Beranda blog Halaman 17

Legislator Demokrat Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Puting Beliung di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) –  Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Tabri S. Munir, mengapresiasi gerak cepat tim BPBD bersama berbagai instansi dalam menangani dampak bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Palengaan, Senin (23/10/2025) lalu.

Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, Selasa (24/10/2025), politisi Partai Demokrat itu menilai, sinergi lintas sektor berjalan baik. Ia menyebut koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta para relawan berlangsung cepat dan efektif.

“Kami mengapresiasi kinerja cepat BPBD sejak kemarin. Semua pihak bergerak, termasuk Kapolsek, Koramil, hingga camat yang bekerja keras menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujar Tabri.

Pihaknya juga menyampaikan rasa syukur karena sebagian besar fasilitas publik yang terdampak sudah mulai diperbaiki dengan dukungan pemerintah daerah. Bantuan logistik dan kebutuhan mendesak bagi warga pun segera disalurkan.

“Kami bersyukur BPBD tetap siaga membantu, sehingga beberapa fasilitas publik bisa segera ditangani. Pemerintah berupaya agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secepat mungkin,” tambahnya.

Selain itu, Tabri memastikan pemerintah turut membantu kebutuhan teknis warga terdampak, mulai dari subsidi pembelian solar untuk genset hingga pemulihan sambungan listrik bagi rumah yang rusak berat.

“Semua sudah diurus, termasuk kebutuhan energi seperti solar dan perbaikan KWH listrik warga,” jelasnya.

Tabri pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bergotong royong dalam proses pemulihan pascabencana. (Znl/Arif)

Wabup Pamekasan Turun Langsung Tinjau Korban Puting Beliung di Palengaan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto turun langsung meninjau lokasi terdampak angin puting beliung di Kecamatan Palengaan, Selasa (24/10/2025).

Bencana tersebut terjadi sehari sebelumnya, Senin (23/10/2025), disertai hujan deras dan angin kencang yang merusak puluhan rumah warga.

Dalam kunjungan itu, Wabup H. Sukriyanto didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Camat Palengaan, Muzanni, perwakilan BPBD Pamekasan, Kapolsek Palengaan, Danramil Palengaan, dan anggota DPRD setempat, Tabri S. Munir.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi warga dan rumah-rumah yang terdampak. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya beberapa warga mengalami luka ringan,” ujar Sukriyanto di lokasi kejadian.

Menurutnya, beberapa rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang dan terpaan angin kencang. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyalurkan bantuan logistik darurat dari BPBD berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.

“Sebagian bantuan sudah disalurkan. Insyaallah kebutuhan lainnya sedang diurus dan akan segera disalurkan ke warga terdampak,” jelasnya.

Wabup juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana di musim pancaroba ini. Ia berharap masyarakat segera melapor ke pihak terkait jika terjadi kondisi darurat.

“Kalau ada kejadian seperti ini lagi, segera hubungi pemerintah desa atau BPBD agar bisa cepat ditangani bersama,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian, rombongan Wabup juga menyempatkan diri mengunjungi rumah duka dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. (Znl/Arif)

Karang Taruna di Sampang Jadi Pendamping Penyaluran Bantuan Kemiskinan Ekstrim

Sampang, (Media Madura) – Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan ditunjuk menjadi pendamping penyaluran bantuan sosial warga miskin atau program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) di Kabupaten Sampang, Senin (13/10/2025).

‎Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Sampang Erwin Elmi Syahrial.

‎Menurut dia, penunjukan Karang Taruna sebagai pendamping bantuan merupakan usulan dari instansinya. Disisi lain keberadaan Karang Taruna di daerah dinilai terstruktural hingga tingkat desa.


‎”Sehingga tahu betul kondisi orang-orangnya (penerima bantuan-red) di desa,” ucap Erwin kepada Media Madura.

‎Kata Erwin, mengenai teknis penyaluran bantuan program kemiskinan ekstrim telah diatur oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Penetapan data penerima bantuan program P3KE sesuai pengajuan SK Bupati Sampang tentang kemiskinan ekstrim.

‎Bantuan senilai Rp 1,5 juta per penerima dibelanjakan untuk modal usaha dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi.

‎”Setelah uang diterima dan dibelanjakan menjadi barang, uang disalurkan melalui rekening bank penyalur,” terangnya.

‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sampang Moh Jakfar tidak menampik kelembagaannya ditunjuk sebagai pendamping bantuan program P3KE.

‎”Iya pendampingnya teman-teman Katar, sebatas mendampingi proses verifikasi pendampingan pencairan dan proses pelaporan, itu saja sih tidak lebih dari itu,” kata Jakfar.

‎Namun ia menegaskan, penunjukan tersebut bukan persoalan nama lembaga melainkan bersifat perorangan.

‎”Tapi atas namanya bukan Katar, sifatnya hanya perorangan, ke saya pribadi tapi kan ada temen-teman yang lain,” jelasnya.

‎Sebelumnya, warga penerima bantuan P3KE di Desa Patapan mengaku, jatah bantuan bagi masyarakat miskin dipotong oleh oknum perangkat desa hingga pengurus pendamping penyalur bantuan.

‎Dugaan pemotongan itu senilai Rp 500 ribu dari total bantuan Rp 1,5 juta yang seharusnya diterima. Pungutan itu digunakan dengan alasan untuk membayar ongkos petugas pengurus. (Ryan Hariyanto/Znl)

Dana Bantuan Orang Miskin Ekstrim di Sampang Disunat Rp 500 Ribu

0

Sampang, (Media Madura) – Dana bantuan sosial untuk warga miskin program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) di Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga disunat sebesar Rp 500.000 ribu, Senin (13/10/2025).

‎Pemotongan tersebut terjadi di Desa Patapan, Kecamatan Torjun. Dugaan pemotongan dilakukan secara berjamaah oleh oknum perangkat desa hingga pengurus pendamping penyalur bantuan. 

‎Menurut warga, jatah bantuan kemiskinan ekstrim dipotong Rp 500 ribu dari total Rp 1,5 juta yang seharusnya diterima. Pungutan itu digunakan dengan alasan untuk membayar ongkos petugas pengurus.

‎”Awalnya utuh terima Rp 1,5 juta pak, tapi diminta lagi Rp 500 ribu buat orang yang ngurus-ngurus katanya,” ucap salah satu penerima di Desa Patapan yang meminta merahasiakan namanya.

‎Ia menerangkan, uang hasil pemotongan bantuan diserahkan kepada oknum perangkat desa berinisial M. Kata dia, pemotongan uang bantuan tak hanya dialami dirinya, melainkan sejumlah penerima lain di desa yang sama.

‎”Waktu pengambilan itu diserahkan di Balai Desa Patapan, tidak hanya warga desa sini, tapi juga penerima bantuan dari desa lain seluruh Kecamatan Torjun,” ujarnya.

‎Hasil penulusuran Media Madura, informasi dugaan pemotongan bantuan kemiskinan ekstrim (P3KE) benar-benar terjadi di Desa Patapan. Banyak penerima hanya bisa pasrah, meski kecewa demi menjaga keamanan nama warga.

‎”Takut ada pendataan bantuan lagi, khawatir dicoret nama saya pak,” ucap penerima lainnya.

‎Data penerima bantuan P3KE 2025 di Sampang yang diterima Media Madura, tercatat sebanyak 31 penerima di Desa Patapan. Diantaranya, warga Dusun Pangnenga sebanyak 29 warga, Dusun Jergut ada 1 warga, dan Dusun Patapan ada 1 warga.

‎Penyaluran bantuan kemiskinan ekstrim bagi penerima wilayah se-Kecamatan Torjun berlangsung di Balai Patapan pada Senin 22 September – Selasa 23 September 2025.

‎Saat dikonfirmasi, inisial M yang dituding menyunat uang bantuan senilai Rp 500 ribu tersebut membantah memotong bantuan. Dirinya mengklaim semua proses penyaluran diberikan kepada penerima sesuai nominal yang ditentukan.

‎Ternyata inisial M bernama H Mohammad Rai sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Desa Patapan.

‎”Tidak ada potongan itu pak, semua tersalurkan sesuai nominal,” singkatnya ditemui di balai desa.

‎Terpisah, Pj Kepala Desa Patapan Abdul Halim mengaku, tidak pernah dilibatkan soal penyaluran uang bantuan kemiskinan ekstrim. Termasuk tidak mengetahui soal dugaan pemotongan tersebut.

‎”Ada bantuan saja dan kapan saya tidak tahu, baru denger kalau ada pemotongan, karena waktu kemarin tidak dilibatkan,” jelasnya.

‎Terkait kasus ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Edi Subinto mengaku, belum mengetahui kabar dugaan pemotongan tersebut. Namun ia berjanji akan melakukan koordinasi untuk menyelidiki dugaan pemotongan bantuan program P3KE.

‎Selama ini, alur penyaluran bantuan berjalan sesuai prosedur yakni pihak Bank Jatim menyerahkan secara langsung kepada penerima sesuai nominal yang ditetapkan.

‎”Ya nanti mau koordinasi kita akan cek di lapangan,” tegasnya.

‎Temuan praktik pemotongan uang bantuan program kemiskinan ekstrim di Sampang bukan hanya terjadi di Kecamatan Torjun. Hal sama menimpa penerima di wilayah Kecamatan Jrengik, Kecamatan Banyuates, serta Kecamatan Pangarengan.

‎Adapun nominal pemotongan bantuan bervariasi, mulai dari 150 ribu, Rp 300 ribu, sampai Rp 400 ribu. (Ryan Hariyanto/Znl)

Hj. Ansari Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Sulteng

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Ansari mendesak pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus eksploitasi seksual dan persetubuhan terhadap anak usia Sekolah Dasar (SD) yang masih berusia 13 tahun di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Wakil rakyat perempuan asal Dapil XI Madura Jawa Timur ini menegaskan, tindakan bejat para pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, apalagi pelaku masih keluarga.

“Kami mendesak agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini, menangkap para pelaku dan dihukum sesuai perundang-undanganan yang berlaku, dihukum berat. Para pelaku yang seharusnya memberikan perlindungan kepada seorang anak justru menjadi pelaku eksploitasi dan persetubuhan terhadap anak,” katanya kepada media. Senin (13/10/2025) pagi.

Legislator asal Kabupaten Pamekasan ini menegaskan, Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan mengajak semua pihak untuk ikut mengawal kasus ini, serta KPAI untuk turun tangan.

“Peristiwa ini sangat memilukan, miris. Bagaimana mungkin keluarga dekat tega melakukan eksploitasi dan persetubuhan terhadap anaknya sendiri. Ibu korban bahkan tega menjajakananaknya sendiri. Kami (Komisi VIII DPR RI) akan mengawal kasus ini. Mari bersama kita kawal kasus ini hingga tuntas. KPAI juga harus mengambil langkah yang diperlukan termasuk rehabilitasi terhadap korban anak,” tegasnya.

Seperti diberitakan berbagai media, pihak kepolisian Polres Bangkep telah menetapkan 8 orang tersangka, termasuk kakak, ayah dan ibu korban. Dari hasil penyelidikan polisi, korban anak disetubuhi oleh ayah dan kakaknya sendiri, bahkan dijual oleh sang ibu kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Ada delapan tersangka, dua di antaranya tidak ditahan karena masih di bawah umur. Ibu korban berinisial AT menjual atau mengeksploitasi anaknya secara seksual,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Bangkep, Aipda Aditya Agung Prayitno, seperti yang dikutip newsurban.id.

Dijelaskan, delapan tersangka yang telah ditetapkan antara lain ayah korban SY, ibu AT, kakak IY, pacar korban DT, serta empat pria dewasa lainnya berinisial YS, EK, A, dan NS. Dua di antara para tersangka masih di bawah umur namun tidak dilakukan penahanan, tetapi menjalani proses hukum sesuai mekanisme peradilan anak.(*)

Sampang Kecipratan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim

Sampang, (Media Madura) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan dana hibah senilai Rp 3,6 miliar untuk 2.466 penerima bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang, Sabtu (11/10/2025).

‎Dana yang bersumber dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2025 ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam mengoptimalkan program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) di Sampang.

‎Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sampang Erwin Elmi Syahrial menjelaskan, program pengentasan kemiskinan ekstrim dikucurkan kepada pemerintah daerah di Jawa Timur termasuk Kabupaten Sampang.

‎Program prioritas tersebut bertujuan sebagai upaya pemerintah menghapus kemiskinan ekstrim di Indonesia.

‎”Ini adalah program bantuan agar dampaknya dapat dirasakan betul oleh masyarakat,” ucapnya.

‎Erwin mengatakan, bantuan ini diwujudkan dalam bentuk modal usaha melalui pengembangan UMKM melibatkan dunia usaha, pemberdayaan ekonomi, dan pelatihan kerja. Bantuan tersebut diberikan senilai Rp 1,5 juta setiap penerima.

‎”Uangnya modal usaha untuk dibelikan barang sehingga bisa memperbaiki hidup dan memperdayakan masyarakat,” kata Erwin.

‎Berdasarkan data angka kemiskinan ekstrim tahun 2023 mencapai 0,99 persen dari total penduduk masyarakat Sampang. Angka kemiskinan ekstrim menurun dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2022 mencapai 1,78 persen. (Ryan Hariyanto/Znl)

SKK Migas Ajak Media Bersinergi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Semarang, (Media Madura) – Neraca perdagangan minyak Indonesia masih mengalami defisit. Di tengah tantangan itu, media massa dinilai punya peran penting untuk ikut menjaga ketahanan energi nasional lewat informasi yang akurat dan edukatif bagi publik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, dalam acara Lokakarya Media 2025 SKK Migas–KKKS Jabanusa bertema “Optimalisasi Peran Media dalam Mendorong Capaian Target Hulu Migas Nasional” di Semarang, Rabu (8/10/2025).

Anggono berharap Lokakarya Media 2025 memperkuat sinergi antara industri hulu migas dan media dalam upaya mencapai ketahanan energi nasional. “Gas bumi masih menjadi keunggulan Indonesia dan akan terus dibutuhkan sebagai bagian dari energi transisi,” katanya.

Menurut Anggono, meski proporsi minyak dalam bauran energi nasional menurun, volume kebutuhan justru terus meningkat. “Ini adalah tantangan nyata ke depan: memenuhi kebutuhan energi sambil tetap mendukung agenda transisi energi,” tambahnya.

Neraca defisift dikarenakan konsumsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan produksi, sehingga memberikan tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Anggono mengatakan, wilayah Jabanusa memiliki kontribusi strategis terhadap produksi migas nasional. Hingga saat ini, wilayah Jabanusa mencatatkan produksi sebesar 178.969 Barel Minyak Per Hari (BOPD) atau sekitar 24% dari total produksi nasional, serta produksi gas sebesar 676 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) yang menyumbang 10% dari produksi nasional.

“Dengan pencapaian tersebut, kami tegaskan peran Jabanusa sebagai tulang punggung dalam menopang target produksi nasional,” ujar Anggono di hadapan para Pemimpin Redaksi Media di wilayah Operasi Jabanusa.

Lokakarya ini menekankan bahwa komunikasi publik yang efektif adalah kunci untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan industri hulu migas. Strategi komunikasi diarahkan untuk memposisikan sektor hulu migas sebagai partner strategis pemerintah dalam mencapai agenda ketahanan energi nasional, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam narasi “Pilar Ketahanan Energi.”

SKK Migas dan KKKS mengajak media untuk terus menjadi mitra. Khususnya dalam mendorong pencapaian target produksi migas, mendukung ketahanan energi nasional, meningkatkan kepercayaan publik melalui pemberitaan yang berkualitas dan konsisten, serta membangun iklim investasi yang progresif.

“Kami optimis kolaborasi antara industri hulu migas dan media dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan energi global dan mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan, ” pungkas Anggono.(*/Znl)

43 Dapur MBG di Sampang Tak Kantongi Sertifikat Layak Higienis Sanitasi


Sampang, (Media Madura) – Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mencatat dari 43 dapur MBG di Sampang belum satu pun yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

‎”Belum ada yang punya SLHS,” ucap Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto, Kamis (9/10/2025).

‎Sudarmanto mengatakan, dapur MBG yang belum memiliki SLHS saat ini berupaya untuk bisa mendapatkannya. Pihaknya menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sampang wajib memiliki sertifikat untuk menjamin mutu pelaksanaan program MBG.

‎”Semua masih proses, kemungkinan dalam satu bulan ini selesai, termasuk ijin pengelolaan lingkungan dan lainnya,” kata dia.

‎Disamping itu, pemerintah daerah saat ini telah memberikan pembinaan dan petunjuk teknis syarat pengajuan sertifikat laik higiene sanitasi tersebut.


‎Reporter : Ryan Hariyanto
‎Editor :

Pamekasan Power Rayakan Ulang Tahun ke-3, Meriah dan Penuh Makna

0

Pamekasan, (Media Madura) – Komunitas Pamekasan Power merayakan ulang tahun ke-3 di halaman Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Minggu (5/10/2025). Acara ini jadi perayaan terbesar sejak komunitas pecinta otomotif itu berdiri pada Oktober 2022 lalu.

Dengan dukungan Pro7 Auto Lightening, perayaan kali ini tak sekadar kumpul-kumpul, tapi juga diwarnai lomba modifikasi mobil dan motor dalam berbagai kategori, plus kegiatan santunan untuk anak yatim.

Ketua Pamekasan Power, M. Khairul Umam atau yang akrab disapa Irul, mengatakan acara ini bukan cuma soal hura-hura. Ada unsur sosial dan kreativitas anak muda yang ingin ditonjolkan.

“Kami juga memberi santunan kepada anak yatim dan apresiasi untuk pemain Persam (Perkumpulan Sepak Bola Amputasi) Pamekasan,” ujarnya.

Selain kompetisi modifikasi, panitia juga membuka banyak stan UMKM agar pelaku usaha kecil bisa ikut merasakan manfaat ekonomi dari keramaian acara.

Irul mengaku tak menyangka acara yang dimulai sejak pagi itu berlangsung sangat meriah, bahkan dihadiri peserta dari luar Madura.

“Terima kasih kepada semua pihak dan peserta yang sudah ikut menyukseskan acara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur turut memberikan apresiasi. “Selamat ulang tahun ketiga untuk Pamekasan Power. Acara ini luar biasa, menjadi wadah kreatif bagi anak muda di bidang otomotif. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” pungkasnya. (Znl/Arif)

AJP Segera Luncurkan Buku Perdana, Persiapan Kian Matang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mulai melakukan persiapan untuk penerbitan dan peluncuran buku berjudul Pamekasan Mencari Identitas di depan warung kopi Pak Saleh, Jalan Brawijaya, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Jumat (3/10/2025) malam.

Buku Perdana ini rencananya akan resmi diluncurkan pada perhelatan Launching Buku dan AJP Award 2025 yang akan diselenggarakan pada Desember mendatang.

Ketua AJP, M. Khairul Umam, menyampaikan bahwa peluncuran buku ini merupakan langkah cepat AJP dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap arah pembangunan dan identitas Kota Pamekasan.

“Launching buku ini kami maksudkan sebagai bentuk sumbangsih nyata kepada para pemangku kebijakan di Pamekasan, agar mampu merumuskan identitas kota Gerbang Salam,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa mas Irul itu menekankan bahwa buku ini adalah hasil pemikiran para jurnalis yang selama ini aktif mencermati dinamika sosial dan pemerintahan di Pamekasan.

“Kami ingin buku ini menjadi pemantik diskusi sekaligus rujukan intelektual yang membumi, sehingga identitas Pamekasan ke depan tidak hanya simbolik, tapi juga substantif,” tambahnya.

AJP berharap kegiatan ini dapat menggugah semua elemen masyarakat untuk turut serta dalam proses pencarian jati diri kota, guna menciptakan arah pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan tantangan zaman. (*)