Beranda blog Halaman 13

AJP Rayakan 17 Tahun dengan Bedah Buku dan Temu Jurnalis se-Madura di UNIRA

0

Pamekasan, (Media Madura) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menggelar kegiatan bedah buku dan temu jurnalis se-Madura di Hall Laboratorium Universitas Madura (UNIRA), Rabu (12/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan 17 tahun AJP dalam kiprahnya di dunia jurnalistik.

Acara ini sekaligus membedah buku karya Dr. Kadarisman Sastrodirjo, M.Si., berjudul “Menyoal Akuntabilitas DPRD.” Penulis buku hadir langsung bersama enam tokoh yang turut menjadi pembedah, di antaranya Prof. Dr. Siti Marwiyah (Rektor Universitas Dr. Soetomo Surabaya), Dr. Nadir (Dekan Fakultas Hukum UNIRA), Ali Masykur (Ketua DPRD Pamekasan), Dr. Drs. Ec. H. Gazali (Rektor UNIRA), M. Khairul Umam (Ketua AJP), dan Samsul Arifin (jurnalis senior Pamekasan).

Dalam sambutannya, Rektor UNIRA, Dr. Drs. Ec. H. Gazali, menyampaikan apresiasi kepada AJP karena telah menjadikan kampusnya sebagai tempat refleksi dan diskusi intelektual.

“Di usia 17 tahun, AJP diharapkan semakin matang dan memiliki arah yang jelas dalam memperkuat sinergi antara media, akademisi, dan pemerintah daerah,” Katanya.

Ketua AJP, M. Khairul Umam, mengatakan bahwa fokus AJP di bawah kepemimpinannya tidak hanya pada kerja jurnalistik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

“Kami prihatin melihat masyarakat kurang mampu yang harus berobat ke Surabaya, tapi terpaksa tidur di pom bensin. Dari situ AJP berinisiatif menyiapkan rumah singgah bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, AJP juga tengah mempersiapkan peluncuran buku berjudul “Pamekasan Mencari Identitas” yang akan diluncurkan pada 9 Desember 2025 bersamaan dengan ajang AJP Award.

“Ini menjadi wajah baru AJP karena sudah bisa menerbitkan buku yang ditulis oleh para pengurus dan anggota AJP,” ucapnya.

Sementara, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap kiprah AJP yang terus tumbuh dan berkontribusi nyata untuk daerah.

“Usia 17 tahun adalah usia puber, usia menuju kematangan. Semoga AJP terus berperan aktif dalam membangun Pamekasan,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa dalam konteks demokrasi, jurnalis tidak hanya sekadar profesi, melainkan panggilan nurani untuk membangun bangsa dan negara.

“Peran media adalah sebagai cermin masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan terus membuka ruang kritik yang konstruktif dan profesional,” tandasnya. (*)

‎Akhirnya! Pilkades Sampang Boleh Digelar Tahun 2026

0

Sampang, (Media Madura) – Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan menyampaikan hasil kunjungan kerja ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kepastian pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sampang, Selasa (11/11/2025).

‎Dalam penjelasan Kemendagri yang diterima DPRD Sampang, bahwa Pilkades serentak boleh digelar pada tahun 2026. Namun ada beberapa hal catatan dalam menggelar kesiapan pesta demokrasi desa di Sampang.

‎”Pada intinya dijawab oleh Kemendagri bahwa Pilkades Sampang bisa atau dapat dilakukan tahun 2026,” ucap Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan kepada Media Madura, Selasa.

‎Kata Rudi, adapun empat point pertimbangan pemerintah daerah sebelum menggelar Pilkades di Sampang, antara lain mengenai kesiapan soal postur anggaran pelaksanaan Pilkades, kesiapan tahapan Pilkades, stabilitas daerah, serta regulasi mengenai calon tunggal di Pilkades.

‎Regulasi calon tunggal tersebut masih menunggu tahapan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 3 tahun 2024 tentang Pemerintah Desa.

‎”Point-point ini hampir sama dengan surat edaran Kemendagri tertanggal 22 Oktober 2025 itu, terpenting pemerintah harus berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memastikan dan menjamin pelaksanaan Pilkades berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.

‎Terkait kesiapan anggaran Pilkades 2026, Rudi menegaskan, pihaknya akan merencanakan anggaran Pilkades sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

‎Untuk diketahui, saat ini dari 180 desa di Sampang tercatat ada 143 desa atau lebih dari 79 persen dijabat Pj kades. Sementara hanya 37 desa masih dijabat kepala desa definitif. (Ryan Hariyanto/Znl)

Golkar Apresiasi Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Khalil, Soeharto hingga Gus Dur

0

Sumenep, (Media Madura) – Partai Golkar Kabupaten Sumenep menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa, termasuk ulama besar asal Madura, Syaikhona Khalil bin Abdul Lathif, Presiden ke-2 H.M. Soeharto, dan Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Plt. Sekretaris DPD Golkar Sumenep, Ubaidillah, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo atas penghargaan tersebut. Ia menilai, ketiga tokoh itu memiliki jasa luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Menurutnya, Syaikhona Khalil dikenal sebagai ulama besar yang berperan penting dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan keagamaan.

Bahkan, KH. Hasyim Asy’ari disebut mendapat restu dari Syaikhona Khalil saat mendirikan Nahdlatul Ulama (NU), lewat simbol pemberian tongkat dan tasbih yang dikirim melalui KH. As’ad Syamsul Arifin.

Golkar juga mendukung penuh penganugerahan gelar Pahlawan kepada H.M. Soeharto dan KH. Andurrahman Wahid.

“Program-program Pak Harto masih terasa manfaatnya hingga kini, seperti transmigrasi, Keluarga Berencana (KB), SD Inpres, dan pembangunan infrastruktur yang masih berfungsi dengan baik,” ujar Ubaidillah.

Sementara itu, Gus Dur disebutnya sebagai sosok bapak pluralisme yang meneguhkan semangat kebinekaan di tengah keberagaman Indonesia.

“Pikiran dan perjuangan Gus Dur mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau adalah simbol nyata persatuan dalam keberagaman,” tambahnya.

Ubaidillah menilai, penganugerahan ini menjadi bentuk penghargaan negara terhadap jasa para tokoh bangsa dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Ini momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan dan harmoni nasional,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menetapkan 10 Tokoh Nasional sebagai Pahlawan Nasional tahun ini, yaitu:

• Abdurrahman Wahid
• Jenderal Besar TNI Soeharto
• Marsinah
• Mochtar Kusumaatmaja
• Hajjah Rahma El Yunusiyyah
• Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
• Sultan Muhammad Salahuddin
• Syaikhona Muhammad Kholil
• Tuan Rondahaim Saragih
• Zainal Abidin Syah

Hj. Ansari Dorong Solusi Hukum Restoratif Kasus Ibu Aniaya Anak di Pangkalpinang

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hj Ansari mendorong perlunya penyelesaian secara tepat dengan mengedepankan hukum yang restoratif dalam kasus ibu kandung yang menyetrika anak laki-lakinya di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

“Saya sangat sedih mendengar kasus di Pangkalpinang ini karena pelaku adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung terdekat. Namun faktanya seorang ibu bisa melakukan kekerasan. Kita juga prihatin karena kasus kekerasan di dalam rumah tangga trennya terus meningkat di Indonesia,” ujar Hj Ansari di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Legislator perempuan asal Dapil XI Madura ini juga menegaskan, pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) dalam kasus ini bisa menjadi opsi terbaik karena tidak melepaskan aspek hukum dan pada saat yang sama juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ibu kandung sebagai pelaku tetap harus mendapat hukuman karena melakukan kekerasan. Namun proses memulihkan korban dan membangun kembali hubungan keluarga agar lebih aman juga penting.

Kekerasan dalam rumah tangga, ungkap Ansari, selalu tidak berdiri sendiri karena ada banyak faktor yang melatarbelakanginya, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan relasi suami-istri. Untuk itu, regulasi yang ada seperti Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak harus diterapkan secara tepat.

“Dengan restoratif ini, ibu mengakui akan kesalahan yang diperbuat, lalu bertanggung jawab dan ada kesediaan memperbaikinya demi masa depan anak. Makanya perlu ada mediasi dengan melibatkan psikolog. Dengan begini proses hukum tetap memperhatikan asas kepentingan terbaik untuk anak atau best interest of the child,” terang politisi perempuan dari Daerah Pemilihan Pulau Madura, Jawa Timur ini.

Hj Ansari juga menilai, kasus yang terjadi di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang ini menjadi alarm bahwa pemahaman orang tua di Indonesia terhadap jaminan perlindungan anak masih belum kuat. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA perlu meningkatkan sosialiasasi terkait regulasi dan membuat langkah pencegahan secara lebih strategis.

“Memang seringkali kekerasan dalam rumah tangga itu tidak diawali niat jahat, namun dipicu akumulasi stres, trauma, sosial dan konflik peran. Maka pemahaman akan UU yang memberikan perlindungan juga harus dipahamkan secara lebih mengakar kepada masyarakat,” terang Hj Ansari.

Seperti di ketahui, peristiwa ini terjadi pada 18 Oktober 2025 dan baru terbongkar setelah ayah kandung korban melapor ke polisi. Saat ini kasus tersebut telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pangkalpinang. (Ist)

Tanpa Alfredo Vera, Madura United Diterpa Isu Perubahan Pelatih

0

Pamekasan, (Media Madura) – Absennya Alfredo Vera saat Madura United menghadapi PSM Makassar memunculkan spekulasi soal masa depannya di kursi pelatih. Klub belum memberi keterangan resmi, tapi tekanan dari suporter terus menguat.

Pelatih Madura United, Alfredo Vera, tak tampak di pinggir lapangan saat timnya bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-11 Super League, Minggu (2/11/2025). Ketidakhadirannya menambah panjang rumor soal masa depan sang pelatih bersama Laskar Sape Kerrab.

Desakan agar Vera mundur sebenarnya sudah muncul sejak performa Madura United tak kunjung membaik. Dari 10 laga yang sudah dijalani, mereka baru mengantongi 10 poin dan belum pernah menang di kandang. Kekalahan dari Persija Jakarta di laga kandang terakhir semakin memperburuk situasi.

Meski begitu, pihak klub belum memberikan keterangan resmi. “Untuk saat ini belum ada rilis resmi dari klub. Bisa jadi besok masih memimpin (melawan Persijap),” ujar Media Officer Madura United, Ferdiansyah Alifurrahman, Kamis (6/11/2025).

Selanjutnya, Madura United dijadwalkan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Minggu (9/11/2025). Laga ini disebut-sebut bakal menjadi penentu nasib pelatih asal Argentina itu di kursi pelatih. (Znl/Arif)

Warga di Sampang Meninggal Dunia Tersambar Petir

0

Sampang, (Media Madura) – Seorang pemuda berusia 15 tahun asal warga Dusun Kacodur, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas tersambar petir saat sedang duduk santai di teras rumah.

‎Peristiwa ini terjadi pada Rabu (5/11/2025) sore pukul 17.30 WIB. Korban bernama Firmansyah, saat itu tengah duduk bersebelahan bersama keempat saudaranya di teras.

‎”Waktu itu posisi korban dipojok deket dinding,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Moh Hozin, Rabu malam.

‎Tiba-tiba petir menyambar mengarah kepada korban. Seketika korban langsung tak sadarkan diri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

‎Hozin menyatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban saat kejadian tidak sedang bermain Handphone.

‎”Tidak bermain hp, jadi tiba-tiba saja petir menyambar ke korban,” terangnya.

‎Saat ini, korban sudah disucikan dan akan dimakamkan hari ini Kamis (6/1102025) setelah menunggu kedatangan orangtua korban dari luar kota. (Ryan Hariyanto/Znl)

Achsanul Qosasi Pasang Badan untuk Balotelli di Tengah Kritikan: Kamu Pemain Pilihan Saya

0

Pamekasan, (Media Madura) — Dukungan penuh disampaikan Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, kepada sang penyerang andalan João Pereira Albertine alias Balotelli, usai pertandingan dramatis melawan PSM Makassar yang berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Minggu (2/11/2025).

Meski sang striker belum berhasil mencetak gol, AQ sapaan akrabnya menegaskan apresiasinya terhadap kerja keras dan perjuangan Baloteli di lapangan.

“Tetap tegar, Baloteli. Kamu pemain pilihan saya. Walaupun kamu belum cetak gol, tapi usaha dan perjuanganmu juga bermanfaat bagi tim,” ujar AQ dengan nada menenangkan.

Pihaknya pun mengingatkan agar setiap kritik dari suporter dijadikan bahan bakar semangat untuk tampil lebih baik pada laga berikutnya. “Kritikan supporter harus kamu jadikan pemicu semangat,” tambahnya.

Achsanul mengaku ikut merasakan ketegangan ketika tiga peluang emas Baloteli gagal berbuah gol.

“Saya tertunduk berdoa, setelah tiga peluang emas dari kakinya membentur kaki, tiang, dan tangan lawan. Seolah semesta belum ikhlas membiarkan dirinya mencetak gol,” tuturnya.

Momen frustrasi pun tak terelakkan. Raut kesal dan kecewa Baloteli sempat terekam kamera televisi, menggambarkan betapa besar tanggung jawab yang ia rasakan terhadap tim.

“Dia pasti merasa telah mengecewakan teman-temannya,” ujar Achsanul dengan empati.

Namun sang Presiden Klub menutup pesannya dengan dorongan penuh motivasi:

“Bermainlah dengan gembira, Baloteli. Teruslah bekerja keras. Kamu pasti bisa!”

Dukungan moral itu menjadi sinyal kuat bahwa semangat kebersamaan dan kepercayaan diri masih menjadi pondasi utama tim dalam menghadapi laga-laga selanjutnya.(Znl/Arif)

Bangga, Filantropis Madura H. Her Terima Penghargaan Nasional dari CNN Indonesia

0

Jakarta, (Media Madura) – CEO Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam, menerima penghargaan prestisius dari CNN Indonesia Awards 2025, di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Pria yang akrab disapa Haji Her itu, diberi penghargaan kategori Outistanding Contribution to Transforming Lives through Philantropy and Grassroots Empowerment atau pengahrgaan berkat kontribusi yang luar biasa dalam mengubah kehidupan publik melalui gerakan kedermawanan dan pemberdayaan masyarakat kecil.

Pada ajang penghargaan CNN Indonesia yang mengusung tema “Kolaborasi dan Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri,” H. Her diwakili oleh Ketua Bawang Mas Center (BMC), Abdullah.

Penghargaan yang diberikan CNN Indonesia kepada Haji Her, tidak lepas dari kepeduliannya terhadap nasib petani tembakau di Madura, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Dikenal sebagai sosok filantropi yang kerap membantu masyarakat tidak mampu, Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) ini, dikenal sebagai pengusaha yang aktif menyejahterakan petani tembakau melalui terobosan strategis pada tata niaga tembakau.

Melalui Bawang Mas Center (BMC) sebagai yayasan sosial yang didirikannya, H. Her juga memperlihatkan kepeduliannya terhadap kebutuhan sosial ekonomi masyarakat kurang mampu.

Sejauh ini, sudah lebih dari 1.000 rumah warga kurang mampu yang dibangun H. Her melalui BMC.

Ribuan paket beasiswa untuk siswa, yatim piatu, santri dan warga kurang mampu untuk bisa menuntaskan pendidikan yang layak.

Pembangunan dan rehabilitasi masjid dan mushola, bantuan sosial untuk warga kurang mampu, hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui bantuan UMKM, menjadi bagian program sosial H. Her bersama BMC.

Bahkan, kepedulian H. Her tidak hanya dirasakan oleh warga Madura, melalui donasi untuk Palestina, H. Her juga menunjukkan kepedulian terhadap saudara seiman di negeri seberang.

Usai menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Direktur Utama CNN Indonesia Titin Rosmasari, Ketua BMC, Abdullah, mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada H. Her dan Bawang Mas Grup.

“Kami sangat berterima kasih atas penghargaan ini, semoga bisa menjadi penyemangat untuk berbuat lebih banyak kepada masyarakat,” singkat Abdullah, Jumat (31/10/2025).

Sementara Direktur Utama CNN Indonesia Titin Rosmasari, dalam sambutan pembuka CNN Indonesia Awards 2025, menyampaikan bahwa ajang penghargaan ini bukan sekadar selebrasi prestasi, melainkan perayaan atas semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang menggerakkan bangsa.

“Kita hadir sore ini untuk merayakan kolaborasi dan harmoni, serta meneguhkan semangat Asta Cita kita, semangat untuk masa depan bangsa,” ujar Titin.

Turut hadir dalam acara ini Chairman sekaligus Pendiri CT Corp Chairul Tanjung, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Ubaidillah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, dan beberapa tokoh serta pejabat lainnya. (*)

Hj. Ansari : Memberdayakan Pemuda berarti Membangun Masa Depan Indonesia

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Hj. Ansari menjadi keynote speech dalam pelantikan DPD KNPI Kabupaten Pamekasan periode 2025-2028 di Hotel Azana. Dalam pidatonya anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa memberdayakan pemuda berarti membangun masa depan Indonesia.

Hj. Ansari yang merupakan anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menguraikan besarnya peran pemuda dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Hari ini kita berkumpul dengan satu semangat besar, semangat untuk memberdayakan generasi muda dan membangun bangsa Indonesia. Sejarah telah mencatat bahwa setiap kebangkitan bangsa selalu dimulai dari semangat pemuda. Dari Sumpah Pemuda tahun 1928 hingga perjuangan kemerdekaan, pemuda selalu menjadi lokomotif perubahan. Di tangan para pemuda, lahir gagasan besar, keberanian untuk bermimpi, dan kekuatan untuk mewujudkannya. Mengutip pidato Bung Karno. Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia,” katanya.

Bahkan, legislator perempuan satu-satunya asal Madura ini menyinggung bagaimana besarnya semangat pemuda dalam kongres pemuda, hingga ditetapkannya bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia dengan sumpah Pemuda.

“Kita jangan pernah mewarisi abunya Sumpah Pemuda, tetapi kita harus mewarisi apinya Sumpah Pemuda,” tegasnya yang juga mengutip pidato Bung Karno.

Dalam kesempatan itu juga, Legislator asal Kabupaten Pamekasan ini mengingatkan pengurus DPD KNPI Kabupaten Pamekasan tentang beratnya tangangan yang akan dihadapi pemuda di masa yang akan datang.

“Saya juga mengingatkan, KNPI bukan hanya wadah organisasi, tetapi simbol persatuan, idealisme, dan keberanian pemuda dalam menatap masa depan bangsa. Sebab tantangan bagi pemuda Indonesia kedepan tidaklah mudah, kita dihadapkan pada era globalisasi dan revolusi industri digital. Bukan lagi penjajahan fisik, tetapi tantangan kompetisi global, disrupsi teknologi, dan degradasi moral,” paparnya.

Tetapi, sebagai wakil rakyat dari Dapil Jatim XI Madura, ia akan terus mendorong kebijakan pendidikan nasional yang adaptif dan berorientasi masa depan, agar pemuda Indonesia memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing global.

“Kami juga akan terus mendukung perluasan akses ekonomi dan lapangan kerja bagi generasi muda, termasuk melalui wirausaha, ekonomi kreatif, UMKM dan bidang kreatif lainnya. Termasuk mendorong agar ruang ekspresi, partisipasi, dan kepemimpinan pemuda dalam pembangunan nasional, baik di ranah sosial, politik dan bidang lainnya selalu diisi oleh anak-anak muda,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pamekasan Haidar Ansori berterima kasih kepada Hj. Ansari atas kehadiran dan motivasinya kepada jajaran pengurus DPD KNPI yang baru dilantik agar mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Ibu dewan juga mengingatkan bahwa KNPI bukan hanya wadah organisasi, tetapi simbol persatuan, idealisme, dan keberanian pemuda dalam menatap masa depan bangsa, meskipun tantangan kedepan tidaklah mudah,” katanya.

Tetapi, Haidar, sapaan akrbanya optimis, pengurus DPD KNPI Kabupaten Pamekasan yang dipimpinnya akan menjalankan roda organisasi dengan baik dan amanah.

“Kami akan terus bekerja dengan baik, semaksimal mungkin berkontribusi terhadap perkembangan, kemajuan generasi muda yang akan datang, serta terus mengisi ruang publik dengan program-program pemberdayaan bagi pemuda,” tegasnya.

Bahkan, Haidar juga menegaskan, KNPI Kabupaten Pamekasan akan terus membangun sinergi dengan seluruh pihak bahkan lintas organisasi, guna memperkuat eksistensi organisasi kepemudaan. (Ist/Rls).

Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum Sebut S Hanya Jadi Korban Kriminalisasi Kasus Pita Cukai

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kasus dugaan jual beli pita cukai palsu yang menjerat seorang pria berinisial S, warga Pamekasan, kini memasuki babak baru. Tim kuasa hukumnya resmi mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kuasa hukum S, Ach. Suhairi, menilai kliennya menjadi korban dari dugaan penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan, S tidak seharusnya dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

“Klien kami ini korban kriminalisasi. Memang benar ada transaksi pita cukai, tapi pemilik pita cukai justru tidak ditindak,” ujar Suhairi, Jumat (31/10/2025).

Sidang praperadilan yang digelar pada Kamis (30/10/2025) itu mempersoalkan tindakan penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik Bea Cukai Madura. Namun, dalam sidang tersebut, pihak Bea Cukai diketahui tidak hadir.

“Kami heran, saat menangkap dan menahan berani, tapi saat sidang malah tidak datang. Kami harap mereka hadir di sidang berikutnya,” tegasnya.

Pihak kuasa hukum berharap majelis hakim bisa menilai perkara ini secara objektif dan adil, agar proses hukum terhadap kliennya berjalan transparan sesuai prinsip keadilan. (Znl/Arif)