Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – Kurang lebih 63 persen warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tergolong warga kurang mampu atau masih menderita kemiskinan.

Terdata di bumi Gerbang Salam ada 811.330 jiwa yang tersebar di 13 Kecamatan, yakni 60.812 jiwa kecamatan Tlanakan, Pademawu 82.135 jiwa, Galis 29.611, Kota (Pamekasan) 89.049, Proppo 81.138, Palengaan 76.851, Pegantenan 69.150, Larangan 56.266, Pakong 35.732, Waru 61.803, Batumarmar 67.331, Kadur 47.143 dan Pasean 54.309 jiwa.

“Di Pamekasan lebih separuh warga tidak mampu atau masih hidup miskin, itu sesuai dengan data di BPS (Badan Pusat Statistik),” kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ismail, Jumat (12/1/2018).

Ditambahkan oleh Ismail, tingginya angka tersebut karena kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten. Menurutnya, pemerintah tidak pernah memverval keberadaan warga miskin setiap tahunnya.

“Artinya warga miskin sebanyak itu dikarenakan tidak dilakukan tindak lanjut pendataan, coba jemput bola atau lakukan verval warga miskin kan selesai persoalan,” tambahnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta agar instansi terkait segera melakukan tindakan tersebut agar warga miskin yang betul-betul layak mendapat bantuan pemerintah segera teratasi.

“Kami sudah kumpulkan Kepala Dinsos, Kadispendukcapil, Sekda, BPS dan beberapa insatansi terkait, agar permasalaahn ini segera terselesaikan,” tutup Ismail.

Jika persoalan itu tidak kunjung di segerakan, urai mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Panekasan itu, maka berarti perintah tidak memperdulikan keberadaan masyarakat miskin.

“Kami sudah suruh anggarkan proses pemvervalan itu, karena alasannya tidak ada anggaran, kalau seperti ini kapan mau maju Pamekasan makanya IPM kita tidak naik-naik,” tutup Ismail.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan