Peluh si Penjual Jajan Keliling Itu Tak Mengering

    Advertisement

    Pamekasan, (Media Madura) – Puah (60), warga kelurahan Kanginan, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, seorang ibu penjual kue keliling. Di Madura disebut Nongtenong. Segala jenis kue dijajakan dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah.

    Ibu satu anak ini sudah berjualan sejak usia remaja. Dari berjualan kue keliling itu, ia bisa menyambung hidup dan juga membiayai sekolah anaknya hingga perguruan tinggi.

    “Sudah lama saya jualan Nak, sudah sejak muda,” katanya saat ditemui di tempat cucian mobil Menara Auto Service jalan Stadion, di mana saat itu ia numpang berjualan.

    Puah yang sudah menjanda sejak anaknya masih balita itu bercerita tentang bagaimana tetap berjualan jajan hingga saat ini dan bahkan di tengah Pandemi Covid-19 ini.

    “Ini jajannya orang, saya cuma menjualkan. Saya hanya dapat 20% dari semua penjualan,” uarainya.

    Wanita yang wajahnya sudah mulai keriput ini juga mengatakan, seluruh dagangannya itu jika semua laku terjual diperkirakan sekitar Rp 250 ribu.

    “Saya jualan mulai pagi, kadang sampai siang kadang sampai sore,” serunya dengan mimik wajahnya yang mulai menua itu.

    Bahkan, kata dia, setiap hari harus berkeliling dengan berjalan kaki sekitar 10 kilo untuk menjajakan jualannya itu. Datang ke satu rumah hingga rumah lainnya, berharap ada yang membeli. Harga jajan yang dijualnya bervariasi, tergantung jenisnya. Rata-rata satu jenis jajan Rp 1000.

    Sebelum pandemi Covid-19, Puah yang juga akrab dipanggil Buk Sini ini, biasanya sekali jalan seluruh dagangannya habis. Tetapi saat pandemi situasinya berubah.”Sekarang kadang tinggal separuh, kadang tinggal sedikit,” katanya.

    Jika dagagannya tidak laku, maka Puah terpaksa pulang dengan hati yang gundah. Meskipun pendapatannya tidak seberapa tetapi ia tetap ikhlas dalam menjalani profesinya dan juga tetap bersyukur dengan apa yang dijalaninya.

    Dalam menjajakan jajannya itu, Puah selalu mengenakan masker untuk menjaga dirinya dari penularan virus Corona. Selain itu ia tetap menjaga dagangannya itu agar tetapi higienis.

    Seperti diketahui, penggunaan masker diimbau oleh pemerintah saat keluar rumah, apalagi dalam melakukan aktifitas seperti berjualan yang dilakukan oleh Puah ini.

    Sebelumnya, Plt Kepala Dinkes Pamekasan dr. Achmad MarzukiĀ meminta kepada warga Pamekasan untuk tetap mematuhi protokol covid-19, apalagi saat ini jumlah positif covid-19 di Pamekasan semakin tinggi.

    Reporter : Arif
    Editor : Zainol

    Tinggalkan Balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.