Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura Raya), Hj. Ansari, terus mengintensifkan gerakan penanaman tanaman pendamping beras sekaligus menyalurkan dukungan kepada petani di Kabupaten Pamekasan, Jumat hingga Sabtu (17–18/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi partai dalam mengantisipasi dampak krisis global melalui penguatan ketahanan pangan serta diversifikasi sumber pangan masyarakat.
Pada hari pertama, Hj. Ansari mengawali kegiatan di kediamannya di Kelurahan Lawangan Daya. Penanaman dilakukan di area pekarangan rumah dan lingkungan sekitar, dengan melibatkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, Mas Taufadi, anggota DPRD dari Fraksi Gelora Perjuangan, jajaran struktural partai, serta relawan Ansari Madura Raya.
Sejumlah komoditas pangan alternatif ditanam, seperti pisang, ketela, jagung, singkong, dan ubi talas. Tanaman-tanaman ini dipilih karena dinilai adaptif, mudah dibudidayakan, dan dapat menjadi sumber pangan mandiri bagi masyarakat.
Hj. Ansari menegaskan, pemanfaatan lahan pekarangan sebenarnya telah lebih dulu ia terapkan sebagai bagian dari praktik ketahanan pangan keluarga.
“Ini bukan sekadar menanam, tetapi bagaimana masyarakat bisa mulai tidak bergantung pada satu komoditas saja. Diversifikasi pangan itu penting agar kita lebih siap menghadapi situasi global,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan menyasar langsung para petani di dua lokasi, yakni Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan dan Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur. Di sana, Hj. Ansari yang kembali didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Mas Taufadi, tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga menyalurkan dukungan kepada petani yang membudidayakan komoditas seperti jagung, ubi talas, kacang hijau, hingga tanaman sukun.
Ia juga memberikan contoh langsung pemanfaatan lahan dengan menanam pohon pisang dan singkong yang dapat ditiru masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain itu, digelar pula dialog santai dan podcast yang membahas gerakan penanaman tanaman pendamping beras sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
Kegiatan kemudian ditutup pada sore hari dengan penanaman singkong di area sawah sekitar kediamannya di Lawangan Daya.
Menurut Hj. Ansari, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi simbolis, tetapi juga bentuk nyata dukungan kepada petani agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya petani, mendapat dukungan untuk mengembangkan tanaman alternatif. Ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Ia menambahkan, ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dari pekarangan rumah.
“Dengan diversifikasi pangan, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan global dan tidak bergantung pada satu sumber saja,” pungkasnya. (*/Znl)


