Uniknya Festival Sate Gajah 3,5 Kg di Sumenep

Peserta festival sate gajah

Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 45 peserta ambil bagian dalam kegiatan Festival Sate Gajah yang digelar di Simpang Odeng Kota Sumenep, Madura Jawa Timur.

Uniknya, peserta dari kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukanlah masyarakat umum, melainkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan dan Perbankkan.

Kuswandi, salah satu juri festival tersebut yang sekaligus Chef salah satu Hotel di Surabaya mengatakan, lumayan Sate Gajah lumayan unik, karena berbeda dengan festival sate lainnya.

“Dagingnya bebas, boleh sapi, boleh kambing atau ayam. Tetapi beratnya minimal 3,5 kilogram per satu tusuk,” ungkapnya.

Sementara untuk kriteria penilaian, dewan juri menilai mulai dari cita rasa seperti rasa, bau, dan tekstur serta mebikai kreatifitas penyajiannya.

“Kita ada tiga juri yang semuanya berasal dari Surabaya, dan kita akan menilai sate dengan kriteria itu,” ucapnya.

Menurut Kuswandi, Madura khususnya memiliki potensi makanan yang banyak dan perlu untuk diperkenalkan kepada publik. 

Terlebih Madura memang dikenal dengan makanan satenya. Di kota-kota besar, pedagang sate mayoritas berasal dari Madura.

“Festival ini bagi saya bagus, meski pun juga memiliki beberapa tantangan, mulai teknis memasak, memasaknya butuh kehati-hatian dan apinya merata serta jangan terlalu lama,” terangnya.

Disamping itu, ia membeberkan cara membuat Sate Gajah yang baik, bahwa dalam menyate daging tidak boleh asal memilih alat tusuk, karena alat tusuk sate mempengarui rasa satenya. 

“Sate yang menggunakan alat tusuk bambu, kayu atau pakai besi, beda rasanya, yang paling bagus pakai tusuk bambu,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.