Beranda blog Halaman 16

Hj. Ansari Desak Sejumlah Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Madura Dituntaskan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari mendesak penegakan hukum untuk segera menuntaskan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk kasus kekerasan seksual di sejumlah Kabupaten di Madura.

Legislator perempuan satu-satu-satunya dari Dapil Jatim XI Madura ini, juga meminta agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar terlibat aktif dalam mendorong penuntasan kasus di Madura.

“Kami telah mendapatkan informasi terkait sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan juga kekerasan seksual di  sejumlah Kabupaten di Madura. Kami juga meminta agar kasus-kasus tersebut segera diproses secara hukum dan dituntaskan. KPAI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak segera turun tangan,” pintanya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, ada sejumlah kasus yang hingga saat ini belum tuntas. Seperti di Bangkalan dua kasus kekerasan seksual, di mana dua gadis di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual. Pelakunya sebanyak 8 orang dari dua kasus tersebut. Sejumlah pelaku telah ditangkap termasuk 2 orang pelaku yang ditangkap di Palangkaraya.

Yang terbaru terkait kekerasan terhadap perempuan di mana seorang perempuan menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh satu keluarga berjumlah empat orang.

Sementara di Sampang, kasus pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Torjun sudah dilaporkan sejak tahun 2020, termasuk kejadian tahun 2022 di Kecamatan Robatal, yang hingga saat ini belum tuntas, meskipun sejumlah pelaku telah ditangkap. Yang terbaru terkait dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Bank Jatim dan juga di SMKN 1 Sampang.

Di Kabupaten Pamekasan terjadi kasus pemerkosaan pada tanggal 7 Oktober 2025, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat ini pelakusudah ditangka oleh Jajaran Polres Pamekasan.

Korban diradupaksa saat sedang mencuci piring di rumahnya (dapur) kemudian pelaku masuk ke dalam dapur melalui pintu belakang, membekap mulut korban dari belakang dan menodongkan obeng ke arah leher korban.

Di Kabupaten Sumenep juga terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak yang masih berusia 13 tahun. Peristiwa terjadi pada Februari 2025 di wilayah Kecamatan Gapura. Satreskrim Polres Sumenep telah menangkap pelaku berinisial MR (30).

“Kami mendorong agar kasus Kekerasan Seksual terhadap perempuan dan anak, di seluruh wilayah Indonesia terutama di Madura ini segera dituntaskan. Para pelaku segera ditangkap agar mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI yang salah-satunya membidangi urusan perlindungan terhadap perempuan dan anak ini.

Dikatakan, legislator Kelahiran Kabupaten Pamekasan ini, undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagai payung hukum, memberikan wewenang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Kami terus memantau perkembangan kasusnya, makanya kami juga meminta agar kementerian dan Lembaga mitra Komisi VIII yang membidangi urusan perempuan dan anak, turun langsung ke bawah, terlibat aktif mendorong penuntasan kasus yang terjadi di Madura serta melakukan tugasnya yakni memberikan perlindungan dan bantuan yang diperlukan kepada para korban,” pintanya.

Sebelumnya, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan komitmennya dalam menuntaskan seluruh kasus yang ditangani oleh jajarannya, termasuk kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah hukum Sampang.

‎”Kami betul-betul peduli dan serius agar semua penanganan kasus lebih maksimal, hal-hal yang dirasakan kurang menjadi perhatian untuk diperbaiki,” tegasnya.(Ist/Rls)

Pengusaha di Sampang Ini Bangun Jalan dan Aliran Listrik Desa Habiskan Miliaran

0

Sampang, (Media Madura) – Mat Yasin (37) warga Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Pengusaha sukses ini rela membangun jalan desa dengan cara diaspal menggunakan alat berat yang menghabiskan dana pribadi sebesar Rp 2 miliar lebih.

Selain jalan aspal, mantan tukang cukur rambut dan penjual kasur Kapuk keliling ini membangun tembok penahan tanah (TPT) atau tebing plengsengan sepanjang 400 meter.

Tak hanya itu, pria kelahiran Sampang tahun 1988 ini juga membangun jaringan listrik desa dengan mendirikan ratusan tiang yang mencakup 3 desa dengan total menghabiskan uang pribadi Rp 800 juta.(Ryan)

Kolaborasi Manis Jordy–Noviandani, Madura United Bungkam Dewa United, Vera Puji Miswar

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United sukses mencuri poin penuh dalam laga lanjutan Super League melawan Dewa United di Banten Internasional Stadium, Kamis (16/10/2025) malam. Laskar Sape Kerrab menang meyakinkan 0-2 lewat duet tajam Jordy Wehrmann dan Ahmad Noviandani.

Gol pertama tercipta pada menit ke-75. Umpan matang dari Ahmad Noviandani diselesaikan dengan tenang oleh Wehrmann untuk membawa Madura United unggul. Tak butuh waktu lama, di menit ke-86 giliran Wehrmann yang memberikan assist kepada Noviandani untuk menggandakan keunggulan tim tamu.

Kemenangan ini mengangkat posisi Madura United ke papan tengah klasemen dengan koleksi 9 poin, sekaligus menjauh dari zona merah.

Bermain Disiplin dan Efektif

Meski datang sebagai tim tamu, Madura United tampil disiplin di bawah arahan pelatih Alfredo Vera. Sejak menit awal, Dewa United menggempur pertahanan Madura United, namun lini belakang Sape Kerrab tampil solid.

“Menurut saya, pemain bermain sangat baik dan disiplin, sesuai dengan rencana yang sudah kita siapkan dua minggu ini. Tiga poin ini sangat penting bagi kami,” ujar pelatih Alfredo Vera seusai laga.

Vera juga memuji kerja keras seluruh pemainnya. “Semua pemain luar biasa. Dewa juga bermain bagus, tapi kami mampu memanfaatkan peluang dengan efektif,” tambahnya.

Noviandani Persembahkan Gol untuk Tim

Sementara itu, pencetak gol kedua, Ahmad Noviandani, mengaku bersyukur atas hasil tersebut.

“Alhamdulillah, tim kami diberi kemenangan malam ini. Pertandingan sangat ketat, tapi kami berhasil menang karena kerja keras dan disiplin sejak awal,” ujarnya.

Noviandani juga menegaskan dirinya siap dimainkan kapan pun. “Starter atau pengganti, saya akan selalu berusaha maksimal. Yang penting bisa berkontribusi untuk kemenangan tim,” katanya.

Kiper Jadi Tembok Kokoh

Tak hanya lini depan, kiper Madura United, Miswar Saputra, juga mendapat pujian. Ia tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang menjaga gawang timnya tetap steril. “Miswar sejak musim lalu sangat konsisten. Dia salah satu pemain kunci kami,” puji Vera.

Fokus ke Laga Berikutnya

Menutup sesi konferensi pers, Vera menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya melawan Persija Jakarta pada 24 Oktober mendatang.

“Sekarang kami istirahat dulu, menikmati kemenangan malam ini. Setelah itu baru fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya,” tutupnya.

Dengan hasil ini, Madura United membuktikan diri masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Super League, bahkan saat bermain tandang. (Znl/Arif)

Hj. Ansari Dorong Penuntasan Kasus Kekerasan Seksual di Bangkalan dan Sampang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Hj. Ansari mendesak agar polisi segera menuntaskan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

Di Bangkalan, ada dua kasus, di mana dua gadis di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual. Pelakunya sebanyak 8 orang dari dua kasus tersebut. 2 orang pelaku sudah ditangkap di Palangkaraya.

Sementara di Sampang, kasus pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Torjun sudah dilaporkan sejak tahun 2020, termasuk kejadian tahun 2022 di Kecamatan Robatal, yang hingga saat ini belum tuntas, meskipun sejumlah pelaku telah ditangkap.

“Kami mendorong agar kasus Kekerasan Seksual terhadap perempuan dan anak, baik yang terjadi di Bangkalan maupun di Sampang bisa segera dituntaskan. Para pelaku segera ditangkap agar mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” katanya Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Dikatakan, undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagai payung hukum, memberikan wewenang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Ditegaskan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jatim XI Madura asal Kabupaten Pamekasan ini, pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut, dan meminta agar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk turun langsung agar kasus tersebut bisa dituntaskan.

“Kami terus memantau perkembangan kasusnya, makanya kami juga meminta agar kementerian dan Lembaga mitra Komisi VIII yang membidangi urusan perempuan dan anak, turun langsung ke bawah,” pintanya.

Selain itu, anggota DPR RI perempuan satu-satunya dari Madura ini, juga memberikan apresiasi terhadap jajaran Polres Bangkalan yang telah berhasil menangkap 2 pelaku kekerasan seksual kepada anak di Palangkaraya. Dan penangkapan yang dilakukan Polres Sampang terhadap sejumlah tersangka, termasuk tersangka yang telah buron selama dua tahun.

“Tetapi para pelaku lainnya juga harus segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Tidak hanya yang Bangkalan, di Sampang juga harus segera dituntaskan,” pintanya.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi mengatakan, penangkapan 2 pelaku dilakukan setelah adanya laporan terkait keberadaan pelaku di Palangkaraya. Pihaknya juga masih memburu enam pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui.

“Sementara polisi masih memburu enam pelaku lainnya yang juga sudah diketahui identitasnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan komitmennya dalam menuntaskan seluruh kasus yang ditangani oleh jajarannya, termasuk kasus kekerasan seksual tersebut diupayakan untuk terungkap secara tuntas.

‎”Kami betul-betul peduli dan serius agar semua penanganan kasus lebih maksimal, hal-hal yang dirasakan kurang menjadi perhatian untuk diperbaiki,” tegasnya.(Ist/Rls)

Hj. Ansari: Framing Negatif terhadap Pesantren Melukai Nilai-nilai Kebangsaan

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menegaskan bahwa narasi atau framing negatif terhadap Pondok Pesantren merupakan tindakan yang sangat melukai dan mencederai nilai-nilai kebangsaan serta keindonesiaan.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Narasi negatif terhadap pesantren sangat melukai dan mencederai nilai-nilai berbangsa dan bernegara kita,” tegas Hj. Ansari.

Ia menambahkan, sejak masa penjajahan hingga kemerdekaan, pesantren telah memainkan peran besar dalam membangun karakter bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam sejarahnya, peran pesantren sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Banyak ulama yang menjadi pahlawan nasional, dan tidak sedikit pemimpin besar Indonesia lahir dari lingkungan pesantren,” ujarnya

Hj. Ansari juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai dan menghormati eksistensi pesantren sebagai bagian dari budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

“Kepada siapapun di republik ini, mari kita hargai dan hormati budaya pesantren yang sudah mengakar dari generasi ke generasi. Kontribusi pesantren terhadap NKRI sangat besar dan tidak ternilai,” tambahnya.

Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura itu berharap agar peristiwa atau pemberitaan yang menstigma pesantren secara negatif tidak terulang kembali.

“Ini harus menjadi pelajaran bersama agar ke depan peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” pungkas perempuan asal Kabupaten Pamekasan itu. (Znl/Arif)

Bantuan Orang Miskin Dipotong, Dinsos Sampang Dukung Warga Lapor ke Polisi‎

‎Sampang, (Media Madura) – Dinas Sosial Kabupaten Sampang angkat bicara terkait temuan dugaan pemotongan bantuan sosial warga miskin yang terjadi di Desa Patapan, Kecamatan Torjun. Masyarakat selaku penerima program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) diminta melapor ke aparat hukum.

‎”Silahkan laporkan ke penegak hukum jika ada pemotongan, saya dukung itu,” ucap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sampang Erwin Elmi Syahrial, Rabu (15/10/2025).

‎Alasan apapun, kata Erwin, tidak dibenarkan bantuan sosial dipotong. Semua harus utuh diterima oleh masyarakat prasejahtera.

‎Mengenai dugaan pemotongan ini, pihaknya bersama pendamping turun langsung melakukan monitoring ke Desa Patapan.

‎Dirinya menegaskan, semua proses penyaluran bantuan program P3KE di Sampang berjalan sesuai prosedur dan transparan untuk diberikan kepada penerima sesuai nominal yang ditentukan.

‎”Masalahnya kami bingung oknum siapa yang memotong, alasan apapun tidak boleh dipotong dan kami tidak pernah meminta sepersen pun terkait bansos,” tegas Erwin.

‎”Kami sudah turun ke Kecamatan Torjun dan Pangarengan mencuatnya dugaan pemotongan, ternyata tidak ada,” imbuh dia.

‎Sebelumnya, warga penerima bantuan P3KE di Desa Patapan mengaku, jatah bantuan bagi masyarakat miskin dipotong oleh oknum perangkat desa hingga pengurus pendamping penyalur bantuan.

‎Dugaan pemotongan itu senilai Rp 500 ribu dari total bantuan Rp 1,5 juta yang seharusnya diterima. Pungutan itu digunakan dengan alasan untuk membayar ongkos petugas pengurus. ‎(Ryan Hariyanto/Znl)

Bahas Masa Depan Penyelenggaraan Haji, Hj. Ansari: Madura Luar Biasa, Semangat Hajinya Tak Pernah Padam

0

Pamekasan, (Media Madura) – Acara Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) angkatan XI kembali digelar dan dibuka oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Timur, As’adul Anam, di Hotel Berlian Pamekasan, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Perubahan dan Membangun Keberlanjutan Penyelenggaraan Haji”, dan dihadiri Kabid PHU Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, serta anggota DPR RI dari Komisi VIII, Hj. Ansari, yang menjadi pembicara utama.

Dalam paparannya, Hj. Ansari menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Madura untuk menunaikan ibadah haji.

“Kalau ditarik dari Jawa Timur, jamaah hajinya paling banyak. Dan yang paling luar biasa lagi, dari Madura,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, semangat masyarakat Madura berhaji sangat kuat karena dorongan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan para kiai dan ulama.

“Meskipun usia sudah sepuh, mereka tetap berangkat dengan semangat luar biasa. Itu bukti kuatnya niat ibadah,” katanya.

Politisi PDIP itu juga menjelaskan, Komisi VIII DPR RI kini menjadi mitra strategis Kementerian Haji dalam memastikan kebijakan penyelenggaraan haji berjalan lebih transparan dan efisien. Ia menyebut, pemerintah berkomitmen menjaga pemerataan layanan dan memastikan jamaah dalam kondisi sehat saat berangkat.

“Alhamdulillah, tahun depan kuota haji tetap 221 ribu jamaah. Kami mendorong agar semua kuota terserap maksimal. Jangan sampai ada yang tertunda hanya karena koordinasi yang kurang di daerah,” tegasnya.

Selain itu, Hj. Ansari juga menyinggung rencana perbaikan sistem antrean dan peningkatan kualitas pelayanan haji Indonesia agar bisa menjadi percontohan dunia.

“Presiden dan Menteri Haji berharap Indonesia menjadi model penyelenggaraan haji terbaik di dunia,” ujarnya optimistis.

Acara Jamarah XI ini diharapkan menjadi ruang diskusi dan sinergi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat tata kelola haji yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Znl/Arif)

Gegara Karcis Rp5 Ribu, Kakek di Sampang Babak Belur Dihajar Juru Parkir

0

Sampang, (Media Madura) – Seorang pemotor dianiaya juru parkir liar di Alun-Alun Trunojoyo Sampang. Adu mulut  berujung aksi pemukulan ini terjadi lantaran korban menanyakan karcis parkir.

‎Akibat kejadian itu korban terluka dan melapor ke polisi. Insiden penganiayaan terjadi pada Jumat (12/9/2025) lalu, saat korban bersama istri mengunjungi festival pameran di alun-alun.

‎Korban bernama Arif Wahyudi (61) warga Jalan Pemuda, Kota Sampang. Ia mengatakan, dirinya diminta membayar tarif parkir motor sebesar Rp 5.000 ribu.

‎”Belum sempat bayar, saya tanya mana karcisnya, juru parkir emosi tersinggung dan memukul saya di bagian wajah,” ucap Arif.

‎Keributan pun terjadi hingga beberapa pengunjung dan rekan terduga pelaku berusaha melerai. Usai peristiwa itu korban didampingi keluarga melapor ke Mapolres Sampang.

‎Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan laporan dugaan penganiyaan terhadap korban. Pihaknya masih terus menyelidiki dan meminta keterangan sejumlah saksi.

‎”Masih kita proses, tunggu pemeriksaan nanti,” singkatnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Hj. Ansari: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 Harus Lebih Baik

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari mendorong agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya, apalagi urusan haji saat ini sudah dialihkan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.

Dasar pembentukan Kementerian Haji, yakni Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang disahkan DPR pada 26 Agustus 2025 lalu.

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 harus lebih baik, sebab penyelenggaraannya sudah dilimpahkan dari Kemenag ke Kementerian Haji dan Umrah yang secara khusus menangani urusan haji dan umrah,” katanya ditemui saat menjadi pembicara dalam forum Jagong Masalah Haji dan Umrah (JAMARAH) di Pamekasan. Selasa (14/10/2025) pagi.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, transisi kelembagaan antara Kementerian Agama dengan Kementerian Haji harus segera direalisasikan dengan efektif dan efisien, mengingat tahapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 sudah semakin dekat.

“Peralihan kelembagaan dari Kemenag ke Kemen Haji harus segera dilakukan, harus efektif dan efisien, mengingat tahapan pelaksanaan ibadah haji sudah dimulai. Harus ada koordinasi dan komunikasi yang baik antara lembaga, baik di pusat maupun di daerah,” terangnya.

Legislator perempuan asal Dapil XI Madura ini menguraikan, tugas Kementerian Haji dan Umrah harus maksimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan ibadah haji selesai.

“Kami komisi VIII DPR RI terus akan melakukan pengawasan, sejauh mana fungsi Kementerian Haji dan Umrah ini menjalankan tugasnya dengan baik. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji semakin baik dan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam menegaskan, proses peralihan kewenangan antara Kementerian Agama dengan Kementerian Haji akan berjalan dengan baik, bahkan koordinasi terus dilakukan.

“Koordinasi dan komunikasi terus dilakukan dan hingga saat ini berjalan dengan baik, jadi tidak ada masalah terkait pelimpahan kewenangan itu. Bahkan petugas haji nanti masih akan melibatkan Kemenag,” katanya di Pamekasan.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kuota jemaah haji Indonesia untuk tahun 2026 sebanyak 221.000 orang, jumlah tersebut masih sama dengan tahun 2025 lalu.(Ist/Rls)

Alfredo Vera Matangkan Strategi, Madura United Siap Tempur Lawan Dewa United

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pelatih Madura United, Alfredo Vera, memastikan timnya siap menghadapi Dewa United pada laga lanjutan Super League yang akan digelar di Banten Internasional Stadium, Kamis (16/10/2025) mendatang.

Usai jeda kompetisi yang cukup panjang, Vera mengaku waktu tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat fisik dan mematangkan strategi tim.

“Kita ada waktu untuk fisik dan persiapan dengan baik untuk pikir lawan Dewa. Pertandingan tidak mudah, tapi waktu ini bagus untuk kita kembali motivasi lagi,” ujar pelatih asal Argentina itu, Selasa (14/10/2025).

Meski begitu, Madura United masih harus menghadapi persoalan cedera yang menimpa beberapa pemain kunci, termasuk Iran Junior.

“Kita tahu Iran punya waktu panjang untuk pulih dari cedera. Sekarang mereka sedang terapi, dan kita manfaatkan waktu yang diberikan dokter untuk memantau latihan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab juga sudah menjalani beberapa laga uji coba selama masa jeda. Menurut Vera, hal itu menjadi bagian dari proses menentukan komposisi pemain utama untuk laga kontra Dewa United.

“Kita sudah beberapa kali uji coba dengan tim luar. Sudah tahu kemungkinan siapa yang akan main, tapi masih ada waktu dua sampai tiga hari untuk lihat lagi,” tambahnya.

Madura United saat ini tengah berambisi meraih poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara Super League. (Znl/Arif)