik dan lancar. Mudah-mudahan kami bisa menjaga tren positif dan meraih tiga poin di pertandingan nanti,” tambahnya.

Sejumlah pemain yang sebelumnya sempat bermasalah di antaranya Pedro Montero, Lulinha, Brandao, serta Riquelme Sousa. Kini mereka telah kembali mengikuti sesi latihan dan menunjukkan kondisi yang cukup baik.

Menurut Coach RB, pulihnya para pemain tak lepas dari peran tim medis yang bekerja maksimal dalam proses pemulihan.

“Ini juga berkat kerja keras tim fisioterapi dan dokter tim. Dalam dua hari terakhir mereka sudah kembali berlatih dan kondisinya terlihat baik. Mudah-mudahan besok bisa tampil dalam kondisi 100 persen,” jelasnya.

Meski demikian, tim pelatih masih akan melakukan pengecekan akhir untuk memastikan kesiapan seluruh pemain sebelum pertandingan.

Selain aspek fisik, Coach RB juga menekankan pentingnya menjaga mental dan kepercayaan diri pemain jelang laga krusial ini.

“Kami harus menjaga kepercayaan diri dan mentalitas pemain. Mereka harus yakin bahwa dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Kami tidak akan memikirkan hasil tim lain, fokus kami hanya pada tim sendiri,” tegasnya.

Dengan persiapan yang semakin matang dan kondisi skuad yang kian membaik, Madura United berharap dapat melanjutkan tren positif sekaligus mengamankan poin penuh di kandang. (Znl/Arif)

TNI dan Mahasiswa Bersih-bersih Pantai Branta, Jaga Pesisir Pamekasan Tetap Lestari

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kodim 0826/Pamekasan menggelar kegiatan Karya Bakti TNI bersama mahasiswa dengan membersihkan sampah di kawasan bibir Pantai Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Jumat (24/4/2026). Aksi ini menjadi upaya nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir dari ancaman pencemaran.

Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI dan mahasiswa yang bersama-sama mengumpulkan sampah plastik serta berbagai jenis limbah di sepanjang garis pantai. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aksi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko melalui Danramil Tlanakan Kapten Czi Dwi Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan generasi muda dalam menjaga lingkungan.

“Kami ingin menumbuhkan kepedulian bersama, khususnya di wilayah pesisir agar tetap bersih dan lestari,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, aksi ini bisa menjadi contoh sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan pantai. (*/Znl)

PPP Sampang Gelar Muscab Menyongsong Pemilu 2029‎‎

Sampang, (Media Madura) – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X yang berlangsung di Aula Hotel Bahagia, Selasa (21/4/2026).‎

Ketua DPC PPP Kabupaten Sampang H Abdullah Hidayat mengatakan, Muscab dengan mengusung tema ‘Transformasi PPP untuk Indonesia’ digelar selama dua hari mulai Selasa-Rabu 22 April 2026.‎‎

Ia menuturkan, muscab tersebut merupakan momentum konsolidasi struktural partai untuk memaksimalkan peran PPP sebagai partai pilihan umat Islam. Diharapkan pelaksanaan muscab berjalan lancar sukses serta mampu menghasilkan keputusan terbaik demi PPP Sampang.‎‎

Yakni menjadikan partai berlambang Ka’bah sebagai wadah aspirasi politik secara terbuka inklusif dan aspiratif untuk masyarakat secara luas.

‎‎”Tentu ini juga diharapkan bisa lebih solid dan visioner menyongsong pemilu 2029,” ucapnya.‎‎

Haji AB panggilan akrabnya menjelaskan, dalam forum tersebut belum langsung ditetapkan ketua baru, melainkan dibentuk tim formatur yang akan menyusun kepengurusan periode selanjutnya.‎‎

“Nama-nama tim formatur sudah dibentuk dan dibuka langsung oleh DPW PPP Jawa Timur,” ujarnya.‎‎

Di tempat yang sama, Sekretaris Wilayah DPW PPP Jawa Timur M. Zainul Arifin, menyampaikan rasa syukur terselenggaranya Muscab PPP Kabupaten Sampang.‎‎

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur partai, mulai dari majelis syariah, pakar, kiai, ulama, hingga badan otonom partai menjadi bukti soliditas internal PPP.‎‎

“Semua bisa hadir, baik dari majelis syariah, pakar, kiai, ulama, maupun Banom,” ucapnya.‎‎

Ia menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

‎‎“Semoga pada Pemilu 2029 PPP bisa kembali meningkat dan meraih kursi di Senayan,” tegasnya.‎‎

Zainul juga berharap tim formatur dapat bekerja secara tertib, aman, dan mampu menghasilkan susunan pengurus yang berkualitas untuk membawa PPP semakin maju di Kabupaten Sampang. (Ryan Hariyanto/Znl)

FGD dan Aksi Bersih Pantai, Mastapala UIN Madura Soroti Krisis Sampah Pesisir

0

Pamekasan, (Media Madura) – Mastapala UIN Madura menandai peringatan Hari Bumi Sedunia 2026 dengan menggelar forum diskusi dan aksi bersih pantai di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menyoroti sekaligus mencari solusi atas persoalan sampah di wilayah pesisir.

Ketua Mastapala UIN Madura, Humaidi Nur Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam forum group discussion (FGD) dengan mengangkat tema Solusi dan Tantangan Penanggulangan Sampah di Desa Branta Pesisir.

Menurutnya, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, organisasi kepemudaan, hingga instansi terkait. Di antaranya DLH Pamekasan, Dinas PUPR Pamekasan, BPBD Pamekasan, FRPB Pamekasan, KNPI Pamekasan, KNPI Jawa Timur, serta BKSDA Jawa Timur.

Selain itu, panitia juga mengundang PMI Pamekasan, para penggiat lingkungan, serta Mapala dan Sispala se-Madura.

“Ini bentuk pengabdian kami terhadap lingkungan. Kami ingin mengajak semua pihak duduk bersama mencari solusi atas persoalan klasik, yaitu sampah di wilayah pesisir,” ujar Humaidi.

Ia menegaskan, persoalan sampah pesisir tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran wacana.

“Harapannya, dari diskusi ini muncul gagasan inovatif yang bisa langsung diterapkan,” katanya.

Usai FGD, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pesisir Desa Branta Pesisir. Aksi tersebut menjadi langkah awal untuk mengawal isu lingkungan yang selama ini menjadi perhatian bersama.

Humaidi menambahkan, penanganan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal hasil diskusi agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

“Masalah sampah ini tidak bisa selesai dalam satu hari. Perlu tindak lanjut dan keterlibatan semua pihak secara konsisten,” tegasnya.

Aksi bersih pantai tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Sejumlah komunitas pecinta alam turut ambil bagian bersama perwakilan instansi dan organisasi kepemudaan.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Jawa Timur, Nur Faisal, berharap partisipasi lintas elemen ini dapat menjadi awal gerakan bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tidak hanya di pesisir Pamekasan.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam penanganan persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Hal semacam ini penting untuk membangun kesadaran bersama. Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Znl)

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan, Wartawan Diingatkan Hindari Fitnah, Jaga Integritas

0

Pamekasan, (Media Madura) – Persatuan Wartawan Indonedia (PWI) Kabupaten Pamekasan menggelar Konsolidasi Jurnalistik di bundaran monumen Arek Lancor, Minggu malam (19/4/2026). Selain doa bersama untuk Sekjen PWI Pusat alm. Zulmansyah Sekedang, acara tersebut juga dikemas dengan Tausiah Jurnalistik, menghadirkan wartawan Media Indonesia KH. Ghazi Mujtaba dan Berita Jatim Syamsul Arifin.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, melalui Ketua Bidang Budaya dan Agama Hasibuddin menjelaskan, acara tersebut turut mengundang pimpinan organisasi wartawan lainnya di Pamekasan. Sebut saja Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), dan seterusnya.

“Ini acara perdana Bidang Budaya dan Agama PWI Pamekasan tahun ini. Setidaknya ada tiga tujuan: silaturahmi, mengambil hikmah dari peristiwa kematian, dan mengasah insting jurnalistik para wartawan di Kabupaten Pamekasan,” tegas Hasib.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam mengajak para wartawan untuk terus semangat dalam menyajikan karya-karya jurnalistik yang informatif, edukatif, menghibur, dan menguatkan fungsi kontrol sosial. Penekanannya ialah pada kepentingan publik.

Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers tersebut menyinggung beberapa produk jurnalistik di Kabupaten Pamekasan yang dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Termasuk makin terbukanya pejabat dalam menyikapi upaya konfirmasi pemberitaan dari wartawan.

“Kami cermati, para pejabat dan masyarakat makin sadar betapa sikap tertutup terhadap upaya konfirmasi wartawan itu bagian dari melanggar UU Pers Nomor 40/1999. Sebab, akan menghambat proses percepatan desiminasi informasi publik yang dibutuhkan banyak masyarakat,” ujarnya.

Hindari Berita Mengandung Unsur Fitnah dan Ghibah

Dalam penjelasannya di hadapan peserta Konsolidasi Jurnalistik, wartawan Media Indonesia KH. Ghazi Mujtaba menekankan betapa pentingnya para wartawan menghindari karya berita yang mengandung unsur fitnah dan ghibah. Sebab, selain melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hal tersebut juga dipastikan merugikan masyarakat.

“Berita yang faktanya tidak valid atau hoaks jelas merupakan fitnah. Sementara berita yang mengandung unsur ghibah lebih kepada yang menjurus pada pribadi seseorang, bukan yang berpijak pada kepentingan publik,” tegasnya.

Wartawan yang juga berprofesi sebagai da’i tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada berita seharga kesehatan. Dirinya mencermati masih banyaknya wartawan di Pamekasan yang begadang untuk hal-hal yang tidak penting. Padahal, seharian sudah berjibaku dengan tugas-tugas kejurnalistikan yang menguras waktu dan pikiran.

“Kurangi begadang. Karena kesehatan wartawan sangat berpengaruh terhadap kualitas beritanya,” tegas Kiai Ghazi.

Kiai Ghazi juga menyinggung kematian. Berdasarkan hadis Nabi saw, seseorang terbilang merugi bila tidak bisa mengambil hikmah dari peristiwa kematian.

“Seperti dalam sambutan Ketua PWI barusan, kematian ini adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita. Tidak perlu sakit, juga tidak mengenal umur,” ujarnya.

Kematian tidak mengenal umur, Kiai Ghazi menganalogikan kepada bambu. Ketika akan dibuat tongkat, maka yang ditebang ada bambu yang sudah tua. Sementara ketika akan dibuat sayur, yang “dibunuh” adalah bambu muda.

Tak hanya itu, Kiai Ghazi juga bercerita terkait dengan temannya yang kaya raya di Jawa. Temannya tersebut punya kebun kobi ribuan hectare. Tapi, dia tidak bisa mengonsumsi kopi karena terjerat penyakit jantung.

“Kita dapat mengambil hikmah betapa pendapatan dengan rezeki itu berbeda. Kita bisa mengatur pendatapan, tapi tidak dengan rezeki yang merupakan urusan Allah,” paparnya.

Kiai Ghazi mencontohkan seseorang yang dapat pendapatan atau gaji bulanan. Saat menerima gaji, ternyata dia kecelakaan, misalnya. Otomatis dia akan mengeluarkan gajinya untuk biaya berobat. Atau usai mempunyai pendapatan, seseorang terjerembab pada sakit yang butuh biaya pengobatan cukup besar.

“Jadi, kita tidak perlu risau dengan urusan rezeki. Sebab, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa,” tegasnya.

3 Prinsip Utama dan Tantangan Kewartawanan

Usai Kiai Ghazi menyampaikan tausiahnya, giliran wartawan senior Berita Jatim Syamsul Arifin yang menekankan penjelasannya pada tiga prinsip utama dalam dunia kewartawanan: independen dan berimbang, verifikasi, dan integritas.

Independen dan berimbang mengarah pada tidak memihak dan menyajikan fakta dari berbagai sudut pandang. Verifikasi itu menguji data berita sebelum disebarluaskan. Sedangkan indicator integritas ialah wartawan tidak membuat berita bohong (hoaks) atau menerima suap.

Dalam menjalankan tugasnya, menurut Syamsul Arifin, wartawan saat ini diharapkan pada tiga tantang: disrupsi informasi, sensasionalisme, dan regulasi hukum.

Tantangan yang pertama tidak terlepas dari gempuran medsos, yang menyebabkan pergeseran tugas wartawan dan menurunnya kepercayaan publik akibat maraknya hoaks. Sedangkan tantangan sensasionalisme berupa tekanan untuk mendapatkan klik (iklan), yang seringkali menurunkan kualitas jurnalistik menjadi sekedar clickbait.

Tantangan yang terakhir mengarah pada publikasi berita di Medsos pribadi tetap berpatokan pada UU ITE dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Ini yang harus diwaspadai oleh para wartawan yang juga mengelola Medsos pribadi.

“Meskipun teknologi berubah, KEJ terutama yang menekankan pada independensi, uji informasi, tidak menghakimi, tetap harus menjadi fondasi utama,” tukasnya. (*)