Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menegaskan bahwa narasi atau framing negatif terhadap Pondok Pesantren merupakan tindakan yang sangat melukai dan mencederai nilai-nilai kebangsaan serta keindonesiaan.
Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Narasi negatif terhadap pesantren sangat melukai dan mencederai nilai-nilai berbangsa dan bernegara kita,” tegas Hj. Ansari.
Ia menambahkan, sejak masa penjajahan hingga kemerdekaan, pesantren telah memainkan peran besar dalam membangun karakter bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dalam sejarahnya, peran pesantren sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Banyak ulama yang menjadi pahlawan nasional, dan tidak sedikit pemimpin besar Indonesia lahir dari lingkungan pesantren,” ujarnya
Hj. Ansari juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai dan menghormati eksistensi pesantren sebagai bagian dari budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Kepada siapapun di republik ini, mari kita hargai dan hormati budaya pesantren yang sudah mengakar dari generasi ke generasi. Kontribusi pesantren terhadap NKRI sangat besar dan tidak ternilai,” tambahnya.
Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura itu berharap agar peristiwa atau pemberitaan yang menstigma pesantren secara negatif tidak terulang kembali.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama agar ke depan peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” pungkas perempuan asal Kabupaten Pamekasan itu. (Znl/Arif)


