Pamekasan, (Media Madura) – Acara Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) angkatan XI kembali digelar dan dibuka oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Timur, As’adul Anam, di Hotel Berlian Pamekasan, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Perubahan dan Membangun Keberlanjutan Penyelenggaraan Haji”, dan dihadiri Kabid PHU Kemenag Pamekasan, Abdul Halim, serta anggota DPR RI dari Komisi VIII, Hj. Ansari, yang menjadi pembicara utama.
Dalam paparannya, Hj. Ansari menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Madura untuk menunaikan ibadah haji.
“Kalau ditarik dari Jawa Timur, jamaah hajinya paling banyak. Dan yang paling luar biasa lagi, dari Madura,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Menurutnya, semangat masyarakat Madura berhaji sangat kuat karena dorongan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan para kiai dan ulama.
“Meskipun usia sudah sepuh, mereka tetap berangkat dengan semangat luar biasa. Itu bukti kuatnya niat ibadah,” katanya.
Politisi PDIP itu juga menjelaskan, Komisi VIII DPR RI kini menjadi mitra strategis Kementerian Haji dalam memastikan kebijakan penyelenggaraan haji berjalan lebih transparan dan efisien. Ia menyebut, pemerintah berkomitmen menjaga pemerataan layanan dan memastikan jamaah dalam kondisi sehat saat berangkat.
“Alhamdulillah, tahun depan kuota haji tetap 221 ribu jamaah. Kami mendorong agar semua kuota terserap maksimal. Jangan sampai ada yang tertunda hanya karena koordinasi yang kurang di daerah,” tegasnya.
Selain itu, Hj. Ansari juga menyinggung rencana perbaikan sistem antrean dan peningkatan kualitas pelayanan haji Indonesia agar bisa menjadi percontohan dunia.
“Presiden dan Menteri Haji berharap Indonesia menjadi model penyelenggaraan haji terbaik di dunia,” ujarnya optimistis.
Acara Jamarah XI ini diharapkan menjadi ruang diskusi dan sinergi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat tata kelola haji yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Znl/Arif)


