21.6 C
Madura
Jumat, Juli 19, 2024

Diskusi Compok Literasi tentang Ekosistem Rempah Madura

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Compok Literasi menggelar diskusi inspiratif tentang ekosistem rempah Madura bersama sejumlah pemuda di Manifesco Cafe, Jalan Raya Jalmak. Jumat (14/06/2024).

Acara yang bertajuk “Lagghu’ Mangkat! Bicara Ekosistem Rempah Madura” ini berkolaborasi dengan Kedai Rimpang. Acara ini juga menjadi momen penting dalam mengantar Zainal Abidin, salah satu volunter, yang akan berlayar dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Frasha “Lagghu’ Mangkat! (Besok Berangka!)” menurut Umi Wahyuni selaku Moderator, dipilih karena Zainal Abidin terpilih sebagai Laskar Rempah dalam program Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 dan akan segera berangkat. Selain Zainal, acara ini juga menghadirkan Fahrus Refendi, Laskar Rempah 2022, dan Jakfar Sodiq, pemilik Kedai Rimpang.

Mengenal Sejarah dan Potensi Rempah Nusantara

Fahrus Refendi berbagi kisah perjalanannya bersama KRI Dewaruci pada tahun 2022. Ia mengisahkan pengalamannya mendalami sejarah dan rute yang dilalui para pelayar rempah di Nusantara, khususnya di wilayah timur Indonesia. “Saya peserta tahun 2021, tetapi berangkat tahun 2022 karena pandemi. Saat itu kami terbagi menjadi enam grup. Rute yang saya lalui Surabaya—Makasar,” ungkapnya.

Fahrus menjelaskan bahwa jalur rempah saat itu singgah di berbagai tempat bersejarah seperti Pasar Pabean, pelabuhan sekaligus pusat rempah di Surabaya, dan Candi Bajang Ratu di Trowulan. Pasar Pabean adalah pintu masuk bagi penjajah Belanda, Portugis, dan Inggris sebelum menuju Malaka dan Maluku.

Harapan dan Impian Pelestarian Ekosistem Rempah Madura

Zainal Abidin merasa bersyukur terpilih sebagai Laskar Rempah 2024. “Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan baik ini. Saat pengajuan, saya menyertakan portofolio dan esai,” katanya. Dalam esainya, Zainal mengupayakan kegiatan berkelanjutan setelah program Muhibah Jalur Rempah usai dan berharap nantinya bisa berbagi temuannya tentang rempah.

Zainal juga mengaku sedang memperdalam pengetahuannya tentang rempah. “Kedepan, saya juga akan melakukan riset-riset yang berkaitan dengan rempah, seperti bagaimana cara rempah bisa masuk kalangan anak muda melalui konten-konten kekinian,” bebernya.

“Mangkanya kolaborasi melalui Compok Literasi dan Kedai Rimpang ini, nantinya saya akan mereportase pelayaran saya, dan membagikannya melalui kanal Instagram”. Tambah Zainal. Jalur Rempah 2024 yang akan ia ikuti mencakup Dumai di Pekanbaru, Sabang di Aceh, Melaka di Malaysia, dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau.

Jakfar Sodiq, pemilik Kedai Rimpang, menegaskan pentingnya pelestarian rempah. “Komoditas rempah seperti cengkih, pala, pinang, dan lain-lain, dulu menjadi emas bagi Indonesia. Penjajah melihat Indonesia karena rempah. Hal ini perlu dilestarikan dan anak muda yang harus melakukannya,” ujarnya. Ia berharap agar Zainal nantinya bisa mengenalkan rempah kepada pemuda Madura dan mengubah pandangan bahwa jamu bukan hanya untuk obat tradisional, tetapi juga minuman yang kaya manfaat.

Dukungan dari Compok Literasi

M. Arinal Haqil Ghifari, Ketua Compok Literasi, mengapresiasi terpilihnya Zainal. Ia berharap agar perjalanan muhibah kebudayaan ini dapat diarsipkan dalam bentuk tulisan, gambar, atau video yang bermuatan pengetahuan tentang rempah. “Saya rasa, pemuda Pamekasan dan Madura umumnya bisa mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempah yang akan datang untuk mencapai ekosistem itu, pemberdayaan dan pengembangan rempah lokal,” katanya.

Program Muhibbah Jalur Rempah Indonesia tidak hanya mengingatkan kita pada masa lalu ketika bangsa-bangsa Eropa berebut menguasai jalur rempah di Nusantara, tetapi juga menegaskan upaya Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Program ini bertujuan agar Jalur Rempah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, dengan pemahaman bahwa “jalur rempah merupakan jalur yang telah melebihi batasan ruang dan waktu dan menjadi pertukaran budaya dan pengetahuan.”

Acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan rempah lokal, menciptakan ekosistem rempah yang berkelanjutan, dan membawa kejayaan rempah Nusantara ke panggung dunia.(Rls/Ist)

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article